
Malam yang berlalu seperti biasa nya, namun bagi sepasang pengantin ini terasa begitu cepat berlalu.
Kakek Qin sudah lama kembali ke tempat asal nya.
Ketika Tiara kebanggaan itu di serahkan sepenuh nya, dengan ke ikhlasan dan kesadaran penuh, tiba tiba Shin Liong dan Dewi Ying Fa merasa ada satu arus energi dahsyat yang mengalir dari tubuh Dewi Ying Fa ke tubuh Shin Liong .
Begitu dahsyat nya arus yang berpindah itu, sehingga tiba tiba di atas istana Kristal terbentuk satu awan salju berputar mengelilingi istana, seperti angin ****** beliung salju.
****** beliung salju itu menjulang tinggi hingga ke angkasa, membuat nuansa dingin Beratus ratus kali lipat dari semula.
Setelah menjulang tinggi ke angkasa, ****** beliung salju itu tiba tiba meledak dengan dentuman yang begitu nyaring nya.
Setelah suara dentuman itu terdengar, di sekitar tempat itupun di turuni salju yang amat banyak, sehingga mengubur seperempat dari tinggi bangunan istana itu.
Di dalam kamar, Shin Liong duduk di lantai bercelana pendek tanpa baju, tubuh nya menggigil seperti terkena demam malaria.
Sekujur tubuh nya berubah ubah warna, dari hijau ke kuning Kuningan, lalu biru keputih putihan.
Saat tubuh nya berwarna hijau ke kuning kuningan, udara di dalam kamar itu terasa sangat panas luar biasa, tetapi saat tubuh nya berwarna biru ke putih putihan, udara di dalam kamar itu mendadak turun ke titik beku, sehingga butiran butiran kristal salju nampak menempel di ujung ujung rambut nya.
Dua energi yang saling bertentangan, antara im dan Yang , antara dingin dan panas saling ingin menguasai tempat dan keadaan, tidak ada yang kalah dan menang.
Bila ke adaan seperti ini terus berlangsung, bisa jadi organ dalam Shin Liong yang akan rusak akibat pertarungan energi im dan energi Yang di dalam tubuh nya.
Dewi Ying Fa mulai khawatir setelah melihat setetes darah mulai menetes dari hidung sang suami, yang menandakan sudah ada syarafnya yang terganggu.
Dewi Ying Fa segera berlari keluar pintu, menuju ke kamar kedua orang tua nya.
"Ayah !, ibu !, cepatlah keluar, kakak Shin Liong dalam bahaya !" seru dara jelita itu sambil terisak menangis.
Dengan Tergopoh gopoh sepasang suami istri itu keluar kamar, dengan mata yang terasa masih mengantuk.
"ada apa nak ?, apa yang terjadi ?" tanya Dewi Salju sambil memeluk sang putri.
"Ibu !, tolonglah suami ku, dia kesulitan menguasai energi es itu Bu !, seru Dewi Ying Fa ketakutan setengah mati.
Mendengar perkataan dari sang putri nya itu, tanpa bertanya lagi, Dewi Salju langsung beranjak kearah kamar sang putri.
Di dalam kamar terlihat Shin Liong sedang duduk bersila di lantai dengan tubuh yang masih menggigil hebat.
Darah segar mulai menetes dari hidung nya.
Dewi Salju segera menotok di beberapa bagian tubuh menantu nya itu.
"Dua energi besar saling ingin menguasai di dalam tubuh nya, tidak ada yang bisa menolong diri nya, kecuali dia sendiri nak, dia harus bisa menguasai kedua energi dahsyat yang sebenar nya saling bertentangan itu nak, kedua energi itu seperti dua kutub yang tidak mungkin bisa bertemu, namun sebenar nya, saling membutuhkan !" kata Dewi Salju menasehati putri nya.
Dewi Ying Fa segera berbisik di telinga Shin Liong .
"Kakak !, kakak harus bisa menguasai keadaan, jangan sampai kakak yang di kuasai mereka, kakak pasti bisa, karena kakak adalah manusia pilihan, bertahan lah kak !" bisik Dewi Ying Fa di sela Isak tangis nya.
__ADS_1
Shin Liong berusaha menguasai keadaan, tetapi kedua energi itu memang sangat besar, dan di luar batas kemampuan nya.
