
Suara teriakan dan jerit kesakitan terdengar dari para Prajurit yang tertimpa reruntuhan gerbang dalam benteng istana Alexia pagi itu .
Pagi yang sangat cerah , yang seharus nya di isi dengan acara keluarga itu , kini berubah menjadi prahara dan bencana .
Ratusan dayang dan inang istana Alexia , berlarian Sabil menangis histeris .
Gerbang istana yang selama berabad abad menjadi simbol kekuatan dan kebesaran negeri Fangkea itu , kini harus runtuh berantakan dalam sekejap saja .
Tidak ada seorang pun yang bisa membayangkan , kekuatan macam apa yang telah menghancurkan gerbang itu , hingga hancur berantakan seperti itu .
Sudah ribuan tahun , semenjak gerbang itu berdiri , tidak ada satu kekuatan pun yang mampu merobohkan nya , baru pagi ini lah gerbang itu runtuh bersama gema Guntur berkepanjangan di langit .
Didalam istana Alexia , di sebuah ruangan , nampak sang Kaisar bersama beberapa pembesar istana dan pendeta Shi Ma sedang berbincang bincang serius .
"Tuan pendeta !, apakah tanda tanda itu sudah terlihat ?" tanya sang Kaisar dengan wajah yang sangat sedih sekali .
"Ya yang mulia , larangan telah di langgar oleh putra mahkota , guntur panjang telah berbunyi bersamaan dengan runtuh nya dua gerbang istana Alexia , semua tanda tanda itu telah tertulis di lembaran kuno ini yang mulia , janji para pendiri Fangkea dengan para Dewata semua nya telah di langgar oleh putra mahkota , mengungsi lah selagi masih ada waktu yang mulia !" sahut pendeta Shi Ma sambil menyusut air mata nya .
"Tidak !, tidak pendeta , semua karena kesalahan ku , aku terlalu sayang dengan putra mahkota , sehingga apa pun kemauan nya , selalu ku turuti , hingga akhir nya kehancuran dinasti Fang terjadi , semua karena kesalahan ku , seandainya pantangan itu ku percaya sejak awal , kehancuran tentu bisa di hindarkan , aku ingin mati bersama hancur nya istana Alexia ini !" kata sang Kaisar sambil menyeka air mata nya .
"Tidak yang mulia , menurut catatan kuno ini , istana Alexia tidak hancur oleh tangan manusia , tetapi di telan oleh air Danau yang mulia , dan kelak , ribuan tahun lagi , salah satu dari keturunan dinasti Fang , akan muncul mengembalikan kejayaan Fangkea kembali !" kata pendeta Shi Ma lagi , sambil membaca lembaran kulit kijang yang dia pegang .
"Yang tiada , akan kembali kepada ketiadaan , kita semua tiada , dan tenggelam dalam lautan ketiadaan , yang ada , cuma di ada adakan saja , apalah artinya hidup dalam kematian , dan apa artinya kematian di dalam kehidupan !" gumam Biksu Toa Thi Sabil terus duduk bersila sambil memejamkan mata nya , perlahan lahan tubuh nya bercahaya hijau , kemudian berubah menjadi biru tua , lalu pudar seperti asap tertiup angin pegunungan .
"Dimana putra mahkota jendral Ban ?" tanya sang Kaisar kepada jendral Ban Dai go seorang jendral senior pendamping setia sang Kaisar .
"Ampun yang mulia , sang pangeran berada di paviliun kencana bersama para pengawal nya , sedangkan sang putri mahkota di kurung oleh putra mahkota di kamar nya !" jawab jendral Ban Dai go .
"Panggilkan putri mahkota ke sini jendral , ada yang akan ku sampai kan !" ujar sang Kaisar dengan suara yang agak parau .
Jendral tua itu bergegas pergi , lalu beberapa saat kemudian , dia kembali bersama seorang dara cantik .
Dara cantik itu segera memeluk kaki ayahanda nya yang terlihat kurus itu , "ada apa ayahanda , mengapa ayahanda terlihat sangat bersedih sekali ?" ...
"Tidak !, tidak ada apa apa putri ku , kau tahu jika kakak mu sang putra mahkota sudah melakukan berbagai pantangan Dewa ?, dan puncaknya adalah tadi malam , saat kakak mu itu memaksa merebut istri seorang pemuda , dan pemuda itu bukanlah pemuda sembarangan , tadi bersamaan dengan suara guntur panjang itu , dua gerbang istana sudah runtuh , kau tahu apa itu arti nya kan ?, bawa adik mu pangeran Fang Ru zhian dan ikuti pemuda itu , itulah yang tertera di lembaran kuno itu nak !" kata sang Kaisar dengan linangan air mata nya .
