Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Istana Giok Diatas Pilar Batu.


__ADS_3

Ketika selendang hijau ber sulam benang emas itu terpasang dengan sendiri nya di pinggang putri Xuan Yi, tiba tiba sang putri merasa tubuh nya semakin ringan, dan tenaga nya semakin besar, beratus ratus kali lipat.


Dewi Chang 'e yang memperhatikan kini wajah dan tubuh putri Xuan Yi menjadi cantik jelita berpuluh kali lipat dari semula itu, segera mendekati sang menantu kedua nya.


"Hmm!, rupanya kau reinkarnasi dari Dewi Ratu bidadari, pantas aku seperti pernah melihat wajah mu!" kata Dewi Chang 'e.


"Maafkan aku ibu, aku tidak mengingat masa lalu ku Bu, mungkin pengaruh racun dahulu itu membuat semua ingatan masa lalu ku terhapus Bu!" kata putri Xuan Yi.


Berbeda dengan Putri Xuan Yi, Dewi Nuwa justru mendapatkan sebuah kipas emas yang bisa di jadikan senjata berkelas mustika langit juga.


Sedangkan Shin Liong berjalan kearah se buah lemari besar dan tinggi nya lebih tinggi dari tubuh manusia.


Kekuatan dahsyat yang misterius itu terus menarik nya kearah lemari besar itu.


Dewi Chang 'e, dan A Yong mengikuti nya dari belakang.


Awal nya mereka mengira, jika benda misterius itu berada di dalam lemari itu, tetapi Ter nyata energi misterius itu berasal dari sebuah besi tua penuh karat dan tanah, berbentuk bulat berdiameter kurang lebih dua jengkal, Tergeletak begitu saja di bawah lemari, penuh dengan debu.


Shin Liong menarik benda aneh berbentuk lingkaran, dengan ruji ruji delapan buah, dan di ujung ruji itu, tepat di luar lingkaran, seperti ada sesuatu mirip mata tombak.


Saat tangan nya memegang besi berkarat dan tertutup tanah serta debu itu, tiba tiba energi hebat di dalam tubuh nya bergejolak, seperti membaur dengan energi besar dari dalam rongsokan besi tua berbentuk bulat itu.


Setelah energi dari dalam tubuh Shin Liong membaur dengan energi dari dalam besi rongsokan itu, tiba tiba besi rongsokan itu bercahaya kuning emas, mulai dari redup, lama ke lamaan menjadi semakin terang saja, dan akhirnya;


"Prang!!"...


Besi tua itu pecah berantakan, menyisakan logam kuning di dalam nya berbentuk bulatan dengan delapan jari jari, serta di setiap ujung jari jari nya, terdapat sebuah mata tombak dengan panjang satu jengkal.


Setelah kulit benda itu pecah, benda itupun terlepas dari genggaman Shin Liong .


Benda itu tidak jatuh ke lantai, tetapi mengambang di udara sambil berputar.


Benda berbentuk cakram emas, atau yang di sebut senjata Cakra itu terus berputar semakin cepat, hingga membentuk sebuah bayangan cahaya saja lagi.


Kemudian sesuatu energi dahsyat lain nya keluar dari dalam tubuh Shin Liong , langsung berputar dan menyedot semua bayangan dari benda tadi, hingga tidak tersisa sedikit pun juga.


Saat benda itu berada didalam tubuh Shin Liong , tiba tiba Shin Liong merasa tenaga nya menjadi sangat kuat, dan ada lonjakan energi luar biasa di dalam tubuh nya.


"Bum!"...


"Bum!"...


Dia kali dentuman dari ledakan di dalam tubuh Shin Liong yang langsung, membuat diri nya menerobos ke tingkat Dewa paripurna awal.


Setelah mengumpulkan semua senjata berkelas pusaka langit dan mustika langit kedalam cincin penyimpanan nya, Shin Liong segera melanjutkan perjalan dengan keluar dari kota itu lewat gerbang Utara.


Setelah berada di luar dari gerbang kota itu, Shin Liong segera mengacungkan telunjuk nya ke arah kota besar yang kosong itu, sehingga dalam sekejap mata, kota itu hilang dari pandangan, berganti dengan sebuah Padang rumput yang sangat luas.

__ADS_1


Perjalanan mereka lanjutkan lurus kearah Utara, tanpa melewati jalanan umum.


