Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Sisi Kelam Masalalu.


__ADS_3

Shin Liong atau Hao Shen, menatap kearah wanita muda yang sedang menggendong bayi nya sambil berteduh di bawah pohon Tao itu.


Tubuh wanita muda itu nampak kurang terurus, dengan rambut kusam, dan tubuh yang kurus.


Bayi di dalam gendongan nya terus saja menangis tanpa henti, seakan akan ada sakit yang dia rasakan.


Sedangkan sang ibu muda terus saja membujuk sang buah hati agar berhenti menangis, namun kenyataan nya sang ibu nya sendiri pun menangis terisak Isak.


Shin Liong atau Hao Shen yang melihat hal itu, tiba tiba kenangan nya melayang kepada diri nya sendiri yang tidak lagi mempunyai ibu, serta ayah yang tidak Sudi mengakui nya.


Kenangan pahit masa kecil nya kembali berputar di ingatan. nya, sehingga membuat dua tetas air mata mengalir di pipi nya.


Hal itu terjadi, bertepatan dengan saat Shao Yi menengok kearah diri nya.


Sejenak gadis cantik namun keras kepala itupun terenyuh melihat kenyataan itu, seorang pemuda tampan, gagah, kaku dan agak usil itu, menitikan air mata melihat seorang ibu muda dengan bayi nya yang sedang menangis.


Hao Shen segera menghapus air mata nya, dan melangkah kearah ibu muda itu duduk.


"Kakak ada apakah, kenapa bayi nya sedari tadi menangis terus, sepertinya sakit kak?" tanya Hao Shen.


Wanita muda itu menengadahkan wajah nya ke atas, melihat ke arah Hao Shen yang sedang berdiri di depan nya.


Diseka nya air mata nya dengan telapak tangan nya sambil berusaha membujuk anak nya.


"Diam lah sayang, diam lah, sebentar lagi ayah pulang membawa makanan untuk kita, diam ya sayang!" bujuk wanita muda itu sambil tersedu sedu menahan perih nya hati.


"Ada apakah kakak?, kenapa adik kecil nya menangis terus?" tanya Hao Shen lagi.


"Mungkin dia sakit perut, atau mungkin juga lapar dik, karena air susu saya sudah tidak berair lagi, dan saya pun sudah dua hari tidak makan" jawab wanita muda itu gemetar. Hao Shen mengeluarkan sebuah botol kecil dari dalam cincin ruang nya, dan mengeluarkan isi nya beberapa puluh butir pil kecil sebesar biji lada berwarna hitam dan berbentuk bulat seperti biji lada juga.


Pil itu diberikan nya ke pada wanita muda itu.


"Ambilah sebutir pil ini kakak, dan berikan kepada adik kecil itu, mudah mudahan bisa mengobati nya" kata Hao Shen sambil menyerahkan sebutir pil itu kepada sang wanita muda.


Tanpa ragu ragu, sang wanita muda itu menerima nya, dan memasukan nya kedalam mulut sang buah hati nya.


"Ini ada air putih, beri dia minum kak!" kata Hao Shen.


Wanita muda itu memberikan minuman air putih kepada bayi nya.


Beberapa saat kemudian, bayi itu sudah tidak menangis lagi.


Sekali lagi Hao Shen mengeluarkan sebutir pil sebesar biji lada, namun kali ini berwarna putih kepada wanita muda itu.


"Ini telanlah kak, agar tubuh kakak sehat kembali, dan tenaga kakak juga kembali seperti semula" kata Hao Shen.


Wanita itu kini menerima pil pemberian dari Hao Shen tanpa ragu ragu, dan langsung menelan nya.


Beberapa saat kemudian, wajah nya yang tadi pucat, kini mulai berwarna merah.

__ADS_1


"Ayolah kita makan ke dalam kakak, saya yang akan membayar kan untuk kakak"kata Hao Shen, tanpa ragu ragu membimbing tangan wanita muda itu untuk masuk kedalam rumah makan itu.


Hal itu rupanya tidak lepas dari pengamatan Shao Yi.


Hati gadis cantik itu tiba tiba berdebar debat tidak karuan, ada perasaan haru, tersentuh, serta bahagia melihat apa yang dilakukan pemuda Hao Shen itu yang semula di benci nya, karena dia anggap cabul karena hampir saja menyentuh bukit keramat nya.


