Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Majikan Lembah Seribu Bunga.


__ADS_3

A Yong diam sambil menikmati makanan nya , seolah olah dia tidak mendengar apa yang orang lain bicara kan .


Tosu tua bernama Ceng Po Te itu menatap kearah A Yong sesaat , memindai tingkat kultivasi nya , kemudian tersenyum setelah melihat anak muda itu baru menapaki ranah Alam Taruna menengah saja , sangat jauh beda nya dengan diri nya yang sudah berada di ranah Dewa Sorga akhir itu .


"Xio Er !, Xio Hua !, ini kah murid kalian itu ?" tanya Tosu Ceng atau juga di kenal dengan nama Tosu gila , karena otak nya memang rada rada miring itu sambil menatap kearah kedua wanita tua itu seolah mengejek nya .


"Apa ?, dia murid kami , hei Tosu gila dengar ya , murid kami perempuan , bukan nya laki laki , dasar Tosu gila , dia pengunjung rumah makan ini yang juga kehabisan meja , sama seperti kalian !" jawab salah seorang dari wanita tua yang bernama Tan Xio Er itu dengan ketus nya .


"Eh benar guru dialah pemuda yang nama nya Shin Yong itu guru , saya bertemu dengan nya kemarin , tetapi seperti nya dia orang yang lain , mana mungkin pecundang seperti ini bisa meng habisi kakak Bu Tek Kui kan guru ?" kata laki laki paro baya yang bernama Ang Coa Kui itu .


Sekali lagi Tosu Ceng menatap kearah A Yong beberapa saat , memindai tingkat kultivasi anak muda itu , lalu menggelengkan kepala nya , " tidak !, tidak mungkin dia Coa Kui , sangat mustahil manusia yang baru di ranah Alam Taruna menengah , bisa membunuh orang yang sudah berada di ranah Dewa , pasti bukan dia !" ...


Kedua orang wanita tua yang masih terlihat sangat cantik itu ikut menatap kearah A Yong , dan memindai tingkat kultivasi anak muda itu .


Kedua orang wanita ini juga mendapati hal yang sama seperti apa yang di lihat oleh Tosu Ceng itu .


Tetapi saat Xio Hua yang tertua dari sepasang kembar majikan lembah seribu bunga ini secara tidak sengaja bertatapan mata dengan mata A Yong , dia melihat ada kilatan luar biasa yang luar dari mata anak muda itu , sehingga jantung nya serasa berhenti berdetak beberapa saat .


Tetapi dia segera bisa menguasai diri nya kembali , dan tidak ingin mencampuri urusan orang lain .


"Lalu murid kalian kemana , kudengar kalian mengangkat murid , mana dia ?" tanya Tosu Ceng .


Meskipun dia seorang tokoh tua yang sangat di segani , tetapi kepada kedua saudara kembar ini , dia tidak berani main main karena tahu tinggi nya tingkat kultivasi kedua nya .


"Anak muda seperti murid kami itu , mana mau berdiam diri di tengah ramai nya kota besar ini , pagi pagi sekali dia sudah kelayapan entah kemana !" jawab Xio Hua .


Enam belas tahun yang lalu , ketika mereka berdua bermaksud pergi kebarat menemui guru mereka , baru saja mereka memasuki sebuah hutan , tiba tiba telinga mereka mendengar suara bayi menangis .


Setelah mencari kesana kemari , akhirnya mereka menemukan seorang bayi perempuan cantik sedang tergolek di bawah sebatang pohon Siong tua yang di penuhi oleh tumbuhan anggrek berwarna putih yang sangat harum .


Bunga anggrek yang putih cantik itu seperti menghujani sang bayi perempuan itu dengan bunga nya yang putih cantik itu , sehingga tubuh sang bayi seperti hampir terkubur di timbunan bunga anggrek putih .


Karena merasa sangat tertarik kepada bayi cantik itu , akhirnya kedua saudari kembar itupun memutus kan mengambil bayi itu menjadi anak angkat mereka , dan bayi cantik itu di beri nama Pek Lan Hua , atau Bunga anggrek putih .


Mereka berdua membatalkan perjalanan mereka ke barat , dan kembali ke lembah seribu bunga untuk membesarkan Pek Lan Hua dan mengajari nya berbagai ilmu kepandaian tinggi .


Hingga akhirnya , Pek Lan Hua tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik jelita dan berilmu tinggi yang jarang ada tandingan nya .