"Tidak ayah !, aku tidak akan meninggalkan ayah di sini , aku ingin bersama ayah selama nya !" jerit putri mahkota Fang Hong Yi sambil menangis memeluk ayahanda nya .
__ADS_1
Sang Kaisar membelai rambut panjang sang putri tersayang nya itu , dia hampir saja mengawinkan putri nya secara paksa dengan pangeran dari selatan yang berwatak buruk , itu semua karena pengaruh , tekanan dan hasutan dari putra mahkota .
"Tidak putri ku , aku hampir saja menjerumuskan hidup mu , ini adalah titah terakhir ku kepada mu yang harus kau laksanakan , jaga pangeran Fang Ru zhian baik baik , dan ikuti pemuda itu nanti nya , niscaya hidup mu akan aman aman saja !" titah sang Kaisar , kali ini terdengar sangat tegas sekali .
pangeran Fang Ru zhian adalah seorang pangeran kecil yang baru berusia enam tahun , putra dari seorang permaisuri yang bukan Ratu Alexia , sedangkan Fang Hong Yi adalah putri sang Kaisar dengan sang Ratu , dan adik kandung dari pangeran Fang Shi Quon .
Seorang prajurit datang menghadap pada sang Kaisar dengan terbirit birit .
"Yang mulia !, yang mulia !" ...
"Ada apa Prajurit , apa yang ingin kau sampaikan ?" tanya sang Kaisar .
"Am. Ampun yang mulia , pemuda itu bersama ketiga orang istri nya dan seorang pemuda lain nya , sedang mengobrak abrik paviliun kencana , namun putra mahkota sudah terlebih dahulu melarikan diri keselatan bersama dengan para pengawal pribadi nya , dan saat ini , pemuda itu sedang menuju kesini yang mulia !" kata prajurit itu lagi .
Bersamaan dengan itu , dari arah pintu terlihat Shin Liong , A Yong dan ketiga orang istri nya sedang berjalan kearah mereka .
Putri Fang Hong Yi memang tidak lagi mengenal Shin Liong karena kini pemuda itu telah menjelma menjadi seorang pemuda yang sangat tampan , tetapi dia masih bisa mengingat wajah dari Dewi Teratai putih istri Shin Liong .
"Kau !, kau !, bukan kah kau Dewi Teratai putih istri Shin Liong ?, lalu dimana Shin Liong sekarang ?" tanya putri Fang Hong Yi .
Dengan tersenyum simpul , Dewi Teratai putih melangkah kedekat putri Hong Yi .
Untuk beberapa waktu , putri Hong Yi cuma terdiam sambil menatap kearah Shin Liong dengan tatapan antara percaya dan tidak .
Shin Liong kemudian mengeluarkan sebuah batu giok berukir burung Hong kecil dari dalam cincin nya , "kau masih ingat ini Hong Yi ?" ...
Mata putri Hong Yi berbinar beberapa saat lama nya menatap kearah ukiran burung Hong kecil di batu giok itu , "Kau masih menyimpan nya Shin Liong ?, ya ya kau benar benar Shin Liong sahabat ku yang dulu , sama seperti mu , aku juga masih menyimpan pedang tanduk rusa pemberian mu dulu !" putri Hong Yi sambil mengeluarkan sebuah pedang kecil terbuat dari tanduk rusa .
"Maafkan aku Hong Yi , aku kemari cuma ingin mencari pangeran Fang Shi Quon yang sudah membuat masalah dengan keluarga ku , setelah itu aku akan pergi tanpa mengganggu kalian !" kata Shin Liong sambil memalingkan tubuh nya .
"Tunggu anak muda !, tunggu sebentar !" terdengar sang Kaisar berucap .
Shin Liong memutar tubuh nya , melihat ke arah sang Kaisar kembali .
"Maaf yang mulia , maafkan saya bila kedatangan saya membuat geger istana Alexia ini , saya cuma ingin mencari pangeran Fang Shi Quon yang sudah membuat masalah dengan rumah tangga saya , tetapi malah kalian sambut dengan hujan anak panah , saya sudah berulang kali mengatakan bahwa saya tidak ingin bermasalah dengan pihak istana , tetapi putra mahkota masih tetap bersikeras ingin merebut istri saya , bila saya biarkan , kelak pangeran akan menjadi masalah dalam kehidupan saya , maafkan saya yang mulia !" kata Shin Liong sambil membungkukan badan nya beberapa kali .
