Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Penghakiman Klan Jao .


__ADS_3

Dengan sekali genjot , tubuh Shin Liong melesat kearah timur , menuju rumah kediaman Klan Jao , di ikuti oleh Putri Mei Yin dari belakang .


Rumah kediaman Klan Jao di kelilingi tembok tinggi seperti benteng yang memiliki satu satu nya pintu gerbang .


Didalam tembok inilah tinggal beberapa keluarga inti Klan Jao yang tinggal di beberapa buah rumah terpisah , mirip sebuah perkampungan kecil .


Saat itu Patriak Klan Jao , yaitu Jao kan Siang sedang berpesta bersama dengan para tetua Klan yang lain nya , mereka merayakan keberhasilan mereka memusnahkan satu lagi usaha yang tidak mau tunduk kepada mereka .


"Bum !!" ...


"Bum !!" ...


"Bum !!" ...


Tiba tiba terdengar tiga kali berturut turut , suara dentuman yang sangat dahsyat .


Bersamaan dengan suara dentuman itu , seluruh bangunan utama berguncang seperti dihantam gempa dahsyat .


Patriak Klan dan para tetua Klan berhamburan ke arah suara dentuman itu .


Betapa kagetnya mereka setelah melihat , seluruh tembok luar yang terbuat dari batu khusus yang sangat keras itu , kini sudah roboh keseluruhan nya .


Sepasang muda mudi berdiri tegak diatas reruntuhan tembok itu .


Sementara itu , puluhan pengawal segera bergerak mengepung sepasang muda mudi itu


"Prok !" ...


"Prok !" ...


"Prok !" ...


Setiap kali Shin Liong dan Putri Mei Yin bergerak , sebiji kepala lawan pecah tak berbentuk lagi .


Shin Liong dan Putri Mei Yin seperti berlomba lomba siapa yang lebih banyak memecahkan kepala musuh nya .


Dalam waktu yang sangat singkat , dua ratus pengawal dengan kepandaian cukup tinggi itu tewas kehilangan kepala nya , hingga tubuh nya tak lagi dikenali .


Setelah dua ratus pengawal itu tewas seluruh nya , Shin Liong melangkah kearah Patriak Klan Jao itu .


"Hei orang gila dari mana yang datang datang mengamuk seperti anjing gila ini !" teriak salah seorang pemuda putra pang Cu Klan Jao .


"Prak !" ...


Kepala pemuda itupun pecah kena pukulan tangan kosong Shin Liong .


Patriak Klan Jao menjerit histeris melihat putra kesayangan nya tewas kehilangan kepala nya .


Sambil menunjuk kearah Shin Liong , Patriak Klan Jao itu menghardik , " hei orang gila !, kau harus bayar nyawa putra ku , siapa kau heh ?, mengapa datang datang main bunuh saja , kita bisa bicara baik baik dahulu !" ...

__ADS_1


"Seandainya kalian tidak menghancurkan toko milik ku , aku dengan senang hati akan bicara baik baik , tetapi kalian sudah meluluh lantakan toko obat milik ku , maka tidak ada kemauan lain dari ku saat ini , selain melenyap kan Klan Jao dan Klan Buo dari Bumi Tiong San ini , tetapi sebelum kalian musnah semua nya , kalian harus menyaksikan bagai mana markas Klan Jao yang kalian banggakan ini rata dengan tanah hari ini !" kata Shin Liong yang sudah sangat murka itu .


"Bum !!" ...


Dengan mengarahkan tangan kosong nya kearah rumah utama Klan Jao , disertai separuh energi nya , seberkas arus energi yang sangat kuat menghantam bangunan itu , hingga hancur lebur rata dengan tanah , bersama semua penghuni nya .


Tidak ada jeritan maupun suara tangisan , karena semua penghuni nya telah tewas semua nya .


Patriak Klan dan para tetua Klan menjerit memanggil sanak keluarga mereka , namun tak ada suara apapun juga yang terdengar .


Dengan mata merah menahan kesedihan hati nya , Patriak Klan Jao menuding kearah Shin Liong , " kau ternyata lebih kejam dari pada iblis , kau biadab anak muda , seharus nya kita bisa bicara baik baik , kalau kau minta ganti rugi , akan kami berikan , asal jangan bunuh semua keluarga kami !" ...


