
Shin Liong Berjalan memasuki pintu kecil di samping gerbang Dusun yang lebih besar dari pintu itu .
Ternyata di balik pintu itu ada seorang laki laki tua bertubuh tinggi tegap dengan rambut , kumis , dan jenggot yang juga panjang menjuntai berwarna putih semua , tetapi laki laki kedua ini terlihat lebih berwibawa dari laki laki tua yang pertama tadi .
"Kalian ikuti saya !"kata laki laki kedua itu kepada Shin Liong .
Tanpa memberi waktu lagi , laki laki itu segera berbalik arah menuju ke sebuah jalan menuju ke Utara yang ada gerbang batu nya .
Sedangkan di kiri dan kanan mereka ada jalan yang membentuk empat sisi dusun terluar dengan sisi selatan ada dua buah rumah di kiri dan kanan jalan utama yang mengarah ke atas .
Sedangkan di sisi timur dan barat , ada masing masing tiga buah rumah , sedangkan di sisi Utara ada empat buah rumah yang kesemua nya , menghadap ke tengah Dusun .
Sama seperti gerbang pertama tadi , gerbang kedua ini juga ada tembok batu yang berjejer mengelilingi dusun itu .
Sebelum memasuki gerbang kedua ini , mereka menaiki beberapa anak tangga batu terlebih dahulu .
Di sebelah dalam gerbang kedua itu ada persimpangan jalan ke kiri dan ke kanan membentuk empat sisi , yang masing masing sisi terdapat dua buah bangunan rumah .
Mereka terus melangkah kearah Utara menuju tengah tengah Dusun itu .
Namun sebelum melewati gerbang ketiga , mereka harus menaiki beberapa anak tangga dahulu .
Di balik gerbang ke tiga ini terdapat sebuah lapangan yang tidak terlalu besar , hanya sekitar dua puluh depa persegi.
Di sisi Utara lapangan itu , ada sebuah bangunan besar yang sederhana , dan di sisi kiri nya ada sebuah Bio atau Kuil kecil berdiri sejajar dengan rumah itu .
Di teras depan rumah itu berdiri seorang laki laki paro baya berpenampilan biasa namun terlihat sangat berwibawa sekali .
Dan di sebelah kanan nya berdiri seorang Tosu (pertapa) yang sangat tua tetapi masih terlihat sangat gagah sekali .
"Selamat datang Kong Thai Sian , di tempat kami yang sederhana ini !" kata laki laki tua berwajah sangat berwibawa itu kepada Shin Liong dengan ramah nya .
Mendengar laki laki tua itu memanggil tamu mereka dengan panggilan Kong Thai Sian ( Dewata Muda) , kedua orang tua yang mengantarkan Shin Liong itu menjadi terbengong bengong .
"Perkenalkan nama saya Liu Xiong Bu , generasi ke enam semenjak dinasti Liu ditumbangkan , dan negeri kami di porak poranda kan oleh prahara tak berkesudahan ini , yang berarti juga sudah enam generasi dinasti Liu di negeri ini yang mengalami masa kehancuran !" kata laki laki paro baya yang terlihat sangat berwibawa sekali itu dengan nada sedih .
Liu Xiong Bu bukanlah Kaisar , tetapi dia generasi ke enam dari Kaisar terakhir dinasti Liu yang semenjak huru hara pendudukan negeri Liu , pergi mengungsi ke tengah hutan Kaitung di kaki bukit Kaitung .
Pangeran Liu Xiong Bu mempersilahkan Shin Liong dan kedua orang istri nya untuk masuk kedalam rumah besar itu .
__ADS_1
Di ruang tengah yang tidak terlalu luas , mereka duduk di atas tikar sederhana .
"Mohon maaf bila penyambutan kami tidak sepantas nya Kong Thai Sian , maklumlah kami harus bersembunyi dari orang orang yang bermaksud mencari dan ingin membunuh kami !" kata Tuan Xiong Bu .
"Maaf tuan !, saya masih belum mengerti Tuan ini siapa ?, dan ada hubungan apa dengan saya !" kata Shin Liong bingung .
