Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Kemurkaan Dewa Naga Emas Sejati .


__ADS_3

Beberapa waktu berlalu , namun belum ada perkembangan yang berarti pada pemuda itu , bahkan nafas nya pun kini mulai tersengal sengal dan kesadaran nya mulai menurun .


Dara cantik itu berdiri menatap kearah pemuda teman nya tadi , " kakak Lang , bagai mana ini , obat nya tidak berfungsi apa apa ?" tanya nya .


sang pemuda mengangkat bahu nya beberapa kali , " adik Ye , mana aku tahu , masalah obat obatan saja aku tidak mengerti !" ...


Wajah dara cantik itu terlihat mulai panik melihat pemuda pasien nya itu semakin bertambah parah .


"Maaf Siocia (nona muda) , bolehkah saya melihat keadaan pemuda itu ?" tanya Shin Liong yang kebetulan tertarik melihat kerumunan orang orang .


Pemuda bernama Bai Lang itu menatap kearah Shin Liong dengan tatapan tidak senang nya , " hei !, kau menyingkirlah , Siocia mu saja tidak berhasil mengobati nya , apalagi pemuda Dusun seperti mu ini , minggir , minggir jauh jauh jangan ikut memadati tempat ini !" ...


"Maaf kalau begitu Siocia , umur pemuda ini tinggal seperempat pembakaran Batang hio saja lagi , saya minta maaf !" ujar Shin Liong sambil memutar tubuh nya berjalan kearah Dewi Teratai putih berdiri agak jauh dari tempat itu .


"Tunggu !, tunggu sebentar Kong Cu , bisakah Kong Cu mengobati pemuda ini ?, kalau bisa , tolonglah Kong Cu , karena nama dan reputasi toko obat kami sedang dipertaruhkan , bila saja pemuda ini sampai tewas di depan toko kami , maka selesai sudah toko kami ini , akan segera tutup !" ujar dara cantik itu dengan suara memelas .


"Tapi adik Ye , kita tidak mengenal nya , bagai mana kalau ....!" ucap Bai Lang tidak setuju , namun mulut nya di tutup oleh Hong Ye dengan tangan nya .


Shin Liong segera menghampiri pemuda itu , dan memeriksa denyut nadi pemuda itu .


"Derak jantung nya sudah sangat cepat dan agak lemah , mungkin sebentar lagi selesai kak !" ucap Mei Yin pada Shin Liong .


"Ya meme !, ayo kita keluarkan darah beku nya yang menyumbat pembuluh darah nya !" kata Shin Liong .


Putri Mei Yin segera mengeluarkan pisau kecil milik nya , lalu menyerahkan nya kepada Shin Liong , sementara dia sendiri meraba dibawah lipatan kaki pemuda itu .


"Di sini tempat nya kak !" ucap Mei Yin sambil menekan jari telunjuk nya pada bawah lipatan kaki pemuda itu .


Tanpa basa basi lagi , Shin Liong segera melukai kakak pemuda itu , tepat di bagian yang tadi ditunjukan oleh Mei Yin .


Sebuah luka menganga cukup besar terlihat di bagian bawah lipatan kaki pemuda itu , namun tidak ada darah setetes pun juga .


Mei Yin segera memijat kaki pemuda itu , mulai dari pangkal paha nya , sementara itu , Shin Liong mengerahkan hawa sakti nya kedalam tubuh pemuda itu , untuk mendesak darah beku agar keluar lewat luka yang dia buat tadi .


Beberapa saat , darah beku mirip seperti cacing , keluar dari luka yang di buat Shin Liong tadi .


Hingga beberapa saat darah beku tadi terus keluar lewat luka yang dibuat oleh Shin Liong , hingga akhirnya berubah menjadi cairan merah biasa .


Mei Yin segera menghentikan pijatan nya , lalu menaburkan bubuk putih ke atas luka tadi , dan membalut nya .


Sedangkan Shin Liong segera memasukan sebutir pil kecil kedalam mulut pemuda itu , lalu menepuk tengkuk nya , hingga pil itu masuk kedalam perut pemuda itu .


Kini setelah semua darah beku dikeluarkan dari tubuh nya , kaki pemuda tadi tidak lagi berwarna biru , meskipun masih bengkak dan nafas nya pun mulai normal kembali .

__ADS_1


Setelah beberapa saat lama nya , pemuda itu mulai membuka mata nya dan menatap kesekeliling nya .


"Di dimana saya ini ?" tanya pemuda itu .


