Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Prahara di Istana Alexia .


__ADS_3

Suara teriakan dan jerit kesakitan terdengar dari para Prajurit yang tertimpa reruntuhan gerbang dalam benteng istana Alexia pagi itu .


Pagi yang sangat cerah , yang seharus nya di isi dengan acara keluarga itu , kini berubah menjadi prahara dan bencana .


Ratusan dayang dan inang istana Alexia , berlarian Sabil menangis histeris .


Gerbang istana yang selama berabad abad menjadi simbol kekuatan dan kebesaran negeri Fangkea itu , kini harus runtuh berantakan dalam sekejap saja .


Tidak ada seorang pun yang bisa membayangkan , kekuatan macam apa yang telah menghancurkan gerbang itu , hingga hancur berantakan seperti itu .


Sudah ribuan tahun , semenjak gerbang itu berdiri , tidak ada satu kekuatan pun yang mampu merobohkan nya , baru pagi ini lah gerbang itu runtuh bersama gema Guntur berkepanjangan di langit .


Didalam istana Alexia , di sebuah ruangan , nampak sang Kaisar bersama beberapa pembesar istana dan pendeta Shi Ma sedang berbincang bincang serius .


"Tuan pendeta !, apakah tanda tanda itu sudah terlihat ?" tanya sang Kaisar dengan wajah yang sangat sedih sekali .


"Ya yang mulia , larangan telah di langgar oleh putra mahkota , guntur panjang telah berbunyi bersamaan dengan runtuh nya dua gerbang istana Alexia , semua tanda tanda itu telah tertulis di lembaran kuno ini yang mulia , janji para pendiri Fangkea dengan para Dewata semua nya telah di langgar oleh putra mahkota , mengungsi lah selagi masih ada waktu yang mulia !" sahut pendeta Shi Ma sambil menyusut air mata nya .


"Tidak !, tidak pendeta , semua karena kesalahan ku , aku terlalu sayang dengan putra mahkota , sehingga apa pun kemauan nya , selalu ku turuti , hingga akhir nya kehancuran dinasti Fang terjadi , semua karena kesalahan ku , seandainya pantangan itu ku percaya sejak awal , kehancuran tentu bisa di hindarkan , aku ingin mati bersama hancur nya istana Alexia ini !" kata sang Kaisar sambil menyeka air mata nya .


"Tidak yang mulia , menurut catatan kuno ini , istana Alexia tidak hancur oleh tangan manusia , tetapi di telan oleh air Danau yang mulia , dan kelak , ribuan tahun lagi , salah satu dari keturunan dinasti Fang , akan muncul mengembalikan kejayaan Fangkea kembali !" kata pendeta Shi Ma lagi , sambil membaca lembaran kulit kijang yang dia pegang .


"Yang tiada , akan kembali kepada ketiadaan , kita semua tiada , dan tenggelam dalam lautan ketiadaan , yang ada , cuma di ada adakan saja , apalah artinya hidup dalam kematian , dan apa artinya kematian di dalam kehidupan !" gumam Biksu Toa Thi Sabil terus duduk bersila sambil memejamkan mata nya , perlahan lahan tubuh nya bercahaya hijau , kemudian berubah menjadi biru tua , lalu pudar seperti asap tertiup angin pegunungan .


"Dimana putra mahkota jendral Ban ?" tanya sang Kaisar kepada jendral Ban Dai go seorang jendral senior pendamping setia sang Kaisar .


"Ampun yang mulia , sang pangeran berada di paviliun kencana bersama para pengawal nya , sedangkan sang putri mahkota di kurung oleh putra mahkota di kamar nya !" jawab jendral Ban Dai go .


"Panggilkan putri mahkota ke sini jendral , ada yang akan ku sampai kan !" ujar sang Kaisar dengan suara yang agak parau .


Jendral tua itu bergegas pergi , lalu beberapa saat kemudian , dia kembali bersama seorang dara cantik .


Dara cantik itu segera memeluk kaki ayahanda nya yang terlihat kurus itu , "ada apa ayahanda , mengapa ayahanda terlihat sangat bersedih sekali ?" ...


"Tidak !, tidak ada apa apa putri ku , kau tahu jika kakak mu sang putra mahkota sudah melakukan berbagai pantangan Dewa ?, dan puncaknya adalah tadi malam , saat kakak mu itu memaksa merebut istri seorang pemuda , dan pemuda itu bukanlah pemuda sembarangan , tadi bersamaan dengan suara guntur panjang itu , dua gerbang istana sudah runtuh , kau tahu apa itu arti nya kan ?, bawa adik mu pangeran Fang Ru zhian dan ikuti pemuda itu , itulah yang tertera di lembaran kuno itu nak !" kata sang Kaisar dengan linangan air mata nya .