"Apakah sebelum melakukan penghancuran toko milik ku , hal itu sudah kau pikirkan baik buruk nya ?, aku yakin tidak , kalian tidak seorang pun menyangka , jika kejahatan kalian , bisa berbalik memakan diri kalian sendiri , kalian salah orang untuk melakukan kejahatan , aku mewakili seluruh orang orang yang sudah kalian zalimi , hari ini datang menghukum dua Klan yang sudah membuat kota Tiang Lun seperti di Neraka , hari ini ku pastikan kedua Klan utama kota Tiang Lun akan musnah !" kata Shin Liong sambil bergerak sangat cepat sekali .


Meskipun rata rata tetua Klan ini memiliki kepandaian yang cukup tinggi , tetapi menghadapi Shin Liong , mereka tidak ubah nya seperti seekor luak mencoba melawan se ekor singa .


Satu persatu nyawa mereka melayang ditangan Shin Liong dan Putri Mei Yin dengan kepala yang hancur .


Hingga beberapa saat kemudian , seluruh tetua Klan dan anggota Klan , tewas semua nya ditangan Shin Liong dan Putri Mei Yin .


Gemetar badan patriak Klan Jao menyaksikan tetua Klan nya dan seluruh anggota Klan tewas semua nya .


Kegembiraan dan kepongahan nya tadi , kini berganti dengan sesal dan kesedihan yang luar biasa .


"Ha ha ha ha , aku adalah Kaisar penguasa kota Tiang Lun ini , kalian semua budak ku , maka berlutut lah di hadapan ku segera ha ha ha ha !" tawa patriak Klan Jao hingga tubuh nya terguncang guncang .


"Prak !" ...


Dengan sekali pukul , pecahlah kepala Patriak Klan Jao ditangan Putri Mei Yin yang tidak tega melihat nasip sang patriak begitu nelangsa itu .


Setelah semua Klan Jao tewas , Shin Liong mengumpulkan seluruh cincin ruang milik mereka semua nya .


Sementara peristiwa itu terjadi , beberapa pasang mata menyaksikan kemusnahan Klan terbesar di kota Tiang Lun itu .


Lalu beberapa orang itu segera melesat pergi ke bagian barat kota Tiang Lun , tepat nya kerumah kediaman Klan Buo .


Karena persaingan dalam segala hal , termasuk dalam hal kediaman , sehingga rumah kediaman Klan Buo, di sebelah barat kota ini , justru sedikit lebih besar dari pada kediaman Klan Jao , di timur kota .


Empat orang pemuda itu buru buru masuk kedalam komplek Klan Buo yang juga dikelilingi dengan tembok tinggi itu .


Di ruang tengah bangunan utama tempat Patriak Klan Buo yang bernama Buo Ke Tiauw itu , terlihat sang patriak sedang berbincang bincang dengan para tetua Klan dan para kepala pengawal .


"Ha ha ha ha !, wanita bo*oh itu baru tahu apa resiko yang harus dia terima , jika berani menentang kehendak klan Buo yang sangat berkuasa ini , kini dia menerima nasip buruk nya saja ha ha ha ha !" tawa Patriak Klan Buo ini memecah keheningan .


"Ha ha ha ha !, kau benar kakak Ke , berani menentang Klan Buo , berarti berani hancur !" kata Che Dio adik oleh Ke Tiauw , sambil tertawa lepas .


Namun kegembiraan mereka terhenti , ketika empat pemuda yang ditugaskan mengintai rumah kediaman Klan Jao datang menghadap .


"Hei !, ada apa kalian menghadap kepada ku tanpa ku panggil !" bentak Patriak Klan Buo dengan kasar .

__ADS_1


"A ampun Patriak !, kami mau melaporkan perkembangan Klan Jao tuan !" kata salah seorang dari pemuda itu .


Dengan bersemangat , Patriak Klan Buo menanggapi , " katakan !, katakan !, apa yang kalian lihat di Klan Jao itu hari ini ?" ...


"Ma,,,maaf Patriak , klan Jao sudah dihapuskan dari kota Tiang Lun ini !" kata salah seorang pemuda itu dengan terbata bata .


"Dihapus bagai mana ?, dan siapa yang sudah menghapus nya ?" tanya sang Patriak tidak mengerti .


"Dihapuskan dari muka Bumi alias di lenyap kan seluruh nya !" jawab pemuda itu .


Sang Patriak masih belum mengerti dengan maksud ucapan anak buah nya itu.


"Aku masih tidak mengerti kata kata mu , coba laporkan yang jelas !" pinta sang Patriak .


"Seluruh Klan Jao hari ini semua nya binasa di tangan pemuda pemilik toko obat yang kita hancurkan kemarin Patriak !" kata pemuda itu mengulangi kata kata nya .


