
Shin Liong menatap kearah wanita cantik jelita itu dengan tatapan resah.
Sejauh ini, ternyata perjuangan nya ber ujung ke pada jalan buntu, sang pemilik dari batu Mustika Dewi Salju itu tidak bersedia meminjamkan nya kepada Shin Liong.
Akhirnya Shin Liong memutuskan untuk berlutut di depan wanita cantik jelita itu.
"Nona!, aku tahu kau adalah Dewi Salju yang dimaksudkan oleh kakek ku, demi kemanusiaan dan keselamatan puluhan juta nyawa manusia, ku mohon pinjamkan aku batu Mustika Dewi Salju itu nona!" ratap Shin Liong sambil berlutut di depan Dewi salju.
Sang Dewi Salju terkejut bukan main melihat pemuda tampan cucu seorang Dewata San Qin, rela berlutut di hadapan nya, demi membela umat manusia.
Hati Dewi Salju itu sebenar nya tersentuh melihat hal itu.
Di pegang nya kedua pundak pemuda itu, dan diangkat nya berdiri.
"Tuan muda!, jangan kau kira saya tidak memiliki hati nurani, saya juga memikirkan orang orang itu, tuan muda, tetapi dalam hal ini, ada beberapa kesalah pahaman tuan muda, pertama saya memang tidak memiliki batu Mustika itu, bila memang batu itu yang tuan muda cari, kedua di seluruh semesta raya ini tidak ada batu Mustika Dewi Salju itu tuan, coba tuan muda tanyakan lagi kepada kakek tuan, apa sebenar nya Mustika Dewi Salju itu, dan bagai mana cara mendapatkan nya tuan!" kata Dewi Salju mulai melembut setelah melihat ke sungguhan dari Shin Liong ini.
"Kalau nona tidak memiliki batu Mustika Dewi Salju itu, kenapa kakek menyuruh ku meminta batu itu kepada mu?" tanya Shin Liong bertambah bingung mendengar pengakuan dari wanita cantik itu.
Dewi salju tersenyum aneh mendengar perkataan dari Shin Liong itu, "mana saya tahu tuan muda!, coba saja tuan tanyakan lebih rinci lagi, kepada kakek tuan muda, apa sebenar nya yang tuan cari pada saya, atau sebaik nya tuan beristirahat sejenak di pondok saya?" ...
Setelah berpikir sejenak, Shin Liong pun akhirnya menyetujui usul dari wanita cantik itu, "baik lah nona, aku setuju dengan saran mu itu, beristirahat sejenak tidak ada salah nya!" ...
Shin Liong melangkah di belakang wanita cantik jelita itu, menuju ke tempat kediaman nya.
Setelah melewati beberapa pegunungan salju, akhirnya mereka tiba di sebuah tempat yang datar, mirip dengan sebuah alun alun.
Di ujung Utara alun alun itu, terdapat sebuah istana Kristal yang sangat cantik sekali, berdiri menghadap ke arah selatan.
Wanita cantik itu mengajak Shin Liong untuk masuk kedalam istana itu.
Empat orang wanita cantik Dayang istana Kristal atau mungkin juga murid wanita cantik itu menyambut kedatangan mereka.
"Persiapkan kamar untuk tuan muda, dan suruh juru masak untuk memasak makanan !" kata Dewi Salju kepada para Dayang nya.
"Baiklah Dewi, akan kami persiapkan semua nya !" jawab kedua orang Dayang istana Kristal itu sambil berlalu kedalam istana.
Beberapa saat kemudian, kedua orang Dayang istana Kristal itu datang kembali.
"Tuan?, silahkan tuan muda beristirahat di ruangan tuan !"kata kedua Dayang itu sambil mempersilahkan Shin Liong untuk berjalan mengikuti mereka menuju ke sebuah ruangan yang besar.
Meskipun istana ini terbuat dari pada kristal, tetapi hawa di dalam nya hangat, tidak seperti di luar yang sangat dingin.
Shin Liong Sabil merebahkan tubuh nya, berpikir keras, antara kakek nya dan sang Dewi ini, siapa yang kira kira berdusta.
Kakek nya menyuruh Shin Liong untuk mencari Mustika Dewi Salju, tetapi sang Dewi Salju sendiri bilang tidak memiliki batu mustika itu.
