Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Laki laki Pendendam.


__ADS_3

Berulang kali laki laki bernama Teng Kwan itu mencoba mengumpulkan hawa murni kedalam dantian nya, tetapi yang terjadi, tidak sedikitpun energi yang berhasil dia kumpulkan.


Laksana mengumpulkan air di dalam keranjang, berapa pun usaha yang dia lakukan, melainkan cuma ke sia sia an belaka.


Kini muka laki laki bernama Teng Kwan itu mulai pucat pasi.


"A' apa yang telah kau lakukan pada tubuh ku, mengapa aku tidak lagi bisa mengumpulkan hawa murni ku, sihir apa ini ?" tanya laki laki itu.


Shin Liong menatap kearah laki laki itu dengan tatapan ramah nya.


"Itu bukan sihir !, aku sebenar nya sangat malas mempergunakan jurus itu, karena walaupun kata orang orang itu jurus paling ramah, tetapi bagi ku, itu pukulan paling kejam, kau kehilangan kemampuan mu, bukan cuma dua atau tiga tahun, tetapi hingga tiga kelahiran kembali, sekarang kau telah menjadi manusia biasa, meski dengan cara dan metode apa pun kau ber kultivasi, tetap tidak akan mampu mengumpulkan energi, meskipun cuma sedikit, bila kau ingin tahu, ini lah pukulan sejati inti semesta itu !" kata Shin Liong sedikit bergetar.


"A' apa kau bilang ?, pukulan sejati inti semesta ?, tidak mungkin !, tidak mungkin jurus legenda yang cuma tuturan dari mulut ke mulut itu benar benar ada, kau pasti berdusta !, ya kau pasti berdusta !" kata laki laki itu mengamuk, memukuli pohon pohon hingga tangan nya berdarah.


Kini dia benar benar menjadi manusia biasa yang tidak lagi memiliki kemampuan apapun juga.


"Ketahuilah wahai saudara Teng Kwan !, aku tidak membunuh mu karena memandang wajah ayah mu Dewa Teng Sin, melihat dari hitam nya jidat mu, seharusnya aku membunuh mu saat ini, tetapi mengingat ayah mu yang seorang Dewa, aku tidak akan membunuh mu, bukan karena aku takut pada nya, aku cuma menghormati nya sebagai Dewa, itu saja tidak lebih dari itu, tetapi bila dia mencoba membela mu, maka dengan senang hati aku akan mencabut nyawa nya, cam kan itu Teng Kwan, berkelana lah diatas bumi ini, perbaiki kelakuan mu, semoga di kehidupan lain nya, aku bisa memaafkan diri mu, dan mengembalikan semua kekuatan mu itu !" kata Shin Liong sambil meninggalkan laki laki itu yang terduduk diatas tanah.


Dengan membimbing tangan Dewi pelangi, Shin Liong segera melesat diantara pepohonan, dan hilang di kejauhan.


Lama laki laki itu terdiam duduk diatas tanah.


Beberapa saat kemudian dia memperbaiki duduk nya, dan mencoba menghimpun hawa murni kedalam dantian nya, tetapi kejadian tadi tetap saja dia alami.


"Sekuat apapun kau berusaha, semua akan sia sia nak !, kau terkena pukulan sejati inti semesta, pukulan itu di seluruh semesta ini cuma di miliki oleh dua orang, Dewata San Qin dan pemuda itu !" kata Dewa Teng Sin yang tiba tiba berada di dekat laki laki itu.


"A' ayah !, ayah ada di sini, tolong bebaskan tenaga dalam ku yang terkunci ini ayah !" kata Teng Kwan setelah melihat kehadiran sang ayah di dekat nya.


Dewa Teng Sin menatap iba ke arah putra nya itu.


Betapapun kelakuan laki laki itu sering membuat nya malu, tetapi kasih sayang nya tidak pernah berubah .


"Nak !, dantian mu bukan tersumbat, tetapi sudah hilang, kini kau hidup sebagai manusia cacat yang tidak bisa berkultivasi lagi !" kata Dewa Teng Sin sedih melihat nasip sang putra.


"Tidak ayah, aku tidak mau jadi manusia cacat, ayah harus menolong ku, setidak tidak nya balaskan dendam ku pada nya !" teriak Teng Kwan kini tidak malu lagi menangis.


