Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Muslihat Kuncu Suhu Kota Fansau .


__ADS_3

Setelah mereguk beberapa tegukan teh harum itu , Shin Liong menatap kearah ketiga orang istri nya , "bagai mana dengan teh kalian bertiga , adakah sesuatu yang tidak wajar ?" ...


Ketiga wanita itu saling pandang , tidak mengerti dengan maksud dari sang suami mereka itu .


"Tidak kak , seperti nya wajar saja , enak , nikmat dan harum !" kata Dewi Teratai putih .


"Apakah kakak merasakan aroma racun tidur itu juga ?" tanya Dewi Xuan Yi .


Mendengar itu , Dewi Teratai putih dan Dewi Ying Fa menjadi sangat terperanjat sekali .


"Apa ?, Ra ' racun tidur !" tanya Dewi Teratai putih sambil mencium minuman milik nya .


"Iya benar ada aroma racun yang sangat lemah sekali !" kata Dewi Ying Fa setelah mencium teh harum milik nya .


"Tetapi aroma ini sangat lemah kak !" ujar Dewi Teratai putih pula .


"Itu karena bercampur dengan aroma melati kak , meskipun aroma nya seperti sangat lemah , tetapi daya nya sangat besar sekali , bisa membuat kita tertidur selama satu Minggu !" kata Dewi Xuan Yi menjelaskan .


"Kurang ajar , siapa yang telah melakukan semua ini , dan apa tujuan mereka !" kata Dewi Teratai putih sangat gusar sekali .


"Tenang lah Dewi , kita ikuti saja kemauan mereka , kita berpura pura terpengaruh dengan racun tidur ini , kita lihat saja , apa yang mereka kehendaki dari kita , aku sudah membisiki ibu dan A Yong agar pura pura pingsan , aku ingin tahu apa yang akan mereka lakukan !" kata Shin Liong menjelaskan kepada ketiga istri nya itu .


Shin Liong tahu bahwa dia dan ketiga istri nya serta A Yong , tidak akan terpengaruh dengan racun tidur itu , sedangkan sang ibu adalah seorang Dewi yang tidak mungkin dapat terpengaruh dengan racun jenis apapun , kecuali kedua orang mertua nya .


Tetapi kedua orang mertua nya itu meskipun terpengaruh dengan racun tidur itu , bagi nya itu tidak terlalu merepotkan .


Beberapa saat kemudian , terdengar suara langkah kaki beberapa orang mendekati kamar tempat mereka menginap .


Setelah sunyi beberapa saat lama nya , lalu terdengar suara seorang laki laki , "seperti nya mereka sudah tertidur pulas sekali , kalian semua , ayo gotong mereka kedalam kereta , sepasang suami istri itu biarkan saja , tidak ada manfaat nya untuk di bawa !" ...


Beberapa orang laki laki masuk , lalu menggotong tubuh Shin Liong dan ketiga istri nya keluar dari penginapan itu .


Rupa nya yang lain nya juga sudah selesai menggotong tubuh A Yong dan Dewi Chang 'e kedalam kereta yang sudah di persiapkan .


Setelah semua nya selesai , kereta pun berjalan meninggalkan penginapan itu , dan keluar kota lewat gerbang selatan .


Setelah menempuh perjalanan hampir setengah malaman , akhirnya mereka tiba di sebuah markas mereka yang berada di tengah hutan .


Bangunan itu hampir mirip seperti bangunan markas Hek Lian Kauw cabang kota Yufing yang telah di hancurkan oleh Shin Liong dan istri nya itu .


Markas ini lebih mirip seperti sebuah perguruan silat , dengan sebuah klenteng hitam besar di depan nya .


"Kedua orang pemuda itu baringkan disini saja , mereka tidak akan dapat bangun dalam waktu yang singkat , sedang kan ke empat wanita itu , masukan kedalam kamar ku , dan awas jangan ada yang berani mengganggu nya , kalau tidak , nyawa kalian taruhan nya !" kata seorang laki laki tua berjubah hitam serta berjenggot putih panjang .


Beberapa orang laki laki segera menggotong tubuh ke empat wanita cantik itu kedalam kamar laki laki yang merupakan Kuncu Suhu (imam) untuk wilayah kota Fansau yang bernama Rao Mae Dan .


