Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Penyusupan sepasang Naga.


__ADS_3

Keterkejutan ketiga orang laki laki kasar itu, setelah mendengar kata majikan lembah teratai, kini tidak berguna lagi, karena sekali lagi Dewi Teratai putih berkelebat dengan gerakan yang tidak dapat di ikuti oleh mata manusia.


"Tras!".


"Tras!".


"Tras!".


Darah pun menyembur dari leher ketiga laki laki kasar itu seperti pancuran air.


Setelah terhuyung huyung, ketiga nya pun tumbang ketanah.


Wen Niu dan Cai Min yang melihat pertunjukan itu, bermaksud segera lari dari tempat itu.


Tetapi malang, leher gadis bernama Cai Min itu keburu di babat oleh Dewi Teratai putih yang sudah melihat gelagat kedua orang itu akan melarikan diri.


Gadis bernama cai Min itu pun tumbang tanpa sempat menyadari,siapa yang telah melakukan itu kepada nya.


Sedangkan gadis Wen Niu segera melesat pergi dengan ilmu lari cepat nya.


Dewi Teratai putih tanpa menunggu lagi, segera memegang tangan Shin Liong dan mengajak nya pergi mengejar kearah Wen Niu pergi.


Dari atas pohon, mereka berdua melihat, kemana arah tujuan dari Wen Niu pergi.


gadis bernama Wen Niu itu pergi ke sebuah rumah besar berhalaman besar ber tembok tinggi yang ada tulisan di atas gerbang nya, "rumah bunga malam".


Rumah bunga malam adalah sebuah rumah bordil yang terbesar di kota Yuking ini.


Di sini dipekerjakan ratusan wanita cantik dari berbagai wilayah, ada yang sukarela, namun yang lebih banyak lagi yang di paksa dengan berbagai intimidasi dan ancaman.


selain rumah besar bertingkat tiga ini, di belakang rumah ini juga memiliki halaman yang sangat luas, dengan beberapa rumah Bedak memanjang yang di jaga oleh puluhan orang laki laki kasar berpedang tergantung di pinggang mereka masing masing.


Dewi Teratai putih memberi kode kepada Shin Liong, agar segera pergi meninggalkan tempat itu.


"Ayo sayang, nanti malam kita main main kesini lagi, sekarang kita istirahat di penginapan saja dulu" kata Dewi Teratai putih sambil memegang tangan Shin Liong ,dan melesat pergi dari tempat itu.


Dewi Teratai putih dan Shin Liong mencari penginapan yang tidak terlalu jauh dari tempat itu.


Siang mereka habiskan untuk berjalan jalan melihat keramaian kota Yuking, berbelanja pakaian dan beberapa keperluan hidup sehari hari.


Malam harinya, ketika hari mulai larut, Shin Liong dan Dewi Teratai putih segera membuka jendela, serta melesat di dalam kegelapan malam itu.


Rumah besar merangkap rumah bordil itu nampak masih ramai dengan pengunjung nya dari kalangan laki laki hidung belang kelas atas.


Di halaman belakang, berbeda dari di depan, di sini sunyi senyap, hanya beberapa puluh pengawal yang berjaga jaga saja yang terlihat mondar mandir di depan rumah bedak itu dengan pedang tergantung di pinggang.


Saat para pengawal yang berjaga jaga di depan rumah bedak duduk untuk beristirahat setelah berpatroli di sekitar rumah bedak itu, tiba tiba dari atas pohon Tao yang rimbun muncul seorang manusia berpakaian serba hitam dan bermuka merah di depan mereka, serta langsung menyerang para pengawal itu.


Tentu saja para pengawal yang terkejut sebagian langsung terkena hantaman, terbanting ke tanah dengan kepala yang pecah.

__ADS_1


Sementara itu sebagian yang lain nya segera bergerak mengeroyok manusia berpakaian serba hitam itu.


Mungkin karena merasa tidak kuat menahan serangan dari para pengeroyok nya, manusia berpakaian serba hitam dan bermuka merah itu segera bergerak menghindar menjauhi pengeroyok nya, menuju tembok bangunan.


"Cepat tutup semua jalan keluar, jangan sampai penyusup itu berhasil melarikan diri lewat tembok!" kata pimpinan pengawal itu memerintah kan teman teman nya.