"Kau berada di depan toko kami , kau terkena gigitan ular kobra !" jawab Hong Ye .


"Oh iya baru saya ingat , tadi saya di gigit ular di semak semak agak jauh dari sini , lalu saya berlari ke tempat ini , karena saya ingat cuma disini toko obat terdekat , terimakasih atas bantuan kalian semua , berapa saya harus membayar nya ?" tanya pemuda itu .


"Tidak usah berterimakasih kepada kami , mereka berdua lah yang menyembuhkan kau !" kata Hong Ye .


Pemuda itu melihat kearah Shin Liong dan Mei Yin, lalu menjura dihadapan mereka , "saya Gak Yu Ciang berhutang nyawa kepada Kong Cu dan Siocia berdua , sepanjang hidup saya , saya akan mengingat Budi baik Kong Cu dan Siocia berdua , siapakah Kuncu (orang orang budiman )berdua , agar bisa saya kenang selama hidup saya !" kata pemuda itu .


"Kami orang biasa yang kebetulan mengerti sedikit cara mengobati orang yang terkena gigitan ular , nama saya Shin Liong , dan ini Mei Yin istri saya !" kata Shin Liong sambil menjura dan berpaling ingin kembali ke tempat Dewi Teratai putih berdiri .


"Tunggu Kong Cu !, tunggulah sebentar , sudilah kong Cu berdua mampir ke toko kami , kebetulan ibu ada di situ !" kata Hong Ye mengundang Shin Liong agar mampir sebentar di toko mereka .


Shin Liong menatap kearah Mei Yin beberapa saat , dan wanita cantik itu menganggukkan kepala nya .


Shin Liong melambai kearah Dewi Teratai putih , meminta agar dia mengikuti mereka mampir kedalam toko Xue itu .


Meskipun toko ini terlihat besar , tetapi barang yang dijual tidak lagi banyak .


Seorang wanita cantik berusia sebaya dengan Dewi Chang 'e muncul dari bilik dalam .


"Kalian bersama siapa Ye er ?" tanya wanita itu .


Wajah nya yang mirip sang ibu nya sendiri , namun beda nya wanita ini tidak bermata biru itu mengingatkan nya pada seseorang yang sangat dia rindukan .


"Xiu Ji !, kau Xiu ji kan ?" tanya Shin Liong dengan suara bergetar .


Wanita cantik itu menatap kearah pemuda yang memanggil nya dengan panggilan Xiu Ji itu .


Panggilan khas itu mengingatkan nya pada seseorang yang paling dia sayangi di masa lalu .


"Kau kau siapa nak ?" tanya nya .


Shin Liong segera bersimpuh sambil memeluk kaki wanita cantik itu , "Xiu Ji , saya Bao kecil putra mu dulu Xiu Ji , apakah Xiu Ji sudah melupakan aku ?"tanya Shin Liong sambil terus memeluk kaki wanita itu .


"Apa ?, kau kau Bao kecil ku dulu ?, Oh Bao kecil ku , Bao kecil ku telah kembali , Kini kau telah menjadi pemuda yang sangat tampan Bao kecil , aji saja sampai tidak mengenal mu !" kata Xiu Ji sambil memeluk dan mencium Shin Liong , air mata nya pun tidak lagi terbendung kan .


"Xiu Ji , terimakasih atas jasa dan kasih sayang Xiu Ji , andai saja tidak ada Xiu Ji , mungkin Shin Liong juga tidak ada di Dunia ini , terimakasih Xiu Ji , Shin Liong sayang sama Xiu Ji !" ucap Shin Liong sambil memeluk wanita yang sangat di rindukan nya itu .


"Putra ku , kini kau telah tumbuh menjadi pemuda yang gagah dan tampan , tidak akan ada lagi orang yang akan menghina mu nak , cukup air mata untuk masa lalu , aji selalu berdoa untuk keselamatan mu nak , aji bangga memiliki putra segagah diri mu !" kata Xiu Ji dengan sangat terharu .

__ADS_1


Hong Ye dan Bai Lang cuma terbengong bengong melihat kejadian itu .


"Bu , siapa dia Bu ?, ibu mengenal nya ?" tanya Hong Ye .


"Dia Bao kecil yang sering ibu ceritakan dahulu itu , putra dari kakak ku Xue Bao Yu yang meninggal sewaktu melahirkan dia !" jawab Xiu Fan .


"Ooh Jadi ini anak pembawa sial dahulu itu ?, hebat sekali kau bisa berubah setampan ini , sungguh topeng yang hebat , nyaris sempurna !" ucap pemuda Bai Lang tiba tiba .


