
Entah sudah berapa lama tubuh Shin Liong meluncur kedasar jurang Neraka hidup itu, mulut jurang yang semula lebar dan panjang itu, kini tampak tinggal setelapak tangan saja lagi, namun tubuh nya masih saja terus meluncur kedasar jurang, semakin lama semakin cepat tersedot kedasar jurang itu.
Sedangkan tubuh Shin Liong sudah tidak nampak bergerak, mungkin pingsan, atau malah sudah mati.
Sangking cepatnya tubuh Shin Liong melesat kedasar jurang, sehingga pakaian nya pun kini mula robek disana sini.
Hari pun telah beranjak malam, entah tengah malam, entah hampir pagi, ketika tiba tiba dari telapak tangan Shin Liong, keluar cahaya kuning keemasan membungkus tubuh nya, bercampur dengan cahaya putih dari pedang kristal Katai putih inti bintang, sehingga menghasilkan warna pelangi membias di sekeliling tubuh nya.
Cahaya pelangi dari tubuh Shin Liong, seakan melawan gaya tarik dari dasar jurang Neraka hidup itu, sehingga semakin lama, lesatan tubuh Shin Liong yang semula sangat cepat itu, kini perlahan lahan mulai melambat, dan akhirnya jatuh di atas pasir di tepi sebuah telaga di dasar jurang itu.
Tubuh Shin Liong dari perut ke bawah berada di dalam air, sementara dada nya ke atas, berada di atas pasir.
Saat cahaya matahari mulai masuk melalui celah di atas mulut jurang yang terlihat tidak lebih besar dari telapak tangan itu, dasar jurang pun mulai terlihat jelas.
Shin Liong mulai membuka matanya perlahan laha, dia mendapati dirinya terbaring di atas pasir, sementara pinggang hingga kakak nya terendam di dalam telaga.
Telaga ini berair cukup dingin, tetapi yang aneh nya, uap air air telaga ini bergulung gulung diatas air, bukan nya menguap keatas.
Shin Liong perlahan lahan duduk di pinggir telaga itu, dia merasakan dadanya sangat sakit, dia sadar, ada beberapa tulang rusuk nya yang patah.
Di keluarkan nya dua butir pil surgawi dari dalam cincin penyimpanan nya, dan langsung di telan nya.
Tanpa beralih dari pinggir telaga itu, Shin Liong duduk bersila, mengatur pernapasan nya.
Ada denyutan kuat beberapa kali di tulang rusuk nya, lalu perlahan denyutan sakit itu perlahan menghilang, hingga tidak terasa sama sekali.
"Hoek!"...
Shin Liong memuntahkan beberapa gumpal darah beku, sampai nafas nya terasa lega seperti sedia kala nya, barulah muntahan itu berhenti.
Shin Liong tidak langsung bangkit berdiri, tetapi masih duduk di air di tepi telaga itu, sambil mengumpulkan hawa murni, untuk menggantikan energinya yang habis terkuras kemarin.
Tiba tiba dia melihat kabut putih kebiruan yang mengambang diatas telaga itu, seperti tersedot sesuatu, masuk kedalam tubuh nya.
Rupanya kabut itu bukanlah uap air telaga, tetapi perwujudan dari energi alam, selama jutaan tahun, tertarik dan mengendap di dasar jurang itu.
Kini karena kekuatan dari dua butir pil surgawi itu, semua energi alam itu tersedot seluruh nya kedalam tubuh Shin Liong.
"Bum!"...
Terjadi ledakan teredam di dalam tubuh Shin Liong, dantian nya yang terlampau penuh, kini membesar, sehingga tingkat kultivasi nya yang semula berada di tingkat Dewa Bintang menengah, kini naik ke Dewa Bintang akhir.
Namun pengaruh pil surgawi masih sangat kuat untuk menarik energi alam sebesar besar nya.
"Bum!"...
Kembali terdengar suara ledakan teredam di dalam tubuh Shin Liong, kini tingkat kultivasi nya naik kembali ketingkat Dewa Bintang sempurna.
Tetapi kekuatan dua butir pil surgawi itu seperti pusaran air tanpa dasar, yang siap menyedot apa saja yang berada didekat nya.
__ADS_1
"Bum!"...
Terdengar kembali ledakan teredam didalam tubuh Shin Liong , hasil dari dantian nya yang kian membesar, kini dia berhasil menerobos ke tingkat Dewa Perunggu awal.
