Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Siauw Hong Siang .


__ADS_3

Hek Koai Liong menatap kedua laki laki tua itu melangkah keluar dari lembah dengan terseok Seok .


Dia tidak ingin mengejar atau membunuh kedua laki laki tua itu , karena dia tahu jika kedua nya sudah terluka dalam yang sangat parah sekali , jika pun bisa di sembuhkan , akan memakan waktu yang sangat lama sekali .


Sementara dia kembali melompat keatas tebing batu cadas , menyelidiki tiap jengkal , apakah ada satu petunjuk .


tetapi , hingga beberapa lama dia meneliti di sekitar tempat itu , namun tidak juga dia mendapatkan petunjuk apapun .


Dari balik sebongkah batu yang cukup besar , Koay Lo Mo dan Oei Bin Mo Li menyaksikan apa yang telah terjadi tadi .


Kedua iblis tua ini saling pandang , lalu melesat keangkasa , dan menghilang dari pandangan mata .


Hek Koay Liong bukan nya tidak tahu dengan keberadaan kedua iblis tua ini , tetapi secara jujur , dia enggan berurusan dengan kedua tokoh tua ini , meskipun belum tentu kalah , tetapi untuk menang menghadapi salah satu dari kedua iblis tua ini , sangatlah sulit sekali .


Di tatap nya kembali tubuh kedua orang Murid nya itu , meskipun ada rasa kemarahan di dalam hati nya , tetapi siluman Naga hitam ini tidak terlalu perduli , karena dia tidak benar benar mengangkat murid kepada kedua orang manusia bejad ini , hanya ingin memperalat mereka saja .


Setelah meneliti tempat hilang nya bayi ajaib tadi beberapa saat lama nya , tiba tiba tubuh Hek Koai Liong melesat kearah Utara dengan sangat cepat sekali .


Beberapa saat setelah Hek Koai Liong pergi kearah Utara , dari dalam mulut goa yang besar sebesar rumah itu , keluar Shin Liong dan ketiga orang istri nya , A Yong , Dewi Chang 'e , Arwanwen serta Li Lian .


Karena terlalu fokus dengan keselamatan Arwanwen dan Dewi Lilian , mereka yang tidak menghiraukan kejadian di luar goa , dan cuma bisa menyaksikan keadaan di luar yang sudah porak poranda seperti telah dilanda gempa Bumi dahsyat itu .


Karena tidak melihat seorang pun juga di tempat itu , selain mayat sepasang pencuri nyawa , akhirnya mereka pergi keluar dari lembah itu , dan berjalan menuju ke arah Utara .


Setelah berjalan lebih dari setengah hari lama nya , akhirnya mereka tiba di jalan utama menuju ke arah kota Raja Alexia tidak jauh dari kota Fansau .


Setelah Shin Liong dan A Yong mengambil kereta mereka dari penitipan kereta di kota Fansau , perjalanan pun segera mereka lanjutkan kembali .


Derak roda kereta segera memecah kesunyian di tengah hutan itu .


Satu satu mereka berpapasan dengan kereta kuda ataupun rombongan orang berkuda yang menuju ke arah kota Fansau .


Setelah beberapa hari di perjalanan , akhirnya gerbang kota Raja Alexia pun terlihat di depan mata mereka .


Gerbang timur yang menjulang tinggi dengan gagah nya itu , seakan perlambang kemegahan kota Alexia yang luar biasa .


Hari itu nampak kota Alexia berhias dengan indah sekali , hampir di setiap rumah , tergantung lampion cantik aneka warna .


Para Prajurit nampak hilir mudik di sepanjang jalan jalan utama kota Raja Alexia .


Bahkan tidak jarang , ada beberapa para pembesar istana yang berlalu lalang di jalanan kota .


Diantara beberapa orang pembesar istana itu , ada beberapa yang membuat Shin Liong sangat tertarik melihat nya .


Diantara mereka , ada yang memakai jubah berhiaskan sulaman bunga teratai hitam dengan Pat kwa berwarna kuning , ada yang putih , ada pula yang berwarna merah .


Menurut pembicaraan para warga kota raja , beberapa hari lagi akan di adakan acara perkawinan putri mahkota Li Hong Yi dengan seorang pangeran dari selatan yang bernama Bu Cong Kwan .

__ADS_1


Li Hong Yi sebenarnya bukan nama sebenar nya .


