Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Kaisar Chu .


__ADS_3

Hari belumlah terlalu sore , ketika sepasang muda mudi berjalan memasuki sebuah rumah makan yang bersambung dengan rumah penginapan .


Baru saja sepasang muda mudi itu memasuki rumah makan itu , mereka di panggil oleh seseorang dari sebuah meja makan .


"Hua er !, Hua er !, kesini lah !" teriak seorang wanita dari sebuah meja sambil melambaikan tangan nya .


Gadis cantik jelita itu menengok kearah suara memanggil nya , ternyata dua orang wanita tua sedang duduk sambil memandang kearah mereka berdua .


"A Yong !, Ayo kita kesana , itu kedua orang guru ku sedang memanggil !" kata gadis cantik jelita itu kepada teman sepantaran nya itu .


Anak muda tampan itu menganggukkan kepala nya sambil berjalan mengikuti gadis itu dari belakang .


"Hua er !, kau dari mana saja heh , hampir seharian kelayapan saja !" tanya salah seorang dari wanita tua itu .


Kedua wanita ini meskipun sudah tua dengan usia kurang lebih tujuh puluhan tahun , tetapi wajah mereka masih terlihat cantik .


Mereka saudara kembar yang juga lebih dikenal dengan julukan Majikan lembah seribu Bunga Tan Xio Er dan Tan Xio Hua , pendekar seangkatan dengan Tosu Ceng .


"Maaf guru , saya jalan jalan dan tanpa sengaja bertemu dengan dia , guru , dan kami akhirnya berteman !" kata Lan Hua mencerita kan .


"Xio Er !, bukankah dia anak muda yang makan bersama kita tadi pagi ?" tanya salah seorang wanita yang bernama Xio Hua kepada saudara nya yang bernama Xio Er .


Wanita yang di maksudkan menoleh kearah A Yong yang berjalan di belakang murid mereka .


"Kau benar Xio Hua !, dia pemuda tidak ber guna itu kan ?" kata Xio Er menimpali perkataan saudari nya .


"Itu berarti guru berdua sudah tertipu oleh nya , guru , tidak ada seorangpun yang menyangka bahwa dia adalah Kong Sian Shin Yong yang menggemparkan kota Luxiang ini kan guru ?" kata Lan Hua bersemangat .


"Haah ?, Kong Sian Shin Yong ?, kamu tidak mengada adakan Lan Hua ?, tadi pagi Tosu gila mencari nya dan kami makan bersama disini !" kata Xio Er tidak percaya .


"Guru !, untuk apa saya berdusta , dan tadi pun kami sudah bertemu dengan Tosu gila itu , setelah bertarung seru , akhirnya Tosu gila itu menyerah dengan luka dalam yang sangat parah , pergi bersama murid nya itu !" jawab Lan Hua menjelaskan apa ada nya .


"Apakah kau ikut bertarung juga ?" tanya Xio Hua menyelidiki murid nya .


"Ah guru ada ada saja , setinggi itukah ilmu ku , sehingga bisa menandingi Tosu gila itu , kalau pun murid bertarung dengan Tosu gila itu , belum tentu murid bisa bertemu guru sekarang !" jawab Lan Hua.


Xio Hua menatap kearah A Yong , memindai kembali seluruh tubuh anak muda itu .


Tidak ada yang istimewa nya dengan anak muda itu , sekeras apapun dia berusaha , tetap tidak menemukan apapun juga .


"Siapa kau sebenar nya anak muda ?" tanya Xio Hua akhirnya .


"Maaf nek , nama saya Shin Yong , dan biasa di panggil A Yong saja nek , saya bukan berasal dari dunia ini , tetapi dari dunia di atas sana , karena kelicikan seseorang , saya di bawa ke dunia ini , dan terdampar di sini !" kata A Yong menjelaskan asal usul nya kepada kedua wanita itu .

__ADS_1


"Lalu , apakah benar kau Kong Sian Shin Yong yang menjadi buah bibir orang orang itu ?" tanya Xio er .


"Itu karena orang orang senang membesar besarkan berita yang tidak perlu nek !" jawab A Yong merendah .


"Di dunia luar sana , kudengar banyak orang orang berkepandaian tinggi yang dapat menyembunyikan tingkat kultivasi orang orang , ya sudah lah , kami berdua menunggu mu disini cuma ingin mengatakan bahwa kami akan pergi ke belahan barat Benua ini , untuk mencari guru kami yang sudah lama pergi , sebenar nya niat mencari nya sudah lama sekali , tetapi waktu itu kau masih kecil Hua er , sekarang kau sudah dewasa , jadi kami akan segera pergi mencari kakek guru mu , apakah kau ingin ikut bersama kami , atau menyusul belakangan setelah turnamen selesai ?" tanya Xio Hua dengan lembut kepada Lan Hua yang sudah mereka anggap anak mereka sendiri .


