
Arwanwen dan Dewi Li lian menghentikan lari mereka .
Kini di kiri dan kanan mereka , yang tampak cuma rimbun nya pepohonan hutan , sedang kan dua orang yang mereka cari tadi , sudah tidak terlihat batang hidung nya lagi .
"Meme !, sebaik nya kita kembali saja , orang itu sudah tidak tampak lagi , mungkin mereka bersembunyi di kegelapan hutan ini !" kata Arwanwen mengajak istri nya untuk kembali ke penginapan saja .
"Ya , kau benar Kakak , sebaik nya kita kembali saja , lagipula mengejar di kegelapan malam , ditambah gelap nya rimbunan hutan , sangat berbahaya kakak !" sahut Dewi Li lian setuju untuk kembali saja .
Namun baru saja mereka membalikan tubuh nya , tiba tiba di hadapan mereka , muncul sepuluh orang laki laki berjubah hitam .
"Jangan buru buru pergi tuan dan nyonya , kita bersenang senang dahulu di tempat ini !" terdengar suara berat dan serak menyapa mereka .
"Siapa kalian heh ?" tanya Dewi Li lian setengah membentak .
"Jangan marah marah dulu nyonya , ayolah kita bersenang senang dahulu di tempat ini !" kata orang bersuara berat dan serak itu lagi .
"Kurang ajar !, kalian pasti yang tadi mengintip dari atas atap rumah penginapan ya ?" tanya Dewi Li lian geram .
"Mengapa harus mempersoalkan masalah intip mengintip kalau sekarang kita bisa bersenang senang di tempat ini !" kata suara berat dan serak tadi .
Pemilik suara itu ternyata seorang laki laki tinggi besar dan berperut agak buncit .
"Rupanya kalian mencari mati ya !" kata Dewi Li lian sambil menyerang laki laki itu dengan tangan kosong .
Laki laki itu pun rupanya bukan orang biasa , tetapi seorang yang berkepandaian yang cukup tinggi juga , itu terbukti dengan mudah nya dia melepaskan serangan Dewi Li lian .
Sepuluh jurus berlalu dengan cepat nya , nampak sekali jika kekuatan dari laki laki itu , dapat menandingi kekuatan serangan dari Li lian .
Bahkan dalam beberapa adu tenaga dalam , terlihat jika mereka sama sama kuat nya .
Melihat akan hal itu , timbul ke khawatiran didalam hati Arwanwen dengan keselamatan mereka berdua , mengingat baru seorang yang maju , bagai mana jika mereka maju semua nya .
Bayangan bayangan buruk , kembali menghantui hati Arwanwen .
Kini seorang laki laki pendek dan gendut melompat memasuki arena pertarungan , membuat Dewi Li lian mulai terdesak hebat .
Arwanwen segera melompat kearah pertarungan , untuk menghadapi laki laki cebol yang baru masuk tadi , dan pertarungan pun kembali seimbang .
Tetapi itu tidaklah berlangsung lama , karena sekitar delapan orang yang tersisa , segera membuat lingkaran mengepung Arwanwen dan Li Lian , setiap Arwanwen atau Dewi Li lian mendekati salah satu dari pengepung nya itu , maka sang pengepung nya itu akan segera menyerang nya dengan pukulan yang sangat berbahaya .
Semakin lama , kepungan orang orang ini semakin mengecil dan yang terlibat pertarungan kini sudah ada beberapa orang .
Arwanwen dan Dewi Li lian kini di keroyok oleh sepuluh orang laki laki .
Tanpa diketahui oleh kedua nya , semenjak kandungan aneh Dewi Li lian di keluarkan oleh Hek Koai Liong secara paksa , lebih dari separuh energi Dewi Li lian kini hilang ikut bersama bayi nya .
__ADS_1
Akhirnya beberapa kali pukulan lawan , mulai bersarang di tubuh Dewi Li lian , hingga wanita cantik itu akhirnya tersungkur ketanah .
Arwanwen tidak bisa berbuat banyak , karena pada saat yang sama dia harus menghadapi lima orang laki laki paro baya juga .
Dua orang laki laki memegang tangan Dewi Li lian di kiri dan kanan nya , sedangkan laki laki bersuara berat dan serak tadi segera melepaskan celana nya .
Disaat kehormatan Dewi Li lian sudah berada di ujung tanduk , tiba tiba tubuh laki laki bersuara berat dan serak itu itu tersentak kaku dengan dahi berlobang sebesar biji salak .