"Ho ho Ho Ho !, Ao Bin Tiong , cuma menghadapi cecunguk rendah semacam ini saja , kau sampai kehilangan tangan kanan mu , bukan mereka yang hebat Bin Tiong , tetapi memang kau nya saja yang lemah , lihatlah aku , cuma dengan tipu muslihat saja , mereka bisa ku kalah kan , Bin Tiong !, Bin Tiong !" kata Rao Mae Dan sambil terbahak bahak tertawa senang .

__ADS_1


Setelah puas tertawa tawa , Kuncu Suhu Rao Mae Dan segera memerintahkan bawahan nya untuk menjaga Shin Liong dan A Yong .


"Kalian semua nya , jaga kedua pemuda ini baik baik , jangan di ganggu sedikit pun juga , Kauw Suhu sangat membutuh kan mereka berdua , sedikit saja mereka terluka , nyawa kalian taruhan nya , aku mau menikmati upah ku dahulu !" kata Kuncu Suhu Rao Mae Dan sambil berjalan buru buru memasuki kamar nya .


Diatas tempat tidur nya , sudah terbaring empat orang wanita cantik jelita .


Meskipun Kuncu Suhu Rao Mae Dan ini sudah tua Bangka , tetapi dalam urusan wanita cantik ,ata nya lebih awas dari pada mata para pemuda .


Begitu juga sekarang ini , baru saja masuk kamar , dia sudah tahu mana yang paling cantik dari ke empat wanita cantik itu .


"Ho ho ho ho, cantik molek manis Denok , keberuntungan apa yang kudapatkan hari ini sehingga wanita yang cantik luar biasa bisa kudapat kan , aku bersumpah akan selalu menjaga mu Denok ku !" kata Kuncu Suhu Rao Mae Dan sambil berjalan mendekati Dewi Xuan Yi yang terbaring telentang itu .


Saat tangan laki laki tua Bangka itu mencoba menjamah tubuh Dewi Xuan Yi , tiba tiba dengan kecepatan yang luar biasa , kaki kanan Dewi Xuan Yi menghantam perut buncit laki laki tua itu hingga tubuh nya terlempar menabrak pintu sampai jebol berantakan .


Dengan susah payah , Kuncu Suhu Rao Mae Dan bangkit berdiri , beberapa gumpal darah segar muncrat dari mulut nya , pertanda dia terluka dalam yang cukup parah .


Mendengar keributan di depan , tiga orang laki laki tua yang merupakan Lo Suhu pembantu Kuncu Suhu muncul di depan kamar Kuncu Suhu Rao Mae Dan .


Mereka melihat Kuncu Suhu berdiri sempoyongan dengan berpegangan pada tembok kamar nya .


Dan dari balik pintu yang hancur berantakan itu , muncul empat orang wanita cantik jelita .


"Bu , babi tua ini kita apakan Bu , aku bosan melihat kelakuan nya ini !" kata Dewi Xuan Yi pada Dewi Chang 'e .


"Katakan !, siapa kalian , dan mengapa menculik kami yang tidak mengenal kalian ?" tanya Dewi Chang 'e lembut .


"Apakah kalian semua nya tuli , ibu ku bertanya kepada kalian , tetapi kalian malah diam !" bentak Dewi Xuan Yi lagi .


"Disini kau tidak punya hak untuk bertanya apapun tentang kami , kau cuma punya pilihan menuruti kemauan kami atau ......!" kata laki laki pertama yang di panggil Twa Lo Suhu (guru tua pertama) .


"Atau kalian semua akan menerima nasip seperti pimpinan kalian itu ?" kata Dewi Xuan Yi dengan suara yang sinis .


"Itu karena kau bertindak curang , seandainya tidak curang , dalam sepuluh jurus saja , kau sudah menyerah kepada ku !" kata Kuncu Suhu sambil berdiri .


Rupanya luka dalam nya , meskipun belum sembuh , tetapi sudah rada lumayan .


Baru saja Kuncu Suhu Rao Mae Dan ingin menyerang Dewi Xuan Yi , tiba tiba terdengar suara berderak sangat nyaring dari aula utama di depan dan bersamaan dengan itu , tembok yang memisahkan antara aula utama dan ruang tengah ambruk .


Di aula utama , terlihat Shin Liong dan A Yong berjalan santai mendekat ke arah mereka .


"Ba ' bagai mana kalian bisa tidak terpengaruh dengan racun tidur yang kami berikan ?" tanya Kuncu Suhu Rao Mae Dan terheran heran .


