Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Sepasang Saudara Kembar.


__ADS_3

Shin Liong meletakan beberapa kerat daging hasil buruan nya di atas bara api.


Sebentar saja, aroma daging bakar tercium sangat harum di hidung, membuat perut menjadi sangat lapar sekali.


Saat itu, dari arah hulu sungai kecil itu, terlihat seorang laki laki tua, agak bongkok berjenggot panjang, berlompatan diatas batu, dari batu ke batu menuju ke tempat Shin Liong beristirahat.


Setelah berada di dekat Shin Liong , kakek tua itu mengeluarkan lumpang tempat air yang terbuat dari buah labu tua, lalu meneguk isi nya.


"Anak muda, bolehkah saya minta sekerat daging bakar nya?" tanya kakek tua itu kepada Shin Liong.


Dengan tersenyum ramah, Shin Liong menyodorkan sekerat daging bakar kepada kakek tua itu.


"Duduklah disini kek, kita makan sama sama!" ujar Shin Liong sambil mempersilahkan kakek itu duduk di dekat diri nya.


Shin Liong mengeluarkan Periuk berisi nasi sisanya pagi tadi, untuk di makan bersama kakek tua itu, lalu beberapa kerat daging segar kembali di masukan kedalam bara api.


"Kakek siapa dan mau kemana?" tanya Shin Liong kepada kakek tua itu.


"Orang orang menjuluki saya Ban Mian Fu, saya seorang pengembara yang tidak pasti arah dan tujuan!" jawab laki laki tua itu.


"Ban Mian Fu?, kenapa julukan kakek aneh?" tanya Shin Liong .


Ban Mian Fu (laki laki berwajah seribu), memang jarang dipakai sebagai julukan seseorang.


Kakek tua itu tidak menjawab, cuma tersenyum saja mendengar perkataan Shin Liong itu.


Kakek tua itu tiba tiba menepuk muka nya tiga kali, dan secara ajaib tubuh nya berubah menjadi seorang pemuda tampan berusia sekitar tujuh belas tahunan saja.


Shin Liong melongo melihat kenyataan itu.


"Pantesan kakek bergelar Ban Mian Fu, saya kira kakek ahli topeng wajah, tidak tahu nya kakek ahli ilmu seperti itu!" kata Shin Liong .


kakek tua yang kini telah menjadi seorang pemuda tampan itu, cuma tersenyum simpul saja.


"Inilah wajah saya sebenar nya, saya berasal dari Dunia belahan timur, yang datang ke tempat ini untuk mencari tabib Dewa!" kata pemuda itu.


"Mencari tabib Dewa?, untuk apa kah?" tanya Shin Liong heran.


setelah menarik nafasnya dalam-dalam, pemuda itu pun berkata, "saya sebenar nya sedang sakit parah, dan bila tidak bertemu dengan tabib Dewa, mungkin usia saya cuma beberapa purnama saja lagi!" kata pemuda itu sedih.


Shin Liong pun menarik nafas berat, "sangat disayangkan sekali, menurut keterangan, tabib Dewa sudah lama tewas di racun oleh salah satu murid nya beberapa puluh musim yang lalu saudara!" ...


"Kalau itu memang benar, mungkin sudah nasip saya harus tewas sia sia cuma karena ambisi yang tidak berkesudahan!"...


"Sebenar nya apa yang terjadi saudara ku?" tanya Shin Liong .


"Sebenar nya nama ku Chao Kai, bermarga Chen, aku adalah seorang putra mahkota negeri Zhao, ayah ku seorang kaisar yang sakit sakitan, dan aku adalah calon pengganti beliau, tetapi kakak ku yang putra dari seorang selir, sangat berambisi menjadi seorang kaisar, dia berkerjasama dengan seorang tokoh hitam yang sangat jahat meracuni aku dengan racun kerak neraka, sehingga usia ku hanya bisa bertahan beberapa purnama saja lagi, dan ternyata juga, ayahku yang sakit sakitan juga termakan racun yang sama, yang di berikan selir ayahanda, ibunda dari kakak ku itu!" kata pemuda bernama Chao Kai itu.


Shin Liong mengeluarkan sebutir pil berbentuk bundar sebesar biji lada kepada pemuda itu.


"Nama ku Shin Liong, aku juga seorang pengembara tanpa arah dan tujuan pasti, apakah saudara mau mencoba pil buatan ku ini, siapa tahu berjodoh dengan diri mu!" kata Shin Liong .


