Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Pertarungan di Depan Kuil .


__ADS_3

Delapan orang laki laki paro baya yang bertampang sangar serta bertubuh kekar itu menatap kearah Shin Liong , memindai tingkat kultivasi nya .


Setelah melihat bahwa tingkatan kultivasi pemuda itu masih berada di tingkat Alam Taruna menengah saja , kedelapan orang laki laki itu pun tersenyum mengejek .


"Katakan siapa yang menyuruh mu menyusup ketempat ini heh ?" tanya salah seorang laki laki pengawal itu .


Mendengar suara laki laki itu , Shin Liong langsung teringat dengan dua orang laki laki yang merencanakan kejahatan tadi malam itu .


"Saya kemari ingin bersembahyang , memuja Dewa , dan tidak ada hubungan nya dengan kalian semua , bukan kah ini kuil Shi Siu Sian?" kata Shin Liong berdalih .


"Bohong !, kau pasti mata mata yang memantau kegiatan kami kan , ayo mengaku saja , kalau tidak , jangan salahkan bila leher mu kupatahkan !" kata laki laki itu dengan suara dan aksen yang di buat segalak mungkin , sambil mengering kearah kedua orang istri Shin Liong yang cantik jelita itu , dengan maksud menunjukan bahwa dia lebih jantan ketimbang Shin Liong .


"Sudahlah Keng Ong !, kau tidak usah terus menerus bersandiwara seperti itu " kata Shin Liong menyebut nama laki laki itu .


Nampak sekali jika laki laki itu menjadi sangat terkejut sekali , karena pemuda di hadapan nya itu , tiba tiba , tahu nama nya , sementara dia sendiri tidak mengenal nya .


"Si' siapa kamu , dari mana kau tahu nama ku ?" tanya laki laki paro baya yang bernama Keng Ong itu .


"Tentu saja aku tahu , bukankah kau sendiri yang tadi malam merencanakan pembunuhan terhadap para penguasa empat kota , bila mereka sudah berkumpul di sini dan kau merencanakan nya bersama dengan Cuan lie kan ?" kata Shin Liong yang membuat laki laki itu salah tingkah jadi nya .


Laki laki yang bernama Cuan Lie itu juga kelabakan mendengar kedok mereka yang di buka langsung oleh pemuda di depan mereka itu .


"Kurang ajar , kau memfitnah orang sana sini , memang mencari mati rupanya !" kata laki laki itu sambil bergerak menyerang kearah Shin Liong dengan serangan tangan kosong nya .


Shin Liong sengaja tidak menghindar ketika pukulan dari Keng Ong itu datang kearah tubuh nya .


Melihat lawan nya belum bergerak , Keng Ong gembira , karena mengira lawan nya ini gugup setelah di serang tiba oleh nya .


Dengan perkiraan jika lawan nya akan tewas dalam sekali gebrakan saja , maka Keng Ong segera meningkatkan kekuatan nya hingga ke tatap maksimal .


Setelah serangan dari Keng Ong ini tinggal beberapa jengkal dari tubuh nya , barulah Shin Liong mengerahkan seper delapan dari kekuatan nya .


"Bum !!" ...


Halaman kuil itupun bergetar hebat ketika dua energi besar bertemu .


Terlihat debu berterbangan ke udara , menutupi pandangan mata .


Setelah kabut debu mereda , mereka melihat tubuh Keng Ong terlempar sangat jauh dengan tulang belulang remuk di sekujur tubuh nya , dan nafas nya pun telah tiada .


Sedangkan Shin Liong masih berdiri dengan senyum masih menghiasi bibir nya .


"Sekarang , katakan siapa yang menyuruh kalian semua menyusup sebagai pengawal ke empat tuan penguasa empat kota ini ?" tanya Shin Liong kepada Cuan Lie .


Tiba tiba laki laki paro baya yang bernama Cuan Lie itu tertawa terbahak bahak hingga air mata nya keluar .


"Hei anak kecil , punya kepandaian yang tidak seberapa sudah berani bermulut besar dihadapan Kiam Ong Thai Tung !" kata laki laki bernama Cuan Lie itu .


Empat orang penguasa empat kota itu terkejut bukan main setelah tahu jika salah seorang pengawal mereka itu adalah seorang dari dedengkot yang selama ini cukup di segani orang .

