Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Perjalanan Ke Kota Li Cuan .


__ADS_3

"Bu !, aku ingin adik Mei Yin bersama ku di Istana Kristal milik ku !" kata Dewi Xuan Yi saat mereka makan malam , malam hari nya .


"Tidak !, tidak !, ibu tidak ijinkan seorang pun anak ibu yang jauh dari ibu , ibu ada untuk kalian , lalu apa guna nya ibu ada , bila kalian berniat menjauh dari ibu !" kata Dewi Chang 'e .


Dewi Xuan Yi bangkit berdiri , lalu memeluk wanita cantik itu dari belakang , "maafkan Yi ya Bu , kalau ibu tidak boleh kan , Yi tidak akan memaksa , Yi akan menurut kehendak ibu saja !" ...


"Dan kau juga salah satu putri ibu , tinggallah disini , ibu tahu apa yang kalian sembunyikan di hati kalian masing masing , cepatlah resmikan dihadapan para Dewa agar kalian tidak terkena kutukan , Istana ini begitu besar , bila cuma di isi beberapa orang saja , kita sama saja dengan tinggal di hutan !" sahut Dewi Chang 'e sambil tersenyum ramah .


Mei Yin sangat bahagia sekali mendapatkan keluarga baru nya , setelah bertahun tahun hidup sendirian , tanpa mengenal manusia lain .


"Lalu bagai mana dengan mu Nuwa ?" tanya Dewi Chang 'e .


Dewi Teratai putih Menundukkan kepala nya , " Nuwa sangat ingin tinggal disini bersama ibu , tetapi Nuwa dan A Yong memiliki kewajiban untuk membesarkan nama Teratai putih Bu , maafkan Nuwa ya Bu , tetapi Nuwa berjanji akan sesering mungkin mengunjungi ibu di sini !" ...


"Ya ya kau benar Nuwa , kau punya kewajiban pada murid murid teratai putih , pimpin mereka baik baik , jadikan sebuah perkumpulan yang membela kebenaran serta memerangi kejahatan !" pesan Dewi Chang 'e .


Malam itu pula Dewi Chang 'e meresmikan Shin Liong dan Putri Mei Yin menjadi suami istri yang di pimpin oleh Dewata San Qin langsung .


Pada kesempatan itu pula , Dewata San Qin menyampaikan bahwa ingatan dari Dewi Xuan Yi akan pulih sepenuh nya , asal mau bertapa di istana kristal selama tiga musim lama nya .


Karena untuk mendapatkan Pho Tha Cu ( mustika buah keramat) di makam pendeta Khao tha Ma di Dunia Ceng Giok (Kemala Hijau) itu , ingatan dari Dewi Xuan Yi harus di pulihkan seutuh nya terlebih dahulu , karena pada waktu dahulu kala , cuma Dewi Xuan Yi (Xuyi Sian Li) lah yang pernah ke Dunia itu .


Demi sang suami nya itu , Dewi Xuan Yi menyanggupi untuk bersemedi selama tiga musim(tiga tahun) di istana Kristal milik nya .


Akhirnya Shin Liong memutuskan untuk mengantarkan Dewi Teratai putih dan A Yong serta Arwanwen dan Dewi Li lian ke lembah teratai bersama Mei Yin saja , karena Dewi Ying Fa harus menemani putri Hong Yi di istana ini yang mereka namakan Istana Naga itu .


Shin Liong tidak lagi lewat lorong goa untuk kembali ke perguruan Rajawali emas , tetapi dengan mempergunakan dimensi ruang waktu , mereka muncul langsung tidak jauh dari gerbang perguruan Rajawali emas .


Perguruan ini masih tetap seperti dulu , tidak banyak yang berubah .


Yang paling heboh adalah Arwanwen yang bertemu kembali dengan saudara seperguruan nya , putri dari guru nya itu , karena dahulu dia cuma sesekali saja bertemu dengan Mei Yin , maklum saat itu dia sudah berumah tangga dengan Dewi Li lian dan memiliki putri cantik Dewi Nuwa Wei pula .


Malam itu Shin Liong mengunjungi kakek Po peng dan nenek A Ning di belakang perguruan itu .


Kedua orang tua itu menangis melihat Shin Liong sekarang , mereka ingat masa dahulu , di mana Shin Liong selalu jadi bahan ejekan dan hinaan orang orang .


Namun sekarang , ejekan seperti berbalik kembali pada pemilik nya , karena Shin Liong sudah menjadi seorang laki laki yang sukses menjadi seorang kultivator sekaligus suami yang di cintai para istri nya serta ayah yang baik .