"Kau pikir dia siapa heh ?, tempo hari aku pernah berbuat kesalahan dengan membawa nya ke istana langit, dan kau tahu, seandainya tidak ada Dewata San Qin, istana langit akan tinggal puing puing saja, tanpa ada seorang pun yang mampu menahan nya, dia adalah Dewata muda yang sudah lama di ramalkan itu, kau sudah Beratus ratus kali berbuat kesalahan, kini kau mendapatkan hukuman mu, berbuat baiklah agar Dewata muda itu bisa berbelas kasih kepada mu, renungkan lah tentang semua kesalahan mu, masih untung kau di beri kesempatan, renungkan lah itu nak !" kata Dewa Teng Sin sambil melesat terbang ke angkasa, dan hilang dari pandangan mata.


Dengan langkah gontai, laki laki bernama Teng Kwan itu berjalan tidak tentu arah nya lagi.


Bukan nya menyadari kesalahan nya, tetapi malahan memendam dendam dan kebencian kepada Shin Liong yang dia tumpuk di hati nya.


Dia bertekad, bagai manapun cara nya, dendam nya harus dia balaskan kepada Shin Liong .

__ADS_1


Sementara itu, Shin Liong dan Dewi Pelangi atau Dewi Ying Fa melesat terbang diantara dahan dahan pohon, hingga tiba di sebuah hutan mati.


Hutan ini dikatakan hutan mati, karena selain pepohonan, tidak ada lagi mahluk lain nya yang hidup disana.


Selai suara desau angin yang menggoyang ranting pohon, tidak ada lagi suara apapun juga.


Dewi Pelangi mengajak Shin Liong untuk terbang di atas pepohonan itu.


Setelah berada di atas pucuk pepohonan itu, Dewi pelangi mencucurkan air dari kendi emas ajaib nya.


Secara ajaib, air yang jatuh mengenai daun daun pohon, menjelma menjadi berbagai ngengat, kupu kupu, burung burung dan sebangsa nya.


sedangkan yang jatuh mengenai dahan dahan pohon, menjelma menjadi rombongan kera dan monyet, tupai dan lain sebagai nya.


Sedangkan yang jatuh ke tanah, menjelma menjadi binatang di atas tanah, seperti rusa, kijang, kancil, babi dan lain sebagai nya.


Dan yang jatuh ke air, akan menjadi berbagai macam aneka binatang air.


Shin Liong takjub melihat kejadian diluar batas akal manusia itu.


Memang tidak percuma kakek nya mengangkat Dewi Ying Fa menjadi Dewi Pelangi atau Dewi kehidupan, Dewi yang satu ini memang sangat cocok sekali sebagai Dewi kehidupan.


Disepanjang perjalanan mereka, Dewi Pelangi terus menghidupkan kembali hutan hutan yang telah mati dari kehidupan marga satwa nya.


Setelah beberapa hari perjalanan, akhirnya mereka tiba di hutan tepi rawa rawa yang membatasi dunia luar dan lembah tempat kota Raja berada.


Dengan mengibaskan tangan nya, Shin Liong menciptakan sebuah lobang portal menuju ke dalam lembah.


Setelah keluar dari portal, mereka tiba tidak jauh dari gerbang kota raja .


Para prajurit petugas jaga gerbang kota Raja, tentu saja sudah sangat kenal dengan Shin Liong yang telah berjasa besar pada kehidupan mereka saat itu.


Shin Liong mengajak Dewi pelangi berjalan memasuki kota Raja yang sangat ramai dengan manusia itu.


Kini kota Raja Xue, meskipun terkurung di dalam lembah batu, tetapi memiliki penduduk yang sangat banyak jumlahnya.


Di sebuah rumah yang mewah dengan halaman yang luas, Shin Liong segera mengajak Dewi Pelangi untuk memasuki tempat itu.


Karena tidak terbiasa dengan keramaian, Dewi Pelangi sedikit keanehan melihat manusia sedemikian banyak nya itu.


Mungkin karena laporan dari beberapa prajurit, sehingga ketika Shin Liong memasuki rumah itu, di dalam telah ber baris kedua istri Shin Liong beserta putra nya, dan orang tua mereka.


"Selamat datang kembali kakak !, maaf penyambutan kami seadanya, selamat berjumpa adik Dewi Pelangi, saya Dewi Nuwa, istri pertama kakak Shin Liong !" kata Dewi Nuwa menyambut kedatangan Shin Liong dengan memperkenalkan diri nya kepada Dewi Ying Fa atau Dewi Pelangi.

__ADS_1


"Saya putri Xuan Yi Dewi, saya istri kedua kakak Shin Liong !" kata putri Xuan Yi memperkenalkan diri nya kepada Dewi Ying Fa atau Dewi Pelangi itu.