Akhirnya pada hari ke tujuh selepas dari kota besar terakhir, mereka tiba di mulut sebuah lembah, saat hari sudah menjelang petang.


Mereka bermalam di mulut lembah itu.


Dewi Nuwa dan putri Xuan Yi segera mengeluarkan perbekalan mereka, untuk mempersiapkan masakan makan malam untuk mereka malam ini.


Sedangkan Shin Liong bersama A Yong mempersiapkan kemah untuk tempat tidur mereka malam ini.


Malam menjelang, nampak bulan sabit tua mengintip dari balik awan putih, namun kesunyian terasa sangat mencekam, karena suara serangga malam pun tidak lagi terdengar.


Hingga pagi mendatang, tidak ada se ekor jangkrik pun yang terdengar bersuara.


Selepas sarapan pagi, dan mengemasi tenda, mereka segera melanjutkan perjalanan mereka kembali, menyusuri dalam lembah, karena kebetulan lembah ini terbentang dari selatan ke Utara.


Setelah beberapa saat lama nya mereka berjalan melewati hutan yang tumbuh rapat di lembah itu, akhirnya sampailah di tepi sebuah telaga besar yang berair sangat bening.


Di sekeliling telaga besar itu hutan yang sangat lebat, sedang kan di tengah tengah nya, ada sebuah batu pilar raksasa menjulang ke angkasa lebih dari seratus depa tinggi nya.


Putri Xuan Yi dan Dewi Nuwa atau Dewi Teratai putih memandang batu pilar raksasa itu dengan takjub sekali, apalagi di puncak pilar itu terlihat beberapa pohon tumbuh me rimbun.


"Kak!, aku penasaran dengan puncak pilar batu itu, aku ingin kesana sebentar, kalian tunggu di sini!" kata putri Xuan Yi yang tiba tiba melesat ke Adara, terbang dengan selendang nya.


Melihat istri nya melesat terbang ke arah puncak pilar batu itu, Shin Liong terpaksa menyusul sang istri ke puncak pilar batu itu.


Shin Liong takjub,cuma dengan menggenjot tubuh nya pelan, dia sudah melesat terbang ke udara seperti burung.


Ada sebuah telaga kecil di tengah tengah, dengan air yang jernih, di kelilingi oleh pohon Tao yang rindang. sebuah istana yang sangat besar, berdiri menghadap kearah telaga kecil itu.


Yang sangat menakjubkan adalah, seluruh istana itu terbuat dari batu giok biru, dengan ornamen hiasan terbuat dari emas murni yang sangat cantik.


Istana bertingkat tiga itu memiliki dua belas menara yang keseluruhan nya terbuat dari batu giok biru.


Nampak pula sebuah taman yang sangat indah, mengelilingi istana luar biasa megah itu.


"Putri!, tunggu dulu, jangan buru buru!" kata Shin Liong.


Putri Xuan Yi menoleh kearah Shin Liong sambil melambaikan tangan nya, "kesinilah kak!, lihat lah istana itu indah sekali bukan, mimpi ku tadi malam ternyata benar dengan pilar batu ini kak!" ...


"Mimpi apa?" tanya Shin Liong sambil berjalan di samping istri nya itu.


"Tadi malam aku bermimpi bertemu dengan seorang wanita cantik, yang mengajak aku terbang ke puncak pilar batu ini, dan di sini kulihat ada sebuah istana luar biasa cantik nya, lalu wanita itu berkata, bahwa aku boleh memiliki istana itu, bila dapat membawa istana pergi dari sini!" kata putri Xuan Yi.


"Berarti istana ini sudah di berikan kepada mu oleh si pemilik nya ya?" tanya Shin Liong .


"Menurut mimpi ku itu, iya kak!" jawab putri Xuan Yi.

__ADS_1


"Ayolah kita lihat di dalam istana itu, ada apa saja?" tanya Shin Liong sambil membimbing tangan sang istri.


"Menurut mimpi ku semalam kak, di dalam istana itu banyak meja dan kursi terbuat dari emas, tempat tidur yang terbuat dari emas, setumpuk perhiasan terbuat dari emas dan permata, dan ada lukisan wanita cantik berbingkai emas!" kata putri Xuan Yi.


Setelah menaiki sembilan anak tangga, akhirnya mereka tiba di depan pintu terbuat dari batu giok, berbingkai dan berhias emas permata.


Pilar pilar di depan istana itu terbuat dari batu giok berwarna merah menyala.


