Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Setia Hingga Akhir.


__ADS_3

Shio Lang Fung Raja Bangsa Long Nyin heran kenapa hingga hari lewat tengah hari , tetapi pasukan negeri Lo Fu Nyin tidak juga terlihat batang hidung nya.


Begitu pun juga dengan panglima nya , jendral Tan khi Khuai , juga tidak mengerti , karena menurut laporan para teliksandi Kerajaan Long Nyin , paling lama menjelang siang , pasukan negeri Lo Fu Nyin itu akan tiba di Padang tandus itu , tetapi sekarang sudah lewat tengah hari belum ada kabar berita nya.


Sedang mereka berbincang bincang , tiba tiba seorang teliksandi datang menghadap kepada sang Raja Shio Lang Fung.


"Ada apa teliksandi ?, sudah sampai dimana para Prajurit Negeri Lo Fu Nyin itu ?" tanya sang Raja langsung.


Dengan tubuh gemetar , prajurit teliksandi itu berlutut , "ampun yang mulia , para Prajurit Negeri Lo Fu Nyin sudah kembali ke Negeri mereka sendiri yang mulia !" ...


"Haah apaaa ?, bagai mana mungkin mereka mengkhianati Negeri Long Nyin ?" tanya sang Raja dengan nada tinggi.


"A' ampun yang mulia , mereka tidak mengkhianati kita yang mulia , tetapi Raja dan panglima mereka tewas diperjalanan oleh seorang pemuda Bangsa Manusia , setelah mereka berduel dua lawan satu , sementara itu hampir separuh Prajurit mereka juga tewas di bantai oleh dua orang wanita cantik yang merupakan istri dari pemuda itu yang mulia !" kata Prajurit teliksandi dengan gemetaran.


Untuk beberapa saat lamanya , sang Raja terdiam membisu , berbagai macam pikiran berkecamuk di kepala nya.


"Yang mulia , apa yang harus kita lakukan sekarang , lebih dari separuh pasukan kita telah tewas , kini yang tersisa juga sudah tidak bersemangat untuk meneruskan pertempuran lagi yang mulia !" tanya seorang kepala pasukan kepada sang jendral Tan Khi Khuai.


Sang jendral Tan khi Khuai menoleh kearah sang Raja , "apakah kita harus mundur yang mulia , atau maju terus hingga titik terakhir ?" ...


"Aku mengangkat diri mu menjadi panglima , karena keteguhan hati mu jendral !, kau tidak mudah menyerah begitu saja !" kata Raja Shio Lang Fung .


"Tetapi kali ini kita benar benar terjepit yang mulia , bila kita paksakan juga , hamba takut , tidak akan ada seorangpun dari Prajurit kita yang berhasil pulang dengan selamat yang mulia !" bantah sang jendral memberikan pendapat nya.


"Kalau kau takut !, kau boleh pulang terlebih dahulu Jendral , aku akan memimpin pasukan ini, dan akan kutangkap kedua orang Ratu itu , maka seluruh Prajurit nya akan menyerah kepada ku !" kata sang Raja Shio Lang Fung.


"Maaf yang mulia , hamba hanya sekedar berpendapat saja , tidak ada niat sedikitpun dihati hamba untuk meninggalkan yang mulia berperang sendirian !" kata jendral Tan Khi Khuai.


Kali ini sang Raja dan Jendral Tan Khi Khuai sendiri yang maju memimpin peperangan.


Tetapi karena pasukan mereka memang sudah banyak yang tewas , akibat nya semangat Prajurit yang tersisa pun sudah sirna pula.


Akhirnya , karena para Prajurit itu bertempur dengan setengah hati , satu persatu mereka tewas menyusul teman mereka.


Sedangkan Raja Shio Lang Fung dan panglima nya , Jendral Tan Khi Khuai terus meringsek maju mendekat kearah kedua orang Ratu yang kebetulan bertempur dengan saling berdekatan itu.


Namun ketika jarak mereka tinggal beberapa puluh depa saja lagi , tiba tiba di depan mereka muncul seorang pemuda bangsa manusia dan dua orang wanita cantik jelita.


Melihat dua orang wanita cantik jelita , terutama Putri Xuan Yi yang kecantikan serupa nya, belumpernah dilihat oleh siapapun juga itu , membuat jakun sang Raja Shio Lang Fung bergerak menelan ludah nya.