"Apa ?, kau jangan main main pengawal , jangan bercanda dengan nyawa orang , itu tidak baik , tidak mungkin Klan Jao dapat di musnahkan , bukankah klan Jao memiliki dua ratus pengawal kelas atas !" hardik sang Patriak yang mengira anak buah nya ini sedang bercanda .


"Maaf Patriak , itulah kenyataan nya , bahkan sekarang , seluruh bangunan yang ada di tempat kediaman Klan Jao , tidak ada satupun yang tersisa , dan Patriak bersama seluruh anggota Klan dan orang orang nya , tewas semua nya , kini pemuda itu sedang menuju ketempat ini Patriak , lalu apa yang harus kita lakukan ?" tanya pemuda itu sambil mengulangi penjelasan nya .


Sang Patriak termenung beberapa sesaat lama nya , jantung nya tiba tiba berdetak sangat kencang .


Untuk memastikan kabar yang dia terima , dia bertanya kembali pada pemuda yang lain nya .


Tetapi jawaban nya tetap sama semua nya , bahwa Klan Jao sudah di hapuskan .


Kembali sang Patriak termenung beberapa saat lama nya .


Ruangan yang tadi nya penuh Senda gurau itu , kini sunyi seperti kuburan , tak ada seorang pun yang berani bersuara lagi .


"Apa yang harus nya kita lakukan Patriak ?" tanya pemuda tadi kembali .


"Diaaaaaam !, bisakah kau diam , aku sedang berpikir !" sahut sang Patriak sambil berteriak nyaring .


Seorang tua bongkok bertongkat kayu hitam berukir se ekor ular berjalan tertatih tatih dari ruang belakang , " bukan kah aku sudah memperingatkan kalian , agar jangan melakukan kegiatan apapun selama beberapa purnama ini , karena aku telah bermimpi jika Klan Buo kita ini musnah di lalap api berwarna biru , semula aku mengira api biru itu adalah Klan Jao , ternyata pemuda itu , lalu apa guna nya kalian menghancurkan tempat usaha orang lain heh ?, apa ?, apa ?, berulang ulang kali aku sudah mengingatkan agar kalian berusaha yang baik baik saja , karena yang kalian hidupi ini adalah Klan bukan cuma anak dan istri kalian saja , dengan susah payah ku bentuk Klan ini agar kita bisa berusaha saling bahu membahu , saling bantu dalam kebaikan , buka melakukan kejahatan seperti yang kalian lakukan selama ini !" kata leluhur Klan Buo dengan wajah sangat sedih .


Dia tahu , masa kehancuran klan nya sudah tiba , karena sesuatu hal yang sudah berada diatas itu , tidak ada lagi jalan lain selain jatuh kebawah .


"Tenanglah kak , mungkin karena pengawal Klan Jao saja yang tidak becus mempertahan kan majikan nya , rupanya selama ini kita salah sangka , mengira pengawal Klan Buo yang begitu banyak itu sangat kuat , ternyata tidak sekuat yang kita duga , tidak mungkin ada seorang manusia yang dapat membunuh dua ratus pengawal dengan begitu saja , kecuali pengawal itu sendiri yang tidak memiliki kemampuan !" kata salah seorang saudara Patriak .


Mendengar itu , wajah Patriak berseri seri , alam pikiran nya terbuka , adik nya benar , tidak mungkin seorang manusia biasa dapat mengalahkan dua ratus orang pengawal berkemampuan tinggi , betapapun tingkat kultivasi nya , kalau pun itu terjadi , berarti yang paling masuk akal adalah kemampuan pengawal nya dibawah rata rata .


Sedangkan dua ratus orang pengawal mereka ini , sudah dia akui kemampuan nya , dan terbukti sudah dapat mengalahkan beberapa orang kultivator terkenal yang mencoba coba menentang kemauan nya .


"Ah kau benar adik !, kalau benar pengawal Klan Jao itu sesuai standar kita , rasa nya mustahil bisa di kalahkan oleh seorang pemuda dengan begitu saja , ini pasti kesalahan dari rendah nya kemampuan sang pengawal mereka sendiri , kau benar adik , kalau begitu persiapkan semua pengawal di tempat tempat yang sudah di tentukan adik !" perintah sang Patriak .


Mereka segera mempersiapkan penyambutan pada Shin Liong yang akan datang menyerang .


...****************...

__ADS_1


__ADS_2