Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Kemelut di Negeri Chu.


__ADS_3

Sepeninggal A Yong dan Dewi Lan Hua ke belahan barat Benua Chu itu untuk menyusul sang guru dari Lan Hua ke gunung Ang Coa Shan , negeri Chu kian kacau balau .


Bu Tek Tong Thai Kam , dengan mengatas namakan sang Kaisar , menaikan pajak dengan gila gilaan , sehingga banyak pengusaha kecil yang gulung tikar dibuat nya .


Sedangkan para gubernur , setiap bulan nya , diharuskan menyerahkan seorang wanita cantik untuk sang Kaisar .


Pagi itu jauh di Utara kota Luxiang yang kini telah menjadi kota Raja negeri Chu , tepat nya di hutan Tiok San (hutan bambu) , nampak berjalan dengan santai seorang pemuda tampan menuju ke puncak Tiok San .


Hutan yang mengelilingi sebuah gunung ini , sejenak mata memandang , yang terlihat cuma pohon pohon bambu yang besar dan tinggi saja .


Suara batang bambu bergesekan tertiup angin membuat bulu kuduk merinding , seolah suara nafas se ekor naga yang sedang tidur .


Sebenar nya pagi pagi ni ada yang aneh di kaki gunung Tiok San ini .


Sebenar nya tidak ada seorang pun yang berpikiran waras , yang memasuki hutan Tiok San ini , karena hutan ini adalah markas utama nya para perampok sakti yang bergelar Sin Hek kui (Hantu hitam sakti) , yang selain memiliki para anggota yang sakti sakti serta berkultivasi tinggi , juga berjumlah lebih dari enam ratus orang banyak nya .


Tetapi entah kenapa , pagi itu dengan santai nya , seorang pemuda tampan berlenggang memasuki areal hutan angker itu , tanpa terlihat takut sedikit pun juga .


Dari segi tingkat kultivasi nya , pemuda itu tidak terlihat satupun yang amat menonjol , bahkan nyaris biasa biasa saja .


Tepat sekali yang ditakutkan orang orang , karena belum terlalu jauh pemuda itu berjalan memasuki hutan bambu itu , tiba tiba dari celah celah tetumbuhan bambu bambu itu , berkelebatan puluhan orang laki laki berpenampilan cukup sangar dan berkepandaian cukup tinggi .


Puluhan orang laki laki itu , segera mengepung pemuda yang berjalan santai memasuki hutan Tiok San itu .


"Berhenti !, siapa kau anak muda , dan mau apa memasuki hutan Tiok San ini ?" tanya salah seorang dari puluhan orang yang menghadang perjalanan pemuda itu .


"Menyingkirlah dari hadapan ku , karena kau bukan lah lawan ku , aku cuma mau bertemu dengan Tai Ong Sin Mo Ko Moan Te Kung (Raja rampok Si Iblis jantan Moan Te Kung) !" jawab pemuda itu lantang .


"Kurang ajar , katakan siapa kau , dan ada perlu apa dengan Tai Ong ?" tanya salah seorang laki laki paro baya yang merupakan kepala regu rampok itu .


"Kalian tidak layak mengetahui nama ku , panggilkan saja Tai Ong Sin Mo Ko Moan Te Kung kesini , dan nanti kalian akan tahu sendiri siapa aku !" jawab pemuda itu dengan nada lebih tinggi lagi .


"Kurang ajar sekali bocah sinting ini , akan ku pecahkan batok kepala mu buangsaat !" teriak kepala regu rampok itu sambil melompat menerjang kearah pemuda itu dengan gerakan yang sangat cepat sekali .


"Bum !" ...


Sebuah dentuman nyaring terdengar bergema di tengah hutan bambu itu , membuat hutan bambu di sekitar mereka itu berderak nyaring bergoyang terkena hawa pukulan mereka yang beradu tadi .

__ADS_1


Tubuh kepala regu itu terlempar sejauh sepuluh depa , dengan kondisi terluka parah .


Sedangkan pemuda itu hanya tersenyum senyum menatap kearah sang lawan yang menggap menggap menahan nyeri luar biasa di dalam dada nya .


Melihat pemimpin mereka telah dikalahkan , puluhan anggota rampok itu segera mengurung pemuda itu sambil mengeluarkan golok mereka masing masing .