__ADS_1


"He he he he , akhirnya kedok kalian terbongkar juga kan ?" kata Shin Liong .


"Bagiku sama saja nak , ku beritahu kan atau tidak , kalian semua tetap akan mati juga !" kata laki laki bernama Cuan Lie dan bergelar Kiam Ong Thai Tung (Raja pedang dari Thai Tung) itu .


"Iya kah ? , bagai mana jika kau ku beri kehormatan untuk melawan salah seorang dari kedua orang istri ku ini , jika kau menang melawan nya , kau boleh membawa nya pulang !" tantang Shin Liong .


"Kurang ajar , kau pikir aku tidak mampu mengalahkan diri mu kah ?, jangan menyesal bila istri mu ku bawa pulang dan menjadi istri ku !" kata laki laki bergelar Kiam Ong Thai Tung itu .


"Kakak , biarkan manusia rendah ini ku beri pelajaran berharga kak " kata Dewi Ying Fa yang sudah muak melihat tingkah laki laki paro baya yang berlagak seolah paling hebat itu .


"Kau boleh memberi pelajaran kepada laki laki pembual ini adik !" kata Dewi Xuan Yi kepada adik madu nya itu .


"Nah kau dengar kan pak tua , jika kakak ku sudah memberikan ijin pada ku untuk melawan mu , maka sekarang maju lah !" kata Dewi Ying Fa muak .


Mendengar itu , laki laki bergelar Kiam Ong Thai Tung itu tersenyum cengengesan .


"Nona nona cantik kenapa tidak maju berdua saja , supaya bisa kedua nya menjadi milik ku " kata laki laki itu dengan nada serakah nya .


"Jangan khawatir pak tua , biar aku sendiri yang mewakili kakak ku , bila dalam seratus jurus aku tidak mampu mengalahkan kamu , kau bisa mengambil kami berdua , bagai mana ?" kata Dewi Ying Fa dengan rasa muak yang memuncak .


"He he he he , nah begitu juga boleh nona , ayolah kita main main sebentar " kata laki laki itu langsung menyerang kearah Dewi Ying Fa dengan serangan tangan kosong nya .


Namun Dewi Ying Fa yang sudah menguasai jurus langkah Dewa Dewi itu meladeni dengan santai sambil berpindah pindah tempat sesuka hati nya .


Kiam Ong Thai Tung terus bergerak menyerang kearah Dewi Ying Fa dengan gerakan tangan kosong nya .


Tetapi Dewi yang cantik jelita itu bergerak seperti menembus dimensi ruang waktu , sehingga tidak satupun serangan dari Kiam Ong Thai Tung yang berhasil pada sasaran nya .


Pukulan itu emang tidak terlalu keras mengenai perut Kiam Ong Thai Tung , sehingga saat itu laki laki itu hanya tertawa terbahak bahak saja karena merasa lucu , seorang wanita dengan pukulan selemah itu , sesumbar mau mengalahkan diri nya sebelum seratus jurus .


Tetapi setelah selang beberapa waktu lama nya , di dalam perut nya itu dia merasa ada semacam arus energi dingin yang mulai bergolak semakin lama , semakin menggila saja .


Energi dingin dari dalam perut nya itu tidak berhasil dia kendalikan , semakin menyebar ke seluruh tubuh nya .


Kini kedua kaki nya menjadi kaku seperti patung es .


Dia mencoba melawan dengan hawa murni nya , namun apalah daya , arus energi dingin yang ada di perut nya itu kian lama kian menjadi semakin dingin saja .


Tidak memerlukan waktu lama , sekujur tubuh Kiam Ong Thai Tung pun telah kaku berubah menjadi patung es .


"Prang !" ...


Akhirnya , dengan sekali pukul , tubuh Kiam Ong Thai Tung pun pecah berhamburan tanpa darah setetes pun .


Melihat tubuh Kiam Ong Thai Tung yang tewas secara mengenaskan sebelum membuktikan bahwa diri nya memang layak menyandang gelar Raja pedang dari Thai Tung , enam orang laki laki pengawal itu segera mengeluarkan pedang mereka masing masing untuk menyerang kearah Dewi Ying Fa .


Shin Liong segera melompat ketengah arena pertarungan itu sambil menarik tangan Dewi Ying Fa .


