
Siang itu di jalan utama yang menghubung kan antara kota Famoa dan kota Tao , dua buah kereta yang ditarik masing masing oleh dua ekor kuda , sedang bergerak ke Utara menuju kota Tao .
Di kiri dan kanan jalan yang terlihat cuma kerimbunan hutan belantara saja , tanpa ada satupun terdapat rumah penduduk , kecuali sekitar perjalanan satu hari dari kota Famoa , terdapat satu rumah singgah yang berada di tengah tengah belantara tempat para pelintas bermalam .
Di sepanjang jalan ini , setiap satu hari perjalanan dengan kuda , terdapat satu rumah singgah , sehingga para pelintas tidak kesulitan untuk mencari tempat bermalam , bila kemalaman di jalan , maklum , perjalanan dari kota Famoa ke kota Tao memakan waktu berhari hari lama nya .
Dia buah kereta kuda itu sudah menempuh perjalanan berhari hari selepa keluar dari gerbang Utara kota Famoa .
Mungkin sekarang mereka telah berada di jantung Huta rimba belantara .
Semenjak ke Kaisar an Fangkea lenyap di telan danau , kestabilan keamanan tidak lagi terjaga , dimana mana terjadi kejahatan , perampokan , perompak , bajak laut dan Jai Hwa Cat bahkan Jai Hwa Sian .
Hidup tidak lagi dengan tatanan hukum , perkelahian serta pembunuhan , saling dendam hampir setiap hari ada .
Yang kuat pisik akan menjadi hamba bagi yang kuat harta , serta yang kuat harta akan menjadi penguasa bagi sesama .
"Krak !" ...
"Bum !" ...
Sebatang pohon yang cukup besar tiba tiba tumbang melintang di jalan , di depan kereta kuda itu .
Shin Liong yang menjadi kusir kereta kuda yang terdepan , segera turun dari kereta nya , di ikuti oleh Dewi Xuan Yi .
Sementara yang lain nya , masih berada di dalam kereta kuda itu .
"Hm , seperti nya pohon ini sengaja di tumbangkan untuk menghalangi jalan kita kak , ada beberapa orang yang sedang bersembunyi di balik pepohonan itu !" kata Dewi Xuan Yi .
"Ya meme , ada dua puluh orang di kanan dan kiri jalan ini , waspada lah !" bisik Shin Liong pula .
Dewi Xuan Yi menatap wajah sang suami nya itu , " Dua puluh orang kak ?" ...
"Ya !" ...
"Dari mana kakak bisa menghitung nya ?" ...
"Tentu Saja dari tarikan dan hembusan nafas mereka meme , bahkan dua puluh langkah dari tempat ini , ada dua orang lagi yang sedang duduk diatas pohon , memperhatikan keadaan , seperti nya itu pimpinan nya !" jelas Shin Liong .
Dewi Xuan Yi tersenyum manis menatap suami nya itu , " luar biasa " pikir nya , "nafas orang dari jarak dua puluh langkah saja , masih bisa dia dengar " ...
Baru saja Shin Liong dan Dewi Xuan Yi berjalan mendekati pohon tumbang itu , dari kiri dan kanan , berlompatan dua puluh orang laki laki paro baya berwajah sangat sangar .
"Apakah kalian ingin merampok kami ?" tanya Dewi Xuan Yi dengan suara galak .
"Tentu Saja iya nona , serahkan pangeran kecil itu kepada kami , kau juga harus ikut dengan kami , dan kami berjanji tidak akan menyiksa pemuda itu , tetapi langsung membunuh nya , tetapi bila kalian menolak , terpaksa seluruh orang yang ada pada rombongan ini , kecuali kau dan pangeran kecil , semua nya akan kami bunuh !" kata salah satu dari dua puluh orang laki laki itu .
"Kau bicara seolah olah sudah ada ratusan nyawa yang kau bunuh , padahal aku yakin , membunuh seekor kodok pun kau tidak becus !"bentak Dewi Xuan Yi sambil tersenyum sinis .
__ADS_1
"Kau merendahkan aku nona , akan ku buktikan aku bukan asal omong , akan ku bunuh pemuda itu , baru yang lain nya satu persatu mendapat giliran , setelah itu kita akan bersenang senang sebentar disini nona !" kata laki laki itu dengan suara yang di galak galakan .
