Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Mendung di Kota Raja.


__ADS_3

Dewi Chang 'e melangkah menghampiri sang putra.


Dibelai nya rambut panjang sang putra tersayang nya itu.


"Bersabar lah putra ku, kau putra tersayang ibu nak , meski serapat apapun kau menyembunyikan perasaan mu, ibu akan tetap tahu sayang , apa yang di katakan oleh kakek mu tadi nak ?" tanya Dewi Chang 'e kepada sang putra.


Shin Liong memutar tubuh nya menghadap kepada sang ibu, se ulas senyum hambar yang di paksakan terukir di wajah nya.


Namun batin Dewi Chang 'e bisa merasakan jika sang putra membawa beban sangat berat di dalam dada nya.


Di raih nya tubuh sang putra kedalam pelukan nya, dan terdengar nafas berat dari sang putra yang menanggung beban kesedihan di hati nya.


"Ibu !, aku tidak sekuat yang orang lihat ibu , ketika putra ku dalam bahaya , hatiku terasa terkoyak koyak Bu , kasihan putra ku ibu !" bisik Shin Liong di kuping ibu nya, sambil berusaha menahan sesak di dada nya.


"Semua merasakan nya nak , tetapi kau adalah pemimpin, kau harus kuat ,agar seluruh keluarga mu juga bisa kuat , bila kau selaku pimpinan tersungkur, maka keluarga di belakang mu akan hancur !" kata Dewi Chang 'e memberikan petuah kepada sang putra tersayang nya itu


Kembali Shin Liong menarik nafas dalam-dalam, lalu menghembuskan nya, seolah ingin membuang segala kegalauan hati nya.


"Apa kata kakek mu nak ?" tanya Dewi Chang 'e lembut.


"Ibu ingat dengan laki laki bernama Teng Kwan yang pernah ku ceritakan itu Bu ?" tanya Shin Liong kepada ibu nya.


"Ya ibu ingat, Teng Kwan, bekas Dewa muda, putra dari Teng Sin sang panglima istana langit yang di buang karena melakukan kesalahan besar itu kan ?" kata Dewi Chang 'e.


"Ya Bu, karena rasa dendam nya yang begitu besar kepada ku , dia yang sudah tidak bisa berkultivasi lagi karena dantian nya ku hancurkan, ternyata menyerahkan jiwa dan raga nya, bersekutu dengan raja Iblis agar bisa membalas dendam nya kepada ku, lalu sang Raja Iblis memasukan jiwa Kalasura yang mati terkena racun hidup itu kedalam tubuh Teng Kwan, sehingga kini kesaktian Teng Kwan menjadi lebih hebat dari semula , karena di dalam tubuh nya ada pangeran iblis Kalasura yang merasuki nya, dan entah bagai mana cara nya, sehingga dia berhasil meracuni A Yong dengan racun lumpuh urat, dan A Yong pun disekap nya di dalam cincin ruang, serta atas saran dan bantuan raja Iblis, Teng Kwan pergi ke dunia Betara, membawa A Yong Bu !" kata Shin Liong bercerita.


Mendengar Dunia Betara, spontan Dewi Chang 'e terdiam , wajah nya nampak berubah seketika.


Sebagai seorang Dewi putri seorang Dewata San Qin, dia tahu apa itu Dunia Betara ini.


Dahulu kala, Dunia ini bernama Dunia Permata Biru, itu karena kepekatan hawa Qi murni yang luar biasa padat nya di Dunia ini, sehingga penghuni nya, rata rata berkepandaian tinggi tinggi.


Karena merasa lebih dari mahluk yang lain nya, maka manusia di Dunia Permata Biru ini, suka berbuat semena mena pada sesama.


Bahkan beberapa Dewa yang mencoba memperingatkan, mereka bunuh dengan sadis di sana.


Hingga akhirnya, Dewata San Qin berinisiatif untuk mengisolasi dunia itu dari semesta raya.


"Ibu yakin sayang , seberat apapun ujian hidup yang kau terima, itu karena kau dianggap mampu menjalani nya, kau pasti mampu nak , ibu tahu itu , kalau kau ingin pergi kesana, minta tolonglah kepada kakek mu, karena cuma dia yang tahu cara untuk bisa sampai kesana !" kata Dewi Chang 'e.