Tanpa terdengar suara jeritan , tubuh laki laki itupun ambruk ketanah dengan nafas sudah terputus .
Menyusul kemudian , kedua laki laki yang memegang tangan Dewi Li lian di sisi kiri dan kanan nya itu yang berkelojotan dengan dahi berlobang sebesar biji salak pula .
Dua orang rekan mereka yang masih berdiri di dekat Dewi Li lian , menatap kearah ketiga rekan nya yang sedang berkelojotan seperti ayam yang disembelih itu dengan tatapan bengong dan heran .
Sedangkan lima orang lain nya , yang sedang mengeroyok Arwanwen , masih sibuk menyerang laki laki paro baya berwajah tampan itu , tanpa mengetahui bahwa tiga rekan mereka sudah tewas .
Mereka sadar akan datang nya bahaya , setelah merasa ada angin aneh bertiup kearah mereka dengan sangat cepat sekali .
Tetapi , kesadaran itu sudah sangat terlambat sekali , karena tiba tiba saja , sesuatu yang sangat kuat menghantam tubuh mereka masing masing hingga mereka terlempar jauh tanpa dapat bangkit lagi .
Seorang pemuda berbaju putih bermotif bunga teratai berdiri seperti Dewa maut yang siap mencabut nyawa .
"Shin Liong ?, syukurlah kau datang nak , jika tidak , sesuatu yang lebih buruk dari kematian akan melanda kita !" ujar Arwanwen dengan perasaan yang lega .
Dewi Li lian segera duduk sambil menghimpun Qi murni , untuk mengembalikan kekuatan nya yang telah terkuras itu .
"Siapa kalian ?, ada perlu apa malam malam menyatroni kamar kami ?" tanya Shin Liong datar .
"Cuih !, kau pikir kami takut kepada mu heh ?, jangan bangga dahulu anak muda , orang orang Hek Long Pang tidak takut mati !" kata salah satu dari kedua orang laki laki itu .
Shin Liong menatap kearah orang orang yang sudah tewas bergelimpangan di tanah , meskipun malam gelap , tetapi kekuatan mata Dewa nya , bisa menembus malam yang paling gelap sekali pun .
Dia melihat di dada semua orang itu ada tato bergambar bunga Teratai berwarna hitam .
"Kau jangan bohong , kau bilang kau orang orang Hek Long Pang , tetapi kenapa bersama dengan orang orang Hek Lian Kauw ?" tanya Shin Liong .
Kedua orang laki laki paro baya itu takjub , karena meskipun keadaan gelap , pemuda itu tahu jika teman teman nya adalah bagian dari Hek Lian Kauw .
"Kami tidak mengerti dengan yang kau ucapkan itu !" kata salah seorang mencoba berdusta .
"Benarkah kalian tidak mengerti ucapan ku , bagai mana jika mata kalian ku congkel , masih kah kalian tidak mengerti ?" tanya Shin Liong lagi .
Kedua orang laki laki itu mengira Shin Liong cuma mengancam saja , dan tidak akan berani melaksanakan nya , maka dengan sombong nya , salah seorang dari mereka berkata , "kau pikir kami takut kah ?, huh kau mimpi anak muda !" ...
Namun baru saja kata kata nya selesai di ucapkan , tiba tiba sehelai daun kering meluncur dengan kecepatan luar biasa , dan menancap di mata kanan nya .
__ADS_1
Sontak laki laki sombong itu menjerit setinggi langit sambil memegang mata kanan nya yang sudah pecah tertancap sehelai daun kering .
"Maaf !, aku tidak terbiasa berbasa basi , satu jawaban salah , satu biji mata kalian ku pecahkan , katakan siapa kalian sesungguh nya , dan apa hubungan kalian dengan Hek Lian Kauw !" tanya Shin Liong gusar melihat ibu mertua nya yang nyaris di perkosa itu .
"Ka ' kami memang anggota Hek Long Pang , tetapi kami berdua juga orang orang sekte Hek Lian Kauw , tujuan kami adalah membuat nama Hek Long Pang buruk di mata masyarakat banyak dengan membunuh dan memperkosa yang mengatas namakan Hek Long Pang , karena Pang Cu Hek Long Pang menolak masuk bergabung kedalam Hek Lian Kauw !" jawab laki laki yang kedua mata nya masih baik .
