
Bukan main marah nya laki laki kekar itu , dua kali sudah dia di pecundangi oleh seorang wanita cantik , cuma dalam dua jurus saja .
"Cuih !, ****** hina , ternyata kau tidak bisa di kasih hati rupanya , kau malah melonjak , sekarang aku tidak lagi berlaku sungkan kepada mu , tidak pula berbelas kasihan kepada mu lagi , akan ku telanjangi tubuh mu di depan orang orang ini !" ucap laki laki itu dengan sangat murka sekali .
Kali ini laki laki kekar itu mengerahkan seluruh energi nya , untuk mengalahkan Dewi Chang 'e .
Dewi Chang 'e masih santai dan dengan senyuman khas nya , melayani laki laki itu bertarung .
"Maaf tuan , rupanya tadi tuan terlalu berbelas kasih kepada saya , sehingga membiarkan kaki saya menghantam tuan !" kata Dewi Chang 'e sambil tersenyum .
"Awas nyonya , berhati hatilah , aku tidak lagi bermurah hati kepada mu , jaga serangan !" teriak laki laki itu sambil bergerak melancarkan serangan nya kearah Dewi Chang 'e .
Kepalan tangan kanan dan kiri laki laki itu bergantian menyerang kearah perut dan rusuk Dewi Chang 'e .
Tetapi dengan rileks dan santai nya , Dewi Chang 'e menangkis setiap serangan yang dilancarkan oleh laki laki itu .
Hingga pada satu ketika , saat laki laki itu menyerang Dewi Chang 'e kembali dengan pukulan kedua tangan nya , sang Dewi menangkis dengan tangan nya , tetapi saat Dewi Chang 'e menangkis dengan tangan nya , tendangan maut kaki laki laki itu datang mengarah ke kepala nya .
Dewi Chang 'e berkelit kesamping kanan sambil melancarkan tendangan memutar nya yang berhasil mendarat di tengkuk laki laki kekar itu .
"Bruak !" ...
Laki laki itu kembali terjungkal mencium tanah hingga hidung nya berdarah .
"Ah tuan , kenapa tuan masih saja mengalah ?, tidak usah sungkan sungkan lagi tuan , tuh hidung nya berdarah kan !" kata Dewi Chang 'e bernada mengejek laki laki itu .
"Cuih !, dasar ****** murahan tidak berguna !, akan ku pecahkan kepala mu !" kata laki laki itu dengan kemurkaan yang luar biasa , sambil kembali menerjang kearah Dewi Chang 'e .
Wajah Dewi Chang 'e yang tadi nya tersenyum manis , kini tiba tiba berubah dingin , serta pandangan mata nya pun menjadi sangat tajam .
"Kau rupanya tidak tahu di untung tuan , aku sudah bermurah hati kepada mu , kau malahan menyebut ku dengan sebutan buruk , nyali mu cukup besar tuan , aku akan mengaku kalah bila dalam tiga jurus lagi aku tidak bisa merobohkan kesombongan mu !" tatapan Dewi Chang 'e kini benar benar tajam sekali .
Dewi Xuan Yi dan Dewi Ying Fa yang sudah cukup lama mengikuti nya pun sampai bergidik ngeri melihat nya .
Dewi Chang 'e merentangkan kedua tangan nya ke kiri dan ke kanan , lalu kedua tangan itu di putar nya seperti sedang menari .
Inilah jurus tarian Bidadari diatas awan yang hanya di kuasai oleh Dewi Chang 'e saja .
Bahkan putra nya Shin Liong saja tidak bisa melakukan jurus ini , karena jurus ini di ciptakan oleh Dewata San Qin khusus untuk putri nya saja .
Gerakan dari Dewi Chang 'e demikian luwes dan indah sekali , tetapi sekaligus mengandung bahaya luar biasa .
Beberapa kali tangan mereka beradu , laki laki kekar itu merasa tangan nya seperti di pukul dengan menggunakan sebilah besi baja .
Sebentar saja , tangan laki laki itu biru biru memar karena beradu dengan tangan Dewi Chang 'e yang terlihat kecil itu .
__ADS_1
Laki laki itu sudah tidak kuat mempergunakan kedua tangan nya lagi yang sudah membengkak kebiru biruan itu .