Enam belas tahun yang lalu , saat mereka berdua dalam perjalanan ke belahan barat melewati hutan Lan Shan (hutan Anggrek) , mereka menemukan seorang bayi perempuan cantik yang tergolek di bawah sebatang pohon Siong yang penuh dengan bunga Anggrek , sehingga tubuh si bayi itu penuh dengan kelopak anggrek yang berjatuhan .


Melihat kejadian ajaib itu , akhirnya tujuan mereka yang semula ingin menyusul sang guru ke belahan barat , jadi tertunda karena mereka harus kembali ke lembah seribu bunga , untuk membesar kan bayi ajaib itu .


Kemudian bayi itu mereka beri nama Pek Lan Hua (Bunga Anggrek Putih) sesuai dengan kejadian tempat mereka menemukan bayi itu .


"Guru !, bagai mana kalau aku menyusul kemudian saja , aku masih mau menyaksikan turnamen itu dahulu !" kata Lan Hua setengah memohon .


Kedua guru yang sangat menyayangi murid nya itu , tak kuasa menolak permintaan sang murid tersayang nya itu .


"Tidak mengapa murid ku , tetapi ingatlah , kalian harus menyusul kami ke barat , carilah Ang Coa Shan ( gunung ular merah) , di kaki gunung itulah kakek guru mu berada , susul lah kami sebelum purnama ke tiga !" kata Xio Hua .


"Dan kau anak muda , berjanjilah bahwa kau akan menjaga Lan Hua baik baik , serta antarkan dia pada kami di barat !" Xio Er berkata kepada A Yong .


"Baiklah nek , saya berjanji akan menjaga Lan Hua sebaik baik nya , serta saya akan mengantarkan nya ke barat nanti !" kata A Yong .


Akhirnya , pada ke esokan pagi nya , kedua orang bersaudara majikan lembah seribu bunga itu pun pergi ke belahan bumi barat tempat guru mereka berdua berada .


Dari dalam kereta , keluar dua orang pemuda pengawal Thai Cu Chu Wangwe .


"Apakah Kong Cu yang bergelar Kong Sian Shin Yong itu ?" tanya pemuda pengawal Thai Cu Chu Wangwe setelah berada di depan A Yong dan Lan Hua .


"Ya kalian benar , dialah Kong Sian Shin Yong itu , memang nya ada apa kalian mencari nya !" tanya Lan Hua menyahut .


"Kalau benar , kau mendapat undangan resmi dari Thai Cu Chu Wangwe yang terhormat !" kata pemuda itu .


"Ada apakah sehingga tuan mu mengundang nya ?" tanya Lan Hua lagi .


"Kami tidak tahu nona , tetapi ini merupakan undangan resmi , jarang ada orang yang mendapatkan kehormatan seperti itu , kalian bisa menanyakan nya kepada Thai Cu langsung nanti nya !"jawab pemuda itu lagi .


A Yong menatap kearah gadis cantik jelita bernama Lan Hua itu , meminta pendapat gadis itu .


Lan Hua mengangkat bahu nya , "entahlah A Yong , semua terserah kepada mu , tetapi tidak salah nya juga menemui Thai Cu itu , siapa tahu ada yang penting !"...


Sepasang muda mudi ini kemudian naik kedalam kereta , untuk menuju ke tempat kediaman Thai Cu Chu Wangwe yang mengundang mereka .


Ternyata Thai Cu Chu Wangwe sudah menantikan mereka di teras depan rumah kediaman nya .

__ADS_1


Laki laki paro baya bertubuh tinggi dan berwajah cukup tampan ini menyambut kedatangan A Yong dan Lan Hua dengan senyum ramah nya .


"Selamat datang di kediaman ku ini anak muda , maaf mengganggu acara kalian !" kata Thai Cu itu sambil mempersilahkan tamu nya masuk .


Thai Cu menerima A Yong dan Lan Hua di ruang tengah rumah nya yang sangat besar mirip ruang tengah sebuah istana itu .


"Maaf Thai Cu , saya datang berdua dengan teman saya , kenalkan dia bernama Pek Lan Hua murid dua majikan lembah seribu bunga , ada gerangan apakah sehingga Thai Cu berkenan mengundang saya ?" tanya A Yong .