Pemuda itu menerima pil kecil berbentuk kristal berwarna putih bening itu.

__ADS_1


"pil apa ini saudara?, kualitas nya bintang sembilan" tanya pemuda itu.


Shin Liong tidak ingin membuat gempar dengan menjelaskan bahwa itu pil Surgawi.


"Itu pil biasa, nama nya pil kristal putih, saudara, semoga saja berjodoh dengan tubuh saudara!" kata Shin Liong .


Setelah mencium aroma pil itu sesaat, akhirnya pemuda itu menelan pil itu.


Setelah merasa mulai ada reaksi dari pil itu, sang pemuda bernama Chao Kai itu segera duduk bersila di atas tanah.


Setelah duduk beberapa saat, tiba tiba tubuh pemuda itu bergetar hebat, seperti menggigil.


"Hoek!"...


Tiba tiba pemuda itu memuntahkan darah berwarna hitam berbau busuk.


Saat darah itu jatuh ketanah, terdengar suara mendesis seperti suara besi panas di celupkan ke air.


pemuda Chao Kai muntah tidak cuma sekali, tetapi berkali kali, hingga muntahan nya berwarna putih bening, barulah dia berhenti muntah.


Setelah tidak lagi merasa ingin muntah, pemuda itu lantas duduk bersila di pinggir sungai kecil itu, mengatur pernafasan, karena merasa ada aliran Qi murni dari alam sekitar nya yang begitu besar memasuki tubuh nya, hingga terjadi ledakan teredam di dalam tubuh nya beberapa kali, karena pusat dantian nya membesar.


Kini tingkat kultivasi pemuda Chao Kai melonjak dari tingkat Dewa Laut awal, hingga ke tingkat Dewa Laut akhir.


Kenapa lonjakan nya tidak sebanyak Shin Liong dahulu, itu karena alam tempat Chao Kai sekarang hawa Qi murni nya tidak sepadat taman Lokapala.


Setelah selesai berkultivasi, pemuda Chao Kai segera bangkit dan berlutut di depan Shin Liong .


Shin Liong mengangkat kedua bahu pemuda itu.


"Saudara Chao Kai, jangan berlebihan seperti itu, aku bukan Dewa, aku cuma perantara dari Tian untuk menyembuhkan diri mu, berterima kasihlah kepada Tian, yang membuat pil buatan saya yang bodoh, bisa berjodoh dengan tubuh saudara!" kata Shin Liong .


Pemuda Chao Kai berdiri memeluk tubuh Shin Liong, "saudara ku, kau pemberi kehidupan kedua untuk ku, mulai sekarang, aku Chen Chao Kai bersumpah, bahwa kita berdua bersaudara untuk selama lama nya, mulai sekarang aku kakak mu,dan kau adik ku!" kata pemuda Chao Kai sambil menitikan air mata haru nya.


"Saya cuma manusia pengembara, dan bukan siapa siapa, kau tidak pantas bersaudara dengan ku, aku orang hina, dan kau seorang pangeran" kata Shin Liong.


"Tidak!, tidak!, adik ku, mulai sekarang, kau adalah saudara ku, para Dewa menjadi saksi sumpah ku ini, aku akan membela diri mu dengan taruhan nyawa ku" ucap Chao Kai sungguh sungguh.


"Baiklah kakak, bila memang itu kemauan kakak, aku tidak akan keberatan!"kata Shin Liong tanpa banyak membantah lagi.


"Karena kita sudah bersaudara, aku akan mengajarkan kepada mu ilmu Ban Mian atau ilmu seribu wajah, ilmu ini kudapat kan dari seorang Raja bangsa jin yang pernah ku tolong, lalu sebagai rasa terimakasih nya, aku diajarkan ilmu Ban Mian ini, sehingga gelar ku menjadi Ban Mian Fu, ilmu ini sejenis ilmu batin, bukan ilmu sihir, makanya ilmu ini tidak bisa di musnahkan, kecuali si pemilik nya yang mencabut ilmu ini" kata Chao Kai.


Shin Liong dan Chao Kai saling berhadapan, dengan telapak tangan saling menempel kedua nya.


Sesaat Shin Liong merasa ada gerakan hawa aneh memasuki tubuh nya, dan berdiam di ulu hati nya.


"Sekarang kau bayangkan bahwa engkau ingin menjadi apa saja, lalu hawa aneh itu kau sebarkan keseluruh tubuh mu" perintah Chao Kai.