"Begini Kong Thai Sian Shin Liong !, beliau ini pangeran Liu Xiong Bu , pangeran generasi ke enam dari Kaisar Liu Song Shen yang tewas sewaktu terjadi huru hara dan kekacauan di seluruh Benua ini , leluhur sang pangeran dan leluhur kami , mengungsi ke tempat ini , untuk menghindari kejaran para pengacau yang mencari semua keturunan sang kaisar untuk di bunuh !" kata seorang laki laki tua berpenampilan sangat sederhana , tetapi sangat berwibawa .
"Lalu apa hubungan nya dengan kami yang mulia ?" tanya Shin Liong masih tidak mengerti .
"Begini tuan Kong Thai Sian Shin Liong Dahulu kala saat kekacauan di dunia Batara ini sudah mencapai titik puncak nya , dimana sudah tidak ada satupun negeri ataupun pemimpin negeri yang tersisa , datanglah beberapa orang Dewa ke dunia ini , tetapi ternyata Dewa itu pun tidak sanggup mengatasi nya , bahkan mereka tidak sempat pulang , karena keburu di bunuh oleh para penjahat di dunia ini , hingga datang seorang Dewata tua menyerahkan lembaran ramalan yang di tulis nya diatas kulit kijang ini , dalam lembaran suci itu tertulis , dimasa generasi ketujuh lahir , akan datang seorang Kong Thai Sian bersama dua orang istri nya dari Bangsa Bidadari ke dunia Batara ini , dan mereka akan membawa tatanan Dunia ini kembali kepada tatanan semula dan mengembalikan kejayaan Dinasti Liu kembali , kini generasi ke tujuh dari dinasti Liu sudah berusia delapan belas tahun , dan selama itu pula kami menantikan kedatangan Kong Thai Sian Shin Liong di tempat ini !" kata Tosu tua yang duduk di samping pangeran Xiong Bu itu sambil menyerahkan lembaran kulit kijang yang berisi ramalan dari Dewata tua yang pernah datang ke tempat ini .
"Apakah kakek pernah kesini kak ?" tanya Dewi Xuan Yi kepada sang suami .
"Ya , dan kakek lah yang menyegel dunia Batara ini sehingga para penjahat di dunia ini tidak bisa keluar ke dunia lain !" jawab Shin Liong .
"Berarti lembaran ini benar , peninggalan dari kakek ya kak ?" tanya Dewi Ying Fa .
"Seperti nya iya Dewi !" jawab Shin Liong .
"Berarti sudah enam generasi kehidupan manusia , dunia ini tidak memiliki tatanan kehidupan selayak nya manusia beradab ?" tanya Shin Liong .
"Iya Tuan , Dunia tanpa tatanan dan aturan , siapa yang kuat akan di hormati , harta benda cuma milik orang orang yang berkuasa saja , milik mu adalah milik ku , bahkan istri mu adalah istri ku , itulah yang terjadi selama ini Tuan , kami sedih , hati kami menjerit melihat kenyataan yang terjadi di depan batang hidung kami sendiri , tanpa bisa kami bertindak apapun juga !" jawab pangeran Xiong Bu dengan sedih sekali , hingga air mata nya pun menetes keluar .
"Tentu saja kami siap sedia berjuang bersama sama , dan dengan bantuan dari Kong Thai Sian sendiri , kami yakin kita bisa mengembalikan tatanan dunia ini seperti semula !" kata sang pangeran dengan berjuta pengharapan .
Memang selama ini setiap wilayah memiliki penguasa nya sendiri sendiri , sehingga setiap saat terjadi perebutan wilayah maupun perluasan tapal batas yang mengakibatkan pertumpahan darah terus terjadi .
Yang lebih parah nya lagi adalah , setiap ada yang mencoba merubah tatanan yang tidak karuan ini , selalu saja ada orang orang berkepandaian tinggi yang ikut campur seolah senang dengan carut marut kehidupan belakangan ini , mereka adalah empat Datuk utama Tanah Betara yang memliki tingkat kesaktian diatas rata rata semua orang di Dunia Betara ini .
Bahkan mereka telah membunuh beberapa orang Dewa yang di utus langit ke Dunia Betara ini .
Mereka ini pula lah yang mengejar serta membasmi semua keturunan Kaisar penguasa Benua ini dahulu nya .
"Lalu , selama enam atau tujuh generasi , cuma ini kah orang orang dari pihak Kaisar terdahulu ?" tanya Shin Liong lagi .