"Topeng ?, kau bilang topeng ?, topeng apa ?, kau kira suami ku memakai topeng ?, bagai mana bila kulit wajah mu yang ku koyak untuk aku buat topeng ?" Dewi Teratai putih yang sedari tadi diam saja , tiba tiba ikut bicara dengan keras nya .


"Apaa?, kau istri nya tidak tahu jika suami mu itu menggunakan topeng ?, dulu wajah nya cacat seperti kadal , kata ayah ku , ibu nya berselingkuh dengan siluman kadal sehingga putra nya lahir seperti kadal !" kata Bai Lang lagi .


Dia tidak suka melihat Dewi Teratai putih dan putri Mei Yin yang sangat cantik itu ternyata istri dari Shin Liong , sehingga dia dengan berbagai cara , mencoba mempermalukan Shin Liong dihadapan kedua istri nya .


"Plak !" ...


Terdengar suara telapak tangan Shin Liong menampar mulut Bai Lang , sehingga enam buah gigi depan nya tanggal .


"Andaikan aku saja yang kau hina , aku tidak mengapa , dan bisa menahan diri , tetapi jangan ibu ku , aku bisa saja memusnahkan seluruh keluarga dan keturunan Xue yang berada diatas Dunia ini , tidak perduli mereka itu kerabat ku sendiri bila nama ibu ku kau hina , sekali lagi kau menghina ibu ku , kupastikan besok hari ayah dan ibu mu , serta semua saudara mu bakal berpindah ke alam kubur , camkan itu baik baik , aku Shin Liong putra dari Bao Yu atau Dewi Chang 'e , tidak akan membiarkan siapapun menghina ibu ku , meskipun dia Dewa sekalipun akan ku bunuh bila berani menghina nama ibu ku !" gema suara Shin Liong bergaung , hingga genteng berguguran karena getaran nya .


Suara Shin Liong seakan menusuk kedalam jantung Bai Lang , sehingga pemuda itu menggigil gemetaran , lalu tersungkur kelantai , memuntahkan segumpal darah .


Xiu Ji segera memeluk tubuh Shin Liong yang sangat murka itu , "Bao kecil ku , Bao kecil ku , tahan amarah mu nak , aji tahu kau kini bukan manusia biasa , gunung Tiang Lun saja dapat kau cabut bila kau menghendaki nya , tetapi demi aji , aji mohon redakan amarah mu nak !" tangis wanita cantik itu pecah , dan badan nya menggigil melihat mata Shin Liong yang mulai berubah putih perak dengan pupil mata berwarna kuning emas .


Kini bangunan toko dan beberapa bangunan disekitar nya pun turut berguncang seperti terkena gempa Bumi.


Suara jerit dan tangisan mulai ramai terdengar dari orang orang yang berlarian keluar dari toko mereka .


melihat hal itu , Xiu Fan segera bersimpuh didepan Dewi Teratai putih , memohon agar Dewi itu meredakan kemarahan Shin Liong .


"Mengingat tajam nya kata kata keponakan aji ini , aku enggan melakukan nya , aku ingin kota ini hancur sekalian , tetapi bila mengingat jasa aji pada suami ku sewaktu dia kecil , nyawa ku pun rasanya belum sepadan untuk membalas nya !" ucap Dewi Teratai putih sambil melangkah mendekati Shin Liong yang mulai murka itu .


perlahan dipeluk nya tubuh laki laki kesayangan nya itu dari belakang , sambil mulut nya berbisik di telinga Shin Liong .


"Sudahlah kakak , sudahi kemarahan mu ini , kasihan aji ketakutan , sabar kan hati mu kak , ingat , kami semua menyayangi kakak !" bisik Dewi Teratai putih di telinga Shin Liong .


Bisikan orang orang yang paling disayangi nya itu , memang manjur mereda kan kemarahan sang Dewa Naga emas sejati ini .


Mata nya yang tadi bercahaya putih perak , kini mulai meredup dan kembali seperti semula .


Sedangkan goncangan yang tadi sempat menggoyangkan Bumi dalam beberapa saat itu , kini sudah tidak lagi terasa .


Pemuda Bai Lang meringkuk di sudut ruangan dengan wajah yang pucat pasi itu , tidak lagi sadar jika celana nya telah basah semua .

__ADS_1


...****************...


"Meskipun sebesar butiran gandum , kebaikan akan tetap bermanfaat ".


__ADS_2