Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Tersadar.


__ADS_3

Dari ketinggian cabang pohon aneh itu, Shin Liong terus menatap kedua manusia laki laki dan perempuan itu dengan seksama.


Meskipun berjarak cukup jauh, tetapi bagi mata nya yang sangat tajam, hal itu bukan lah halangan.


Kini mata Shin Liong lebih tajam dari pada mata seekor Rajawali, dia bisa mengenali target, meskipun berjarak ratusan Li dari diri nya.


"Dewi!, coba perhatikan baik baik, apakah itu kedua orang tua mu?" tanya Shin Liong kepada Dewi Nuwa.


"Meskipun saya melihat dari tempat ini kak, tetapi mereka benar benar kedua orang tua ku, kasihan mereka, seperti nya mereka bukan diri mereka yang sebenar nya!" kata Dewi Nuwa tak mampu membendung air mata nya.


Dengan sekali genjot, tubuh Dewi Nuwa melesat kearah kedua orang itu.


Seorang laki laki tampan berusia hampir lima puluhan tahun dan seorang wanita cantik dengan kisaran usia yang sama menatap kearah Dewi Nuwa dengan tatapan heran dan bingung.


"Siapa kau manusia?, berani sekali kau menghalangi jalan kami?" kata laki laki tampan itu.


"Ayah!, apakah ayah sudah lupa kepada ku?, aku putri mu ayah!" teriak Dewi Nuwa sambil menangis.


"Putri?, aku tidak memiliki putri, dan aku tidak mengenal kau perempuan cantik, sungguh pantas kau menjadi simpanan ku!" kata laki laki itu.


"Ibu!, apakah kau juga sudah melupakan aku Bu?" tanya Dewi Nuwa kepada wanita itu.


Dengan tatapan mata merah liar berputar putar, wanita itu berkata,


"Tentu saja aku ingat bahwa kau adalah putri ku, tetapi aku lupa siapa nama mu?" kata wanita itu sambil membentangkan kedua tangan nya.


Dengan perasaan rindu luar biasa, Dewi Nuwa berlari kearah sang ibu.


Saat Dewi Nuwa memeluk tubuh wanita itu, dari ujung jari nya tiba tiba muncul kuku kuku runcing yang terayun kearah belakang leher Dewi Nuwa.


Tinggal sejengkal kuku itu menghantam belakang leher Dewi Nuwa, tiba tiba ada kibasan angin dari tangan Dewi Chang 'e yang membuat tangan wanita cantik itu kaku tidak bisa bergerak lagi.


Merasa ada yang ganjil dari sang ibu, Dewi Nuwa segera bergerak menjauh.


Betapa terkejut nya dia setelah melihat sang ibu kini telah berubah menjadi mahluk yang Iblis itu.


Sedangkan yang laki laki itu nampak sangat marah melihat istri nya kaku terkena totokan dari Dewi Chang 'e.


Mata nya langsung berkilat warna merah, dan jari tangan nya mengeluarkan kuku kuku yang runcing.


Laki laki ini segera menyerang kearah Dewi Nuwa yang berada lebih dekat dengan nya.


Dewi Nuwa yang masih terkejut dengan kejadian tadi, hampir saja menjadi korban ibunya yang sudah di kendalikan iblis, jiwa nya itu, belum benar benar siap menerima serangan dari sang ayah yang jiwa nya juga di kendalikan oleh iblis itu.


Di saat tangan yang sudah seperti tangan iblis itu hampir menyentuh tubuh Dewi Nuwa, tiba tiba seberkas angin menyapu laki laki itu, yang langsung kaku tidak bisa bergerak lagi.


Kini tubuh kedua suami istri itu terdiam kaku tanpa bisa bergerak lagi.


"Percikan air itu kemuka mereka berdua sekarang juga nak?" perintah Dewi Chang 'e.


Seperti tersadar dari keterkejutan nya, Dewi Nuwa segera mengeluarkan botol dari penyimpanan nya, dan memercikan air di dalam nya ke arah muka kedua orang tua nya itu.

__ADS_1


Ketika air dari dalam botol itu mengenai muka kedua nya, terdengar suara desisan seperti besi panas di celupkan ke air dingin.


Bersamaan dengan itu, sekujur tubuh kedua nya mengepulkan asap yang berbau busuk di iringi dengan jeritan nyaring dari mulut kedua nya.