"Aku sebenarnya enggan membunuh kalian , juga ketua regu kalian itu , makanya aku cuma melukai nya saja , seandainya aku tidak membutuhkan kalian semua , sebentar saja kalian akan Meti semua nya , sekarang panggilkan Tai Ong Sin Mo Ko Moan Te Kung kesini sebelum kesabaran ku benar benar habis !" teriak pemuda itu .


"Kurang ajar kau , ayo kawan kawan , seraaang !" teriak salah seorang dari para pengeroyok itu .


Puluhan para pengeroyok itu segera bergerak mengepung pemuda itu kembali .


Disaat para pengeroyok itu mulai menyerang pemuda itu , tiba tiba seantero hutan bambu itu berderak berdesau , dan bersamaan dengan itu terdengar suara lantang dan ber gema , " berhenti semua nya !" ...


Orang orang yang mengeroyok pemuda itu segera berhenti dan menepi .


Belum lagi gema suara nya hilang , di depan pemuda itu tiba tiba muncul seorang laki laki paro baya bertubuh jangkung berkulit putih bersih , mengenakan jubah hitam di hadapan nya .


Puluhan laki laki paro baya dan pemuda yang tadi mengeroyok anak muda itu , segera bersimpuh sambil berkata , "Salam sejahtera selalu Tai Ong Sin Mo Ko Moan Te Kung , semoga panjang umur !"...


Pemuda itu masih tersenyum angkuh menatap kearah Tai Ong Sin Mo Ko Moan Te Kung dengan tatapan merendahkan .


"Namaku Kai Ong Than , aku menemui mu ingin menawarkan sesuatu !" kata pemuda itu yang sebenar nya bernama Chu Kai Ong , tetapi semenjak di usir dari tempat kediaman Chu Gong Ouw Wangwe , dia melepas kan She (marga) nya dan menambah kata Than di belakang nama nya , sehingga nama nya bermakna Kai Si Raja Negeri .


Laki laki paro baya berwajah putih bersih dan masih tampan itu mengerut kan kening nya mendengar perkataan dari pemuda bernama Kai Ong Than itu .


"Apa maksud mu anak muda , menawarkan apa ?, aku tidak memerlukan barang apapun , karena aku sudah memiliki semua nya , aku justru menawar kan kau agar mau menjadi anggota kelompok ku !" kata laki laki itu .


"Aku menawarkan kerja sama dengan mu , aku ingin menjadi seorang Kaisar besar di Benua besar ini , dan maukah kau bekerja sama dengan ku , kau menjadi panglima tertinggi ku , kelak kita bersama menjadi penguasa seluruh negeri di Benua besar ini , bagai mana ?" tanya Kai Ong.


Tiba tiba laki laki pesolek berpenampilan menarik ini tertawa terbahak bahak hingga air mata nya keluar mendengar ajakan dari Kai Ong itu .


"Ha ha ha ha, anak muda , telinga ku yang salah dengar , atau kau yang sudah gila , dengan tingkat kepandaian mu sekarang , kau mau menjadikan aku bawahan mu ?, ha ha ha ha, kau tahu anak muda , Tai Ong Sin Mo Ko Moan Te Kung tidak pernah berada dibawah kendali seseorang , dan selama nya tetap begitu , kau layak menjadi murid ku , orang kepercayaan ku , bergabunglah menjadi anak buah ku saja anak muda !" kata Tai Ong Sin Mo Ko Moan Te Kung menawarkan .


"Aku tidak berbicara tiga kali Tai Ong , untuk terakhir kali nya ku tawarkan kepada mu , mau atau tidak kau menjadi bawahan ku ?" tanya Kai Ong tanpa rasa takut sama sekali .


"Kau memang tidak paham situasi rupanya anak muda , khayalan mu terlampau besar dari pada kemampuan mu , baiklah bila kau bisa mengalahkan aku , maka aku dengan senang hati akan menjadi anak buah mu bahkan budak mu sekali pun , tetapi bila kau kalah , kau harus menjadi anak buah ku dan pelayan serta budak ku selama nya , bagai mana ?" tanya Tai Ong Sin Mo Ko Moan Te Kung dengan keyakinan diri yang tinggi .