__ADS_1
Dan apa bila batu Mustika itu tidak segera dia temukan, dia tidak mungkin bisa mengambil batu matahari yang menyumbat sumber air di telaga api, dan itu artinya hawa Qi hitam akan semakin pekat di dunia ini, dan sebentar lagi, tumbuh tumbuhan semua nya akan mati, walau pun tersisa, tidak lagi bisa di makan manusia, karena mengandung racun Qi hitam yang bisa meracuni otak manusia, sehingga manusia akan berubah menjadi iblis semua nya.
Bolak balik Shin Liong antara, tiduran, duduk, berdiri, jalan jalan, lalu berbaring lagi.
Kini pikiran nya benar benar sedang buntu.
"Tok !"...
"Tok !"...
"Tok !"...
Pintu kamar di ketuk perlahan dari luar.
Shin Liong segera bangkit melangkah kearah pintu.
Ketika Shin Liong membukakan pintu, nampak seorang Dayang dayang muda berwajah cantik, berdiri di depan pintu kamar itu.
"Maaf tuan muda!, tuan muda di tunggu oleh Dewi di ruang tengah istana, silahkan tuan muda ikuti saya !" kata Dayang dayang istana itu sambil berjalan di depan Shin Liong.
Di ruang tengah istana itu, duduk diatas tikar yang terbuat dari bulu domba yang lembut dan bersih, sudah menunggu sang Dewi yang duduk dengan anggun nya, mirip seperti seorang ratu.
Di samping kiri nya duduk seorang pemuda tampan, dengan wajah tenang, menatap kearah Shin Liong.
"Salam tuan muda !, nama saya Shin Liong !" kata Shin Liong memperkenalkan diri nya sambil menjura hormat.
Laki laki itu tersenyum mendengar ucapan dari Shin Liong itu.
"Tuan muda !, kau salah paham rupanya, saya bukanlah tuan muda, usia saya sedikit di bawah usia kakek mu, kalau di ukur, antara aku dan kakek mu, mungkin seperti ayah dan anak saja jarak usia kami!" kata laki laki berwajah pemuda itu.
Shin Liong termangu mendengar penjelasan dari laki laki bernama Dong Bian itu.
"Tuan mengenal kakek ku ?" tanya Shin Liong .
"Tentu saja kami mengenal beliau, beliau adalah Guru sejati, guru nya para Dewa, jadi guru kami juga!" jawab Dong Bian.
"Bagai mana tuan muda !, apakah tuan muda sudah mengetahui apa sebenar nya Mustika Dewi salju itu ?" tanya Dewi Salju lagi kepada Shin Liong .
Shin Liong menggelengkan kepala nya, "tidak Dewi, otak saya sudah tidak bisa memikirkan semua itu, kakek saya menyuruh saya mencari batu Mustika Dewi Salju, tetapi Dewi sendiri bilang jika kalian tidak memiliki batu mustika itu, saya bingung, siapa diantara kalian yang berdusta, kakek ku kah, atau kalian ?" kata Shin Liong bingung.
"Aku rasa kakek mu tidak berdusta, dan kami pun tidak ber dusta tuan muda, tetapi kau lah yang salah memahami perintah kakek mu !" kata Dong Bian ikut menengahi.
Shin Liong terdiam mengingat perkataan kakek nya dulu.
"Tetapi benar tuan, kakek ku, menyuruh mencari batu Mustika Dewi Salju, cuma dengan batu mustika itulah baru aku bisa mengambil batu matahari yang menyumbat sumber energi Qi murni dari dasar telaga api itu tuan !" ucap Shin Liong .
__ADS_1
"Kapan aku menyuruh mu mencari batu segala macam?, kan yang ku suruh kau meminta mustika Dewi salju, bukan nya mencari batu, kalau batu, di tempat asal mu juga banyak !" tiba tiba terdengar suara dan bersamaan dengan itu, di hadapan mereka muncul kakek Qin sambil tersenyum menatap kearah Shin Liong.
"Ah!, kakek, bukankah Mustika itu semua nya berjenis batu atau logam?" tanya Shin Liong.
"Ya itu menurut mu, sebenar nya, apapun yang memiliki energi dan tuah nya sendiri, bisa di bilang mustika, di bawah mustika ada pusaka !" kata kakek Qin menjelaskan.
"Lalu apa sebenar nya Mustika Dewi Salju itu kek ?" tanya Shin Liong semakin tidak mengerti.