Shin Liong tidak lupa memberikan satu botol pil Dewa kualitas bintang sembilan yang berisi seratus butir pil kepada leluhur perguruan Rajawali emas sebagai tanda bakti nya , pernah belajar di tempat itu , meskipun tidak lama .


Pada ke esokan hari nya , dengan mempergunakan dua buah kereta kuda , mereka kembali ke kota Tao , untuk seterusnya berlanjut ke barat menuju kota Li Cuan .


Kali ini Dewi Teratai putih satu kereta dengan putri Mei Yin dengan kusir Shin Liong .


Sepanjang perjalanan nya , Shin Liong bertemu beberapa pemburu , namun tidak ada satupun yang tahu keberadaan teman teman nya dahulu .


setelah berhari hari di jalan , akhirnya mereka tiba juga di kota Tao .


Putri Mei Yin yang tidak pernah melihat keramaian manusia banyak , menjadi heran dan takjub melihat banyaknya manusia berlalu lalang dengan urusan mereka sendiri sendiri seakan tiada habis nya .

__ADS_1


Karena hari tidak belum terlalu sore , Shin Liong mengajak keluarga nya untuk berkeliling di kota Tao ini .


Di pusat keramaian kota Tao , terlihat sebuah toko obat yang masih belum tutup .


Seorang gadis cantik sedang berjalan keluar toko untuk menutup toko nya .


Melihat gadis cantik itu , Shin Liong berhenti , dan turun dari kereta nya , berjalan menghampiri wanita itu .


"Shi Er !, kau bekerja disini kah ?" tanya nya .


Shi Er terkejut , "eh kau Shin Liong ?, , iya aku kerja disini , ayah menyuruh aku mengelola toko obat ini , kebetulan toko ini milik ayah ku , kasihan Yi Hua ya Shin Liong !" ....


Shin Liong Menundukkan kepala nya , hati nya sedih bila ingat gadis cantik itu , cinta nya bertaut diujung maut nya .


"Aku akan selalu mengenang nya Shi Er , dia menempati ruang tersendiri didalam hati ku , dahulu dia salah satu gadis yang selalu berusaha ku hindari , karena sering nya aku disakiti , tetapi kini aku tahu apa yang ada di dalam hati nya yang paling dalam , aku tidak membenci nya Shi Er , aku justru selalu mengenang nya , kita bertiga sejati nya adalah saudara Shi Er , tetapi nasip membawa ku terbuang dari keluarga dan sanak famili kita " ujar Shin Liong dengan wajah sedih .


Shi Er memegang tangan Shin Liong , "sudahlah Shin Liong , kejadian yang membuat hati kita terluka sebaik nya jangan kita pupuk di dalam hati kita !" ....


Shin Liong tersenyum mendengar perkataan dari gadis cantik ini .


"Oh iya Shi Er !, bagai mana perkembangan toko mu ini ?" tanya Shin Liong sambil berjalan mengikuti Shi Er dari belakang , sedangkan Dewi Teratai putih dan putri Mei Yin berjalan Disamping nya , dan A Yong duduk di kereta bersama kakek dan nenek nya .


"Ah seperti inilah Shin Liong , kita kalah bersaing dengan toko toko obat yang lain nya , kita menjual obat paling yang bintang empat atau lima , sementara toko lain menjual obat bintang enam dan tujuh , untuk bisa bertahan , terpaksa harga obat yang kita turun kan !" jawab Shi Er agak sedih .


"Shi Er !, maukah kau ku pasok obat obatan buatan ku , semoga dengan itu , toko mu bisa bersaing dengan toko toko yang lain !" kata Shin Liong .


"Mau mau mau Shin Liong , tetapi untuk pertama kali ini , sebagian nya aku utang dulu ya ?" ucap nya .


Shin Liong mengeluarkan beberapa botol pil aneka macam jenis nya dari cincin ruang nya .


" untuk pertama kali nya ini , kau dapat cuma cuma saja Shi Er , nanti baru kau bayar harga nya !" kata Shin Liong .


Shi Er takjub luar biasa melihat berbagai macam obat dan pil yang di keluarkan oleh Shin Liong itu .


Ada pil Dewa bintang sembilan yang super langka itu , ada pil untuk luka dalam , ada pil anti racun , ada obat sakit berbagai macam penyakit yang kesemua nya itu berkualitas bintang sembilan .


Putri Mei Yin juga mengeluarkan beberapa pil dan obat herbal yang sangat langka yang sudah hampir ratusan tahun tidak lagi ditemukan dipasaran karena pembuat dan bahan nya yang susah dicari .