Asap yang keluar dari dalam tubuh kedua orang itu semakin banyak dan semakin pekat, hingga membentuk dua mahluk tinggi besar, bertanduk tiga berkuping tinggi, dengan muka mirip serigala, menatap kearah Shin Liong dengan tatapan sangat marah.


Sementara itu ayah dan ibu Dewi Nuwa terkulai pingsan setelah asap tipis itu sudah keluar semua nya dari dalam tubuh ke dua nya.


Melihat tubuh kedua orang mertua nya itu terkulai pingsan, Shin Liong segera memasang segel Dewa pada tubuh kedua nya, agar semua jenis mahluk iblis tidak bisa lagi memasuki tubuh kedua nya.


Sepasang mahluk iblis itu menatap kearah Shin Liong dengan tatapan murka yang teramat sangat.


Kedua nya segera bergerak menyerang Shin Liong dari arah kiri dan kanan.


Melihat hal itu, putri Xuan Yi atau Dewi Xuyi segera melompat menghadapi mahluk iblis perempuan itu.


Pertarungan terjadi antara Shin Liong melawan iblis jantan itu dan putri Xuan Yi melawan iblis betina.


Berkali kali iblis betina itu ingin masuk kedalam tubuh putri Xuan Yi, tetapi di terlempar oleh satu kekuatan dahsyat yang menolak tubuh nya.


Begitu juga dengan Shin Liong , berkali kali iblis jantan itu mencoba masuk kedalam tubuh nya, tetapi satu kekuatan dahsyat terus menerus menolak tubuh nya, hingga beberapa kali terlempar.


Segenap jurus telah di keluarkan oleh Shin Liong, tetapi iblis berwujud bayangan itu tidak bisa di pukul.


Hingga pada kesempatan terakhir, Shin Liong membabatkan pedang kristal Katai putih inti bintang kearah iblis jantan itu.


Tubuh iblis yang berupa bayangan itu tiba tiba menyala api berwarna putih terang dan luar biasa panas nya.


Tubuh iblis jantan itu menggelepar gelepar beberapa saat, lalu berubah menjadi asap hitam dan buyar tertiup angin.


A Yong, yang berdiri di pinggir, menyaksikan pertarungan itu, segera mengeluarkan pisau kristal Katai putih inti bintang milik nya, dan langsung berkelebat kearah mahluk iblis betina yang sedang bertarung dengan Putri Xuan Yi itu.


Sebuah sayatan panjang di tubuh iblis betina itu, membuat tubuh sang iblis menyalakan api putih seperti iblis jantan tadi.


Sesaat kemudian, iblis betina itupun lenyap menjadi asap hitam dan terhambur kemana mana tertiup angin.


Sementara itu, Dewi Nuwa sedang menolong kedua orang tua nya yang masih pingsan.


Ketika Dewi Chang 'e mendekat kearah Li Lian, ibu nya Dewi Nuwa, kening nya berkerut sesaat.


Dewi Nuwa yang memperhatikan hal itu segera bertanya, "ada apa Bu, ada yang kurang baik lah dengan ibu ku?"...


"Iya nak, ibu mendeteksi ada kehidupan lain di dalam rahim ibu mu, janin iblis itu telah tumbuh di dalam nya!" kata Dewi Chang 'e.


"Maksud ibu?" tanya Dewi Nuwa terkejut sekali.


"Sepasang mahluk iblis yang telah merasuki tubuh kedua orang tua mu itu, kini telah berhasil membuahkan keturunan mereka di dalam rahim ibu mu, dan bila mereka berhasil lahir, maka akan menjadi mahluk yang paling ganas dan sangat berbahaya sekali nak!" jawab Dewi Chang 'e.


"Apa yang harus kita lakukan Bu?" tanya Dewi Nuwa bingung.


"Ada dua pilihan nak, tergantung dari diri mu, pertama membiarkan nya lahir normal dan membiarkan dia tumbuh menjadi mahluk terkutuk serta orang pertama yang akan dia bunuh adalah ibu mu saat dia lahir nanti, atau membinasakan nya saat sekarang, selagi belum memiliki kekuatan!" kata Dewi Chang 'e.

__ADS_1


"Kalau begitu, lakukanlah sekarang Bu, aku takut bila dia lahir, akan menjadi mahluk terkutuk!" kata Dewi Nuwa.