"Cucu ku !, dengarkan lah kakek nak !, kosongkan dantian kiri mu, dan seluruh energi Yang dari dalam tubuh mu, kumpulkan didalam dantian kanan mu, setelah itu, baru kau tampung seluruh energi Im kedalam dantian kiri mu, dan pergunakanlah tangan kanan dan kiri mu untuk jalur melepaskan kedua macam energi besar itu nak !" suara kakek Qin terdengar lantang di telinga Shin Liong .
Setelah mendengar petunjuk dari sang kakek nya, barulah Shin Liong mengosongkan dantian kiri nya dari energi Yang nya, yang selama ini berada di sana.
Setelah seluruh energi Yang terkumpul di dantian kanan nya, barulah seluruh energi Im itu dia masukan kedalam dantian kiri nya, dengan begitu, dua macam energi itu kini berada di tempat nya masing masing, tidak lagi saling bercampur dan bertarung untuk saling mengalahkan.
Energi Im atau energi dingin , berada di sebelah kiri nya dan keluar lewat tangan kiri nya, sedangkan energi Yang atau panas berada di sebelah kanan dan keluar lewat tangan kanan nya.
Setelah kedua energi besar itu berada di tempat nya masing masing, barulah tubuh Shin Liong mulai tenang kembali seperti semula.
Beberapa saat berlalu, setelah mengatur pernafasan beberapa saat, Shin Liong akhirnya membuka mata nya.
Di ambil nya sebutir pil surgawi dari dalam penyimpanan nya, dan langsung ditelan nya.
Tidak ada ledakan kenaikan tingkat kultivasi, karena di tingkat ter atas, sebutir pil surgawi, tidak akan mampu menaikan tingkat meskipun satu tingkat saja, pil itu cuma berfungsi untuk meremajakan tubuh, mengganti sel sel yang rusak, serta memperbaiki kerusakan organ didalam tubuh.
"Terimakasih meme, ayah dan ibu !, terimakasih atas bantuan kalian semua !" ucap Shin Liong tulus sambil menjura dihadapan kedua orang mertua nya itu.
Dewi Ying Fa memeluk tubuh Shin Liong sambil menangis terisak.
Dia merasa seperti baru saja lolos dari satu kesulitan yang sangat besar, serasa baru saja keluar dari tenggorokan se ekor naga yang bermaksud menelan mereka.
Hingga pagi menjelang, sepasang pengantin baru ini mengisi nya dengan saling bercerita tentang masa lalu mereka masing masing, terutama Shin Liong yang banyak bercerita tentang masa lalu nya yang sangat menyedihkan itu.
Hari terus bergulir, tidak terasa beberapa hari telah berlalu, kini tibalah saat dimana Shin Liong ingin kembali ke telaga api, untuk mengambil batu Matahari yang menyumbat sumber Qi murni di dasar telaga itu.
"Kakak tinggal pilih saja , Kakak pergi mengajak saya, atau saya menyusul kakak sendirian, entah bertemu, entah tidak di semesta yang maha luas ini !" ancam Dewi Ying Fa.
Tentu saja ancaman ini berhasil membuat Shin Liong harus berpikir seribu kali untuk meninggalkan istri nya di istana.
Akhirnya Shin Liong bersedia mengajak Dewi Ying Fa untuk di kut bersama nya menuju ke telaga api, setelah sebelum nya Dewi itu dia beri pil agar tidak terkena serangan racun hidup, jika racun itu masih ada.
Setelah mendapat ijin dan restu dari kedua orang mertua nya, Shin Liong bersama Dewi Ying Fa segera pergi ke tempat terakhir Shin Liong mendekati gunung Yung San.
Setelah keluar dari portal, Dewi Ying Fa sangat terkejut melihat pemandangan alam di sekitar tempat itu, yang sangat gersang dan panas.
Tentu saja Dewi Ying Fa tidak terkena pengaruh dari energi Qi hitam itu, karena dia sebenar nya bagian dari Mustika Dewi Salju itu sendiri.
"Kakak !, apakah ini neraka yang sering di ceritakan orang itu kak ?" tanya nya.
