
Sang Ratu Qi Xun Er berjalan kearah timur Padang tandus itu , di ikuti oleh kedua orang jendral nya serta Shin Liong dan kedua orang istri nya.
Di kejauhan nampak para prajurit Long Nyin yang berjumlah tiga ribu lima ratus orang dengan bersenjata lengkap itu sudah berbaris di pinggir hutan di timur Padang tandus itu.
Seorang utusan dari pasukan Long Nyin maju kearah pasukan Ko Li Nyin yang sudah bersiap siaga itu .
Prajurit Bangsa Long Nyin itu membawa sebuah gulungan kulit kijang di tangan nya.
Setelah berada di depan pasukan negeri Ko Li Nyin , Prajurit itu segera membuka gulungan kulit kijang itu , lalu membaca maklumat dari sang Raja Shio Lang Fung sebagai penguasa negeri Long Nyin.
"Maklumat dari Raja Shio Lang Fung untuk Ratu Qi Xun Er , bahwa apa bila sang Ratu dan seluruh rakyat Ko Li Nyin ingin selamat , maka harus menyerah tanpa syarat kepada yang mulia Raja Shio Lang Fung yang perkasa , apa bila maklumat ini di abaikan , maka negeri Ko Li Nyin akan musnah hari ini juga !" kata Prajurit itu membacakan maklumat dari Raja Shio Lang Fung.
"Cuih !, aku tidak Sudi menyerah kepada serigala iblis seperti junjungan mu itu , katakan kepada nya , aku siap meladeni peperangan dengan nya berapa pun lama nya !" kata sang Ratu dengan murka nya.
Mendengar jawaban dari sang Ratu Qi Xun Er itu , sang utusan pun segera kembali ke pasukan nya untuk menyampaikan jawaban dari Ratu Qi Xun Er.
Mendengar jawaban itu , bukan main murka nya sang Raja Shio Lang Fung , bersama sang jendral nya yang bernama jendral Cu Boan Bin , dia segera menyerang kearah pasukan negeri Ko Li Nyin .
Kedua jendral negeri Ko Li Nyin yang gagah berani itu segera mengerahkan pasukan nya untuk menghadang laju serangan dari pasukan Long Nyin.
Yang pertama berada di depan adalah pasukan pertahanan dengan bersenjata pedang dan berperisai besi.
Sementara di belakang mereka ada dua ratus Prajurit panah yang siap menghujani setiap Prajurit Long Nyin yang berani maju dengan anak panah nya.
"Maajuu seraaang !" teriak sang jendral Cu Boan Bin kepada pasukan nya.
Seperti air bah , pasukan negeri Long Nyin pun menyerbu ke arah pasukan Ko Li Nyin.
Pasukan Ko Li Nyin sementara tidak beraksi , menunggu pasukan Long Nyin mencapai titik tembak anak panah mereka.
Ketika pasukan Long Nyin itu sudah berada di titik tembak panah mereka , maka sang jendral Xio Wu segera memerintahkan pasukan panah untuk melaksanakan tugas nya.
"lepaskan panah !" teriak jendral Xio Wu.
Maka ratusan anak panah pun meluncur seperti turun nya hujan dari langit.
Jeritan kesakitan terdengar dari pasukan Long Nyin yang berjatuhan tertembus anak panah itu.
Sebentar saja , ratusan Prajurit Long Nyin bergelimpangan di tanah yang gersang itu.
__ADS_1
Ketika pasukan Long Nyin kembali menyerang , hujan panah pun kembali berhamburan seperti air hujan yang turun dari langit.
Hingga sore hari tiba , ratusan Prajurit Long Nyin tewas menjadi santapan keganasan anak panah dari pasukan Ko Li Nyin .
Menjelang malam hari , perang pun di hentikan , untuk beristirahat .
Selepas makan malam , Shin Liong dan ketiga istri nya pamit kepada sang Ratu Qi Xun Er untuk melihat pasukan Lo Fu Nyin yang berada di selatan Padang tandus itu.
Dengan gerakan yang sangat cepat sekali , ketiga orang ini segera melesat keselatan , kearah pasukan Lo Fu Nyin berada , sesuai dengan laporan para teliksandi kerajaan.