Berpuluh puluh pengawal segera mengejar kearah penyusup yang bergerak kearah tembok di sisi kanan halaman belakang yang sangat luas itu.


Setelah semua pengawal bergerak mengejar penyusup yang hendak lari lewat sisi kanan halaman belakang itu, kini rumah bedak yang mereka jaga menjadi kosong dari penjagaan.


Tiba tiba seorang berpakaian serba hitam, dengan muka merah melesat dari kerimbunan dahan pohon Tao, bergerak kearah rumah bedak itu.


Satu persatu rumah bedak itu, ia dobrak pintu nya.


Ternyata setiap satu bedak, terdapat lima sampai enam gadis cantik muda yang di sekap di dalam nya.


Total semua gadis gadis muda dan cantik yang disekap di dalam rumah bedak itu berjumlah enam puluh orang banyak nya, dengan kondisi sebagian habis kena siksaan.


"Ayo kalian semua segera bergerak mengikuti aku, cepat lah!" kata manusia berpakaian serba hitam itu kepada semua gadis muda yang ia selamat kan.


Ia membawa semua gadis muda itu kearah belakang halaman itu, tempat yang agak jauh dari rumah bedakan itu.


Setelah tiba di pinggir tembok paling belakang itu, penyusup kedua segera memukul sisi tembok dengan tangan kanan nya, dan sebuah lobang cukup besar muncul dari tembok itu, menuju kearah pemukiman penduduk.


"Kalian cepatlah keluar dan cari perlindungan di rumah rumah penduduk untuk sementara, setelah keadaan mulai aman, berkumpul lah lagi di tempat ini!" kata penyusup kedua itu yang segera bergerak masuk kembali ke halaman belakang tempat dimana teman nya masih sibuk bertarung dengan para pengawal itu.


Para gadis muda itu segera berhamburan kearah kegelapan mencari tempat berlindung masing masing.


Dengan gerakan yang sangat cepat, satu persatu para pengawal itu tumbang dengan leher di gorok tanpa sempat menyadari apa yang telah terjadi.


Penyusup pertama, setelah melihat teman nya datang membantu, tiba tiba bergerak semakin cepat, dan kembali satu persatu pengawal yang mengeroyok nya, menjadi tumbang ketanah dengan dada tertembus sesuatu.


Tidak memerlukan waktu yang sangat lama, berpuluh puluh pengawal itu akhirnya tumbang semua dengan dada yang tertembus sesuatu, serta sebagian juga dengan leher yang di gorok hingga separuh nya.


Setelah menumbangkan semua pengawal, kedua orang penyusup itu langsung bergerak kearah rumah bedak itu, dan membakar kesemua rumah itu, setelah itu, kedua orang penyusup itupun menghilang di kerimbunan dahan pohon Tao yang banyak terdapat di situ.


Sebentar saja, api sudah membumbung tinggi, melahap semua bangunan terbuat dari kayu itu tanpa tersisa.


Para pengawal yang berjaga jaga di depan, segera berhamburan ke belakang, mencoba memadamkan api.


Mereka heran, karena rekan rekan mereka, tidak ada satupun yang terlihat di situ, mereka tidak sadar, sebelum membakar rumah bedak itu, dua orang penyusup itu telah memasukan semua jasad para pengawal kedalam rumah bedak itu, lalu membakar rumah bedak itu.


Bagai manapun usaha para pengawal untuk memadamkan api itu, karena sudah terlanjur membesar, hingga tidak lagi bisa dikendalikan lagi.


Belum lagi mereka berhasil memadamkan api di rumah bedak itu, tiba tiba ada suara ribut ribut di rumah utama bertingkat tiga itu.


Ternyata rumah itu juga hangus terbakar dengan api setinggi bukit.


Seorang wanita cantik pesolek nampak berteriak teriak sambil menangis, mulut nya tidak henti hentinya mengeluarkan umpatan sumpah serapah tidak karuan, melihat rumah utama itu hangus dilahap api.

__ADS_1


Wanita pesolek itulah yang bernama Miu Che Nie, sang Mami pemilik rumah bordil itu.


Sementara di samping nya berdiri dengan wajah lebih tenang lagi, seorang laki laki paro baya bertubuh tinggi tampan bernama Gak Bu Ciang, yang merupakan suami dari sang Mami Miu Che Nie.