"Kalau cuma kakek yang tahu cara untuk tiba kesana , kenapa Raja Iblis bisa tiba juga disana ?" tanya Shin Liong tidak mengerti.


"Nak !, Raja Iblis memiliki kemampuan diatas rata rata, dia hanya bisa dikalahkan dengan cahaya illahi saja, bila terkena cahaya illahi, tubuh sang raja iblis ini akan terbakar hebat, meskipun sang Raja Iblis ini tidak bisa mati , tetapi bila terkena cahaya illahi , dia bisa sakit hingga berbulan bulan , bahkan bisa hingga tahunan lama nya , itulah alasan mengapa sang Raja Iblis sangat jarang keluar dari Dunia kegelapan !" kata Dewi Chang 'e .


"Aku akan pergi kesana mencari putra ku Bu ,tetapi aku ingin mendengar kabar dari Kaisar terlebih dahulu !" kata Shin Liong sambil melangkah mendekati Dewi Nuwa yang tampak sangat shock itu.

__ADS_1


"Kakak !, putra kita kak !, apa yang seharus nya kita lakukan sekarang ?" tanya Dewi Nuwa membenamkan kepala nya di dada sang suami, sambil menangis terisak Isak.


"Dengarlah baik baik Dewi, kalian harus tabah dan kuat, karena kalian lah kekuatan ku yang sesungguh nya , putra kita memang di tawan oleh Teng Kwan ke Dunia Betara , tetapi aku akan mengejar nya meskipun dia lari ke ujung semesta sekalipun , beri aku kekuatan dengan ketenangan hati kalian semua, kita tunggu kabar dari sang Kaisar dahulu, baru kita merencanakan tindakan kita selanjut nya !" kata Shin Liong berusaha menenangkan semua keluarga nya.


Ke esokan lusa nya, setelah berselang satu hari, pada siang berikut nya, nampak dua orang prajurit berlari ke arah dalam kota raja Xue.


Tubuh kedua orang prajurit ini nampak sudah tidak karu karuan lagi.


Di depan gerbang istana, kedua orang prajurit ini tersungkur kehabisan tenaga, setelah satu hari satu malam dibawa mereka untuk berlari terus.


Para prajurit penjaga gerbang istana menjadi gempar melihat kejadian itu.


Beramai ramai mereka menggotong tubuh sang prajurit itu kedalam istana.


Setelah di beri minum air putih dan beristirahat sejenak , kedua orang prajurit itu pun segera bercerita tentang apa yang telah menimpa pasukan mereka.


Sang Kaisar yang berada di tempat itu, menyimak keterangan prajurit nya dengan serius.


Sore pertama mareka berhenti di sebuah hutan lebat, dan sang jendral Huang Fu Shen menyuruh para prajurit untuk mendirikan tenda di tempat itu.


Sementara itu, karena melihat banyak nya binatang liar disekitaran tempat itu, sang jenderal mengajak kedua prajurit itu untuk berburu rusa, karena sudah lama sang jendral ingin makan daging rusa.


setelah berjalan cukup jauh dari pasukan, sang jendral tiba tiba menyuruh kedua orang prajurit itu untuk berhenti sebentar, karena tiba tiba sang jendral kebelet ingin buang hajat.


Kedua orang prajurit itu pun segera duduk di atas sebuah batang pohon tumbang , sambil menunggu sang jendral yang berjalan kearah sungai kecil.


Dengan berhati hati, kedua orang prajurit itu segera mendatangi asal suara pertarungan itu.


Baru saja mereka tiba di dekat pertarungan itu, dari balik pepohonan, mereka melihat sang jendral yang jatuh tersungkur ke tanah terkena pukulan dari seorang laki laki.


Setelah berdiam sesaat sambil melihat tubuh sang jendral Fu Shen yang jatuh terkena pukulan nya itu, tiba tiba tubuh laki laki itu bergetar, dan sesaat kemudian tubuh nya berubah menjadi tubuh sang jendral Fu Shen.


Laki laki yang tubuh nya berubah menjadi tubuh jendral Fu Shen itu segera berkelebat di balik pepohonan hutan , meninggalkan tubuh jendral Fu Shen yang asli.


Beberapa saat berlalu , setelah benar benar yakin bila laki laki yang menyaru sebagai jendral Fu Shen itu tidak lagi kembali, kedua orang prajurit itu segera keluar memeriksa tubuh sang jendral Fu Shen.