Tetapi sekarang dia melihat sisi lain dari seorang Hao Shen yang jahil serta kaku itu.


Wanita muda itu mengikuti Hao Shen dari belakang, memasuki rumah makan itu.


Beberapa orang petugas keamanan rumah makan itu berusaha melarang wanita itu masuk kedalam rumah makan, tetapi tiba tiba bola mata Hao Shen berkilat cahaya putih, dan setelah itu para petugas keamanan itu berdiri gemetar, dan akhir nya bersimpuh di lantai seperti kehabisan tenaga.


Kejadian itu sangat singkat, sehingga tidak ada siapapun yang sempat melihat nya, kecuali Shao Yi, yang memang sejak semula memperhatikan gerak gerik Hao Shen atau Shin Liong.


Jantung gadis cantik itu berdetak sesaat, menyaksikan peristiwa itu.


"Siapa sebenar nya pemuda jahil ini, sekarang aku sadar dia tidak jahat, cuma jahil dan suka iseng saja, tetapi hatinya baik, ada apa dengan pemuda ini, ada kisah masa lalu yang seperti apakah sehingga hati nya begitu lembut melihat penderitaan orang lain?" kata hati Shao Yi terus berbicara.


Hao Shen atau Shin Liong, mengajak ibu muda itu duduk tidak satu meja dengan para gadis dan kakak nya, karena dia tidak ingin mereka terganggu oleh wanita itu, yang tentu saja pakaian nya agak bau.


"Hei kenapa kau tidak bergabung saja dengan kami?" tanya Shao Yi.


"Terimakasih nona, saya akan menemani kakak ini makan, kasihan dia nona, kalian makan saja dengan kakak ku, aku disini dengan kakak ini"kata Hao Shen.


Tetapi pada dasar nya Shao Yi adalah gadis yang paling keras kepala itu tidak mau mengalah begitu saja.


Akhirnya dia bangkit berdiri dan melangkah kearah ibu muda itu serta duduk di samping Hao Shen.


"Tidak!, aku sudah memutuskan bahwa aku akan makan disini bersama kalian!" jawab Shao Yi.


Makanan yang mereka pesan pun datang, mereka segera melahap makanan itu.


Begitu juga dengan wanita muda itu, dia makan dengan lahap nya, bahkan sampai Hao Shen kembali memesan beberapa kali, hingga ibu muda itu benar benar kenyang.


Setelah selesai makan, Hao Shen ataupun Shin Liong ,segera membayar makanan mereka semua, dia tidak ingin orang lain yang membayar untuk nya.


Setelah tiba di luar rumah makan itu, Hao Shen memberi ibu muda itu kembali sepuluh keping emas.


"Kakak, ini ambil untuk kakak, pergunakan baik baik ya kak, cari susu untuk adik kecil itu!" kata Hao Shen.


Ibu muda itu menangis sesegukan, terharu dengan kebaikan hati Hao Shen.


"Terimakasih adik, semoga Tian melindungi mu dik!" ucap ibu muda itu sambil berjalan menjauh.


namun baru beberapa langkah meninggalkan Hao Shen, tiba tiba empat orang laki laki kasar menghadang wanita malang itu.


"Kami tahu kau di beri banyak keping emas oleh pemuda itu, serah kan kepada kami kalau kau masih mau hidup dengan anak mu!" kata laki laki yang paling kasar. nampak nya dia pemimpin dari ketiga orang teman nya.


"Ja jangan tuan, saya mohon jangan tuan, kasihanilah saya dan anak saya ini tuan, kami tidak punya apa apa selain keping ini!" ratap ibu muda itu memohon dikasihani.

__ADS_1


Tatapi nama nya juga penjahat, dimana mana urat belas kasih nya sudah putus, minta dikasihani jago nya, tetapi mengasihani orang lain tidak bisa.


"Kau pikir kami kerabat mu ya?, yang harus mengasihani diri mu, masa bodoh kau mau mati, atau mau bunuh diri, terserah, sini keping emas itu serahkan kepada ku, cepaaat!" teriak laki laki kasar itu.


Hao Shen ataupun Shin Liong yang pendengaran nya sangat tajam itu tentu saja mendengar.