Namun dantian Shin Liong seperti onta kehausan, terus saja menghisap hawa Qi murni yang terkumpul di dasar telaga itu, hingga ledakan teredam itu kembali terjadi hingga tiga kali berturut turut kembali.
Kini Shin Liong sudah mencapai tingkat Dewa Perunggu sempurna, barulah dantian Shin Liong berhenti menghisap hawa Qi murni di dasar telaga itu.
Belum sempat Shin Liong mandi membersihkan tubuh nya, tiba tiba di mulut jurang, terlihat awan berwarna biru bergulung gulung sambil mengeluarkan lidah petir berwarna biru, itulah petir kesengsaraan tingkat enam yang siap menguji tubuh Shin Liong .
Secepat nya Shin Liong berdiri mempersiapkan diri nya, mengumpulkan segenap kekuatan nya, menahan gempuran petir tingkat enam itu.
"Jdeerr!!"...
Petir kesengsaraan tingkat enam yang pertama menyambar, kini seluruh pakaian ditubuh Shin Liong hangus semua nya.
Tetapi Shin Liong masih berdiri tegak tak tergoyahkan, energi pil surgawi bergejolak di dalam tubuh nya, memperbaiki semua kerusakan dan memperbaharui semua sel sel tubuh nya.
"Jdeerr!!"...
Ledakan kedua terdengar menggelegar, dari Sambaran petir kesengsaraan tingkat enam yang menyambar tubuh Shin Liong itu.
Kini seluruh rambut dan bulu membulu di sekujur tubuh nya sudah hangus semua nya, tanpa tersisa sehelai bulu pun.
Tetapi energi sakti dari pil surgawi, kembali bergolak memperbaiki dan memperbaharui semua sel sel di tubuh Shin Liong.
"Jdeerr!!"...
Kini seluruh kulit di sekujur tubuh Shin Liong terlihat gosong seperti arang tungku.
Tetapi dengan cepat nya pula, energi sakti dari pil surgawi bergolak mengobati yang sakit, memperbaiki yang rusak serta memperbaharui semua sel sel di tubuh Shin Liong.
Awan biru bergulung di atas jurang itu tiba tiba mencurahkan air hujan ke atas tubuh Shin Liong.
Hujan kebahagiaan itu meluruhkan semua gosong di tubuh Shin Liong , seperti air mencuci tanah yang menempel di kulit.
Perlahan lahan, kulit nya yang gosong itu luruh berganti dengan kulit baru yang lebih putih, lebih bersih dan yang pasti wajah Shin Liong menjadi semakin tampan luar biasa, serta rambut, alis dan bulu mata nya tumbuh kembali, bahkan bulu mata nya terlihat semakin tebal dan lentik seperti bulu mata para gadis.
Shin Liong berendam di telaga,membersihkan tubuh nya, lalu bangkit mengganti pakaian nya yang sudah gosong semua.
Meskipun sedah mencapai tingkat alam Dewa kedua, yaitu tingkat Dewa Perunggu sempurna, tetapi Shin Liong heran, tenaga nya masih sangat lemah, tubuh nya terasa sangat lemas.
Padahal sesungguh nya bukan tubuh Shin Liong yang masih lemah, tetapi gaya tarik di dasar jurang itu yang lebih besar seratus kali lipat dari di dunia luar, sehingga untuk mengangkat kaki sebelah saja terasa demikian berat nya.
Seandainya bukan bantuan cahaya aneh dari telapak tangan nya serta kekuatan pedang kristal Katai putih inti bintang itu, niscaya tubuh nya akan remuk di dasar jurang itu, betapapun tinggi tingkat kultivasi nya, meskipun terjatuh di atas air sekalipun, apalagi terjatuh diatas bebatuan.
Didasar jurang selebar seratus depa dan panjang seribu depa itu, ternyata banyak di tumbuhi oleh pohon Fin Kuo (apel) dan pir Dewa berwarna emas yang sangat langka.
Meskipun Shin Liong mencoba untuk mempergunakan ilmu meringan kan tubuh nya, tetapi di dasar jurang ini, tenaga nya seperti tidak mencukupi.
__ADS_1
Dengan tingkat kultivasi tingkat Dewa Perunggu akhir, jangan kan seperempat jurang ini yang dapat Shin Liong capai dengan ilmu meringankan tubuh nya, paling baru dia puluh persen tebing curam ini yang berhasil dia capai.