"Tuan muda!, Mustika Dewi Salju adalah semacam pusat sumber kekuatan berbentuk energi cahaya, dan berada di dalam tubuh seseorang, dimana bila tuan ambil mustika itu, nyawa seseorang itu bergantung pada keselamatan diri tuan muda, bila tuan muda tewas, maka tewas pula si pemilik Mustika itu, jadi ringkas nya, semenjak tuan mengambil mustika dari seseorang itu, semenjak itu pula lah nyawa orang itu bergantung pada tuan muda !" kata Dewi salju menjelaskan.
Kini sedikit demi sedikit Shin Liong mulai mengerti, kenapa seolah olah Dewi salju ini nampak sangat keberatan memberikan Mustika Dewi Salju itu.
"Dan tahukah tuan muda, jika meminta mustika Dewi salju itu harus dengan kerelaan si pemilik mustika itu sendiri, serta melakukan upacara, dan menarik mustika dari tubuh seseorang itu, harus lewat hubungan suami istri, tuan !, tidak ada cara lain !" kata Dong Bian menjelaskan.
Kini Shin Liong semakin terpuruk, tidak dia sangka, keadaan menjadi semakin rumit lagi.
"Kakek !, adakah cara lain untuk mengambil batu matahari itu, aku tidak mungkin meminta Mustika itu dari sang Dewi kek, kakek mendengar sendiri kan persyaratan nya demikian berat, aku harus menghancurkan rumah tangga orang lain terlebih dahulu, bila tetap bersikeras menginginkan Mustika itu !" kata Shin Liong kecewa.
"Tidak ada cara lain, kecuali kau sanggup menahan panas nya api di telaga itu !" kata kakek Qin singkat.
"Lalu aku harus bagai mana kek ?" tanya Shin Liong bingung.
"Terserah !, maju terus atau menyerah saja !" kata kakek Qin.
"Kalau aku menyerah, maka puluhan juta nyawa manusia terancam binasa, tetapi jika aku maju, maka aku akan menghancurkan rumah tangga orang lain kek !" jawab Shin Liong semakin bertambah bingung.
"Itu karena kau terlalu cepat mengambil kesimpulan dari omongan orang lain, jiwa muda mu selalu terburu-buru, dan hasil nya, kau sendiri yang di buat bingung kan ?, coba kau tanya dulu kepada Dewi salju, siapa sebenar nya yang memiliki mustika itu !" kata kakek Qin dengan sabar menghadapi sifat buru buru dari cucu nya itu.
"Bukankah sudah jelas, si pemilik mustika Dewi salju itu Dewi sendiri kek ?" Shin Liong balik bertanya.
"Nah itulah kesalahan mu nak !, kau selalu menyimpulkan sesuatu sesuai pemikiran mu saja, padahal tidak semua masalah sesuai dengan apa yang kau pikirkan, pemilik Mustika, tidak selalu menyimpan Mustika itu, bisa jadi Mustika itu berada di tempat lain !" ujar kakek Qin penuh misteri.
"Guru sejati benar, Mustika itu tidak ada pada kami, atau bisa di bilang yang di turuni Mustika itu bukan kami, tetapi orang lain, dan seperti nama nya Mustika Dewi Salju, tentu saja setiap orang yang di turuni Mustika itu, tentu nya harus seorang gadis suci, bila tuan muda mau meminta Mustika itu, tuan muda pertama tama harus meminta kerelaan si pemilik, dan yang kedua, mengadakan upacara pernikahan, bagai mana tuan muda ?" tanya Dewi salju.
Kali ini Shin Liong tidak lagi langsung menjawab, tetapi berpikir dahulu sejenak.
Kakek Qin tersenyum melihat kelakuan Shin Liong, anak itu sangat cepat belajar dari kesalahan nya.
"Maaf Dewi!, apakah orang yang menyimpan Mustika itu belum berkeluarga?" tanya Shin Liong ragu ragu.
Mendengar itu, tawa Dewi salju spontan pecah, di ikuti oleh suami nya.
"Hi hi hi hi, kalau yang tuan muda maksudkan adalah seorang suami, maka jawabnya belum, mana ada seorang gadis perawan yang bersuami tuan, tetapi gadis itu bertubuh cacat dan jelek sekali, bersediakah tuan muda mengambil diri nya sebagai istri tuan muda untuk selama lama nya?" kata Dewi Salju lagi.
...****************...
__ADS_1