"Terimakasih kakak berdua yang telah bersedia mengakui saya sebagai saudara, nama saya Dewi Ying Fa, dan kakek Dewata San Qin lah yang memberikan saya gelar Dewi pelangi itu kakak, maaf saya telah berani masuk di dalam kehidupan kalian berdua !" kata Dewi Ying Fa atau Dewi Pelangi sambil memeluk kedua wanita cantik itu.


"Selamat datang kembali putra ku, maaf penyambutan kami pada Dewi Pelangi tidak sepantas nya, kami sudah tahu semua kisah perjalanan mu dari kakek mu sendiri yang kemarin datang kesini, menceritakan semua nya, agar kami tidak kaget, selamat bertemu Dewi Pelangi, saya Dewi Chang 'e, ibu dari suami mu !" kata Dewi Chang 'e sambil merangkul tubuh Dewi Ying Fa.


"Meme!, ini kedua orang tua dari Dewi Nuwa, mereka ayah dan ibu mertua ku "! kata Shin Liong, memperkenalkan kedua orang tua dari Dewi Nuwa.


"Selamat datang ayah !, cuma A Yong yang dari tadi tidak disebutkan, selamat datang di tempat ini ibu muda Dewi pelangi !" kata A Yong pura pura merajuk.


"Meme !, kenalkan ini si sulung !, putra ku !, dia bernama Shin Yong atau dipanggil A Yong, dia putra ku dengan Dewi Nuwa !" kata Shin Liong .


Dewi Ying Fa ternganga melihat A Yong yang hampir setara dengan Shin Liong , serta berwajah sangat mirip dengan Shin Liong itu.


"Ba' bagai mana mungkin kak, kau dan putra mu terlihat cuma berselisih umur beberapa tahun saja ?" tanya Dewi Ying Fa bingung.


"Cerita nya panjang adik, sewaktu aku mengandung A Yong, aku terpisah dengan kakak Shin Liong , aku mencari nya kesana kemari hingga hampir mati, lalu seorang Dewi menyelamatkan aku yang sedang mengandung ke dunia dimensi yang berselisih beberapa kali lebih cepat dari dunia ini, itulah makanya usia mereka terlihat hampir seumuran saja !" kata Dewi Nuwa menjelaskan kejadian nya kepada Dewi Ying Fa atau Dewi Pelangi.


Selesai acara penyambutan dan perkenalan itu, mereka masuk untuk menikmati hidangan yang sudah dipersiapkan oleh Dewi Nuwa dan putri Xuan Yi.


Malam hari nya, mereka mendapat undangan makan dari sang Kaisar, sambil Kaisar ingin mendengar cerita dari Shin Liong langsung.


Selama di tinggalkan oleh Shin Liong , kini hubungan antara A Yong dan pangeran Fu Quon serta putri Siaw Eng menjadi sangat akrab sekali.


Diam diam putri Siaw Eng yang sebenar nya menyukai Shin Liong itu, mengalihkan perhatian nya pada A Yong yang wajah serta perilaku nya hampir mirip dengan ayah nya itu.


Karena dia tahu, tidak ada perhatian khusus dari Shin Liong untuk nya, dan lagi pula, dia merasa rendah diri, bila dibandingkan dengan putri Xuan Yi yang cantik jelita itu.


Untuk mengalihkan perhatian nya dari Shin Liong kepada A Yong, bagi nya tidaklah terlalu sulit, karena baik rupa, pisik maupun tutur kata, kedua nya memang sangat mirip sekali.


Kini hubungan ketiga anak manusia itu, semakin hari, menjadi semakin akrab saja.


Apalagi pangeran Fu Quon.


Sang pangeran itu sering berlatih jurus bersama A Yong di bimbing Dewi Chang'e .


Kebiasaan orang pada waktu itu, apa lagi anak anak pembesar, dan Kaisar, tidak perduli dia laki laki atau perempuan, semua harus memiliki kultivasi dan jurus jurus hebat.


Begitu juga dengan putri Siaw Eng, dia sudah menguasai jurus jurus hebat ilmu bela diri.


Karena pada masa itu, seseorang yang tidak bisa berkultivasi, dianggap manusia cacat dan pembawa aib, sehingga tidak boleh diajarkan jurus jurus silat apapun.


...****************...

__ADS_1


Terimakasih atas dukungan kalian semua nya.


Salam sayang dari author.


__ADS_2