Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Satu Hati, Dua Rasa.


__ADS_3

"O Seng, cepat ambil semua keping emas yang ada pada wanita ini, bila perlu, bunuh sekalian"kata laki laki kasar tadi kepada anak buah nya.


Laki laki kasar yang di panggil O Seng itu maju mendekati wanita malang itu, dan dengan sekali sentak, bayi di dalam gendongan wanita itupun berpindah tangan.


Wanita ibu muda itu menangis histeris meminta putra nya di kembalikan.


Sepuluh keping emas dia hamburkan kepada laki laki kasar itu sambil berkata, "ambilah ini semua nya, asal kembalikan putra ku, dia nafasku, kehidupan ku, kembalikan dia pada ku!" teriak wanita muda itu.


Tetapi laki laki kasar pertama sambil tertawa tawa merebut bayi kecil itu dari anak buah nya, lalu membanting bayi tidak berdaya itu ke tanah.


Jerit dan tangis serta permohonan dari si ibu muda tidak lagi dia hiraukan.


Shao Yi yang melihat kejadian yang tiba tiba itu tercekat, tidak sempat untuk bertindak apa apa.


Namun keajaiban selalu ada, di saat ajal sudah sampai di tenggorokan bayi itu, secara ajaib, bayi itu tidak terhempas ditanah kering, malah kini berada di dalam gendongan Hao Shen.


padahal semua orang melihat Hao Shen tidak bergerak dari tempat nya berdiri, dan tahu tahu sudah menggendong bayi itu.


Hao Shen menyerahkan bayi itu kepada ibu nya yang menangis sambil memeluk sang putra.


Sementara itu sepuluh keping emas yang tadi terserak di tanah, kini tiba tiba saja sudah berada di tangan Hao Shen.


"Kebiadaban kalian memang sudah melampaui batas-batas nya, jangan bilang aku putra ibu ku, bila hari ini ada satu saja di antara kalian yang masih bernafas!" ucap Hao Shen ataupun Shin Liong .


Tetapi rupanya ke empat begundal iblis itu masih belum menyadari datang nya bahaya, malah tertawa tawa menganggap kata kata Hao Shen cuma bualan lucu.


Adapun Hao Cun menganggap kata kata adik angkat nya itu sudah bernada sangat marah.


Sedangkan Shao Yi merasa ucapan Hao Shen itu, bukan lah bualan ataupun ancaman tetapi sebuah peringatan tentang bahaya besar yang sebentar lagi akan menimpa ke empat begundal iblis itu.


"Ha ha ha ha, O Seng!, pemuda ini ingin melucu dihadapan kita O Seng, cepat hajar dan ambil cincin ruang nya, tentu dia banyak uang!" kata laki laki pertama.


Laki laki kasar bernama O Seng itu segera bergerak menyerang kearah Hao Shen dengan serangan yang cepat serta berkekuatan maksimal nya.


Tetapi baru saja dia bermaksud untuk menyerang Hao Shen, tiba tiba energi yang maha dahsyat menghantam diri nya hingga terpelanting sejauh seratus depa, dan menabrak sebatang pohon.


Nasip kedua anak buah nya yang lain juga tidak kalah mengenaskan nya juga, tiba tiba tubuh mereka di tabrak energi yang luar biasa dahsyat, hingga terbang sejauh seratus depa lalu jatuh ketanah dengan tubuh luluh lantak, semua tulang belulang di tubuh nya, tidak satupun yang tidak patah.

__ADS_1


Sian Eng dan Cui Ming yang juga tiba ditempat itu, tertegun menyaksikan kematian ketiga begundal iblis itu.


Mereka berdua saling pandang, dan ingatan mereka pun kembali pada keadaan para pimpinan Klan Gak yang tewas mengenaskan dahulu, dan luka nya sama persis seperti luka ketiga penjahat itu.


Sementara itu, laki laki pertama tadi setelah melihat dalam satu jurus saja, tiga orang anak buah nya pergi ke neraka, dia menggigil ketakutan.


"Aampun tuan muda!, ampuni saya, saya salah, kasihanilah saya tuan muda!" kata laki laki kasar tadi.