Ternyata Jendra Fu Shen telah tewas , dengan dada yang hancur terkena pukulan.


Setelah memasukan jasad sang jendral kedalam cincin ruang mereka, kedua orang prajurit itu pun mencari tempat persembunyian untuk bersembunyi malam itu.


Ke esokan hari nya, barulah hari nya, barulah para prajurit itu menyadari ada dua orang rekan mereka yang hilang.


Mereka berusaha mencari kemana mana, namun tidak berhasil.


Sementara itu sang jendral palsu terus saja mendesak untuk secepat nya meneruskan perjalanan mereka, hingga terjadi perselisihan antara A Yong dan jendral Fu Shen palsu.

__ADS_1


Karena prajurit yang tersisa, semua nya mendukung pihak jendral Fu Shen, maka akhirnya A Yong memilih mengalah saja, dan perjalanan pun mereka lanjutkan tanpa kedua orang prajurit yang hilang itu.


Padahal pada waktu yang sama, kedua orang prajurit itu terus mengikuti pasukan nya secara sembunyi sembunyi, hingga menjelang sore hari kembali.


Dan ketika kejadian yang menimpa A Yong itu terjadi, mereka berdua melihat, karena memang seperti diperlihatkan di luar tenda oleh Teng Kwan.


Juga pembantaian terhadap delapan orang rekan mereka, kedua orang prajurit itu menyaksikan tanpa berani berbuat apapun.


"Prank !" ...


Tiba tiba di balik tirai yang memisahkan antara ruang depan dan ruang tengah itu, terdengar suara sesuatu pecah, terhempas ke lantai.


Sang Kaisar berdiri dan bergegas melihat suara apa tadi.


Di balik tirai terlihat Putri Siaw Eng berdiri termangu , dengan sebuah pot bunga terbuat dari keramik cantik, jatuh berantakan di lantai ruangan.


"Be' benarkah itu ayahanda, be' benarkah apa yang saya dengar ?, benarkah A' A Yong celaka ?" tanya putri Siaw Eng bergetar.


"Ya putri ku , ayah baru saja mendengar berita ini, dan paman mu jendral Fu Shen juga tewas nak !" kata sang Kaisar dengan suara bergetar.


Pucat pasi bibir sang putri yang bergetar hebat.


"Ti' tidaaak !, ini tidak benar kan ayah !, ini pasti candaan kalian saja kan ayah, mana mungkin orang sekuat A Yong bisa kalah begitu saja dari lawan nya, ini pasti bohong !" teriak sang putri jelita itu sambil mengguncang tangan sang Kaisar.


"Ini kenyataan yang harus kita terima nak , apa yang harus ayah katakan pada ayah nya nanti , ooh Dewata Agung, apa yang harus ku perbuat !" kata sang Kaisar sambil terduduk di kursi nya.


"Tidaaak, A Yong, kau tidak boleh pergi begitu saja , ingat kau sudah berjanji mengajak aku berjalan jalan melihat Dunia luar , A Yong, A Yong , kau tidak boleh pergi !" teriak putri Siaw Eng histeris sambil membanting apa saja perabotan istana yang bisa dia pegang.


Para inang dan dayang berusaha membujuk serta menghibur sang putri.


Tetapi Putri cantik jelita itu rupanya, hati nya benar benar sangat terluka kini.


Disaat lahan harapan mulai bersemi bunga bunga indah, kira nya badai dahsyat datang melanda.


Kaisar menyuruh para prajurit untuk memanggil jendral Pau Lok Kwan agar segera menghadap kepada nya.


Dengan berlari lari, Prajurit itu segera menuju ke kediaman sang jendral senior itu.


Tidak seberapa lama, sang jendral pun datang menghadap ke istana yang sedang geger menenangkan putri Siaw Eng yang sedang mengamuk itu.


Kaisar segera menyuruh prajurit tadi untuk menceritakan kembali peristiwa yang menimpa A Yong dan para prajurit.


"Paman jendral !, apa yang harus ku katakan kepada ayah nya , aku tidak kuasa melihat kesedihan pada keluarga yang sangat baik itu paman !" tanya Kaisar kepada sang jendral senior itu .


Jendral tua itu pun akhirnya termenung pula, bingung harus ber bicara apa nanti nya pada Shin Liong .

__ADS_1


...****************...


__ADS_2