A Yong Karena terlebih dahulu menyelesaikan makan nya , segera berlalu keluar dari rumah makan itu untuk menikmati pemandangan kota besar Luxiang .


Pada waktu yang sama pula , Chu Kai Ong yang mendapat malu sewaktu mau berbuat jahil kepada A Yong sewaktu bermaksud melepaskan kuda anak muda itu , masih menaruh dendam dan kebencian kepada A Yong , karena selain gagal , dia juga mendapatkan malu besar .


Meskipun dia tidak tahu siapa yang melakukan itu kepada nya , tetapi sasaran kebencian nya , tetap kepada A Yong .


Sebenar nya sih , dia tidak salah duga , karena pada malam itu , saat Kai Ong bermaksud berbuat jahil kepada A Yong , telinga A Yong yang sangat peka itu mendengar langkah mendekati tempat dia menambatkan kuda nya .


Karena takut kalau kalau itu binatang buas yang ingin menerkam kuda nya , maka secara diam diam , A Yong mengendap endap ke balik pohon tempat kuda itu berada .

__ADS_1


Setelah beberapa saat mengintip dari balik pohon besar , ternyata yang datang adalah Kai Ong si pemuda bengal itu yang mengendap endap mendekati kuda nya .


Saat itulah pikiran jahil nya muncul kembali , maka dengan langkah Dewa Dewi nya , dia bergerak super cepat , menotok bagian urat kesadaran pemuda itu .


Setelah pemuda itu terkulai tidak sadarkan diri , tubuh nya pun diangkat dan di baringkan di sisi kuda milik salah seorang murid perguruan Tung Sien itu .


Itulah cerita nya sehingga orang orang pagi hari nya , mendapati sang Kong Cu itu tidur bersama kuda milik Ju Jian Eng .


Karena rasa dendam dan kebencian itulah , Kai Ong menyuruh sepuluh orang pengawal utama ayah nya , untuk membunuh A Yong .


Pagi itu sekeluar nya dari rumah makan , A Yong tahu jika ada sepuluh orang pemuda sedang berjalan membuntuti nya , tetapi dia pura pura tidak mengetahui nya .


A Yong terus berjalan , hingga tiba di pinggiran kota , di jalan yang sepi dan di kiri kanan nya banyak kebun pisang penduduk .


Di sebuah kebun pisang yang cukup luas , A Yong bergegas memasuki kebun pisang itu , seolah olah sedang bersembunyi dari kejaran para pemuda itu .


"Cepat kejar !, dia bersembunyi di kebun kosong itu , ini kebetulan sekali , cepat habisi dia segera !" teriak salah seorang pemimpin kelompok itu .


Sepuluh orang pemuda itupun segera bergerak memasuki kebun pisang yang sudah tidak terurus lagi itu .


Ternyata di tengah tengah kebun pisang itu , ada sebuah tanah lapang yang cuma di tumbuhi rumput liar rendah rendah saja .


Di sisi sebelah Utara , ada sebatang pohon Liu Ngan besar dan rimbun , yang sedang berbuah lebat sekali .


"Cepat cari anak itu , dan bunuh segera !" perintah pemuda yang tadi .


Setelah beberapa saat ,mereka pun berkumpul kembali di Padang rumput itu .


"Kami tidak menemukan nya ketua !" ...


"Mustahil bila dia bisa menghilang begitu saja , cepat cari lagi dan cincang tubuh nya !" perintah sang ketua kelompok itu .


Namun belum lagi para pemuda itu bergerak mencari A Yong kembali , tiba tiba entah datang dari mana , di depan mereka muncul seorang gadis yang cantik jelita bertubuh tinggi semampai usia sekitar enam belas tahun , ber kulit putih dan berhidung mungil yang mancung .


Rambut panjang berwarna hitam legam milik gadis itu di kuncir dua di belakang .


"Hei anjing penjaga !, kalian mencari apa di dini heh ?" tanya gadis itu sambil berkacak pinggang dengan anggun nya .


"Hah ?, apakah anak itu bisa berubah menjadi seorang bidadari ?" tanya para pemuda lain nya .


"Hei nona jelita , kalau kau ingin selamat , katakan dimana anak muda itu segera !" teriak kepala kelompok pengawal itu .


"Apa urusan ku mengatakan kepada para anjing penjaga seperti kalian !, pergilah dari tempat ini , aku muak melihat tampang kalian semua , aku tidak memiliki tulang untuk kalian !" kata gadis cantik jelita itu mengejek para pemuda berseragam pengawal itu .