"Tentu saja bukan meme , inilah punggung gunung Yung San sebelah Utara, yang konon di sebelah selatan gunung inilah adanya telaga api itu, keadaan seperti neraka ini di karenakan adanya telaga api itu , bila batu Matahari, penyumbat sumber air mengandung hawa Qi murni itu bisa di singkirkan, maka dunia ini bisa terselamatkan meme !" kata Shin Liong .
Bila beberapa hari yang lalu Shin Liong tidak bisa berjalan mendekat ke arah telaga api, karena panas nya, namun kini dia tidak merasakan panas apapun lagi.
Mereka berdua berjalan melingkari punggung gunung, menuju ke arah selatan.
Setelah berlompatan dari satu batu ke batu lain nya, akhirnya mereka pun tiba di sebelah selatan gunung Yung San.
__ADS_1
Di sebelah selatan gunung Yung San itulah, terdapat sebuah telaga besar, memanjang kesebelah barat gunung.
Telaga yang besar dan cukup dalam itu tidak memiliki setetes air pun, tetapi cuma api berwarna biru yang bergolak sedemikian panas nya.
Karena perlindungan dari energi Mustika Dewi Salju, maka tubuh Shin Liong dan Dewi Ying Fa pun tidak merasakan panas sedikit pun juga.
Mereka terus berjalan menuju ke dasar telaga api itu.
Dahulu kala, telaga itu bernama telaga Kayangan, karena padat nya energi dan Qi murni yang di keluarkan oleh sumber air di telaga itu, sehingga banyak para Dewa Dewi yang mandi dan berendam di telaga itu.
Adalah seorang Dewa bernama Hang Zho Jiang, yang memiliki seorang putri cantik jelita yang suka berendam di telaga Kayangan itu.
Rupanya kecantikan nya, membuat salah seorang Dewa muda jatuh cinta kepada sang putri itu.
Tetapi karena sang putri sudah memiliki tambatan hati nya sendiri, akhirnya niat sang Dewa muda pun ditolak oleh nya.
Rupanya penolakan itu, membawa rasa sakit hati pada sang Dewa muda.
Pada satu malam bulan purnama, sang Dewa muda yang patah hati, memergoki sang putri sedang berendam di telaga Kayangan.
Melihat hal itu, gairah yang bergejolak di dalam dada sang Dewa muda, tidak kuasa dia tahan, sehingga terjadilah satu perbuatan terlarang malam itu.
Sang putri yang merasa telah ternoda , akhirnya memilih mengakhiri hidup nya sendiri.
Dewa Hang Zho Jiang sangat bersedih sekali menerima kenyataan yang terjadi pada putri nya.
Dia berusaha membalas dendam kepada sang Dewa muda itu.
Tetapi karena sang Dewa muda bernama Teng Kwan itu putra oleh seorang Dewa panglima istana Langit, dan di lindungi oleh ayah nya, maka dendam sang Dewa Hang Zho Jiang tidak tercapai, dan sebagai pelampiasan nya, dia mengambil batu Matahari, dan menyumbat sumber air telaga Kayangan , sehingga air di telaga itu mengering, berganti dengan api berwarna biru yang sangat panas.
Karena tidak ada seorang Dewa pun yang mampu mengambil batu Matahari yang berada di dasar telaga, maka semenjak itu pula telaga itu tidak lagi mengalirkan air bersama Qi murni yang sangat pekat.
Shin Liong dan Dewi Ying Fa terus melangkah kedasar telaga itu.
Setelah beberapa saat berjalan mencari sumber panas yang ada di telaga itu, akhirnya mereka tiba di dasar telaga agak ke hulu sedikit.
Di situ mereka melihat sebuah batu berwarna putih susu, mengeluarkan cahaya biru terang yang sangat panas.
Batu sebesar buah kelapa itu, menyumbat sebuah lubang, sehingga tidak ada air yang bisa keluar.
Kalau pun ada beberapa yang berhasil merembes keluar, juga akan kering terkena panas nya batu matahari itu.
Setelah berada di dekat batu itu, tiba tiba Shin Liong merasa tangan kanan nya bergerak sendiri, mengarah kepada batu putih itu.
Dari tangan kanan nya, muncul siluet sebuah pedang berwarna putih susu terbuat dari cahaya.
Pedang yang terarah ke pada batu matahari itu seperti menarik sang batu matahari dari tempat nya.
...****************...
__ADS_1
Selamat hari raya idul adha .