Sebelum menjawab pertanyaan dari A Yong , terlebih dahulu Thai Cu Chu tersenyum ramah kepada kedua tamu istimewa nya itu , " apakah benar kau yang di sebut orang Kong Sian Shin Yong itu anak muda ?" tanya Thai Cu Chu .


"Ah itu karena orang orang terlalu melebih lebihkan saja Thai Cu , nama saya memang Shin Yong , dan biasa di panggil A Yong saja !" jawab A Yong merendah .


"Kalau begitu , sekali lagi maafkan lah saya yang sudah mengganggu acara Kong Cu berdua , ada pun maksud dan tujuan saya mengundang kalian berdua , terutama Kong Cu , adalah ingin membicarakan masalah Benua tanpa negeri ini , dan negeri tanpa pemimpin ini Kong Cu , bagai mana menurut pandangan dan pemikiran Kong Cu selaku anak muda melihat kekacauan yang terjadi di benua ini ?" tanya Thai Cu Chu Wangwe kepada A Yong .


"Saya belum lama berada di benua ini Thai Cu , tetapi dari keadaan yang saya alami , serta mendengar dari cerita orang orang , saya sangat prihatin dengan melihat negeri tanpa pemimpin seperti ini Thai Cu !"...


"Naa !, itu yang saya maksudkan Kong Cu !" teriak Thai Cu Chu mendadak dengan sangat bersemangat sekali .


"Maksud Thai Cu ?" tanya A Yong kurang paham .


"Aku berniat mau menyatukan wilayah wilayah yang sekarang masing masing berdiri sendiri sendiri dan saling serang tidak berkesudahan ini, menjadi satu negeri yang besar , aman dan damai yang dapat melindungi segenap rakyat nya Kong Cu!" kata Thai Cu bersungguh sungguh .


Lama A Yong terdiam mendengarkan perkataan dari Thai Cu itu .


Di dalam pikiran nya bila ingin menciptakan kedamaian di tempat ini , memang harus ada seorang pemimpin yang bisa menyatukan semua wilayah di bawah kekuasaan nya .


"Apa yang Thai Cu katakan itu sangat benar sekali , bila wilayah yang sekarang seperti negeri kecil kecil dan saling berdiri sendiri dan saling serang ini terus di biarkan , maka kedamaian di atas dunia ini tidak mungkin akan bisa terwujud !" sahut A Yong setelah berpikir beberapa saat .


"Sudah sejak lama saya memiliki ke inginkan untuk menyatukan seluruh wilayah menjadi sebuah negeri yang besar di bawah satu pemerintahan , agar dapat menciptakan kedamaian , tetapi saya terkendala oleh kekuatan saya yang terbatas ini Kong Cu , maksud saya mengundang Kong Cu ke kediaman saya ini , meminta kesediaan Kong Cu membantu perjuangan saya dalam menyatukan semua wilayah menjadi sebuah negeri , saya yakin sekali , dengan bantuan dari Kong Cu , cita cita mulia ini pasti akan terwujud !" kata Thai Cu mulai merangkai kata kata nya .


A Yong menoleh kepada Lan Hua yang duduk di sebelah nya , "bagai mana pendapat mu Hua ?"...


"Kalau niat itu benar benar tulus dari hati Thai Cu , sungguh suatu gagasan yang sangat mulia sekali A Yong , dan sepantas nya lah kita mendukung nya !" kata Lan Hua memberikan pendapat nya .


"Baiklah Thai Cu , kami bersedia membantu , tetapi kami tidak bisa terikat , karena kami adalah pengembara , bila tujuan Thai Cu sudah tercapai , kami akan pergi meneruskan perjalanan kami kembali , bagai mana Thai Cu ?" tanya A Yong .


Meskipun sebenar nya dia ingin agar anak muda hebat itu selama nya membantu diri nya , tetapi dia tidak angin memaksa nya , bagi nya , yang penting bisa menguasai beberapa wilayah dan mengangkat diri nya menjadi kaisar , itu sudah cukup .


Maka begitulah , mulai saat itu , A Yong dan Lan Hua membantu Thai Cu Chu Wangwe , membentuk pasukan yang berpusat di Luxiang , dengan Thai Cu Chu Wangwe menjadi Kaisar nya yang bergelar Kaisar Chu .


...****************...


Mohon maaf bila ada bagian yang terulang , ini semua karena saat di up load ternyata hilang di gondol Wewe gombel , jadi terpaksa bikin dari nol lagi , dan ada bagian bagian yang tanpa sadar , terulang .

__ADS_1


__ADS_2