"Tidak ayah !, aku tidak akan meninggalkan ayah di sini , aku ingin bersama ayah selama nya !" jerit putri mahkota Fang Hong Yi sambil menangis memeluk ayahanda nya .

__ADS_1


Sang Kaisar membelai rambut panjang sang putri tersayang nya itu , dia hampir saja mengawinkan putri nya secara paksa dengan pangeran dari selatan yang berwatak buruk , itu semua karena pengaruh , tekanan dan hasutan dari putra mahkota .


"Tidak putri ku , aku hampir saja menjerumuskan hidup mu , ini adalah titah terakhir ku kepada mu yang harus kau laksanakan , jaga pangeran Fang Ru zhian baik baik , dan ikuti pemuda itu nanti nya , niscaya hidup mu akan aman aman saja !" titah sang Kaisar , kali ini terdengar sangat tegas sekali .


pangeran Fang Ru zhian adalah seorang pangeran kecil yang baru berusia enam tahun , putra dari seorang permaisuri yang bukan Ratu Alexia , sedangkan Fang Hong Yi adalah putri sang Kaisar dengan sang Ratu , dan adik kandung dari pangeran Fang Shi Quon .


Seorang prajurit datang menghadap pada sang Kaisar dengan terbirit birit .


"Yang mulia !, yang mulia !" ...


"Ada apa Prajurit , apa yang ingin kau sampaikan ?" tanya sang Kaisar .


"Am. Ampun yang mulia , pemuda itu bersama ketiga orang istri nya dan seorang pemuda lain nya , sedang mengobrak abrik paviliun kencana , namun putra mahkota sudah terlebih dahulu melarikan diri keselatan bersama dengan para pengawal pribadi nya , dan saat ini , pemuda itu sedang menuju kesini yang mulia !" kata prajurit itu lagi .


Bersamaan dengan itu , dari arah pintu terlihat Shin Liong , A Yong dan ketiga orang istri nya sedang berjalan kearah mereka .


Putri Fang Hong Yi memang tidak lagi mengenal Shin Liong karena kini pemuda itu telah menjelma menjadi seorang pemuda yang sangat tampan , tetapi dia masih bisa mengingat wajah dari Dewi Teratai putih istri Shin Liong .


"Kau !, kau !, bukan kah kau Dewi Teratai putih istri Shin Liong ?, lalu dimana Shin Liong sekarang ?" tanya putri Fang Hong Yi .


Dengan tersenyum simpul , Dewi Teratai putih melangkah kedekat putri Hong Yi .


Untuk beberapa waktu , putri Hong Yi cuma terdiam sambil menatap kearah Shin Liong dengan tatapan antara percaya dan tidak .


Shin Liong kemudian mengeluarkan sebuah batu giok berukir burung Hong kecil dari dalam cincin nya , "kau masih ingat ini Hong Yi ?" ...


Mata putri Hong Yi berbinar beberapa saat lama nya menatap kearah ukiran burung Hong kecil di batu giok itu , "Kau masih menyimpan nya Shin Liong ?, ya ya kau benar benar Shin Liong sahabat ku yang dulu , sama seperti mu , aku juga masih menyimpan pedang tanduk rusa pemberian mu dulu !" putri Hong Yi sambil mengeluarkan sebuah pedang kecil terbuat dari tanduk rusa .


"Maafkan aku Hong Yi , aku kemari cuma ingin mencari pangeran Fang Shi Quon yang sudah membuat masalah dengan keluarga ku , setelah itu aku akan pergi tanpa mengganggu kalian !" kata Shin Liong sambil memalingkan tubuh nya .


"Tunggu anak muda !, tunggu sebentar !" terdengar sang Kaisar berucap .


Shin Liong memutar tubuh nya , melihat ke arah sang Kaisar kembali .


"Maaf yang mulia , maafkan saya bila kedatangan saya membuat geger istana Alexia ini , saya cuma ingin mencari pangeran Fang Shi Quon yang sudah membuat masalah dengan rumah tangga saya , tetapi malah kalian sambut dengan hujan anak panah , saya sudah berulang kali mengatakan bahwa saya tidak ingin bermasalah dengan pihak istana , tetapi putra mahkota masih tetap bersikeras ingin merebut istri saya , bila saya biarkan , kelak pangeran akan menjadi masalah dalam kehidupan saya , maafkan saya yang mulia !" kata Shin Liong sambil membungkukan badan nya beberapa kali .


