Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Prahara di Dalam Istana.


__ADS_3

Pagi itu istana di landa mendung kesedihan yang tebal.


Para pembantu dan pekerja rumah tangga istana, dayang, inang, dan para Kasim berlalu lalang dengan wajah penuh kesedihan.


Para pangeran nampak duduk dengan pakaian berkabung.


Sedangkan di sudut lain dari istana itu, nampak para selir Kaisar yang banyak itu, duduk berjejer dengan mata sembab karena terlalu banyak menangis.


Di kamar utama, tempat sang kaisar berada, nampak sang Ratu duduk lemas di sisi pembaringan, sambil menggenggam tangan sang kaisar, di samping nya, sang putri mahkota Chen Fan Yin menangis tersedu sedu sambil sesekali memeluk sang ratu.


Duduk diatas kursi, tidak jauh dari tempat tidur sang Kaisar, nampak putra mahkota, pangeran Chen Chao Kai yang duduk termenung menatap jasad sang ayahanda nya dengan air mata yang berlinangan, sambil sesekali, ditariknya nafas dalam dalam, seakan ingin membuang semua beban kesedihan hati nya.


Di depan kamar sang kaisar ada sebuah ruangan mirip aula juga, yang di namakan aula tengah.


Dan di situ telah ada beberapa orang jendral dan para pembesar dan beberapa orang perwira.


Di depan jejeran para pangeran, di sebelah kiri ruangan Kaisar, ada pangeran Chen Chi You yang di dampingi oleh jendral besar Dong Guan Saoji serta perwira Shi Kong Lau Ciangkun.


Di sisi kiri nya duduk Dao go Gian Taijin, dan Zhu Beng Tiong Ciangkun.


Sedangkan di sebelah kanan ruangan Kaisar, ada jejeran para jendral, seperti jendral tua Beng Bo Antiong, jendral Low An Luan, jendral You Go Key, dan jendral muda Go Gwan Ho.


Di belakang mereka duduk para pembesar, perwira dan punggawa utama negeri Zhao.


"Apalagi yang kita tunggu, kaisar sudah mangkat, dan kita tidak usah menunggu selesai upacara pemakaman, sekarang saja kita menunjuk pengganti sang Kaisar!" ucap sang pangeran Chi You dengan lantang.


"Tidak!, itu tidak akan terjadi, Sang permaisuri dan putra mahkota masih ada, menurut kebiasaan, sang permaisuri lah yang memegang pemerintahan untuk sementara waktu, sebelum kaisar baru dilantik!" ucap jendral tua Bo Antiong tidak setuju.


"Aku tidak mempermasalahkan permaisuri dan putra mahkota masih ada atau tidak ada, bagi ku sama saja, mereka tidak ada guna nya lagi, sekarang hukum dan aturan adalah apa yang aku ucapkan dan aku ingin kan, aku putra tertua ayahanda ku, berhak atas tahta yang beliau duduki selama ini" kata pangeran Chi You.


"Betapapun kau putra tertua sang kaisar, tetapi kau cuma putra dari seorang selir Kaisar, yang tidak memiliki hak apapun di istana ini!" kata jendral tua Bo Antiong dengan suara yang nyaring


"Ya itu menurut mu jendral, tetapi mulai sekarang, akulah pewaris sah negri ini, dan kau sudah tidak memiliki kekuasaan apapun juga, tangkap dan penjarakan dia!" perintah pangeran Chi You.


"Kau masih saja menghayal menjadi pemimpin negri ini pangeran, pendukung mu cuma jendral besar saja, kau bisa apa?" tanya jendral tua Bo Antiong.


Mendengar itu, pangeran Chi You tertawa terbahak bahak hingga air mata nya keluar.


"Hei, jendral tua yang sudah pikun, kau bilang pendukung ku cuma jendral besar Guan Saoji saja?, Hei kalian semua, yang mau selamat, bergabunglah ke sebelah sini!" teriak sang pangeran Chi You.


Jendral senior Low An Luan dan jendral Yu Go Key bangkit berdiri, serta menjura dihadapan jendral Bo Antiong.


"Maafkan saya jendral, sebenar nya Kamilah pendukung setia dari pangeran Chi You itu, sekali lagi maafkan saya jendral!" kata kedua jendral itu sambil melangkah ke sisi barisan pangeran Chi You.