__ADS_1


"Hei manusia hina !, siapa kau ini , ada urusan apa kau menghalangi langkah ku , apa kau bosan hidup ?" tanya Raja Shio Lang Fung dengan sikap arogan nya.


"Aku adalah Shin Liong !, aku meminta kau menarik semua pasukan mu itu , kasihan mereka bila harus mati sia sia demi sesuatu yang tidak ada guna nya !" kata Shin Liong dengan lantang.


Sang Raja Shio Lang Fung tersenyum merendahkan , setelah mendengar perkataan dari pemuda itu.


Sebenar nya alasan sesungguh nya kenapa dia bersikeras ingin menaklukan negeri Ko Li Nyin itu adalah karena sang Ratu nya yang juga cantik jelita itu.


Begitu juga dengan negeri Tiau Nyin yang memiliki Ratu cantik luar biasa itu , sehingga dia dan Raja Bo Ban Beng , bersaing untuk mendapatkan salah satu dari kedua nya.


Tetapi kini dengan kehadiran kedua istri dari Shin Liong ini , membuat kecantikan kedua Ratu itu seperti tidak ada apa apa nya lagi, bila dibandingkan dengan kedua istri Shin Liong yang benar benar wanita cantik jelita yang sempurna , tanpa cela.


"He he, he he, he he he he, kau melucu didepan guru mu nak ?, tetapi sungguh tidak lucu , ada anak kemarin sore yang pipi nya saja masih penuh ingus , mencoba menggertak Raja Tan Khi Khuai yang terkenal sakti , begini saja nak , kau pulang lah ,aku tidak akan menyakiti mu , asalkan kau serahkan kedua wanita mu itu , seorang manusia hina seperti kamu ini , tidak pantas memiliki istri secantik dan seindah ini , yang cocok adalah aku sang Raja Tan Khi Khuai yang sakti ini saja yang memiliki kedua wanita ini !" kata sang Raja Tan Khi Khuai sambil tertawa angkuh , sehingga perut nya turut berguncang guncang.


"Plak !"...


"Plak !"...


Tiba tiba dua kali terdengar suara berkecipak sangat nyaring sekali.


Kejadian itu begitu cepat nya , bahkan mata orang orang tidak sempat melihat apa yang terjadi dan siapa yang melakukan nya , tahu tahu kedua belah pipi sang Raja Tan Khi Khuai sudah biru lebam terkena tamparan telapak tangan Putri Xuan Yi yang sangat geram mendengar celotehan sang Raja yang terlalu merendahkan suami nya itu.


"Putih !"...


Bersama dengan air liur bercampur darah , keluar pula empat buah gigi yang copot dan turut terlontar ketanah.


"Kurang a*ar , bia*ab hina dina , siapa yang telah membokong ku tadi heh , katakan siapa ?, akan ku ***** ***** tubuh nya !" kata sang Raja Tan Khi Khuai berteriak dengan suara nyaring sekali , sehingga menarik perhatian semua Prajurit di tempat itu.


Serentak mereka menghentikan pertempuran yang sedang berkecamuk , dan menonton kejadian antara sang Raja Tan Khi Khuai dan panglima nya , melawan Shin Liong dan kedua orang istri nya.


"Kau Raja yang sombong , angkuh , tidak tahu diri , serta sangat kejam , kau tidak perduli dengan para Prajurit mu sendiri , meskipun mereka sudah sangat kelelahan , tetap saja kau paksakan bertempur , kau raja yang tidak ada guna nya bagi kedamaian dunia ini !" kata Putri Xuan Yi gusar.


Meskipun muka nya merah padam menahan amarah nya , tetapi karena yang bicara seorang wanita muda yang luar biasa cantik jelita nya , maka kemarahan nya seperti tertahan seketika .


"Biyuh , biyuh , biyuh , rupanya selain cantik jelita , calon Ratu ku ini juga sangat menggemaskan sekali , hmm nyam nyam nyam , aku tahu kau akan segera jinak jika aku sudah membunuh pemuda itu !" kata sang Raja sambil terus membual.


Sementara itu seorang Prajurit telik sandi membisikan sesuatu di telinga jendral Tan khi Khuai .


Tiba tiba wajah panglima itu berubah menjadi pucat pasi setelah Prajurit itu berbisik di telinga nya.

__ADS_1


Selanjut nya sang jendral berbisik di telinga sang raja Shio Lang Fung.