"Tidak apa apa nak , takdir sudah di tentukan , ada beberapa pantangan yang harus di patuhi oleh semua kerabat istana Alexia , diantara nya , tidak boleh sewenang wenang ke pada masyarakat bawah , tidak boleh mengambil hak orang lain , harus menjalani hukum langit , dan sebagai nya , bila itu di langgar , istana Alexia akan tenggelam di telan Danau beserta seluruh kerabat nya , aku memang bisa menyelamatkan diri ku dan keluarga ku , tetapi aku tidak akan bisa terlahir kembali , tetapi bila aku mati bersama lenyap nya istana Alexia ini , aku akan ber reinkarnasi sebagai penguasa Fangkea kembali , itulah yang tertulis pada lembaran kuno nak , satu hal yang aku mohon kepada mu , tolong jaga putri ku dan putra bungsu ku , sebagai jembatan aku ber reinkarnasi kembali kelak !" kata sang Kaisar memohon kepada Shin Liong .

__ADS_1


Dari balik pintu besar , muncul Dewi Chang 'e , Dewi Lilian dan Arwanwen .


"Aku yang akan mendidik putra mu kelak , akan kuangkat dia menjadi putra angkat ku , kau jangan khawatir Fang Shao Sheng !" kata Dewi Chang 'e .


Sang kaisar menatap kearah Dewi Chang 'e beberapa saat lama nya , hingga dia di kejutkan oleh suara sang pendeta Shi Ma , "apakah kau seorang Dewi ?" ...


"Ya pendeta , aku memang seorang Dewi , nama ku Chang 'e , aku adalah ibu dari Shin Liong !" jawab Dewi Chang 'e .


"Sudah kuduga !, sudah ku duga !, di lembaran kuno ini ada tulisan , putra bungsu akan diasuh oleh seorang Dewi , dan kelak menurunkan keturunan yang dapat membangkitkan kembali istana Alexia yang sirna ditelan Danau "! Ucap sang pendeta sambil membentangkan lembaran kulit rusa bertuliskan aksara kuno .


Saat mereka asik berbincang bincang , tiba tiba dari arah luar , datang seorang Prajurit dengan berlari Tergopoh gopoh .


"Yang mulia !, Yang mulia !, celaka yang mulia !" ucap Prajurit itu .


"Ada apa Prajurit ?" tanya sang Kaisar .


"Celaka yang mulia , celaka , air Danau mulai naik membanjiri halaman istana yang mulia !" kata Prajurit itu .


"Putri ku !, cepatlah kalian pergi dari tempat ini , ikutilah pemuda itu , jaga adik mu baik baik nak !" ucap sang Kaisar sambil memeluk putri nya .


"Tidak ayah , biarkan Hong Yi ikut bersama ayah , Hong Yi ingin bersama ayah dan ibu !" jerit putri Hong Yi sambil menangis .


Seorang inang pengasuh berusia cukup muda , datang membawa seorang anak kecil berusia enam tahun .


"Putri Hong Yi , aku perintahkan kepada mu untuk menyelamatkan pangeran muda sebisa mungkin , jaga dia baik baik !" perintah sang Kaisar dengan suara yang sangat tegas sekali , sambil melemparkan sebuah cincin ruang kepada putri Hong Yi .


"Marilah ikut bersama kami putri , bawa pangeran kecil bersama kita !" kata Dewi Chang 'e sambil membimbing tangan Putri Hong Yi .


Seperti orang yang kehilangan akal nya , putri Hong Yi hanya mengikuti tanpa bisa berbuat apapun juga .


Beberapa saat setelah mereka tiba di ujung jembatan , tepat nya di gerbang luar istana Alexia , pulau beserta seluruh yang ada diatas nya , amblas masuk kedalam Danau tanpa menyisakan satu pun juga .


Putri Hong Yi bersimpuh di pinggir Danau sambil menangis tersedu sedu .


Sedangkan pangeran Fang Ru zhian berada di punggung inang pengasuh nya , tanpa mengerti apapun yang telah terjadi .


Dengan suara yang parau , putri Hong Yi memanggil ayah dan ibu nya .

__ADS_1


...****************...


__ADS_2