Jendral tua itu terlongo, tidak menyangka, jika para sahabat seperjuangan nya telah berkhianat kepada sang Kaisar.

__ADS_1


"Rupanya kalian pengkhianat, sekaligus mata mata sang pangeran itu, tidak kusangka bila kalian telah merencanakan semua ini, kalian benar benar serigala berbulu domba !" kata sang jendral tua itu.


Kini dikalangan jendral, orang yang setia dengan sang kaisar, cuma tersisa dia dan jendral muda Go Gwan Ho yang tidak berpengaruh apa apa itu.


Saat para prajurit bermaksud menangkap sang jendral tua dan jendral muda itu, tiba tiba pintu terbuka lebar, di pintu telah berdiri putra dan putri mahkota, beserta sang Ratu.


"Kalian memang sangat biadab, jasad ayahanda masih panas, kalian sudah berebut ingin kedudukan beliau, tidak kah kalian memiliki sedikit rasa malu?" tanya putra mahkota pangeran Chao Kai.


"He he he, kalian ibu dan anak akhirnya muncul juga, hari ini adalah hari terakhir kebebasan kalian semua!" kata pangeran Chi You.


Pangeran berusia empat puluh tahun itu memang sangat berambisi untuk menjadi penguasa dan pewaris kedudukan sang Kaisar.


Dari kalangan para selir, berdiri seorang wanita tua, namun masih jelas terlihat kecantikan nya itu.


"Anakku, untuk apa berpanjang kata, cepat tangkap ratu keparat beserta putra putri nya itu, kurung di bawah tanah selama hidup nya, bila perlu, jangan di beri makan supaya cepat mati!" kata selir Kaisar yang bernama Hou Yu Yan itu.


"Baiklah ibu!, para prajurit, tangkap dan penjarakan mereka semua di penjara bawah Tanah, cepat!" teriak pangeran Chi You.


Seratus orang prajurit terlatih, masuk dan ingin menangkap sang Ratu beserta putra putri dan pengikut nya.


"TUNGGU!!"...


Tiba tiba ruangan itu bergetar dengan suara dari jendral besar Guan Saoji.


"Ada apa jendral?" tanya sang pangeran Chi You tidak mengerti.


"Jendral!, apa kau sudah gila kah, aku adalah pemimpin mu, junjungan mu, kau harus mematuhi semua perintah ku!" teriak pangeran Chi You marah.


"Dan aku sebagai jendral besar, memerintahkan kalian semua nya untuk bubar, tidak ada yang boleh berada di tempat ini, hari ini, mengerti!!" teriak sang jendral besar Guan Saoji.


Mendengar jendral besar mereka bicara seperti itu, para prajurit itupun berebutan keluar dari tempat itu karena sejatinya mereka juga tidak ingin terseret konflik antar keluarga itu.


"Kau ada apa jendral?, bukankah tadi malam kau yang mengatur seperti ini?, kenapa sekarang kau berubah?, kau ingin mengeruk keuntungan sendiri rupanya!" teriak pangeran Chi You.


"Aku tidak pernah berjanji apapun, dan tidak pula pernah mengatur apapun, kalian sudah salah orang, lihatlah baik baik, siapa aku sebenarnya!" kata jendral Guan Saoji.


Tubuh jendral Guan Saoji tiba tiba dibalut cahaya putih, dan setelah cahaya putih itu pudar, kini tidak ada lagi sang jendral Guan Saoji, yang ada cuma Shin Liong yang berdiri di dekat sang pangeran Chi You.


"Kep*rat!, jahan*m!, siapa kau sebenar nya? dan kemana jendral Guan Saoji?" tanya pangeran Chi You menyumpah serapah karena marah nya.


"He, he, he, he, dengarlah pangeran,namaku Shin Liong, dan jendral mu itu sudah ku kirim ke alam akhirat tadi malam, jadi tidak mungkin bisa membela mu lagi!" kata Shin Liong sambil tertawa tawa senang.


"Kau memang kep*rat!, tetapi aku bukan pangeran bodoh bocah, aku memiliki tongkat komando tertinggi setelah sang kaisar, karena sang kaisar telah mangkat, maka pemegang tongkat komando inilah penguasa tertinggi sekarang!" kata sang pangeran sambil mengacungkan tongkat itu ke udara.