"Dasar ****** !, kalau kau tidak mau mengatakan nya , baik lah , ayo tangkap dia , kita bersenang senang di tengah kebun kosong ini , kesempatan ini tidak bakalan datang dua kali !" perintah sang ketua kelompok mereka .


Sepuluh orang pemuda segera mengurung gadis cantik jelita itu di tengah tengah .

__ADS_1


Namun tiba tiba gadis itu bergerak sangat cepat sekali , dengan tangan kosong , memukul muka para pemuda itu .


"Plok !"...


"Plok !"...


"Plok !"...


Tiga orang pemuda yang bergerak mendekat dengan gadis itu tiba tiba tersungkur karena muka mereka di pukul oleh gadis cantik jelita itu .


Yang lain nya , melihat tiga orang teman mereka tersungkur , segera bergerak menyerang kearah gadis cantik itu bersama sama , namun gadis itu kembali bergerak dengan sangat cepat sehingga kembali tiga orang pemuda itu tumbang dengan muka remuk terkena hantaman tangan kosong gadis cantik jelita itu.


Empat orang pemuda yang tersisa , bersama seorang ketua kelompok nya , segera menyerang kearah gadis cantik jelita itu dengan pedang terhunus di tangan nya .


Tetapi gerakan dari gadis itu memang luar biasa cepat nya , sehingga kembali empat orang tersungkur ketanah dengan dada dan kepala yang pecah .


Melihat sepuluh orang anak buah nya tewas dengan cuma beberapa gebrakan saja , sang ketua kelompok itu segera berlari ke luar dari kebun kosong itu .


Gadis cantik itu menatap kearah pohon Liu Ngan lalu berteriak , "Hei !, kau mau menunggu apa lagi heh ?, cepat keluar dari persembunyian mu , keadaan sudah aman !" teriak nya .


Dari celah rimbun nya dahan dan daun Liu Ngan , A Yong melesat keluar sambil tangan nya menuju dengan tangkai buah Liu Ngan yang sudah masak .


"Hei ada masalah apa hingga para anjing penjaga ini ingin menggigit mu heh ?" tanya gadis cantik berbaju biru muda itu kepada A Yong yang masih asik memakan buah Liu Ngan yang manis .


"Aku tidak mengerti nona , aku baru tiba di kota ini kemarin , mana ada masalah dengan orang orang di kota ini , terimakasih atas pertolongan nona yang baik , kenalkan nama saya Shin Yong atau biasa dipanggil A Yong saja !" kata A Yong memperkenalkan diri nya .


"Sudah lah , aku juga baru tiba di kota ini kemarin , nama ku Pek Lan Hua , panggil saja Lan Hua !"kata gadis itu sambil mengambil buah Liu Ngan yang di sodorkan oleh A Yong itu .


Mereka segera berjalan meninggalkan tempat itu menuju ke pusat kota Luxiang .


Namun baru saja mereka tiba di persimpangan jalan yang agak ramai , mereka melihat ada beberapa orang pengawal sedang menyeret seorang laki laki tua kurus .


Tidak jauh dari tempat itu , ada seorang laki laki berperut gendut sedang memegang tali kekang kuda yang sedang menarik sebuah kereta yang cukup bagus .


"Tuan kereta kuda ini milik saya tuan , ini pemberian dari Kong Sian Shin Yong untuk saya tuan , tolong jangan diambil !" kata kakek itu menghiba hiba .


"Hei kau dengar !, di Dunia ini tidak ada orang seperti itu , kau jangan mengada ada , kereta kuda ini pasti kau curi , dan sekarang kami sita menjadi milik pemerintah kota Luxiang !" teriak laki laki gendut itu .


"Lepaskan dia tuan !, kakek itu benar , kereta kuda itu memang milik nya !" kata A Yong yang sudah berada di dekat mereka .


Kakek tua itu menatap muka A Yong beberapa saat , lalu bersimpuh di depan pemuda itu , "tuan Kong Sian Shin Yong !, kuda beserta kereta pemberian tuan itu mereka rebut tuan , maafkan saya yang tidak bisa menjaga pemberian tuan !" kata kakek tua itu sambil menangis .


Gadis bernama Pek Lan Hua itu sejenak termangu mendengar pernyataan dari kakek tua itu tentang anak muda yang baru di kenal nya itu .


Dia sudah beberapa waktu mendengar desas desus dari pembicaraan orang orang tentang Kong Sian Shin Yong seorang Dewa muda yang berkepandaian tinggi dan berhati sangat mulia itu .


...****************...

__ADS_1


__ADS_2