Dengan satu gerakan yang cukup cepat serta kuat , laki laki itu menyerang kearah Shin Liong dengan golok terhunus di tangan nya .
Tanpa ampun , golok itu langsung mengarah ke leher Shin Liong .
Meskipun gerakan laki laki itu , bagi orang biasa sangat cepat sekali , tetapi di mata Shin Liong , gerakan laki laki itu sangat lambat sekali , sehingga sebelum golok laki laki itu menghantam leher nya , telapak tangan nya , sudah terlebih dahulu mampir di bawah ketiak kanan laki laki itu .
"Prak !" ...
"Bruak !" ...
Laki laki itu terlempar beberapa depa dengan sejumlah rusuk kanan nya yang patah .
Beberapa rekan laki laki itu segera berhamburan mengeroyok Shin Liong dan Dewi Xuan Yi .
Baru saja mereka maju mengeroyok Shin Liong dan Dewi Xuan Yi , namun kedua suami istri ini segera menyongsong orang orang ini dengan hantaman telapak tangan mereka yang sudah di lambari dengan seperempat energi mereka .
Para penghadang itu , seperti lalat bertemu penepuk , satu persatu mulai berterbangan kesegala arah .
Tiba tiba , dari gerombolan rimbun nya daun pepohonan hutan , melesat dua orang laki laki paro baya bertubuh tinggi besar , bercambang Bauk yang lebat , mirip manusia hutan .
Kedua orang laki laki ini segera menyerang Shin Liong dan Dewi Xuan Yi dengan serangan yang cepat dan bertenaga besar .
Dari gerakan nya , Shin Liong tahu jika kedua orang ini memiliki Gwa kang (tenaga pisik) yang sangat kuat , tetapi memiliki Lwe kang (tenaga dalam) yang lemah serta hampir tidak memiliki Sin kang ( tenaga sakti) .
Oleh karena itu , Shin Liong sengaja mempermainkan kedua orang laki laki itu dengan selalu menghindar dari serangan mereka .
Akhirnya , di jurus yang ke delapan ratus , kedua laki laki itu ambruk ketanah , karena kehabisan tenaga dan nafas mereka pun sudah tersengal sengal seperti ikan kekeringan air .
Dengan pasrah nya , kedua orang itupun duduk di bawah pohon Siong besar , sambil mengatur nafas mereka kembali .
"Katakan !, mengapa kalian menginginkan pangeran kecil juga ?" tanya Dewi Xuan Yi .
Kedua laki laki itu masih diam tanpa menyahut sedikit pun .
"Kalian tidak tuli kan ?, katakan dengan jujur , perampok biasa tidak mungkin menginginkan sang pangeran , pasti harta yang dicari , tetapi kalian beda , siapa yang menyuruh kalian ?" tanya Dewi Xuan Yi lagi .
Kedua laki laki itu masih saja diam , begitu juga dengan beberapa orang laki laki pengeroyok tadi yang masih tersisa .
Tiba tiba tubuh kedua orang laki laki itu mengejang , dari mulut mereka keluar busa berbau busuk .
Setelah kedua orang laki laki itu tumbang , seketika itu pula , tubuh mereka luluh seperti lilin terkena api .
Keheranan Dewi Xuan Yi kian bertambah , ketika para laki laki pengeroyok yang masih tersisa tadi , juga melakukan hal yang sama pula .
Keheningan seketika melanda hutan itu , setelah tadi diributkan oleh suara pertarungan .
__ADS_1
Yang tersisa dari orang orang itu , cuma jasat para pengeroyok tadi , dan pakaian orang orang yang tewas karena racun .
Namun keheningan hutan itu tidak bertahan lama , karena tiba tiba terdengar suara tawa laki laki dan perempuan di sekeliling tempat itu .
Tawa dengan menggunakan tenaga dalam tinggi itu membuat suara nya terdengar menyebar di sekeliling tempat itu , dan susah di tebak dimana asal suara itu .
"Pletok !" ...
Shin Liong menjentikkan telunjuk tengah dan ibu jari nya hingga bersuara nyaring , melawan suara tawa yang menyakitkan kuping itu .
Seketika itu juga , suara tawa laki laki dan perempuan itu tidak terdengar lagi .
Di depan kereta mereka , berdiri diatas pohon Siong yang tumbang melintang di jalan itu , terlihat seorang wanita sangat cantik berwajah putih susu dan seorang pemuda berwajah merah darah .