Shin Liong mendorong pintu, dan ternyata tidak di kunci.


Di ruangan depan, ada kursi dan meja terbuat dari emas, beberapa guci besar, dan lemari yang berisi ratusan guci guci cantik, patung patung binatang dari batu giok aneka warna.


Sebuah lukisan wanita yang sangat cantik tergantung di dinding.


Wanita cantik itu terlihat mengenakan sebuah Tiara terbuat dari emas dan batu permata di atas kepala nya.


Shin Liong terdiam di depan lukisan itu, memandang takjub dengan kecantikan luar biasa gadis di dalam lukisan itu.


"Apa yang kakak lihat?, wanita cantik itu?" tanya putri Xuan Yi cemberut.


"lihatlah putri, lukisan itu bukankah itu lukisan diri mu sendiri?" tanya Shin Liong heran.


Awal nya putri Xuan Yi mengira Shin Liong cuma bercanda, tetapi setelah dia memperhatikan dengan seksama, nampak sekali jika lukisan itu adalah diri nya sendiri.


"Masa iya kak?, tetapi itu memakai Tiara cantik, sedangkan aku tidak memiliki Tiara seperti itu" kata putri Xuan Yi bingung.


Tiba tiba Shin Liong melihat sebuah Tiara yang sama dengan yang ada di lukisan itu, terpajang di sebuah lemari dari kayu berukir.


Shin Liong segera mengambil Tiara itu dan meletakan nya di atas kepala putri Xuan Yi.


Ketika di letakan di atas kepala nya, tiba tiba Tiara itu memancarkan cahaya kemilau indah yang membias ke sekujur tubuh nya.


"Kau!, kau!, kau luar biasa putri, luar biasa cantik jelita nya!" kata Shin Liong terkagum kagum.


Putri Xuan Yi tersenyum menatap ke arah Shin Liong yang melongo melihat nya itu.


"Kakak!, kini ingatan ku terbuka kembali kak, aku menjadi ingat siapa aku di masa lalu, aku adalah Ratu Bidadari di Swargaloka, nama ku Dewi Xuyi kak!" kata putri Xuan Yi girang.


"Itu memang nama mu Dewi, engkau memang seorang Dewi, juga seorang Ratu nya para bidadari, kecantikan mu membuat seluruh Dewi Dewi di langit cemburu, tetapi sayang Tian tidak menciptakan jodoh bagi mu, jodoh mu justru jauh sesudah jaman mu, tidak kusangka jodoh yang di janjikan Dewata itu adalah putra ku sendiri !"suara Dewi Chang 'e di depan pintu, di ikuti oleh Dewi Nuwa dan A Yong.


"Ibu!, kini aku ingat semua yang ibu katakan tempo hari!" kata putri Xuan Yi atau Dewi Xuyi itu.


Kini dia merasa seluruh ke kuatkan nya sebagai seorang Dewi, tiba tiba bangkit melewati tingkat alam Dewa kedua hingga naik ke tingkat alam Dewata, yaitu tingkat alam Dewa paripurna akhir, lebih tinggi dari sang suami yang baru di alam paripurna awal.


"Ibu kini aku ingat semua nya, demi bisa bersatu dengan jodoh ku, aku rela kehilangan jabatan sebagai ratu para bidadari, dan jiwa ku di kurung di dalam guci batu giok selama ribuan tahun agar jiwa ku tidak rusak saat ber reinkarnasi, dan sekarang pengorbanan ku telah terbayar kan Bu, aku bertemu suami ku di jaman ini, jaman yang entah sudah berapa ribu tahun setelah masa ku dahulu Bu!" kata putri Xuan Yi atau Dewi Xuyi.


Dewi Chang 'e tersenyum melihat kearah anak menantu nya itu, yang dahulu kala memang sempat hidup sezaman dengan nya juga, dan menjadi seorang yang paling dia cemburu karena kecantikan nya yang luar biasa itu, sehingga para Dewi Dewi yang lain bila dibandingkan dengan nya justru turun jauh kelas nya.

__ADS_1


Kini Dewi yang sangat di cemburu'i nya itu, menjadi istri putra tersayang nya sendiri, sehingga kini dia bukan nya mencemburui kecantikan Dewi Xuyi, tetapi malah bersyukur dengan gadis tercantik itu kini telah menjadi istri putra nya.


...****************...


__ADS_2