__ADS_1


"Baiklah !, kita tentukan lima puluh jurus , bila dalam lima puluh jurus aku tidak mampu mengalahkan mu , aku dengan senang hati akan mengaku kalah , tetapi bila dalam lima puluh jurus aku bisa mengalahkan mu , maka kau harus menepati janji mu , karena bila tidak , aku akan mencongkel kedua mata mu , serta memotong kaki dan tangan mu dan kau biarkan kau di hutan agar menjadi makanan binatang buas !" kata Kai Ong .


Saat mengucapkan itu , seberkas cahaya aneh berkilat keluar dari mata nya yang membuat Tai Ong Sin Mo Ko Moan Te Kung tertegun sesaat dan bulu kuduk nya merinding .


Namun cahaya aneh itu hanya sesaat saja , lalu menghilang kembali .


Tai Ong Sin Mo Ko Moan Te Kung adalah penjahat besar yang sudah puluhan tahun malang melintang di Dunia hitam , dan memiliki banyak anak buah , tentu saja gengsi dan harga diri nya diatas segala gala nya .


Kembali fia menatap kearah pemuda di depan nya , dan mencoba memindai tingkat kultivasi pemuda itu , tetapi dia tidak melihat apa apa , yang dia lihat cuma cahaya hitam yang sangat gelap saja , seperti sebuah terowongan tak berujung .


Tidak ada jalan mundur bagi nya , karena pibu (adu kesaktian) ini dia sendiri yang meminta nya .


Dengan keyakinan yang tinggi , Tai Ong Sin Mo Ko Moan Te Kung segera menyerang kearah pemuda bernama Kai Ong itu dengan jurus jurus ampuh nya .


Namun tiba tiba dari dalam tubuh Kai Ong itu , ada seberkas energi sangat besar yang tiba tiba bangkit , membuat kekuatan dari Kai Ong menjadi Beratus ratus kali lipat lebih kuat dari semula .


Sebentar saja , dua puluh jurus sudah berlalu , tetapi jangan kan untuk menumbangkan pemuda bernama Kai Ong itu , menyentuh kulit nya saja belum berhasil .


"Aku sudah memberi mu kesempatan dua puluh jurus , tetapi kau tidak berhasil memanfaatkan kesempatan yang aku berikan , kini giliran ku , aku cuma minta lima jurus untuk menumbangkan diri mu !" terdengar suara dari Kai Ong tetapi dengan nada yang agak berat .


Tiba tiba tubuh Kai Ong berkelebat sangat cepat sekali , bergerak menghindari serangan dari Tai Ong Sin Mo Ko Moan Te Kung sambil melepaskan totokan ke urat gerak utama tubuh nya .


Seketika itu juga tubuh Tai Ong Sin Mo Ko Moan Te Kung tegak berdiri tanpa bisa di gerakan lagi .


Sambil menepukkan kedua tangan nya , membersihkan debu yang melekat , pemuda Kai Ong tersenyum angkuh .


"Membunuh mu , atau menyiksa mu , bahkan membuat mu cacat seperti ancaman ku tadi , adalah hal yang sangat mudah bagi ku Tai Ong , tetapi aku masih memberi mu kesempatan , karena ingin agar kau mau bekerja sama dengan ku , ini kali terakhir nya aku bertanya , bersediakah kau dan semua anak buah mu bersumpah setia kepada ku , atau hari ini aku membuktikan ucapan ku tadi kepada mu dan semua anak buah mu ?" tanya Kai Ong Than kepada Tai Ong Sin Mo Ko Moan Te Kung , kali ini kilatan aneh di mata pemuda itu terlihat kembali .


Kilatan cahaya aneh itu , membuat tubuh semua anak buah nya kehilangan tenaga dan tersungkur tanpa tahu sebab nya .


Tanpa mereka sadari , mereka semua telah terkena sejenis Hoat sut (ilmu Sihir) yang memancar dari mata Kai Ong .


Hoat sut ini di kuasai oleh hampir sebagian besar para mahluk Iblis , semakin tinggi status sosial nya , semakin tinggi pula tingkat Hoat sut ( ilmu Sihir) nya .


Kini dengan muka pucat , Tai Ong Sin Mo Ko Moan Te Kung menatap kearah pemuda Kai Ong dengan sudut mata nya , tidak dia sangka sama sekali jika pemuda aneh ini memiliki tingkat kesaktian yang di luar nalar manusia .


...****************...

__ADS_1


__ADS_2