Kesemua nya berkualitas bintang sembilan.


"ini semua kau buat sendiri Shin Liong ?" tanya Shi Er.


"Tidak juga , bila ada yang bertanya , bilang obat dan pil ini dibuat oleh Yok Sian !" jawab Shin Liong .


Yok Sian( Dewi obat) nama yang baru di dengar orang di seantero benua ini .


"Haah ?, Yok Sian ?" tanya Shi Er. .


"Ya , dialah Yok Sian itu , dia putri tunggal dari Sian Wu !" jawab Shin Liong sambil memperkenalkan Mei Yin istri nya kepada Shi Er .

__ADS_1


Setelah berbincang bincang beberapa lama nya , Shin Liong pun mohon diri untuk mencari rumah penginapan .


Malam berjalan sebagai mana biasa nya , membuai segenap mahluk untuk mengarungi Dunia mimpi nya masing masing .


Pada ke esokan hari nya , setelah sarapan dan mempersiapkan bekal untuk di jalan , Shin Liong berangkat


Perjalanan ke kota Li Cuan cukup jauh , lebih jauh tiga kali lipat dibandingkan perjalanan dari kota Tao ke kota Sian Tao sendiri .


Setelah melewati waktu panjang yang sangat melelahkan , akhir nya pada satu siang , mereka memasuki gerbang kota Li Cuan .


Kota Li Cuan ini sendiri berada di wilayah propinsi Han .


Meskipun tidak sebesar kota Tao , tetapi cukup ramai penduduk nya , karena berdekatan dengan kota Tiang Lun .


Disebuah Jalan kota , dekat dengan alun alun , sebuah toko obat cukup besar namun sepi pembeli berdiri .


Dari papan nama di depan toko itu , tertulis "Toko obat Xue " ... Yang berarti toko obat ini milik keluarga Xue .


Dahulu , keluarga Xue ini termasuk dalam sepuluh orang terkaya di kota Li Cuan dan Tiang Lun , saat toko ini dikelola oleh putri tertua keluarga Xue yaitu Xue Bao Yu ibunda dari Shin Liong .


setelah Xue Bao Yu wafat , toko ini sempat dikelola oleh Xue Xiu Fan adik nya , namun ketika Xiu Fan menikah dengan pemuda asal kota Tiang Lun , dan pindah ke kota itu , toko ini dikelola oleh Oei Niu Ni atau akrab dipanggil Oei Tanio (nyonya besar Oei) , toko ini mulai merosot dan turun pamor nya , serta kalah bersaing .


Ketika Oei Tanio mulai sakit sakitan , sementara putra nya Xue Bian Ho sibuk dalam bisnis hasil Bumi , Xue Xiu Fan yang merasa punya kewajiban membesarkan toko peninggalan mendiang sang kakak Xiu Bao Yu , berpindah dari kota Tiang Lun ke kota Li Cuan untuk mengelola toko mereka bersama sang putri nya Fang Hong Ye .


Sang suami hanya sesekali datang ke kota Li Cuan untuk sekedar menjenguk anak istri nya .


Sore itu di alun-alun kota Li Cuan , terjadi satu kegemparan , karena seorang pemuda di gigit ular kobra yang cukup besar .


Kaki pemuda itu mulai membiru karena racun ular kobra itu .


Seorang gadis cantik seusia A Yong dan seorang pemuda lebih tua dari Shin Liong buru buru datang ketempat itu dengan membawa semacam obat penawar racun ular .


Dara cantik itu segera menyibak orang orang agar menyingkir jauh jauh dari pemuda itu .


"Menyingkir , menyingkir , dari tempat ini , kami akan menolong pemuda ini !" teriak sang gadis sambil terus menyingkirkan orang orang .


Orang orang pun menyingkir agak jauh dari pemuda yang terbaring diatas rumput itu .


"Kakak Lang !, cepat buka kaki bagian kanan pemuda itu kak !" kata dara cantik itu kepada pemuda teman nya .


Pemuda bernama Bai Lang itu segera menyingkap celana pemuda itu keatas , dan terlihatlah kaki nya yang membengkak besar berwarna biru itu .


Dara itu memasukan sebutir pil kedalam mulut pemuda itu , lalu menyuruh nya menelan pil itu .


Beberapa waktu berlalu , belum ada perkembangan apapun dari pemuda itu , bahkan kini nafas nya mulai tersengal sengal dan kesadaran nya pun mulai menurun .


...****************...


"Mutiara yang paling indah dalam kehidupan adalah , bermanfaat bagi orang lain , sekecil apa pun itu ".

__ADS_1


__ADS_2