Sang pangeran merasa selangkah lebih kuat dari pada sang putra mahkota.

__ADS_1


Nampak wajah sang Ratu, putra mahkota pangeran Chao Kai dan putri mahkota Fan Yin menjadi pucat pasi.


Mereka tahu, setelah sang Kaisar, maka pemegang tongkat itulah pemimpin tertinggi negeri Zhao yang harus di taati.


Sedangkan sekarang, sang Kaisar telah mangkat, maka jelaslah sudah,pangeran Chi You lah penguasa tertinggi saat ini.


Berbeda dengan wajah sang ratu, kini wajah sang selir Hou Yu Yan menjadi berseri seri.


"Ternyata kau sudah memikirkan segalanya putra ku, syukurlah, kita akan menguasai seluruh istana ini, bahkan seluruh negeri ini, cepat perintahkan prajurit untuk menangkap mereka!" kata sang selir.


Pangeran Chi You tertawa terbahak bahak memandang kearah Shin Liong .


"Anak muda, kau masih hijau dalam masalah ini, kau kira aku tidak memikirkan segala nya ya?, kasihan kau bakalan mati muda nak!" ucap pangeran Chi You sambil mengejek Shin Liong.


"Kita lihat saja pangeran, siapa yang akan keluar sebagai pemenang nanti nya, kau mungkin cerdik, dan licik, tetapi ada satu hal yang tidak kau pikirkan pangeran, masih ada kekuatan diatas kuasa tongkat komando itu pangeran!" kata Shin Liong sambil tersenyum.


"He he he he, kau maksudkan ayahanda Kaisar kan?, mungkin kepala mu perlu ku getok biar sadar jika ayahanda Kaisar Sudah tiada!" kata sang pangeran Chi You sambil tertawa.


"Benarkah itu?, bagai mana jika aku masih hidup dan segar bugar?" satu suara terdengar dari balik pintu kamar utama itu.


Mendengar suara itu, sang Ratu, putra dan putri mahkota segera menghambur, memeluk tubuh sang kaisar yang muncul dari balik pintu dengan keadaan segar bugar, bahkan wajah nya kini seperti laki laki usia empat puluh tahunan saja.


Wajah sang pangeran kini menjadi pucat pasi, bagai mana bisa ayahanda nya masih hidup dan segar bugar, padahal dia sendiri yang memeriksa tubuh ayahanda nya itu, dan memang sudah dingin dan tanpa denyutan apapun juga.


"Ba, bagai mana bi, bisa ayahanda masih hidup?" tanya sang pangeran itu dengan rasa keheranan.


"Akupun tidak mengerti, ini semua karena dia, dia yang mengatur semua ini, dan akhirnya dia benar, sekarang aku tahu, siapa jendral yang benar benar membela aku, dan siapa saja jendral yang seharusnya harus mati!" kata sang kaisar sambil menunjuk kearah Shin Liong.


"Rupanya kau otak dari semua ini ban*sat!,kau kira aku sudah kalah ya, kau belum mengenal Chi You nak, lihatlah" kata sang pangeran sambil melambaikan tangan nya, dan bersamaan dengan itu, ratusan anak panah meluncur kearah sang kaisar dan semua keluarga nya.


Begitu banyak anak panah yang meluncur, seolah olah tidak ada lagi jalan keluar nya.


Tetapi sang Kaisar yang sudah sangat mempercayai Shin Liong itu cuma menatap kearah Shin Liong saja.


Ketika anak panah itu tinggal beberapa depa dari mereka, tiba tiba anak panah itu berjatuhan seperti menabrak dinding baja yang tak terlihat.


Rupanya tempat itu sudah di kurung oleh Shin Liong dengan tirai gaib punggung kura kura nya, sehingga anak panah mereka tidak berguna sama sekali.


Jendral Low An Luan dan jendral Yu Go Key yang melihat posisi mereka sudah tidak menguntungkan lagi, akhirnya segera melompat kearah luar istana.


"Duar!"...


Terdengar suara menggelegar, ketika tubuh mereka membentur satu dinding yang tidak terlihat.


Dari hidung mereka berdua terlihat darah bercucuran keluar.

__ADS_1


Melihat tontonan itu, wajah selir dan pangeran Chi You menjadi pucat pasi.


...****************...


__ADS_2