Shin Liong menurut saja, apa kata Chao Kai itu, dia duduk bersila, membayang kan seorang laki laki yang sudah tua, lalu hawa aneh yang tadi bersemayam di ulu hati nya itu dia sebar ke sekujur tubuh nya, dan,


"Plup!"...


Tubuh Shin Liong sesaat memancarkan cahaya putih, lalu setelah cahaya itu sirna, tubuh Shin Liong kini sudah berubah menjadi seorang kakek tua berambut putih dan bertubuh bongkok.

__ADS_1


"Hebat!, hebat!, kau memang hebat adik ku, cuma sekali mencoba, langsung berhasil, sedangkan dahulu, aku memerlukan waktu satu pekan untuk berlatih, barulah bisa berubah sempurna!" kata Chao Kai gembira.


"Lalu bagai mana caranya agar aku bisa kembali ke bentuk tubuh ku yang asli?" tanya Shin Liong .


"Itu caranya lebih mudah adik, kau tidak usah membayangkan apa pun juga, cukup hawa aneh yang tadi kau sebar di sekujur tubuh mu itu, kini kau himpun kembali ke ulu hati mu!" kata Chao Kai.


Kembali Shin Liong melakukan apa yang diperintahkan oleh kakak angkat nya itu.


"Plup!" .


Seperti ada cahaya yang berkedip di tubuh Shin Liong , lalu tubuh nya pun kembali ke bentuk semula.


"Apakah adik tidak keberatan bila kita ke tempat ku,dan adik dapat mengobati ayah ku juga?" tanya Chao Kai kepada Shin Liong.


"Tentu saja saya tidak keberatan kakak, tetapi saya harus mengawal tiga orang gadis hingga sampai ke kota Su Cuan secara diam diam, saya tidak ingin mereka mengetahui saya berada di dekat mereka dan mengawal mereka hingga tiba di kota Su Cuan!" jawab Shin Liong.


"Kalau begitu, kita akan mengawal mereka adik, hingga mereka tiba ke kota Su Cuan dengan selamat, agar mereka tidak curiga, kita berubah menjadi dua orang pemuda kembar yang kebetulan sedang mengadakan perjalanan ke kota Su Cuan juga" usul dari Chao Kai.


Shin Liong tersenyum mendengar pikiran jenius dari sang putra mahkota itu.


"Permainan yang sangat menarik!" pikir Shin Liong dengan jiwa remaja usil nya pun bangkit.


"Plup!"...


Tubuh Chao Kai berubah menjadi seorang pemuda usia dua puluh tahunan, ber tubuh tinggi, berkulit coklat muda.


Sedangkan Shin Liong , sambil membayangkan wajah Chao Kai yang sekarang untuk berubah.


"Plup!"...


Kini tubuh kedua orang anak muda bersaudara angkat itu menjelma menjadi saudara kembar identik yang serupa satu sama lain nya.


"Kini nama ku Hao cun dan adik Hao Shen, ingat ingat itu!" kata Chao Kai.


Dua orang pemuda kembar identik itu kemudian melesat mendahului Shao Yi, Sian Eng dan Cui Ming.


Setelah cukup jauh mendahului ketiga dara cantik itu, akhirnya dua saudara kembar itupun berhenti di pinggir jalan, tepat di bawah sebatang pohon rindang pura pura mengaso, lalu ketiduran.


Tidak sampai se pembakaran batang hio, dari kejauhan terdengar suara kaki kaki kuda menghentak tanah keras.


Karena jalan yang tidak terlalu lebar, maka dari kejauhan, tubuh Shin Liong dan Chao Kai yang sudah berubah menjadi Hao Cun dan Hao Shen, dua orang saudara kembar identik itupun terlihat.


Ketiga gadis cantik itupun segera menghentikan kuda mereka masing masing.


Dengan sikap waspada, Shao Yi turun dari kuda nya, dan berjalan kedekat dua orang pemuda yang sedang tidur itu.


"Hei!, bangun!, bangun!" teriak Shao Yi kepada kedua orang pemuda itu.


"Uuaaah!" pemuda Hao Cun bangun sambil pura pura menggeliat, lalu menggoyang goyangkan tubuh adik nya, "adik Shen!, adik Shen!, ayo bangun, kata harus melanjutkan perjalanan kita!" kata Hao Cun membangun kan adik nya Hao Shen.


Ketika Hao Shen bangun dari tidur nya , barulah para gadis itu melihat jelas wajah kedua pemuda itu.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2