Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Para Penguasa Desa Kim San.


__ADS_3

Kedua laki laki tinggi besar berbadan tegap itu menatap kearah A Yong dengan tatapan yang sangat murka .


Dengan mata merah karena kedukaan dan hawa amarah luar biasa mendidihkan otak mereka berdua.


"Kurang ajar , manusia tidak tahu diuntung , kau sudah membunuh adik kedua kami , dan itu artinya , kau benar benar harus mati sekarang juga !" teriak laki laki kedua dengan suara menggelegar dan nafas yang memburu karena terlalu marah nya.


'Kalian terlalu banyak omong , dari tadi yang kalian ucapkan cuma kata bunuh saja , sampai sampai saudara kalian terbunuh pun kalian belum bisa membuktikan ucapan kalian itu , kan sudah kukatakan , kalian harus membuktikan ucapan kalian itu , karena bila tidak bisa membuktikan nya , maka aku yang akan membuktikan bahwa kalian cuma hebat omongan saja !" kata A Yong tertawa sinis.


"Twako !, biarlah bocah ingusan ini kubunuh saja , agar dia tahu bahwa kita tidak main main , Sam Kui Ang tidak pernah mengampuni lawan nya !" kata laki laki kedua kepada laki laki pertama yang terlihat lebih tua sedikit.


"Jangan gegabah adik !, marilah kita serang bersama sama saja !" kata sang kakak kepada adik nya itu.


"jangan khawatir tuan !, saudara kalian sudah bisa keluar dari desa ini dengan meninggalkan nyawa nya "! kata A Yong dengan sifat jail nya mulai muncul kembali.


"Jangan dengarkan dia adik !, ayo kita serang bersama sama !" kata sang kakak sambil melancarkan serangan maut nya kearah tubuh A Yong , yang di ikuti oleh adik nya itu.


Namun putra dari Dewi Teratai putih dan Shin Liong ini bukanlah lawan yang mudah dihadapi .


Dengan jurus langkah Dewa Dewi nya , tubuh A Yong selalu berpindah pindah tempat sekehendak hati nya.


Kedua orang kakak beradik sisa dari Sam Kui Ang ( tiga setan merah) ini juga bukan orang biasa , mereka telah banyak pengalaman menghadapi orang orang sakti .


Maka menghadapi lawan seperti A Yong yang selalu berpindah pindah tempat dalam sekejap mata ini , kedua saudara itu saling membelakangi , agar lawan nya tidak bisa membokong mereka dari belakang .


Namun dengan saling beradu belakang seperti itu , membuat serangan mereka tidak leluasa lagi .


Sepuluh jurus segera berlalu .


Kini A Yong segera meningkatkan kekuatan serangan nya menjadi separuh energi tubuh nya.


Tubuh nya tidak lagi terlihat berkelebat , tetapi muncul disana sini lalu hilang lagi , hingga akhirnya , tubuh A Yong tiba tiba muncul tepat di depan laki laki kedua .


Laki laki kedua ini terkejut bukan main , karena tiba tiba lawan nya telah berada di depan batang hidung nya .


Dengan gerak cepat , lelaki kedua ini segera melayangkan pukulan nya ke arah kepala lawan nya.


"Bum !"...


Sebuah dentuman sangat nyaring terdengar menggema di depan warung kecil itu.


Terlihat tubuh laki laki kedua terbang menghantam tubuh sang kakak yang berdiri membelakangi nya , dan akibat nya , tubuh kedua nya pun terbang sejauh sepuluh depa jauh nya.


Rupanya saat laki laki kedua tadi bermaksud memukul kepala A Yong , tetapi ternyata pukulan A Yong dengan separuh energi tubuh nya itu telah terlebih dahulu mampir di dada nya , sehingga tubuh nya terbang kebelakang , menabrak tubuh kakak nya , lalu tubuh kedua nya pun terpelanting cukup jauh.


Tubuh laki laki kedua ambruk ketanah dengan kondisi dada yang telah jebol , sementara itu tubuh sang kakak juga tidak lebih baik dari adik nya, dia terluka dalam cukup parah .


Laki laki pertama bangkit berdiri , lalu menelan beberapa butir pil.

__ADS_1


Laki laki itu bermaksud melarikan diri dari tempat itu , tetapi A Yong ternyata telah berada di depan nya.


