Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Banjir Darah di Padang Datar .


__ADS_3

Berdiri nya negeri Liu kembali , banyak di sambut dengan gembira oleh masyarakat luas .


Bahkan ada beberapa wilayah kota yang secara spontan menyatakan berada dibawah kekuasaan negeri Liu itu .


Apa lagi mereka tahu jika negeri Liu itu di sokong oleh tiga Dewa dan seorang Dewata muda , keyakinan mereka menjadi semakin bulat untuk berada di bawah pimpinan sang Kaisar Liu Xiong Bu yang bijaksana .


Meskipun demikian , ada juga beberapa wilayah kota yang tidak ingin bergabung dengan negeri Liu , bahkan mereka dengan terang terangan menyatakan penentangan mereka pada negeri Liu yang baru berdiri ini .


Diantara kota yang tidak mau tunduk dibawah kekuasaan negeri Liu itu adalah kota Qiantung , bekas kota raja negeri Liu lama , kota Sanqwan , kota Yuyang dan kota Pek To .


Ke empat kota besar ini masing masing di kuasai oleh seorang saudagar paling kaya , sehingga mirip raja kecil di kota itu .


Mungkin karena kedudukan dan kekuasaan mereka terancam hilang , itulah yang membuat mereka sangat menentang pembentukan sebuah negeri besar kembali .


Adapun orang orang yang sudah bosan dengan kemelut yang berkepanjangan ini , mereka lebih memilih bergabung menjadi sebuah negeri besar yang lebih aman .


Tujuh wilayah kota sudah menyatakan bergabung dengan negeri Liu , sedangkan lima kota belum bereaksi apa pun, dan empat kota menentang .


Kota Qiantung yang berdekatan dengan kota Xuzuo langsung bereaksi dengan kemunculan negeri Liu ini .


Penguasa kota Qiantung ini seorang saudagar kaya raya bernama Bal Le Haw , langsung mengirim kan empat ratus prajurit yang terdiri dari pendekar kultipator tingkat Dewa Laut akhir yang di pimpin oleh empat orang pendekar kultipator handal tingkat Dewa Bintang akhir yang bergelar empat pilar Dewa .


Pasukan pendekar kultipator ini lah salah satu kelompok yang paling ditakuti di benua barat ini , karena tinggi nya tingkatan kultivasi mereka semua .


Setelah mendengar berita dari para teliksandi tentang empat ratus orang prajurit pendekar kultipator yang dipimpin panglima mereka yang bergelar empat pilar Dewa sedang menuju kota Xuzuo , suasana kota Xuzuo langsung menjadi mencekam seketika .


Beberapa penduduk segera memilih mengungsi keluar kota sambil memaki maki penguasa kota yang bergabung didalam negeri Liu yang baru , sehingga bencana datang melanda kota ini .


Tetapi banyak juga orang orang yang percaya akan kekuatan dari para Dewa Dewi dan Dewata yang mendukung berdiri nya negeri Liu ini .


Meskipun ada seribu enam ratus orang prajurit yang tersedia , tetapi karena prajurit ini baru di bentuk dan sedang berlatih agar bisa menjadi Prajurit handal di kemudian hari , menjadikan mereka masih belum bisa diandalkan .


Di ruang tengah kediaman Kaisar Xiong Bu , nampak tuan ketua kota Wang Ti Kong , Biksu leluhur , Bu Beng Koan Jin , Tosu Twa Kung , Shin Liong serta kedua orang istri nya sedang berunding mengenai apa tindakan yang harus mereka ambil .


"Kong Thai Sian Shin Liong , apa yang harus kita lakukan sekarang ?, pasukan empat pilar langit adalah salah satu kumpulan para pendekar kultipator tingkat Dewa Laut akhir yang rata rata tangguh , belum lagi ke empat panglima nya yang berada di tingkat Dewa Bintang akhir itu , apa yang harus kita lakukan sekarang ?" tanya sang Kaisar kepada Shin Liong .


"Maaf yang mulia , kita tidak bisa menyuruh para prajurit kita untuk maju melawan mereka , itu sama saja hal nya kita menggali lubang kubur untuk mereka , biarlah saya beserta tiga orang Dewa dan kedua istri saya ini yang akan menyambut mereka di batas wilayah kota , agar tidak banyak kerusakan , saya pikir kami akan mampu mengatasi mereka !" kata Shin Liong dengan suara mantap .