Mereka adalah Ang Pek Siang Mo (sepasang Iblis putih merah) yang sangat jarang sekali keluar ke dunia ramai .
Meskipun terlihat masih muda , tetapi sebenar nya usia sepasang Iblis ini sudah lebih dari limaratus tahun , tetapi karena mereka berdua berhasil mencapai tataran kultivasi tingkat Alam Dewa pertama di usia muda , sehingga waktu tidak lagi berpengaruh kepada pisik mereka berdua .
Pisik mereka berdua akan berhenti berproses di usia berapa mereka berhasil mencapai tataran Alam Dewa pertama itu .
Itu pula lah mengapa banyak para pendekar kultivator menghendaki tataran Alam Dewa pertama ini , tetapi kebanyakan diantara mereka , baru berhasil mencapai nya , di usia yang sudah tua , sehingga pisik mereka berhenti berproses di usia itu pula .
Apabila seorang anak berhasil mencapai tataran itu di usia anak anak , maka pisik nya akan berhenti berproses setelah dia mencapai usia dua puluh tahun .
Ang Pek Siang Mo ini termasuk kultivator pengelana di dimensi semesta , sehingga ada saja tempat dimana orang orang tidak mengenal mereka .
Yang laki laki bergelar Ang Bin Mo ko ( Iblis jantan bermuka merah) , sedangkan yang wanita bergelar Pek Bim Mo Li ( Iblis betina bermuka putih) .
Karena kesenangan mereka mengembara antar dimensi , membuat sepasang iblis ini dapat meningkatkan kultivasi mereka berdua hingga mencapai Dewa Laut akhir , satu tataran yang cukup jarang bisa dicapai orang orang .
Tetapi sangat disayangkan , watak mereka yang suka berbuat mesum bersama maupun dengan siapa saja , yang mereka temukan , tanpa melihat suasana , waktu dan tempat nya , itulah yang membuat orang orang sangat membenci mereka .
Sepasang iblis putih merah itu menatap kearah Shin Liong dan Dewi Xuan Yi dengan tatapan takjub .
"Wuih wuih wuih , kalau memang rejeki musang , tidak bakalan di sambar elang , pemuda ini untuk ku , sedangkan Dara cantik itu bagian mu !" kata Pek Bin Mo Li bergairah melihat Shin Liong .
Ang Bin Mo Ko terus menatap kearah Dewi Xuan Yi tanpa berkedip sedikit Oun , seolah olah ini hanya mimpi , dan dia takut , bila dia berkedip , mimpi indah ini akan sirna .
"Mo Li !, kali ini aku akan mengakhiri petualangan ku , aku akan membina rumahtangga bersama nya , hingga mati bersama nya , kau boleh memiliki pemuda itu dan membawa nya berpetualang bersama mu , sedangkan aku akan membawa Dara ini , dan hidup bersama nya selama nya !" ujar Ang Bin Mo Ko tidak lagi kuasa menahan gejolak di dalam hati nya .
Kecantikan dan bentuk tubuh Dewi Xuan Yi yang memang luar biasa itu , membuat akal sehat Ang Bin Mo ko lenyap seketika itu juga .
Begitupun juga dengan Pek Bin Mo Li , ketampanan wajah dan bagus nya bentuk tubuh Shin Liong , seketika membuat akal sehat nya lumpuh .
"CK ck ck ck !, oh Dewi ku , aku jatuh cinta kepada mu , terimalah cinta kasih ku ini Dewi !" kata Ang Bin Mo Ko mulai meracau tidak karuan sambil bersimpuh di depan Dewi Xuan Yi .
"Orang gila dari mana ini , datang datang merayu istri orang , Hei Musang !, aku sudah memiliki suami , seandainya aku belum bersuami , aku juga tidak akan menerima mu sebagai suami ku !" bentak Dewi Xuan Yi marah .
__ADS_1
"Aku tidak perduli Dewi ku , aku sudah berkelana ke berbagai Dunia , tetapi tidak menemukan wanita secantik diri mu , ketika aku sudah menemukan wanita tercantik seperti diri mu , jangan kan cuma suami mu , Thian sendiri akan ku lawan bila berani menghalangi ku !" ujar Ang Bin Mo ko yang sudah mabuk kepayang itu .
...****************...