Nama yang sebenar nya adalah Fang Hong Yi , namun ketika sang putri ini pergi ke luar dari istana , nama Li Hong Yi lah yang dia pergunakan .


Siang itu , dua buah kereta yang ditarik oleh masing masing dua ekor kuda , meluncur memasuki halaman sebuah rumah penginapan yang cukup mewah di kota pusat Raja Alexia .


Kota Raja Alexia ini , meskipun terlihat sangat aman sekali , tetapi sebenar nya , ada ratusan teliksandi yang berkeliaran di seluruh kota .


Begitu juga dengan rombongan Shin Liong ini , baru saja mereka memasuki gerbang kota raja , sebenar nya , berita kedatangan mereka , sudah tersebar luas di seluruh kota Raja Alexia .


Beberapa orang prajurit tidak lagi ada yang mengenal wajah Shin Liong , tetapi mereka masih mengingat rupa wajah dari Dewi Teratai putih yang masih jelita seperti dahulu .


Kabar kedatangan Dewi Teratai putih bersama rombongan nya ke kota Raja Alexia segera sampai pada telinga pangeran Fang Shi Quon yang kini sudah resmi menjadi putra mahkota Alexia .


Meskipun dengan keadaan nya seperti sekarang ini , tetapi di dalam hati sang pangeran itu , nama Dewi Teratai putih tidak bisa dihapuskan begitu saja .


Seorang pangeran , meskipun tanpa kesaktian apa pun juga , tetaplah memiliki kuasa yang tinggi .


sama seperti seorang yang kaya raya , meskipun bukan pendekar kultivator , tetapi ratusan para pendekar kultivator berkepandaian tinggi yang rela menghamba kepada nya.


Sama seperti peribahasa orang , "bila tak ada emas di junjung , sanak sendiri mengaku orang , tetapi bila ada harta se tanjung , meskipun orang , mengaku famili " .


Begitu juga dengan pangeran Fang Shi Quon , asmara nya seakan kembali bergelora , setelah mendengar kabar bahwa Dewi Teratai putih tiba di kota Raja Alexia .


Kini , pangeran Fang Shi Quon yang sekarang ini , bukan lah pangeran Fang Shi Quon beberapa tahun yang lalu lagi .


Apalagi dengan mendapat dukungan dari seorang hakim istana dan seorang jendral senior , pengaruh dari pangeran Fang Shi Quon semakin kuat di dalam lingkungan istana , sehingga kini dia di gelari sebagai Siauw Hong Siang (Kaisar kecil) .


Karena sang pangeran bersahabat akrab dengan pangeran Bu Cong Kwan dari selatan , maka di jodohkan nya lah sang pangeran itu dengan adik kandung nya yaitu putri Alexia .


Di selatan ada sebuah kerajaan kecil bernama negeri Tao .


Meskipun kecil , namun sepanjang sejarah , tidak ada satu negeri pun yang berani mengganggu negeri ini , karena banyak nya orang orang ber kesaktian tinggi , yang berada di sana .


Ada lebih dari sepuluh pendekar bertingkat kultivasi tinggi , yang berada di negeri itu .


Hal itu ditambah lagi dengan ada nya seorang Datuk sakti bernama Ma Hong yang memiliki tingkat kultivasi paling tinggi di benua ini .


Bu Cong Kwan ini adalah pangeran kedua , adik dari Bu Han Ok , sang putra mahkota negeri Tao .


Namun tanpa ada yang tahu , pangeran Bu Cong Kwan ini ternyata ber afiliasi dengan sekte Hek Lian Kauw untuk tujuan tujuan dan ambisi pribadi nya sendiri , oleh karena itulah dia bisa mengenal pangeran Fu Shi Quon , karena sama sama anggota Sekte Hek Lian Kauw .


Menjelang sore hari nya , empat orang pengawal utama pangeran Fu Shi Quon mendatangi rumah penginapan tempat Shin Liong dan rombongan nya menginap .


Tanpa basa badi lagi , ke empat orang pengawal utama itu segera mengetuk pintu kamar tempat Dewi Teratai putih menginap .


Kebetulan saat itu mereka berempat tidur dalam satu kamar besar .

__ADS_1


Karena pintu kamar tidak juga kunjung di buka , sehingga salah satu dari ke empat pengawal itu menggedor pintu kamar dengan keras .


Yang membuka pintu adalah Dewi Xuan Yi .