"Mundurlah Dewi , biarlah para kaki tangan iblis ini menjadi bagian ku , kalian beristirahat saja !" kata Shin Liong menggantikan sang istri .

__ADS_1


Dewi Ying Fa segera melompat kedekat Dewi Xuan Yi , sambil memperhatikan pertarungan itu .


"Nah seperti itu baru laki laki , jangan bisa nya berlindung dibalik ketiak wanita saja !" teriak salah seorang dari ke enam orang pengawal itu .


"Majulah kalian semua , kalian kuberi kesempatan sepuluh jurus , bila dalam sepuluh jurus kalian tidak bisa menumbangkan aku , maka kalian yang akan ku tumbangkan !" kata Shin Liong sambil mengeluarkan pisau belati pemberian Xiu Ji nya dulu .


"Kau terlalu jumawa anak muda !, kau belum tahu siapa kami sesungguh nya , jangan menyesal bila nyawa mu sudah melayang ke neraka !" kata salah satu dari ke enam laki laki itu .


Ke enam pengawal itu bergerak serentak menyerang kearah Shin Liong dengan pedang mereka masing masing .


Namun dengan gerakan yang tidak bisa di ikuti oleh mata , Shin Liong berkelit kesamping kiri , lalu melompat tinggi dengan kecepatan luar biasa , mendarat di belakang para pengeroyok nya itu , lalu ;


"Sret !"...


"Sret !"...


"Sret !"...


Leher tiga orang laki laki itu tiba tiba menyemburkan darah segar dengan luka yang menganga lebih dari separuh leher nya .


Tiga orang laki laki yang masih tersisa menjadi pucat pasi , dalam satu jurus saja , tiga orang rekan mereka tumbang .


Tingkat kultivasi yang berjarak terlampau jauh , membuat perlawanan dari mereka sia sia saja jadi nya .


Para pendekar kultipator itu tumbang satu persatu sebelum benar benar sadar dengan apa yang terjadi .


Melihat keadaan yang tidak menguntungkan itu , tiga orang pengawal yang tersisa bermaksud untuk melarikan diri , namun gerakan dari Shin Liong terlampau cepat , seakan menembus dinding dimensi ruang waktu , tiba tiba saja sudah berada di depan mereka .


"Sret !"...


"Sret !"...


"Sret !"...


Tiga orang laki laki yang tersisa itupun tumbang dengan leher hampir putus di gorok belati di tangan Shin Liong itu , sebelum mereka menyadari nya .


Sejenak sunyi senyap di depan Kuil Shi Siu Sian itu , tanpa ada seorang pun yang berbicara , bahkan menarik nafas sekali pun .


"Ketika matahari jatuh dari langit , Cahaya nya akan membakar semua Iblis dan hantu , hati hati , Dewa pun akan terbakar bila tidak berhati hati " tiba tiba terdengar suara laki laki tua Bu Beng Koan Jin seperti berpuisi memecah kesunyian di depan Kuil suci Shi Siu Sian .


"Benarkah kami sedang berhadapan dengan Kong Thai Sian ?" tanya Biksu leluhur sambil melangkah mendekati Shin Liong , lalu memeluk pemuda itu dengan erat .


"Itu gelar yang terlalu tinggi bagi ku Biksu !, panggil saja saya Shin Liong , ini Dewi Dewi Xuan Yi , dan ini Dewi Ying Fa , serta ini Pek Mo Li pemandu arah kami Biksu " kata Shin Liong tidak ingin dipanggil gelar nya .


Para penguasa empat kota terdiam melongo , masih belum reda keterkejutan mereka , setelah tahu ternyata pengawal utama mereka adalah musuh yang sedang mengincar nyawa nya .


Biksu Sun , sebagai Biksu kepala di Kuil Shi Siu Sian , segera mengajak semua tamu nya untuk masuk kedalam Kuil suci Shi Siu Sian .


Setelah mereka duduk di dalam sebuah ruangan yang cukup besar , salah seorang dari ke empat penguasa empat Kota itu berbicara , bahwa mereka ingin mencari pemimpin yang bisa menyatukan seluruh wilayah seperti dahulu kala , menjadi sebuah negeri yang aman dan damai , jauh dari silang sengketa seperti sekarang ini .

__ADS_1


Semua yang hadir terdiam membisu , dengan pikiran mereka masing masing .


...****************...


__ADS_2