Hingga pada satu kesempatan , setelah selesai melepaskan pukulan tangan kanan nya , ke arah laki laki kekar itu , dan laki laki itu menghindar dengan memiringkan tubuh nya ke kiri .
Tetapi siapa sangka pada saat yang sama , tendangan memutar dari Dewi Chang 'e melesat sangat cepat kearah dada nya .
"Bug !" ...
"Bruak !" ...
Tendangan itu mendarat dengan mulus di dada laki laki itu , sehingga tubuh nya pun terpental menghantam tembok Kuil .
Laki laki itu jatuh meringkuk dengan beberapa gumpal darah keluar dari mulut nya .
"Omongan mu lebih besar dari pada kehebatan mu , sekali lagi aku bertanya , siapa yang membayar kalian untuk menangkap putra ku ?" tanya Dewi Chang 'e dengan tatapan dingin .
Dewi Chang 'e melompat ke atas altar batu hitam dan berjalan kearah Pang Cu Hek Long Pang .
"Kalau kau kira aku takut dengan ancaman mu ini , kau salah nyonya , kelompok kami tidak pernah mengatakan siapa yang sudah membayar kami , dan itu berlaku sampai kapan pun !" jawab Pang Cu Hek Long Pang sambil duduk dengan tenang .
Dia masih belum melihat sesuatu yang istimewa yang pantas untuk ditakuti pada wanita ini .
Kekalahan orang kepercayaan nya tadi , bagi nya mungkin karena mereka tidak lagi rajin berlatih dan berkultivasi .
"Aku tidak lagi ingin bermain main , katakan atau hidup mu ku akhiri malam ini !" terdengar suara dari Dewi Chang 'e semakin dingin .
Dewi Chang 'e mengibaskan tangan nya kesekeliling nya .
"Kalau begitu kalian tidak ada seorangpun yang ku ijin kan untuk beranjak pergi dari tempat kalian , hingga kalian katakan siapa yang sudah membayar kalian !" ujar Dewi Chang 'e .
"Ho ho ho ho !, kau terlalu mengada ada nyonya , apa hak mu melarang kami pergi dari tempat ini , terserah kami mau pergi atau berdiam diri ditempat ini , tempat ini adalah milik kami !" suara Pang Cu Hek Long Pang semakin meninggi , dan mata nya mulai memerah tanda dia mulai marah .
Dewi Chang 'e tersenyum dingin , seperti senyum nya Dewi kematian melihat pesakitan .
"Kau pikir kau berhadapan dengan siapa heh ?, kalau kau ingin tahu ucapan ku ini benar atau cuma omong kosong saja , coba kalian angkat pantat kalian dari kursi batu itu , bisa apa tidak ?" gema suara Dewi Chang 'e terdengar seperti suara Dewa maut .
Beberapa orang segera mencoba untuk berdiri , tetapi wajah mereka berubah menjadi pucat pasi , setelah merasa seluruh tubuh mereka tidak dapat di gerak lagi .
"Celaka Pang Cu , ucapan wanita ini benar benar terbukti , tubuh kami tertotok Pang Cu !" kata beberapa orang yang mencoba untuk berdiri .
Beberapa orang yang mendengar perkataan rekan mereka itu , buru buru mencoba untuk berdiri , tetapi mereka mendapati tubuh mereka tidak lagi bisa mereka gerakan .
Diam diam Pang Cu Hek Long Pang mencoba menggerakkan jari jemari tangan nya , dan hasil nya membuat muka sang Pang Cu menjadi pucat pasi .
Seumur hidup nya , baru sekarang menemukan orang yang bisa mengirimkan totokan lewat angin dari jarak jauh .
__ADS_1
Di coba nya menghimpun Qi murni untuk menjebol totokan di tubuh nya , tetapi totokan itu seperti sebuah gunung yang menyumbat sebuah sungai , semua upaya nya sia sia belaka .
Dengan peluh yang menetes di jidat nya , di coba nya lagi menghimpun Qi murni untuk menjebol urat utama nya yang tertotok itu , tetapi hingga peluh membanjiri wajah nya , upaya nya itu sia sia saja .