Ia segera berbalik arah, berjalan kearah ibu muda tadi.


Shao Yi, meskipun tidak mendengar apapun, apalagi di situ banyak orang berlalu lalang dengan suara macam macam, tetap saja berbalik mengikuti langkah Hao Shen, karena naluri nya mengatakan bakal terjadi sesuatu.


Begitu juga dengan Hao Cun, Sian Li, dan Cui Ming, mereka berbalik mengejar Hao Shen yang berjalan seperti terbang itu.


Sebentar saja, Hao Shen sudah berada di belakang ke empat orang laki laki pemalak itu.


"Tuan tolonglah saya, jangan ambil keping emas saya, itu untuk modal usaha saya tuan, saya dan putra saya makan apa nanti!" ratap ibu muda itu.


"Masabodoh!, mau makan apa terserah kamu, yang pasti keping emas itu milik kami, dan akan kami gunakan untuk berpesta pesta serta minum arak sampai mabok, iya kan teman teman?" kata laki laki kasar tadi.


Wanita ibu muda tadi menangis sejadi jadi nya mohon di kasihani, baru saja tadi dia berkhayal akan memulai berjualan nasi bungkus di alun alun kota, kini khayalan nya itu kandas seketika.


Dipeluk nya bayi kecil di dalam gendongan nya, "seandainya ayah mu masih ada nak, kita tidak akan se menderita ini, mengapa Dewa Yama tidak memanggil kita bersama ayah mu saja nak!" ratap pilu ibu muda itu.


Hao Shen ataupun Shin Liong yang mendengarkan ratapan ibu muda itu, kenangan pahit masa kecil nya kembali berputar di dalam ingatan nya, sehingga dia terduduk sambil menutupi mata nya yang basah.


Sebuah tangan halus tiba tiba menyentuh bahu nya, "sudah kuduga, tidak sesederhana yang terlihat mata, kau pemuda jahil dan usil, dan dingin, ternyata menyimpan cerita pahit yang tidak seorang pun mengetahui nya"...


Secepat kilat Hao Shen ataupun Shin Liong menyeka air mata nya, dan bersikap seolah olah tidak terjadi apa apa, tapi momen tadi sudah sempat terlihat oleh Shao Yi.


"Kau tidak usah berdusta pada ku, ada apa dengan masa lalu mu?" tanya Shao Yi.


"Nona Shao Yi, ada hal yang bisa di ungkapkan, dan ada pula yang tidak bisa di ungkap kan, mohon maafkan aku nona, inti nya, memang ada luka di masa lalu, yang hingga kapan pun tidak mungkin bisa terobati, maafkan aku" kata Hao Shen membungkuk beberapa kali.


Meskipun pemuda Hao Shen itu tidak menceritakan nya secara gamblang, tetapi kata kata terakhir dari Hao Shen, tadi sudah bisa ditebak arah nya kemana.


Shao Yi tidak lagi bersikeras ingin mengetahui masalah masa lalu dari pemuda Hao Shen itu.


"Cepaaat!", cepat serahkan keping emas itu, mata kami sendiri yang melihat kau menerima keping emas itu tadi, atau kau kami perk*sa beramai ramai di sini, dan putra mu itu kami bunuh?" teriak laki laki kasar itu terdengar lagi.


Namun wanita ibu muda itu berusaha mempertahan kan harta satu satu nya itu dengan gigih.


"O Seng, cepat rebut keping emas itu, dan bunuh wanita itu bila perlu!" teriak nya kepada anak buah nya.


Laki laki yang di panggil O Seng itu pun maju mendekati ibu muda itu.


Dengan sekali sentak, direbut nya bayi di dalam gendongan ibu muda itu.


Ibu muda itupun berteriak histeris, meminta putra nya di kembalikan.


...****************...

__ADS_1


Mohon maaf bila MC kita masih agak labil, dan mudah terbawa emosi masa lalu, setidaknya itulah yang terjadi dengan laki laki yang masih empat belas tahunan, masih ada sifat jahil, masih ada sifat urakan, masih ada sifat ke kanan kanakan, walaupun alam memaksa nya untuk dewasa lebih awal.


Tetapi perlahan seiring waktu, dia akan lebih matang dalam hidup.


__ADS_2