"Mengampuni mu?, itu mudah seandainya kau manusia, tetapi karena kau iblis, maka ampunan ku tidak berlaku, cuma iblis yang membantai bayi yang tidak bersalah, seandainya tadi aku tidak segera menyambut bayi yang di kau banting ketanah, maka bisa dipastikan bayi malang tidak berdosa itu akan menemui ajal nya, dan tadi ibu bayi itu memohon mohon kepada mu untuk jangan membunuh putra nya, tetapi kau tetap melakukan nya,rasa kasih sayang di hati mu telah hilang, cuma mahluk iblis yang tidak memiliki rasa kasih sayang, dan mahluk iblis harus di binasakan!" kata Hao Shen sambil berkelebat dengan cepat, dan tahu tahu kepala laki laki kasar itu sudah jatuh menggelinding di tanah.


Orang orang yang berlalu lalang di sekitar situ segera menghindar.


"Kakak bangun lah kak, ini keping emas milik mu, dan ini saya tambahkan lagi, buatlah usaha agar kau dan bayi mu bisa hidup dari hasil sendiri" kata Hao Shen sambil menyerahkan sepuluh keping emas, serta menambah nya lagi dengan sepuluh keping emas.


Ibu muda itu berlutut dihadapan Hao Shen ataupun Shin Liong, dengan sesegukan menangis, dia menghaturkan terimakasih kepada Hao Shen.


Sebelum lebih banyak orang yang melihat kejadian itu, mereka segera pergi dari tempat itu, termasuk ibu muda tadi.


Di sebuah penginapan yang cukup besar, mereka memesan dua buah kamar, satu kamar untuk Shao Yi, Sian Eng dan Cui Ming, sedangkan satu buah kamar lagi untuk Hao Cun dan Hao Shen.


Setelah selesai mandi, nampak Hao Cun masih termangu menatap adik angkat nya itu, hari ini begitu banyak kejutan dengan pribadi sang adik.


Hao Shen atau Shin Liong mengeluarkan sebuah bumbung dari bambu, dan di dalam bumbung itu ia keluarkan sebuah lukisan wanita muda yang sangat cantik.


"Siapa dia adik?, kekasih mu?" tanya Hao Cun.


Hao Shen atau Shin Liong, menggelengkan kepala nya, "dialah wanita penyebab aku ada di dunia ini kakak, dia telah menukarkan nyawa nya demi kehidupan ku kakak, menghadapi derita kehidupan ini, aku berkali kali ingin mati menyusul ibu ku, tetapi aku sadar, ibu ku memberikan nyawa nya untuk ku, agar aku bisa hidup, sehingga akhirnya aku berusaha untuk kuat, aku harus hidup dan berguna bagi sesama manusia, agar pengorbanan ibuku tidak sia sia, makanya melihat ibu muda tadi siang, aku teringat kembali dengan ibu ku, serta kisah hidup ku sendiri, aku tidak ingin ada anak lain mengalami kehidupan seperti kehidupan ku kakak, kau salah mengangkat aku adik mu, aku cuma manusia melarat, sedangkan kau, seorang putra mahkota!"...


Lalu Hao Shen atau Shin Liong , menceritakan kisah hidup nya, dari awal, hingga dia akhirnya terdampar di dunia yang serba asing bagi nya itu.


Setelah selesai Hao Shen menceritakan kisah hidup nya, tiba tiba dengan mata berkaca kaca, Hao Cun memeluk adik angkat nya itu.


"Dengarlah adik ku, aku tidak salah mengangkat mu menjadi adik ku, dan aku tidak akan menyesali nya, kau Hao Shen adik ku, mulai sekarang, kita adalah saudara sejati adik ku, ada pepatah tetua jaman dahulu, bahwa baja yang paling baik sekalipun, tidak akan menjadi apa apa, bila tidak dibakar di api yang paling panas, lalu di pukul dan di tempa berulang kali, hingga menjadi sebuah pedang yang sangat tajam, dan semakin panas api yang membakar, semakin kuat tempaan nya semakin tajam pula pedang itu!" kata Hao Cun.


"Kau benar kakak, dan aku tidak menyesali kehidupan ku, aku cuma tidak ingin ada anak lain nya, ikut merasa apa yang aku rasakan dahulu, pukulan, cacian, hinaan, bahkan fitnahan selalu aku rasa kan!" kata Hao Shen sambil menyimpan kembali lukisan wajah ibu nya kedalam lumpang bambu.