Di belakang mereka, berdiri seorang laki laki paro baya dan wanita paro baya berwajah dingin.


Sebenar nya usia mereka berdua ini tidak lagi muda,tetapi sudah lebih dari satu abad.


Kedua orang laki laki dan perempuan ini merupakan dedengkot golongan hitam yang termasuk dalam delapan iblis.


Yang perempuan bergelar Kiu Shin Mo Thu, atau Kucing iblis sembilan nyawa, sedangkan teman nya bergelar Mo Kai atau Kodok Setan.


Mata kedua orang dedengkot golongan hitam ini menatap ke segala arah, mencari sesuatu.


Hingga pada sebuah pohon Tao yang tumbuh besar dan rimbun, kedua orang dedengkot golongan hitam itu melepaskan pukulan jarak jauh mereka yang sangat kuat, sehingga daun pohon Tao itu menjadi rontok semua.


Tetapi dari arah pohon itu, tidak terlihat seorang pun yang tampak atau terjatuh.


"Mo Kai!, tadi aku benar benar yakin ada orang bersembunyi di atas pohon itu, kau pasti mengetahui nya juga kan Mo Kai?" tanya Kiu Shin Mo Thu kepada Mo Kai.


"Entahlah Mo Thu, aku tidak terlalu yakin, mungkin kita salah memindai nya!" jawab Mo Kai datar.


"Hi hi hi hi, sepasang kucing dan kodok ternyata jadi anjing seorang germo, sungguh lucu sekali!" terdengar suara tawa seorang wanita menggema entah dari mana, seperti nya suara nya itu berasal dari mana mana.


"Hei setan kadut, tampakan diri mu,jangan bisa nya bersembunyi saja!" teriak Kiu Shin Mo Thu.


"Aku sudah berada disini Kucing garong dan kodok Bangkong!,tidak perlu berteriak teriak!" kata satu suara, yang tiba tiba berasal dari belakang mereka.


Empat orang ini segera berpaling ke belakang, dan disana telah berdiri dua orang manusia berpakaian serba hitam dan berwajah sangat merah, seperti di cat.


"Siapa kalian heh, dan keperluan apa kalian membuat keributan disini?" tanya Mo Kai yang sedari tadi diam sambil mengukur tingkat kultivasi kedua orang ini.


"Kalian cukup mengenal kami sebagai sepasang Naga saja, kami tidak terikat dengan hukum dan ketentuan apapun, kami akan membunuh siapapun yang tidak kami senangi,dan membiarkan hidup kepada siapapun yang kami ingin kan!" kata salah satu dari penyusup itu.


"Kalau begitu, biarlah nyawa hina kalian berdua, kami saja yang mencabut nya!" kata Kiu Shin Mo Thu sambil menyerang kearah kedua orang penyusup itu.


Melihat Kiu Shin Mo Thu yang langsung menyerang, Mo Kai akhirnya turun arena ikutan menyerang penyusup itu juga.


Kiu Shin Mo Thu menyerang dengan serangan yang cepat dan ganas, kedaerah daerah berbahaya di tubuh lawan nya, tetapi bagai manapun dia menyerang, gerakan lawan selalu selangkah lebih cepat dari nya.


Begitu juga dengan Mo Kai, secepat apapun dia bergerak menyerang lawan nya, lawan nya ini selalu bergerak lebih cepat dari gerakan nya sendiri.


"Cepat kalian bunuh bajingan yang berani berani nya menyusup dan membakar tempat ku ini, jangan kasih ampun lagi!" teriak Miu Che Nie sambil menyumpah serapah tidak karuan.


Para pengawal yang tinggal sekitar sepuluh orang itu sedang sibuk memadamkan api yang membakar seluruh bangunan itu.


Sedangkan para tamu dan para wanita penghibur nya berhamburan ke luar menyelamatkan diri masing masing.


Kesempatan itu di pergunakan oleh para wanita penghibur yang di paksa di bawah ancaman untuk pergi, lari dari tempat ter laknat itu.

__ADS_1


Sementara itu, Kiu Shin Mo Thu dan Mo Kai sudah mengerahkan kepandaian dan kekuatan mereka hingga ke tingkat maksimal, namun tetap saja gerakan mereka berhasil di dahului oleh gerakan lawan nya.


...****************...


__ADS_2