Dewi Chang 'e mengeluarkan sebuah bungkusan kecil dari dalam penyimpanan nya, dan menyerahkan nya kepada Dewi Nuwa, "ini larutkan dengan air, dan minuman pada ibu mu, maka mahluk itu akan hancur sebelum terlahir!"...


Dewi Nuwa segera mengeluarkan sebuah cawan dan menuangkan air putih kedalam nya,serta memasukan bubuk yang di beri bungkus kecil itu kedalam nya.


Setelah mengeluarkan busa sesaat, air putih. itupun kembali bening seperti semula.


Bertepatan dengan itu, Li Lian atau ibu nya Dewi Nuwa tersadar dari pingsan nya.


Setelah mengedarkan pandangan nya ke sekeliling nya, mata nya menatap kearah Dewi Nuwa.


"Nu, Nuwa putri ku?" suaranya agak parau.


Dewi Nuwa memegang tubuh sang ibu yang bermaksud mau duduk itu, sambil meminumkan air di dalam cawan tadi hingga habis.


"Bagai mana perasaan ibu sekarang ini Bu?" tanya Dewi Nuwa kepada sang ibu nya itu.


"Ibu seperti baru terjaga dari mimpi buruk nak, mana ayah mu?" tanya Li Lian kepada Dewi Nuwa putri nya.


"Bu!, ayah sedang di rawat oleh kakak Shin Liong dan A Yong cucu mu!" jawab Dewi Nuwa sambil menunjuk kearah Shin Liong dan A Yong yang sedang merawat Ar wan Wen yang masih belum sadar kan diri.


Li Lian terperanjat mendengar perkataan dari putri nya.


"Haah?, Cu,, cucu ku, mana mana, selama itukah aku dan ayah mu tidak sadarkan diri nak?" tanya Li Lian sambil meneteskan air matanya.


"A Yong!, kesini lah nak, nenek mu mau melihat diri mu nak!" panggil Dewi Nuwa kepada A Yong yang sedang menemani sang ayah menyadarkan Ar Wan Wen.


A Yong berjalan mendekati sang ibu yang sedang duduk berhadapan dengan Li Lian.


Sementara itu, di belakang ibu nya,berdiri sang nenek Dewi Chang 'e dan ibu muda nya putri Xuan Yi.


A Yong duduk Disamping sang ibu menghadap kearah nenek nya Li Lian.


"A Yong!, inilah nenek mu, ibuku, yang juga biasa dipanggil Li Lian!" kata Dewi Nuwa kepada putra nya.


Li Lian memeluk anak muda itu sambil meneteskan air mata nya.


"Ternyata sudah selama itulah kami tidak sadarkan diri, kini cucu ku saja sudah sebesar ini, terimakasih Dewa, masih berkenan memberi kesempatan kepada kami untuk menyaksikan putri kami berkeluarga dan memiliki putra yang gagah dan tampan!" kata Li Lian sesegukan.


"Bu!, kenalkan ini ibu mertuaku Dewi Chang 'e, dan ini adik madu ku Putri Xuan Yi Bu!" kata Dewi Nuwa memperkenal kan kedua wanita cantik jelita itu kepada ibu nya.


Seperti baru tersadar, Li Lian menatap dua orang wanita cantik jelita yang berdiri di belakang putri nya itu.


"Terima kasih atas bantuan nya nyonya, terimakasih pula selama ini merawat putri saya, saya Li Lian menghaturkan penghormatan kepada nyonya!" kata Li Lian sambil menjura tiga kali kearah Dewi Chang 'e dan putri Xuan Yi.


"Sudahlah nyonya!, tidak usah banyak peradaban, sekarang ini kita keluarga, cucu ku adalah cucu kalian juga, sementara Shin Liong putra ku berusaha mengembalikan kesadaran suami mu, sebaik nya kau ber istirahat dengan kembali menghimpun hawa murni mu nyonya!" kata Dewi Chang 'e.


"Ah!, kau benar nyonya!" kata Li Lian tersadar mendengar ucapan dari besan nya itu.


Selanjut nya, Li Lian segera mengambil sikap duduk sempurna, lalu menghimpun hawa murni kedalam dantian nya.

__ADS_1


Sedangkan A Yong dan sang ibu nya segera melangkah mendekati Shin Liong yang masih memijat di beberapa bagian tubuh Ar Wan Wen sambil menyalurkan hawa murni ke tubuh laki laki empat puluhan tahun itu.


...****************...


__ADS_2