"Racun itu tidak ada guna nya bagi kami , katakan siapa kalian , dan untuk apa kalian mencoba menculik kami , ada apa sebenar nya dengan kalian ini ?" kata Shin Liong .


"Kau kira kami takut ?, andai saja wanita ****** itu tidak berbuat culas , apakah kalian pikir bisa mengalahkan aku ?" kata Kuncu Suhu Rao Mae Dan dengan nada sangat gusar sekali .


"Pras !" ...

__ADS_1


Tanpa ada seorang pun yang sempat menyadari nya , dengan kecepatan yang tidak dapat di ikuti oleh mata , Shin Liong merenggut tangan kanan Kuncu Suhu Rao Mae Dan .


Cuma dengan sekali sentak saja , tangan kanan itu terlepas dari bahu laki laki tua itu , bersama jeritan dan teriakan sangat nyaring mengiringi nya .


Melihat keadaan Kuncu Suhu yang sangat mengenaskan itu , ketiga orang pembantu nya segera melompat , melepaskan serangan jarak jauh gabungan mereka kepada Shin Liong .


Untuk mengimbangi serangan gabungan tiga energi besar itu , Shin Liong segera mengerahkan separuh energi nya .


"Bum !" ...


Sebuah dentuman yang dahsyat tercipta , ketika tiga energi besar bergabung dan bertemu dengan satu energi besar lain nya .


Sangkin besar nya ledakan itu , hingga bangunan itu berderak seperti mau tubuh , bahkan ada beberapa atap genting yang mencelat terbang entah kemana .


Tubuh Shin Liong terjajar satu tindak kebelakang , sementara tubuh ketiga orang Lo Suhu itu terpental kemana mana dengan kondisi yang sudah tidak karuan lagi .


Dengan rasa murka yang luar biasa , Kuncu Suhu Rao Mae Dan segera menangkupkan kedua telapak tangan nya di depan dada , sambil membaca mantra mantra Hoat Sut .


Tetapi baru saja laki laki tua itu merapalkan mantra mantra , tiba tiba pedang pendek berwarna putih di tangan A Yong yang dia beri nama Pek Piaw Thien Po ( pisau putih pusaka langit) yang dulu nya sebuah pisau , tetapi gara gara menelan sebuah senjata sakti , kini berubah menjadi pedang pendek itu , secepat kilat , membabat tubuh Kuncu Suhu Rao Mae Dan hingga putus .


Kuncu Suhu Rao Mae Dan tidak sempat menyelesaikan japa mantra Hoat Sut nya , karena keburu di babat oleh A Yong itu pun ambruk diatas lantai .


Shin Liong mengambil cincin ruang milik ke empat laki laki pentolan Hek Lian Kauw itu dan memeriksa isi nya , siapa tahu ada petunjuk tentang siapa ketua perkumpulan mereka itu .


Tetapi beberapa buah cincin ruang itu tidak meninggalkan satu petunjuk pun juga , selain berisi perhiasan emas dan setumpuk Tail emas saja .


Baru saja mereka keluar dari tempat itu , di luar mereka melihat ada ratusan kerangka manusia yang tinggal tulang belulang nya saja .


Sama seperti kejadian terdahulu , mereka lebih memilih mati , dari pada rahasia mereka di ketahui orang lain .


Mereka ini seperti nya sedang menumpuk harta untuk kegiatan sesuatu , itu terbukti dengan di ketemukan nya sepuluh cincin ruang kelas satu diantara tumpukan Tail emas dan perhiasan di dalam cincin ruang milik Kuncu Suhu Rao Mae Dan .


Dan di setiap cincin ruang itu , penuh dengan Tail emas serta perhiasan .


Dengan mengerahkan separuh energi nya , Shin Menghantamkan pukulan tangan kosong kearah bangunan di tempat itu .


"BUM !!" ...


Bumi berguncang seperti di Landa gempa , dan bersamaan dengan itu , seluruh bangunan ditempat itu ambruk semua nya , hingga tidak tersisa satu pun juga .


Bersama an dengan selesai nya pertarungan di markas Hek Lian Kauw cabang kota Fansau itu , hari pun menjelang siang .


Shin Liong dan rombongan kerabat nya itu segera melesat ke arah Utara , ke kota Fansau .


Di rumah penginapan tempat mereka menginap , tidak terlihat kekacauan apapun juga , seolah olah tidak terjadi apa apa .


...****************...

__ADS_1


__ADS_2