"Kalau begitu , biarlah aku akan maju bersama kalian , semoga ini bisa memotivasi seluruh rakyatku serta Prajurit ku semua nya , bahwa aku tidak berpangku tangan melihat bahaya mengancam negeri dan rakyat ku , mereka boleh menduduki negeri ku , bila aku sudah tewas !" kata sang Kaisar dengan kemantapan hati .


Memang sang Kaisar Xiong Bu , bukanlah manusia sembarangan juga , tingkat kultivasi nya sudah berada di tingkat Dewa Bintang akhir pula .


"Kalau begitu kita jangan buang buang waktu , ayo kita Songsong mereka di tapal batas luar kota agar tidak terlalu banyak kerusakan yang terjadi !" kata Shin Liong .

__ADS_1


Hari itu juga , setelah mengenakan jubah perang , mereka segera bergerak keluar dari kota Xuzuo , menuju ke batas kota untuk menyongsong pasukan empat pilar langit itu .


Sepanjang jalan di dalam kota Xuzuo itu , rakyat mengelu elukan para pahlawan mereka yang sedang berangkat menuju ke Medan laga membela negeri mereka .


Disebuah tempat bernama Padang datar embun putih sebagai batas luar kota Xuzuo , ketujuh orang ini berdiri menunggu kedatangan pasukan empat pilar langit itu .


Beberapa masyarakat yang tidak suka dengan berdiri nya negeri Liu ini , menatap kearah tujuh orang yang sedang bersiap berjuang , dengan tatapan sinis dan menganggap ini cuma sebuah lelucon saja , karena mana ada tujuh orang sanggup melawan empat pilar langit yang di komandan ni oleh empat pilar Dewa yang sudah tersohor keganasan mereka di seantero belahan barat ini .


Menjelang siang hari , empat ratus orang Prajurit kota Qiantung itu tiba di Padang datar embun putih .


Melihat tujuh orang berpakaian jubah perang , sedang berdiri menghadang perjalanan mereka , ke empat pilar Dewa , sebagai komandan pasukan itu tertawa geli .


"Hei kalian , orang gila dari mana , berani berani nya berdiri di depan pasukan kami ?" tanya salah seorang dari ke empat Pilar Dewa itu .


"Aku minta kepada kalian cepat kembali pulang bila masih mau selamat !" kata Shin Liong berteriak lantang , sehingga di dengar oleh semua orang .


Empat orang laki laki paro baya itu tertawa terbahak bahak mendengar ancaman dari Shin Liong itu .


"Apakah dia sang pangeran Liu si Kaisar gila itu , terlihat dia dan dua wanita cantik jelita itu berkepandaian paling rendah ?" tanya laki laki pertama kepada saudara nya .


"Mungkin juga , tetapi bila di tilik dari pakaian nya , dia bukan seorang Kaisar kak !" jawab laki laki kedua .


"Hei anak muda , maut sudah di depan hidung mu , masih saja mengigau dan bermimpi , cepat bersimpuh dan persembahkan kedua wanita itu untuk kami agar kami bisa mempercepat kematian mu tanpa siksaan terlebih dahulu !" jawab laki laki ketiga dari empat ber saudara itu .


Tetapi ke empat orang laki laki paro baya itu bersama seluruh Prajurit nya tertawa geli mendengar perkataan dari Shin Liong itu .


"Ha ha ha ha ,lihat lah , Ni , San , Si , tujuh orang bodoh yang berniat bunuh diri itu , cepat suruh pasukan mu untuk mengabulkan maksud mereka itu !" kata seorang laki laki paro baya sebagai saudara tertua dari ke empat pilar Dewa itu .


"Baiklah kakak pertama , ayo kalian semua , serang dan bunuh para laki laki nya , tetapi jangan lukai wanita nya !" perintah orang ke empat .


Empat ratus orang prajurit segera menyerbu kearah Shin Liong dan teman teman nya yang sedang menghadang mereka .


Meskipun para Prajurit pilar langit itu berkepandaian tinggi , tetapi menghadapi ke tujuh orang yang tingkat kultivasi nya jauh di atas mereka , membuat serangan mereka tidak ada guna nya sama sekali .


Cuma dalam waktu sebentar saja , puluhan nyawa dari Prajurit pendekar kultipator itu berterbangan ke neraka .


Ada yang tubuh mereka membeku lalu pecah berhamburan seperti beling di hempaskan ke batu , ada pula yang tewas dengan dada terbelah , bahkan tidak sedikit yang tewas dengan batok kepala hancur .