"Tuan ku yang mulia , sebaik nya kita segera menarik pasukan kita mundur dan kembali ke kota Raja saja yang mulia !" kata jendral Tan khi Khuai.


Bukan nya menuruti ajakan panglima nya , tetapi malahan dengan muka merah padam dan mata melotot kearah sang panglima nya itu , Raja Shio Lang Fung berteriak nyaring.


"Hei Tan Khi Khuai !, sejak kapan kau menjadi pengecut seperti itu heh ?, kalau kau takut dengan tikus tanah ini , kembali saja kepada istri mu dan bersembunyi di ketiak nya !" kata sang Raja marah marah.


Mendengar perkataan Raja nya itu , merah padam muka sang jendral , seluruh harga diri nya merasa di remeh kan.


"Tuan ku yang mulia !, hamba telah lama mendampingi yang mulia , dan yang mulia tahu , tidak sedikitpun saya takut pada siapapun juga , tetapi yang saya takutkan yang mulia mendapatkan masalah besar, yang mulia , mungkin ini kali terakhir dan penghabisan saat pengabdian saya kepada yang mulia , jangan sesali apapun yang terjadi nanti nya , karena itu sudah menjadi pilihan yang mulia , saya buktikan saya tidak takut , dan saya setia dengan yang mulia hingga nafas terakhir saya, yang mulia !" kata sang jendral Tan khi Khuai sambil melangkah maju mendekati Shin Liong .


"Tuan muda !, aku tahu kesalahan kami sangat banyak sekali , dan Dewa marah dengan kelakuan kami , tetapi bagai manapun juga saya cuma abdi yang di sumpah untuk setia kepada Raja nya , jadi bila tuan muda ingin berhadapan dengan yang mulia , selagi saya masih hidup , itu tidak akan saya biarkan tuan muda , nah marilah kita tentukan tuan muda atau saya yang akan tewas hari ini !" kata Jendral Tan Khi Khuai sambil bersiap siap melepaskan serangan nya kepada Shin Liong .


Jendral Tan khi Khuai yang telah mengetahui siapa Shin Liong dari prajurit teliksandi nya itu , tidak ingin berlaku tanggung tanggung dalam menyerang lawan nya , dia gunakan seluruh energi maksimal nya.


Shin Liong yang sudah dapat memperkirakan tingkat energi dari sang Jendral itu , segera mengerahkan separuh energi nya untuk mengimbangi serangan dari sang jendral.


Jendral Tan Khi Khuai segera melancarkan serangan nya kearah ulu hati Shin Liong , tetapi dengan jurus Dewa Dewi nya , Shin Liong berhasil menghindar kesamping kiri .


Namun sang Jendral yang sudah kenyang dengan pengalaman itu sudah memperkirakan tentang hal itu , maka dengan gerakan yang cepat , dia segera melepaskan pukulan jarak jauh nya ke sisi kiri.


Sang jendral yakin kali ini lawan akan terkecoh , karena tidak pernah menyangka jika dia bisa membaca gerakan lawan nya.


"Wuss !"...


Sebuah pukulan jarak jauh berkekuatan maksimal lepas begitu saja.


Tidak ada dentuman apapun juga sebagai pertanda bahwa pukulan nya mengenai sasaran nya.


Mata sang jendral terbelalak , menyaksikan di tempat yang tadi dia lihat ada Shin Liong itu , kini tidak ada siapa siapa di sana.


Dan yang lebih membuat mata nya terbelalak adalah , kini lawan nya sedah berada tepat di belakang nya , dan sedang memperhatikan diri nya.


Sang jendral tidak lagi memperhatikan keselamatan diri nya sendiri , kini yang ada di dalam pikiran nya adalah bagai mana menumbang kan lawan nya agar Raja nya bisa selamat.


Jendral Tan Khi Khuai segera berbalik dan menyerang kembali dengan serangan yang sangat cepat serta berkekuatan maksimal itu.


"Jendral !, aku menghargai pribadi mu , pergilah sekarang , aku tidak ingin mencelakai mu , pergilah selagi aku bermurah hati kepada mu !" kata Shin Liong tulus kepada sang Jendral yang sangat setia itu.

__ADS_1


"Terimakasih tuan muda , bagi ku tidak ada istilah lari dari Medan tempur selagi orang orang yang harus ke bela berada di sini !" jawab jendral Tan Khi Khuai sambil terus berusaha mendaratkan serangan nya yang amat mematikan kepada Shin Liong .


...****************...


__ADS_2