Laki laki pertama segera mengerahkan seluruh kekuatan nya untuk menahan serangan dari A Yong .


"Bum !"...


Kembali suara dentuman terdengar nyaring menggema di depan warung kecil itu.


Terlihat tubuh laki laki pertama , terlempar sejauh tiga puluh depa , dan berhenti setelah menabrak pohon Tao hingga tumbang .


Laki laki pertama itu tidak lagi dapat bangkit berdiri dan ber koar koar lagi , karena nyawa nya melayang bersamaan dengan tulang belulang di seluruh tubuh nya berpatahan.


Halaman warung kecil itu langsung hening tanpa ada suara apapun lagi .


Orang orang yang tadi nya mengintip dari celah dinding bambu , menarik nafas lega sesaat , tetapi kecemasan masih jelas terukir di wajah mereka.


"Tuan muda !, kemarilah tuan muda , ikuti saya sebentar !" tiba tiba laki laki tua yang tadi ngobrol dengan A Yong muncul begitu saja dan lalu menarik tangan A Yong agar mengikuti nya .


Tanpa membantah , A Yong segera mengikuti laki laki tua itu .


Mereka berjalan kearah belakang desa , dimana kebun pisang memenuhi tempat itu .


Di tengah kebun pisang itu ternyata ada sebuah pondok yang tidak terlalu besar , namun cukup nyaman untuk di diami.


Didalam pondok itu ada seorang wanita tua sedang duduk sambil menatap kearah laki laki tua itu datang .


"Aku bersama tuan muda yang baru saja membunuh Sam Kui Ang dengan sekali pukul nek , aku yakin dialah manusia yang di utus Dewa untuk menolong kita , menolong kesusahan desa kita dari kekuasaan tuan Jung Cu !" kata sang kakek sambil menarik tangan A Yong masuk kedalam pondok nya.


"Benarkah itu kek , apa memang dia mampu menolong kesulitan kita ?" tanya wanita tua itu ragu ragu .


"Nek !, mata ku melihat nya sendiri bagai mana dia sekali pukul , kepala Sam Kui Ang langsung hancur !" kata laki laki tua itu.


"Kakek !, sebenar nya apa yang terjadi dengan desa ini kek , terlihat sangat subur ,dan usaha masyarakat nya lumayan bagus , tetapi kenapa hampir semua nya miskin miskin ?" tanya A Yong merasa penasaran.


"Nak !, itulah yang akan ku ceritakan kepada mu , syukur syukur kau bisa membantu kami , tetapi jika pun tidak , tolong bilang kesemua orang jika kami di sini semua nya dalam bahaya !" kata laki laki tua itu.


"Apakah yang terjadi dengan desa ini , dan siapa Sam Kui Ang itu kek !" tanya A Yong .


"Keadaan desa ini sudah berlangsung lama sekali , dahulu desa ini penghasil emas terbesar dan hasil kebun yang cukup besar , hingga pada satu saat , datang kedesa ini seorang laki laki berkepandaian sangat tinggi serta kaya raya , dia datang bersama seratus anak buah nya , termasuk Sam Kui Ang yang kau bunuh tadi , mereka memaksa membeli emas yang kami cari dengan harga yang sangat murah sekali , bahkan masyarakat dipaksa untuk mencari emas , bila tidak mau , maka siksaan hingga pembunuhan yang mereka alami nak , dan desa ini pun dijaga agar tidak ada yang bisa keluar dari desa ini , setelah beberapa waktu , laki laki itu mengangkat diri nya sebagai Jung Cu desa ini !" kata laki laki tua itu menjelaskan.


"Tidak adakah orang yang berani melawan mereka kek ?" tanya A Yong .


"Bukan nya tidak ada nak , tetapi sudah tewas semua nya !, yang tersisa cuma para pemuda tidak berguna saja !" jawab laki laki tua itu.


"Lalu apa yang dapat saya lakukan untuk orang orang desa ini kek ?" tanya A Yong lagi .


"Bebaskan kami bila kau mampu , atau keluarlah dari desa ini , dan cari orang orang yang bisa membantu kami nak !" kata laki laki tua itu sangat berharap pada bantuan A Yong .

__ADS_1


"Saya perlu tahu dulu , berapa orang anak buah tuan Jung Cu itu kek ?" tanya A Yong .