"Siapa saja yang sudah bergabung dengan Hek Lian Kauw (sekte Teratai Hitam)ini heh ?" tanya Shin Liong lagi .
Laki laki itu terdiam sesaat , ingin menjawab , tetapi ragu ragu .
Shin Liong mengambil sehelai daun kering , "katakan segera atau ...." ...
"Iya iya iya , akan saya katakan tetapi sesuai dengan yang saya ketahui saja , para pejabat beberapa kota , beberapa perguruan , serta beberapa perkumpulan seperti Pak Kai Pang ( perkumpulan pengemis Utara) , Lam Kai Pang( perkumpulan Pengemis Selatan) dan beberapa Klan !" jawab laki laki itu sambil menyebutkan beberapa Klan terkenal di beberapa kota .
Setelah selesai , Shin Liong segera menyuruh laki laki itu membawa teman nya untuk pergi dari tempat itu .
Setelah kedua laki laki itu pergi , Shin Liong segera menghampiri Arwanwen dan Dewi Li lian .
"Ayah !, ibu !, kalian tidak apa apa kan ?" tanya nya .
"Iya nak , syukurlah kau datang tepat waktu , andai saja terlambat , maka musibah akan menimpa kita !" kata Arwanwen .
"Iya nak !, terimakasih atas pertolongan nya !" Dewi Li lian menghapus air mata nya .
"Sudahlah ayah !, ibu !, ayo sekarang kita pulang ke penginapan !" kata Shin Liong sambil berlari kembali ke rumah penginapan tempat mereka menginap .
Ketika mereka tiba di penginapan , terlihat Dewi Chang 'e , Dewi Xuan Yi dan Dewi Ying Fa telah terlebih dahulu tiba di tempat itu .
"Bagai mana kak , apakah kakak berhasil meringkus mereka ?" tanya Dewi Ying Fa buru buru .
"Ya , mereka orang orang Hek Lian Kauw !" jawab Shin Liong singkat .
"Haah ?, Hek Lian Kauw ?, bagai mana mungkin , sedangkan kedua teman nya yang kami buntuti itu orang orang Hek Long Pang dan pergi ke Kuil Hek Long Sian di selatan kota Famoa , apa sekarang Hek Long Pang penganut Hek Lian Kauw juga ?" sela Dewi Xuan Yi heran .
"Bukan meme , justru Hek Long Pang menentang Hek Lian Kauw , mereka kan memuja Long Sian (Dewa Serigala) , mana sudi mereka disuruh masuk Hek Lian Kauw (sekte Teratai Hitam) " jawab Shin Liong .
"Lalu mengapa mereka seperti bekerja sama ?" tanya Dewi Teratai putih ikut bicara .
"Itu semua karena Hek Long Pang tidak mau bergabung di dengan Hek Lian Kauw , sehingga para petinggi Hek Lian Kauw menyusupkan dua orang bawahan nya kedalam Hek Long Pang dan bertugas membuat nama baik hek Long Pang rusak di mata masyarakat dengan membunuh dan memperkosa orang orang , atas nama Hek Long Pang !" jawab Shin Liong menjelaskan secara detail apa yang dia ketahui , "lalu apa juga kepentingan Hek Long Pang mau menculik pangeran kecil ?" ...
"Ini tidak terpisah dari bayaran kak , mereka di bayar seseorang untuk menculik sang pangeran kecil " jawab Dewi Xuan Yi .
"Ah , kenapa urusan nya jadi rumit seperti ini , belum selesai dengan Hek Lian Kauw (sekte Teratai Hitam) , kini muncul lagi urusan perebutan pangeran kecil !" kata Shin Liong setengah ber gumam .
"Semua tidak lepas dari nafsu dan ambisi manusia kak , mereka tahu jika pangeran kecil adalah lambang kekuasaan negeri Fangkea , sehingga siapapun berniat untuk mendapatkan sang pangeran kecil ini , untuk dijadikan perisai kekuasaan , dan menjadi Kaisar boneka , serta nantinya mereka yang bermain di belakang nya , yang ujung ujung nya , pangeran kecil di korbankan saat mereka mau naik tahta nanti nya !" jawab Dewi Xuan Yi menjelaskan kepada Shin Liong .
__ADS_1
"Ini tidak boleh di biarkan terjadi , pangeran kecil harus kita selamat kan " ujar Dewi Teratai putih sambil mengepalkan tangan nya .
...****************...