Akhirnya Shin Liong memutuskan untuk berlatih silat serta berkultivasi di dasar jurang itu untuk bisa keluar dari dasar jurang itu, karena sedikit demi sedikit dia merasa lompatan nya kian meninggi, seiring naik nya tingkat kultivasi nya.
Satu tahun terlewati tanpa terasa di dasar jurang itu.
Kini tingkat kultivasi Shin Liong berhasil mencapai tingkat Dewa perak sempurna, dan lompatan nya berhasil mencapai empat puluh persen dari ketinggian tebing itu.
Waktu berlalu terus dan Shin Liong terus berlatih sambil berkultivasi sendirian di dasar jurang Neraka hidup itu, kini tahun kedua pun terlewati kembali.
Tingkat kultivasi Shin Liong kini berhasil mencapai tingkat Dewa Emas sempurna, dan lompatan nya pun kini telah mencapai enam puluh persen dari ke tinggian tebing jurang.
Tanpa berputus asa, Shin Liong terus berlatih dengan tekun serta berkultivasi menyerap hawa Qi murni yang kaya di dasar jurang itu.
Pada tahun ketiga, Shin Liong sudah berhasil mencapai tingkat Dewa Berlian sempurna, dan lompatan nyapun sudah mencapai delapan puluh persen dari tinggi nya tebing jurang itu.
Dan pada tahun ke empat, dia sudah berhasil menduduki tingkat akhir dari tingkatan alam Dewa ke dua, yaitu tingkat Dewa Cahaya sempurna, namun lompatan nya belum berhasil mencapai mulut jurang, tinggal beberapa puluh depa lagi.
Tanpa terasa sudah empat tahun terlewati di dasar jurang itu, dan kini Shin Liong telah menjelma menjadi seorang pemuda yang sangat tampan berusia delapan belas tahun, dengan kulit putih bersih berbulu mata lentik dan alis seperti pedang, dengan hidung yang mancung.
Semua sudut di dasar jurang itu sudah dia jelajahi, tinggal satu lagi yang belum pernah dia masuki, yaitu goa tempat keluarnya air terjun yang jatuh ke telaga.
Pada satu pagi, terdorong oleh rasa penasaran nya, Shin Liong melompat ke goa di tebing sebelah timur tempat ke luar nya air yang jatuh ke pinggir telaga.
Goa ini lebar sekitar empat depa, dan tinggi nya empat depa, dengan ketinggian air nya sebatas lutut.
Shin Liong terus menyusuri sungai di dalam goa itu, berliku liku, dan kadang kadang sedikit menanjak.
Setelah beberapa lama nya berjalan, akhirnya Shin Liong tiba di sebuah telaga kecil, dengan satu air terjun dari lobang langit langit goa.
Besar nya lobang itu sekitar satu depa persegi, dengan cahaya terang menerobos dari balik air terjun itu.
Cahaya itu menandakan dibalik air terjun itu ada ruang terbuka, dengan cahaya matahari yang banyak.
Setelah mengumpulkan energi cukup banyak, Shin Liong segera menerobos masuk kedalam lobang air terjun di atas langit langit goa itu.
Ternyata lobang itu berasal dari dasar sebuah danau yang besar.
Setelah menahan nafas cukup lama,dan berenang melawan arus tarikan air dari goa itu, akhirnya Shin Liong berhasil juga keluar dari dasar danau.
Di atas danau itu, Shin Liong merasa tiba-tiba tubuh nya tidak lagi lemah seperti semula, bahkan kini dia merasa kekuatan nya pun semakin besar dan berlebihan.
Cuma dengan sekali sentak, tubuh Shin Liong pun naik dari dalam air,dan melayang kearah pinggir Danau besar itu.
Ternyata di pinggir Danau itu di tumbuhi oleh pohon pohon yang sangat besar besar, empat kali lebih besar dan lebih tinggi dari pohon biasa.
Belum habis rasa takjub di hati Shin Liong , tiba tiba dari arah kegelapan hutan, muncul harimau berbulu emas yang empat kali lebih besar dari harimau biasa.
Lalu se ekor capung berwarna kuning emas sebesar pohon kelapa terbang melintasi pinggir Danau.
__ADS_1
Bukan main takjub nya hati Shin Liong melihat keanehan yang terpampang di depan mata nya itu.
...****************...