"Semua sekitar seratus orang nak , tetapi yang sekelas dengan Sam Kui Ang , masih ada empat orang lagi , dan yang diatas Sam Kui Ang ada dua orang , serta tuan Jung Cu sendiri yang paling tinggi ilmu nya nak , tuan Jung Cu ini sudah mencapai tingkat Dewa Langit sempurna !" kata laki laki tua itu.


Belum lama mereka berbincang bincang di dalam pondok laki laki tua itu , tiba tiba ,


"Bruak !"...


Terdengar suara teras pondok yang terbuat dari bambu itu runtuh , dan bersamaan dengan itu , terdengar suara teriakan dari luar pondok.


"Pak tua Yun An !, keluarlah kalian semua , kami sudah tahu jika kau yang menyembunyikan pemuda itu !" ...


A Yong melangkah keluar pondok itu dengan santai nya .


Di luar pondok itu telah berdiri dua orang laki laki tinggi besar berbadan kekar dengan urat terlihat di seluruh pergelangan tangan nya , yang menandakan bahwa kedua laki laki ini sangat ahli di bidang olah tenaga kasar atau tenaga pisik , yang disebut Gwakang itu.


Di belakang mereka berjalan sekitar sepuluh orang laki laki kasar , berpenampilan hampir mirip dengan kedua orang itu.


"Hei budak hina , cepat berlutut dihadapan kami , dan serahkan nyawa mu , agar kami bisa menghukum mu tanpa menyiksa , karena jika tidak , kau akan merasakan kepedihan luar biasa dari siksaan kami terlebih dahulu , sebelum kami membunuh mu !" kata orang pertama yang bertubuh tigi besar serta kekar dengan suara mendayu Dayu berirama seperti suara banci.


Mendengar suara dari laki laki pertama yang sangat berlawanan dengan bentuk pisik nya , A Yong tidak bisa menahan ketawa nya.


"Hei bo*oh !, kenapa malah ketawa ?" tanya laki laki itu lagi dengan murka , tetapi masih dengan nada mendayu Dayu nya.


"Tidak paman , aku menertawai diri ku sendiri , menertawai kebodohan ku , tadi nya ku kira suara paman menggelegar seperti Guntur , eh ternyata paman seorang Pang Kung Ma, ha ha ha ha !"A Yong terus tertawa mengingat kebodohan nya .


Dialek Pang Kung Ma (banci) biasa nya banyak di pakai para Kasim istana saja , sekarang dia bertemu dengan seorang laki laki gagah , eh ternyata Pang Kung Ma .


"Iiih kurang ajaar , kau sudah berani menertawai Gouw Sin Ci , berarti benar benar sudah bosan hidup ya ?" kata laki laki kemayu yang bergelar Gouw Sin Ci (lima jari sakti) itu sambil bersiap menyerang A Yong .


"Tuan Gouw Sin Ci , biarkan kami menangkap pemuda gila ini untuk mu tuan !" kata sepuluh orang laki laki kasar yang berdiri di belakang kedua orang itu sambil mengambil ancang ancang , bersiap melancarkan serangan ke arah A Yong .


Kesepuluh laki laki itu segera bergerak mengelilingi A Yong dengan gerakan yang semaki lama , Semaki cepat saja , hingga akhirnya , tubuh mereka cuma terlihat sekelebatan cahaya saja lagi .


Meskipun tubuh kesepuluh laki laki itu bergerak sangat cepat , tetapi di mata A Yong masih terlalu lambat dan membosankan.


Setelah beberapa saat berputar mengelilingi tubuh A Yong dengan gerakan sangat cepat , mereka tiba tiba meringsek kearah tengah dari segala penjuru dengan serangan yang benar benar berbahaya serta sangat mematikan itu.


"Bruak !"...


Serangan kesepuluh orang laki laki itu, tiba tiba menghantam ke satu arah yang sama dengan kekuatan maksimal mereka .


Karena serangan itu dilakukan bersama sama dan dengan kekuatan maksimal , hingga tanah di depan pondok laki laki tua itu berlobang besar seperti kawah.


Kesepuluh orang laki laki itu terbelalak heran , karena mereka begitu yakin jika lawan mereka terkena pukulan jarak jauh yang mereka lepaskan tadi .


Tetapi di depan mereka , tidak ada tanda tanda jika di situ ada tubuh atau sisa sisa tubuh manusia .

__ADS_1


...****************...


__ADS_2