Setelah beberapa saat terbang diantara dahan dahan , akhirnya dari kejauhan mereka melihat nyala api unggun dari perkemahan pasukan Lo Fu Nyin.
Dari atas sebatang pohon yang besar dan tinggi , di kerimbunan daun daun , mereka mengintip ke arah pasukan negeri Lo Fu Nyin itu.
Hingga pagi harii tiba , Shin Liong dan kedua orang istri nya tetap berada di atas pohon itu , memperhatikan kesibukan para prajurit yang bersiap siap untuk melanjutkan perjalanan mereka.
Nampak Raja Bu Ban Beng , Raja negeri Lo Fu Nyin yang berbadan tinggi besar , dan tubuh penuh bulu seperti bulu harimau , nampak sangat garang sekali .
Di samping nya berjalan sang panglima nya yang gagah perkasa , yaitu jendral Tan khi Kua.
Kedua orang pimpinan bangsa Lo Fu Nyin ini , menaiki kuda coklat tua yang tinggi besar.
"Hei !, ada apa Prajurit , apa yang terjadi ?, kenapa berhenti ?" tanya sang panglima perang , jendral Cu Boan Bin.
"Ampun panglima !, di depan ada tiga orang manusia yang menghentikan pasukan kita , mereka ingin bertemu dengan yang mulia Raja !" kata Prajurit itu.
"Hmm , tiga orang manusi , ingin bertemu ?, ada urusan apa manusia itu ?, baiklah Prajurit , bawa mereka kemari , dan perketat penjagaan kalian , jangan biarkan ada celah sekecil apa pun !" kata sang jendral Cu Boan Bin .
Prajurit itu segera pergi kedepan barisan pasukan untuk beberapa saat , kemudian datang lagi dengan membawa Shin Liong dan kedua orang istri nya.
Melihat kehadiran Shin Liong dan kedua orang istri nya , sang panglima perang terpukau menatap ketiga nya.
Begitu juga dengan sang Raja Bo Ban Beng , dia sampai terlongo memandang , terutama menatap kecantikan putri Xuan Yi yang memang tidak ada dua nya di seluruh semesta raya ini.
Putri titisan Ratu bidadari surgawi yang bernama asli Dewi Xuyi ini memang memiliki kecantikan yang luar biasa cantik jelita nya.
"Hei !, siapa kalian bertiga heh ?, dan ada maksud apa kalian menghadang perjalanan pasukan kami ?" tanya panglima perang negeri Lo Fu Nyin yang bernama Cu Boan Bin ini dengan wajah di garang garang kan agar terlihat makin gagah dan berwibawa.
"Saya adalah Shin Liong , dan ini kedua orang istri saya , kami adalah duta perdamaian dari negeri Ko Li Nyin , kami meminta kalian menarik kembali pasukan kalian semua nya , jangan teruskan maksud dan tujuan kalian !" kata Shin Liong dengan suara tenang.
__ADS_1
"Apa apa apa ?, tadi kau bilang apa manusia hina ?, kembali ?, ha ha ha ha !" tiba tiba sang Raja yang dari tadi berdiri di samping sang panglima nya mencelutuk omongan mereka dengan suara tawa mengejek yang di ikuti oleh semua Prajurit nya.
"Sekali lagi aku mengingatkan agar kalian kembali , bawalah semua pasukan kalian kembali ke negeri kalian lagi , dan berjanji lah untuk hidup damai selama nya !" kata Shin Liong masih dalam nada yang lembut dan sabar , meskipun di ejek dan di hina oleh sang Raja.
"Hei manusia hina dina , sejak kapan negeri Lo Fu Nyin tunduk dibawah aturan manusia ?, aku tidak akan mundur setapak pun juga , negeri Ko Li Nyin harus berada dibawah telapak kaki ku , kau mengerti bocah du*gu ?" tanya sang Raja dengan nada sangat kasar sekali .
"Terakhir kalinya aku berbicara !, setelah ini , apapun yang yang kau keluarkan dari mulut mu semua nya tidak berguna lagi bagi ku , tarik mundur pasukan mu , dan belajarlah hidup damai !" kata Shin Liong kali ini dengan nada agak keras , sehingga ketika dia berbicara , daun daun pohon bergoyang seperti ada angin.