"Tentu saja tidak Tuan , Dusun ini tidak di tempati oleh anak cucu keturunan dari Kaisar terdahulu , kecuali para tetua nya saja , sedang kan di luar dari itu , mereka menyebar di berbagai tempat , menyamar sebagai penduduk biasa dan mengganti She mereka agar tidak di ketahui , hal ini Disamping untuk keselamatan mereka , juga untuk memantau keadaan di luar tuan " jawab pangeran Xiong Bu .
Malam itu Shin Liong dan kedua orang istri nya menginap di tempat kediaman pangeran Xiong Bu , dan berbincang bincang hingga pagi hari tiba .
__ADS_1
Pangeran Xiong Bu , menceritakan semua tentang hal ihwal Dunia Betara ini dengan rinci , kepada Shin Liong , betapa kehidupan mereka setiap saat terancam dalam bahaya , karena di kejar kejar oleh orang orang jahat untuk di bunuh , karena berdasarkan ramalan , keturunan Kaisar yang sah , kelak akan bangkit mengembalikan tatanan dunia ini ke tatanan semula .
Ke esokan hari nya , setelah berpamitan , Shin Liong dan kedua orang istri nya melanjutkan perjalanan nya kembali .
Sebagai petunjuk jalan , seorang gadis cantik berkepandaian tinggi bernama Pek Mo li di utus sang pangeran menyertai perjalanan mereka .
Tujuan perjalanan mereka adalah kota Guzian , kota dimana orang orang Dusun Kaitung banyak berdiam di situ dengan merubah identitas mereka .
Perjalanan mereka ke kota Guzian memakan waktu empat hari perjalanan berkuda melewati hutan rimba yang lebat .
Pada hari yang kedua , mereka singgah di desa Lok Pau , sebuah desa yang cukup besar hampir mirip kota kecil .
Desa Lok Pau ini tidak berada di perlintasan jalan utama , tetapi menyimpang kearah selatan sejauh setengah hari perjalanan .
Mereka singgah ke Desa ini , karena melihat ada beberapa orang yang menyimpang kearah desa itu .
Ternyata di Desa ini sudah berdatangan beberapa orang dari berbagai tempat .
Shin Liong dan kedua istrinya serta Pek Mo li menginap di sebuah penginapan sederhana yang ada di Desa itu .
Karena semua kamar di penginapan itu sudah penuh , yang tersisa cuma kamar itu satu satu nya , terpaksa mereka berempat tidur dalam satu kamar saja .
Dengan pendengaran nya yang sangat peka itu , Shin Liong bisa mendengarkan percakapan orang di sebelah kamar yang mereka tempati itu .
"Tuan Keng Ong !, benarkah di Desa ini akan diadakan pertemuan rahasia empat penguasa kota itu ?" tanya seorang laki laki kepada teman nya .
"Seperti yang di katakan oleh para leluhur , memang seperti itu Tuan Cuan Lie !" jawab suara yang lain nya .
"Lalu apa tugas kita Tuan Keng Ong ?" tanya orang yang bernama Cuan Lie itu lagi .
"Menurut leluhur , kita harus membunuh semua orang yang terlibat dengan pertemuan rahasia itu Tuan Cuan Lie !" jawab laki laki bernama Keng Ong itu .
"Memang nya ada apa dengan mereka sehingga harus di lenyapkan dari muka Bumi ini?" tanya laki laki bernama Cuan Lie itu lagi .
"Menurut keterangan dari leluhur , penguasa empat kota itu ingin membangkitkan kembali keKaisaran yang telah lama hilang dari Bumi ini , dan itu tidak boleh terjadi !" jawab laki laki bernama Keng Ong itu .
"Saya tidak pernah mengerti , kenapa para leluhur lebih senang hidup tanpa pemimpin seperti sekarang ini ya ?" kata laki laki bernama Cuan Lie itu lagi .
"Aku tidak tahu , dan tidak ingin tahu tentang itu , yang aku tahu adalah , sekarang ini hidup tanpa aturan itu jauh lebih enak , apa saja yang kita kehendaki , bisa kita miliki , asal saja punya kekuatan dan kesaktian !" jawab laki laki bernama Keng Ong itu lagi .
__ADS_1
Meskipun yang lain nya tidak mendengar pembicaraan kedua laki laki di sebelah kamar mereka itu , tetapi bagi Shin Liong terdengar sangat jelas sekali .
...****************...