"Tidak apa apa nak , takdir sudah di tentukan , ada beberapa pantangan yang harus di patuhi oleh semua kerabat istana Alexia , diantara nya , tidak boleh sewenang wenang ke pada masyarakat bawah , tidak boleh mengambil hak orang lain , harus menjalani hukum langit , dan sebagai nya , bila itu di langgar , istana Alexia akan tenggelam di telan Danau beserta seluruh kerabat nya , aku memang bisa menyelamatkan diri ku dan keluarga ku , tetapi aku tidak akan bisa terlahir kembali , tetapi bila aku mati bersama lenyap nya istana Alexia ini , aku akan ber reinkarnasi sebagai penguasa Fangkea kembali , itulah yang tertulis pada lembaran kuno nak , satu hal yang aku mohon kepada mu , tolong jaga putri ku dan putra bungsu ku , sebagai jembatan aku ber reinkarnasi kembali kelak !" kata sang Kaisar memohon kepada Shin Liong .
__ADS_1
Dari balik pintu besar , muncul Dewi Chang 'e , Dewi Lilian dan Arwanwen .
"Aku yang akan mendidik putra mu kelak , akan kuangkat dia menjadi putra angkat ku , kau jangan khawatir Fang Shao Sheng !" kata Dewi Chang 'e .
Sang kaisar menatap kearah Dewi Chang 'e beberapa saat lama nya , hingga dia di kejutkan oleh suara sang pendeta Shi Ma , "apakah kau seorang Dewi ?" ...
"Ya pendeta , aku memang seorang Dewi , nama ku Chang 'e , aku adalah ibu dari Shin Liong !" jawab Dewi Chang 'e .
"Sudah kuduga !, sudah ku duga !, di lembaran kuno ini ada tulisan , putra bungsu akan diasuh oleh seorang Dewi , dan kelak menurunkan keturunan yang dapat membangkitkan kembali istana Alexia yang sirna ditelan Danau "! Ucap sang pendeta sambil membentangkan lembaran kulit rusa bertuliskan aksara kuno .
Saat mereka asik berbincang bincang , tiba tiba dari arah luar , datang seorang Prajurit dengan berlari Tergopoh gopoh .
"Yang mulia !, Yang mulia !, celaka yang mulia !" ucap Prajurit itu .
"Ada apa Prajurit ?" tanya sang Kaisar .
"Celaka yang mulia , celaka , air Danau mulai naik membanjiri halaman istana yang mulia !" kata Prajurit itu .
"Putri ku !, cepatlah kalian pergi dari tempat ini , ikutilah pemuda itu , jaga adik mu baik baik nak !" ucap sang Kaisar sambil memeluk putri nya .
"Tidak ayah , biarkan Hong Yi ikut bersama ayah , Hong Yi ingin bersama ayah dan ibu !" jerit putri Hong Yi sambil menangis .
Seorang inang pengasuh berusia cukup muda , datang membawa seorang anak kecil berusia enam tahun .
"Putri Hong Yi , aku perintahkan kepada mu untuk menyelamatkan pangeran muda sebisa mungkin , jaga dia baik baik !" perintah sang Kaisar dengan suara yang sangat tegas sekali , sambil melemparkan sebuah cincin ruang kepada putri Hong Yi .
"Marilah ikut bersama kami putri , bawa pangeran kecil bersama kita !" kata Dewi Chang 'e sambil membimbing tangan Putri Hong Yi .
Seperti orang yang kehilangan akal nya , putri Hong Yi hanya mengikuti tanpa bisa berbuat apapun juga .
Beberapa saat setelah mereka tiba di ujung jembatan , tepat nya di gerbang luar istana Alexia , pulau beserta seluruh yang ada diatas nya , amblas masuk kedalam Danau tanpa menyisakan satu pun juga .
Putri Hong Yi bersimpuh di pinggir Danau sambil menangis tersedu sedu .
Sedangkan pangeran Fang Ru zhian berada di punggung inang pengasuh nya , tanpa mengerti apapun yang telah terjadi .
Dengan suara yang parau , putri Hong Yi memanggil ayah dan ibu nya .
__ADS_1
...****************...