Malam mulai merayap pelan pelan.

__ADS_1


Di kamar seberang kamar Hao Cun dan Hao Shen, Sian Eng, Cui Ming dan Shao Yi sedang membicarakan Hao Shen dan tindakan nya sore tadi.


"Aku baru melihat seorang pemuda dingin, kaku, dan agak jahil, bisa menitikan air mata!" kata Shao Yi.


"Siapa yang kau maksud Shao Yi?, Hao Shen kah?" tanya Cui Ming.


"Ya Cui Ming!, pemuda itu yang ku maksudkan, ternyata perasaan nya sangat halus, kukira urakan dan kurang ajar, awal nya aku ingin sekali mematahkan tangan nya, sepertinya dia sengaja saat itu, mau menyentuh bukit keramat ku, tetapi melihat tindakan nya yang tidak terduga siang tadi, membuat aku berubah simpatik pada nya!" ucap Shao Yi jujur.


"Berarti kau sudah tidak membenci nya lagi Shao Yi?" tanya Cui Ming.


Shao Yi tertawa cekikikan, "ya Cui Ming, bahkan seandainya dia meminta nya baik baik, pasti akan kuberikan, asal dia mau jadi suami ku!" Shao Yi sambil memeluk guling nya.


"Sebenar nya akupun juga sama Shao Yi, seandainya tidak ada Shin Liong , aku pasti akan mau menjadi istri nya, bahkan menjadi selir nya saja aku rela!" kata Cui Ming cekikikan juga.


Namun tawa mereka terhenti, karena Sian Li yang tadi pura pura tidur, kini tiba tiba duduk.


"Shin Liong ?, tunggu!, tunggu!, kenapa kerusakan tubuh akibat pukulan pemuda Hao Shen tadi, sama persis seperti kerusakan yang di derita para pemimpin klan kita Ming Ming, apa kau melihat nya?" tanya Sian Eng.


"Eh!, eh kau benar Sian Eng, kau benar sekali, apakah bisa epek kerusakan tubuh dari pukulan seseorang bisa sama, padahal orang yang melakukan nya berbeda?" tanya Cui Ming.


"Naaaah!, itu yang ku maksudkan Ming Ming!" kata Sian Eng sambil memukul bahu Cui Ming.


"Sebenar nya walaupun jarang terjadi, tetapi, bisa saja epek kerusakan akibat pukulan itu sama, asalkan mereka menggunakan jurus yang sama, serta dengan energi yang sama pula" sahut Shao Yi sambil menguap.


"Ja, jadi maksud mu?, Shin Liong dan Hao Cun itu ada hubungan nya?" tanya Sian Eng.


"Bisa saja kan?, atau setidak nya berasal dari satu rumpun ilmu yang sama" jawab Shao Yi.


"Tetapi bagai mana seandainya dia dan Shin Liong adalah orang yang sama?" tanya Cui Ming.


"Berarti kita menyukai orang yang sama, pertanyaan nya adalah, kita bersaing, atau maju bersama sebagai saudara?" kata Shao Yi ringan.


"Kalau aku, ingin nya kita maju bersama sebagai saudara, aku takut kalah bila bersaing !" kata Cui Ming jujur, padahal kecantikan dara itu tidak kalah dengan Shao Yi ataupun Sian Eng.


"Kalau kau bagai mana Sian Eng?" tanya Shao Yi.


"Entahlah Shao Yi, aku belum bisa berandai andai, bayangan kematian ayah ku, kakek ku, dan eyang ku pun belum hilang dari ingatan ku, dan penyebab nya adalah Shin Liong, namun ku akui, aku sangat menyukai nya, dan berharap dia mau menjadi suami ku, tetapi di sudut lain hati ku, bayangan kematian ayah ku selalu terbayang di mata ku, bisakah aku menyatukan antara dendam dan cinta, jawabnya salah satu harus mengalah, dendam ku yang mengalah, atau cinta ku yang mengalah" kata Sian Eng dengan hati yang getir, di satu sudut hati nya ada dendam yang harus di tuntaskan, sedangkan di sudut lain hati nya, ada rindu dan cinta yang juga harus di tuntas kan.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2