Bukan main geram nya ke empat orang pimpinan pasukan empat pilar langit itu melihat Prajurit mereka yang selama ini sangat di takuti itu , justru menjadi barang mainan di tangan ke tujuh orang yang tadi mereka tertawai itu .


Tidak sampai sepuluh jurus berlangsung , lima puluh orang Prajurit sudah tumbang mencium tanah .


"Buangsaat !, ku bunuh kalian semua !" teriak kakak pertama dari ke empat pimpinan pasukan pilar langit itu sambil melesatkan serangan diam diam kearah tengkuk Tosu Twa Kung .

__ADS_1


"Bum !!"...


Terdengar dentuman dahsyat saat Shin Liong memapaki serangan kakak pertama yang secara culas membokong tengkuk Tosu Twa Kung .


Beberapa orang Prajurit yang berdiri terlalu dekat dengan pertarungan itu , terbang sejauh sepuluh depa dengan tubuh remuk .


Sementara itu , tubuh kakak pertama mencelat sejauh lima puluh depa dan jatuh diatas tanah dengan tubuh tak berbentuk lagi .


Ketiga saudara nya segera memburu kearah jatuh nya tubuh saudara tertua mereka itu .


Setelah melihat keadaan tubuh kakak tertua mereka yang sudah tidak berbentuk manusia lagi , tetapi lebih mirip gumpalan daging berbalut kulit , terdengar jeritan histeris dari ketiga saudara seperguruan itu .


Dengan mata basah oleh air mata kesedihan , ketiga bersaudara seperguruan itu segera menyerang kearah Shin Liong dengan serangan yang membabi buta .


Mata mereka sudah di tutupi oleh hawa amarah dan sakit hati luar biasa , sehingga yang ada di dalam pikiran mereka hanyalah balas dendam saja .


Ketika pikiran manusia sudah di isi dengan dendam dan amarah saja , pikiran waras pun akan sirna .


Dengan mengerahkan seluruh energi di dalam tubuh mereka , ketiga bersaudara itu menyerang Shin Liong dengan ambisi cepat menumbangkan nya , sehingga tidak lagi memikirkan pertahanan diri mereka masing masing , yang ada di dalam pikiran mereka cuma bagai mana supaya cepat membunuh lawan nya betapapun cara nya .


Sementara itu lebih dari separuh pasukan musuh sudah tewas di tangan sang kaisar dan para pengawal pribadi nya itu .


Dewi Xuan Yi mengamuk dengan menggetok kepala lawan nya dengan gagang pedang kecil nya hingga kepala itu pecah .


Sedangkan Dewi Ying Fa , bergerak memukul perut lawan nya dengan lembut , tetapi epek nya sangat mengerikan , tubuh lawan nya tiba tiba kaku menjadi patung es yang dengan sekali pukul , patung es itu hancur berantakan .


Begitu pun dengan Biksu leluhur dan Bu Beng Koan Jin , kedua orang tua bertubuh pemuda ini seperti baru menemukan keceriaan mereka setelah lama hilang .


Mereka seperti berlomba lomba membunuh lawan sebanyak banyak nya .


Tosu Twa Kung dan sang Kaisar tidak ketinggalan dalam pesta ini , mereka membunuh lawan mereka sebanyak banyak nya .


Pertarungan antara Shin Liong dan ketiga saudara seperguruan itu semakin seru saja .


Ketiga saudara seperguruan ini , seperti lupa diri , menyerang Shin Liong dengan membabi buta , seakan melupakan keselamatan mereka sendiri .


"Prok !"...


Hingga akhirnya terdengar suara benda pecah , dan bersamaan dengan itu , kakak kedua tersungkur dengan kepala yang hancur .


Melihat seorang saudara mereka tewas lagi , kedua saudara yang masih tersisa itu meningkatkan serangan mereka ketahap maksimal nya , sambil mulut mereka menyumpah serapah tidak karuan , dengan segala sumpah serapah yang kotor dan tidak layak , meluncur dari mulut mereka .


Apa lagi melihat pasukan mereka sudah kocar kacir tinggal segelintir orang saja lagi yang masih bertahan hidup , itupun dengan luka luka yang cukup parah , sehingga amarah mereka memuncak . Menutupi segenap akal sehat nya .

__ADS_1


...****************...


__ADS_2