"Ha ha ha ha , bocah to*ol , kau pikir kau bisa menyelamatkan negeri Ko Li Nyin dan orang orang nya ?, mereka semua nya akan menjadi budak bangsa Lo Fu Nyin , dengan tingkat kesaktian seperti itu ?, kau mencoba jadi pahlawan kesiangan bocah , jangan pikirkan orang lain , pikirkan saja diri mu sendiri sekarang , he he he he, Prajurit !, tangkap dan bunuh bocah gi*a ini , serta seret kedua gadis itu kedalam tenda ku , dialah Ratu ku yang sebenar nya ha ha ha ha , Ratu yang lama akan ku usir dari istana , dan ku gantikan dengan Ratu ku yang baru ini !" perintah sang Raja Bo Ban Beng kepada prajurit nya.
Mendengar perintah dari sang Raja Bo Ban Beng , serentak beberapa puluh orang Prajurit maju menyerang Shin Liong dan kedua orang istri nya itu.
Namun baru saja mereka bergerak maju , kedua orang wanita cantik jelita itu juga bergerak cepat , berke lebat kearah para Prajurit yang mengeroyok nya.
Cuma dalam sekali gerakan saja , beberapa orang Prajurit langsung terdiam kaku , membeku menjadi patung es , terkena pukulan dari Dewi Ying Fa, dan tidak lama kemudian pecah berantakan.
Sementara yang lain nya bertumbangan dengan batok kepala yang sudah pecah , atau tulang belulang berpatahan karena selendang dari Putri Xuan Yi.
Beberapa puluh orang Prajurit khusus , maju bersama menyerang kedua orang wanita cantik jelita itu dengan membawa tali yang panjang , yang ujung nya di lemparkan kepada teman nya di seberang tubuh nya.
Para Prajurit yang lain pun melakukan hal yang sama pula .
Sehingga kini tali temali itu membentuk satu simpulan yang mengikat kedua orang wanita itu di tengah tengah nya.
Namun belum lagi mereka berhasil menangkap kedua orang wanita cantik jelita itu , tiba tiba leher para Prajurit pengeroyok itu masing masing menyemburkan darah segar semua nya , sedangkan tali temali yang tadi menjerat kedua orang wanita cantik jelita itu sudah putus semua nya , karena pisau kecil mirip pedang kecil panjang sejengkal di tangan kedua wanita itu.
"Kurang ajar kalian semua , akan ku ringkus mereka berdua untuk mu yang mulia !" kata sang jendral Cu Boan Bin sambil maju ke arah Putri Xuan Yi dan Dewi Ying Fa .
Shin Liong yang melihat tingkat kultivasi sang jendral yang masih jauh di bawah kedua orang istri nya itu , tidak ber reaksi apa pun juga , karena dia tahu , kedua istri nya tidak mungkin sampai kalah dengan sang jendral itu.
"Hei wanita cantik !, kau mau ku rangkul atau menyerah secara baik baik ?" tanya Jendral Cu Boan Bin sambil cengengesan aneh.
"Tidak Raja nya , tidak jendral nya , semua nya sama sama bejat , kini saat nya kehancuran negeri Lo Fu Nyin sudah diambang mata , tetapi kalian semua masih saja tidak sadar !" bentak putri Xuan Yi mulai bosan melihat tingkah laku sang jendral dan Raja nya itu.
"He he he he, kalian bertiga terlalu banyak berkhayal , sehingga bicara mengigau seperti itu !" kata sang jendral masih dengan cengengesan nya , seperti seorang pemuda remaja yang baru kenal gadis cantik.
"Kami berkhayal ?, baiklah kalau begitu ,ku buktikan bila omongan kami bukan khayalan atau bualan belaka , sebenar nya dia ribu atau tiga ribu Prajurit , masih kurang menghadapi kami , tidak usah suami kami , dengan kami saja , Prajurit mu akan habis !" kata Putri Xuan Yi sambil bergerak cepat sekali dengan mempergunakan langkah Dewa Dewi nya , dan setiap kali bergerak kemanapun juga , selalu ada beberapa orang Prajurit Negeri Lo Fu Nyin yang tewas dengan tubuh terkoyak , atau leher yang hampir putus.
...****************...
__ADS_1