"Sekarang apa susah nya aku untuk menghabisi kalian semua hingga tidak ada satupun yang tersisa , dan besok pagi , orang orang akan mendapati jasat kalian semua sudah menjadi abu , tetapi aku masih ingin memberikan satu kesempatan kepada kalian ,sebenar nya aku bisa mengancam salah satu dari kalian hingga mengatakan siapa orang yang sudah membayar kalian , dan aku akan membebaskan orang yang mengatakan itu , tetapi apa bila Pang Cu kalian yang mengatakan nya , kalian semua ku bebaskan hidup hidup , tetapi bila Pang Cu kalian enggan melakukan itu , aku akan membebaskan satu orang saja yang bersedia mengatakan nya !" ancam Dewi Chang 'e .
Rata rata semua yang hadir menatap kearah Pang Cu mereka , memohon agar sang Pang Cu bersedia mengatakan nya .
"Pang Cu !, tolonglah kami Pang Cu , turuti permintaan wanita sakti ini Pang Cu , atau Hek Long Pang akan selesai malam ini !" ratap yang lain nya .
Wajah tua keriput itu menjadi semaki jelek karena permasalahan itu .
Setelah mencoba membuka totokan ditubuh nya beberapa kali , namun gagal , akhirnya orang tua itupun menyerah juga .
"Baiklah nyonya , aku menyerah kalah , akan kukatakan siapa orang nya , tetapi bebaskan dulu para anak buah ku semua nya !" pinta Pang Cu Hek Long Pang kepada Dewi Chang 'e .
Dewi Chang 'e kembali mengibaskan tangan nya kearah orang orang yang duduk di sisi kanan dan kiri altar batu hitam itu .
Sontak semua orang itu dapat menggerakkan tubuh nya kembali .
"Sekarang katakan dengan jujur , siapa orang yang membayar kalian untuk menangkap putra ku ?" kata Dewi Chang 'e .
"Baiklah nyonya , orang yang membayar kami untuk menangkap pangeran kecil adalah Goa Wangwe dari kota Tao , dia sangat berambisi untuk menjadi pengganti sang Kaisar yang telah mangkat bersama istana nya di dalam Danau , satu satu nya cara agar semua wilayah negeri mendukung nya adalah dengan mengangkat sang pangeran kecil menjadi pengganti Kaisar , yang nanti nya pangeran kecil ini akan dijadikan Kaisar boneka oleh Gao Wangwe !" tutur Pang Cu Hek Long Pang dengan jujur .
Gao Wangwe (hartawan Gao) atau nama lengkap nya Gao Tan Hai , adalah seorang yang paling kaya di kota Tao dan sekitar nya .
Dengan kekayaan yang berlimpah ruah itu , dia bisa menguasai beberapa kota besar seperti kota Tao , Sian Tao , Min Tao , Chong Siu dan Hai nan .
Dewi Chang 'e kembali mengibaskan tangan nya kearah Pang Cu Hek Long Pang , dan seketika itu juga , Pang Cu itu dapat menggerakkan anggota tubuh nya .
"Kalau nyonya tidak keberatan , boleh kah kami tahu nama atau julukan nyonya ?" tanya Pang Cu Hek Long Pang sambil menjura di hadapan Dewi Chang 'e .
"Ingatlah baik baik , nama ku Dewi Chang 'e , dan mereka berdua adalah anak menantu ku , istri dari putra ku Shin Liong , mulai sekarang , berusahalah dengan baik baik , dan jangan mengganggu keluarga atau kerabat serta orang orang ku , kalau kalian bertemu dengan ku , kalian semua masih ada kemungkinan selamat , tetapi tidak dengan anak serta cucu ku !" suara Dewi Chang 'e menggema di dalam kuil , dan bersamaan dengan itu , tubuh ketiga wanita jelita itu pun raib dari hadapan mereka .
Sementara itu , Arwanwen dan Dewi Lilian yang berlari di kegelapan malam , mengejar dua orang yang tadi mengintip dari atas gen'teng , mengarah ke sebelah barat kota Famoa .
kedua orang yang berlari diantara atap atap rumah penduduk itu , seperti sengaja membuat sepasang suami istri yang mengejar nya menjadi penasaran .
Apa bila kedua orang itu jauh tertinggal , mereka memperlambat langkah mereka , tetapi bila sudah dekat , mereka segera mempercepat langkah kaki mereka .
Tanpa terasa , sepasang suami istri itu sudah keluar dari kota Famoa cukup jauh .
Kini di kiri dan kanan mereka cuma hutan lebat yang tampak .
...****************...
__ADS_1
"Siapa pula orang orang ini ?"...