Sejenak ke empat pengawal utama itu terperangah melihat kecantikan paras serta ke elok kan bentuk tubuh Dewi ini .


"Ada apa Tuan ?, Tuan mencari siapa ?" tanya Dewi Xuan Yi .


"Ah ti tidak , apakah kau yang bernama Dewi Teratai putih ?" salah seorang pengawal itu bertanya .


"Bukan Tuan , saya Dewi Xuan Yi adik madu nya !" jawab Dewi Xuan Yi sambil memanggil Dewi Teratai putih .


Dewi Teratai putih berjalan kearah pintu kamar , "ada apa adik Yi !" ...


Sebelum berbicara , ke empat pengawal itu terlebih dahulu menatap kedua wanita cantik jelita itu secara bergantian .


"Pangeran Shi Quon mengundang kalian berdua ke istana sekarang juga !" kata salah satu dari ke empat pengawal utama itu .


"Apakah aku tidak ikut di undang ke istana ?" tiba tiba dari belakang Dewi Teratai putih , terdengar suara Dewi Ying Fa yang berjalan beriringan dengan Shin Liong .


Ke empat laki laki pengawal utama itu kembali terperangah melihat ke arah Dewi Ying Fa yang berjalan ber iringan dengan seorang pemuda sangat tampan .


"Kau boleh ikut , tetapi tidak dengan pemuda itu !" kata salah seorang pengawal dengan ketus nya .


Dengan senyuman yang sinis , Dewi Teratai putih berkata , "dia suami kami , bila tanpa dia , kami tidak akan kemana mana !" ...


"Apa perduli kami nona ?, mau dia suami mu , atau bapak mu , bahkan kakek mu , dia tetap tidak boleh ikut kalian ke istana , ini perintah Siauw Hong Siang sendiri , kau mengerti ?" tanya salah satu pengawal itu .


"Aku mengerti , tetapi aku juga tidak perduli , aku tidak ingin memenuhi undangan tuan mu itu , pulang lah kalian ber empat , dan minta tulang kepada nya , semoga dia bermurah hati , mau bersedekah barang sepotong tulang untuk kalian !" kata Dewi Teratai putih dengan nada sinis , karena mencium ada sesuatu ketidak beresan dari undangan pangeran itu .


Merah padam wajah ke empat laki laki pengawal utama itu , "heh , kau bersedia ikut dengan suka rela atau tidak , itu bukan masalah besar bagi ku , yang pasti aku tetap akan memaksa mu ke istana malam ini !" ...


Dewi Teratai putih tertawa nyaring mendengar ucapan laki laki pengawal utama itu , "ha ha ha ha , dengan apa kau mau memaksa kami agar mengikuti mu ke istana ?, sebegitu besar keyakinan mu Tuan tak ber otak !" ...


"Andai saja kalian bukan wanita nya Siauw Hong Siang , sudah ku telanjangi tubuh kalian satu persatu !" kata salah seorang pengawal dengan murka nya .


Namun , baru saja ucapan laki laki itu selesai , tiba tiba Dewi Ying Fa berkelebat dengan gerakan jurus Dewa Dewi kearah nya , dan melepaskan pukulan inti es milik nya .


Seketika , tubuh laki laki itu terdiam kaku membiru , lalu pecah berantakan seperti kaca terbentur batu .


"Kalian benar benar tidak tahu diri , dengan tingkat kultivasi seperti ini , kalian ingin memaksa kami ke istana untuk menjadi pemuas nafsu junjungan kalian , sungguh benar benar tidak tahu diri sekali kalian ini !" bentak Dewi Ying Fa yang sudah sangat murka mendengar ucapan laki laki pengawal utama tadi .


Mata ketiga pengawal utama itu terbelalak melihat salah seorang rekan mereka , tewas cuma dalam sekali gebrakan saja .


" kalian akan menyesali ini semua , ingat ingat lah itu !" kata salah seorang dari ketiga laki laki pengawal utama itu sambil berlalu keluar dari rumah penginapan itu .


"Pangeran ban*sat itu rupanya masih saja mau mencari masalah dengan ku , apakah dia tidak sadar jika di dada ku ini ada dendam setinggi puncak gunung kepada nya ?" gumam Dewi Teratai putih sambil berlalu masuk kedalam kamar tidur .

__ADS_1


...****************...


__ADS_2