
Mendengar kata kata dari sang ibu, kini anak muda bernama A Yong itu terdiam seribu bahasa.
Bagai manapun, kasih sayang nya kepada sang ibu, membuat nya tidak tega menyakiti hati sang ibu, meskipun sekedar dengan ucapan kecil saja.
Dengan sangat menyesal, dia bersimpuh didepan ibu nya, sembari menangis, "ibu, maafkan A Yong ya Bu, bukan maksud A Yong menyakiti hati ibu!"...
Wanita kurus tampak tua dan ringkih itu menatap kearah Shin Liong, tanpa bisa terbendung lagi, air mata nya jatuh bagaikan air hujan.
Perlahan, di langkahkan kaki nya mendekat kearah Shin Liong duduk.
Ketika berada di depan Shin Liong, wanita itu bersujud mencium kaki Shin Liong sambil terisak Isak menangis.
"Sayang!, aku tahu dosa ku sangat besar, mungkin kata maaf saja tidak lagi pantas kudapat kan dari mu, tetapi ijinkan aku mencium kaki mu, berlutut memohonkan ampunan mu. atas semua dosa dosa ku, aku bertahan hingga kini, cuma ingin bertemu dengan mu sayang, ampuni aku, ampuni dosa ku!" ratap wanita itu dengan suara tangisan pilu nya.
Hancur luluh hati Shin Liong melihat wanita yang di cintai nya itu kini kurus, ringkih, seolah semua kecantikan nya yang dahulu luar biasa, kini lenyap tanpa sisa.
Perlahan diangkat nya bahu wanita itu, "Dewi, tidak ada yang perlu di maafkan, kau tidak bersalah Dewi, aku tidak mungkin marah kepada mu, bahkan aku tidak mampu marah kepada mu, di saat semua orang menjauhi ku, cuma kamu yang mau menemani ku, maafkan aku Dewi, maafkan aku, aku yang bersalah!" kata Shin Liong sambil memeluk tubuh Dewi Nuwa dengan erat,
Wanita itupun membenam kan muka nya didada sang suami, Isak tangis pecah dalam aroma kerinduan.
Tidak ingin di kira berat sebelah, Shin Liong menarik tangan putri Xuan Yi.
"Meme, dialah kakak mu, dialah Dewi ku yang cantik yang sering ku ceritakan kepada mu, dia tetap secantik dahulu di mata ku!" kata Shin Liong dengan rasa campur aduk.
Putri Xuan Yi memeluk tubuh Dewi Nuwa dengan tulus, air mata nya telah semenjak tadi menetes keluar.
"Kakak Dewi, maafkan adik mu ini, aku telah merebut suami mu kak!" kata Putri Xuan Yi lirih.
"Tidak, tidak adik ku, kau tidak merebut nya dari ku, malahan kau membantu ku merawat dia, terimakasih ya, kau adik ku!" kata Dewi Nuwa sambil memeluk putri Xuan Yi.
Dewi Chang 'e maju memeluk ketiga manusia yang sangat disayangi nya itu.
"Kemarilah cucu ku, kesini lah, aku adalah nenek mu nak,ayo kesini lah" ajak Dewi Chang 'e kepada anak muda A Yung.
Anak muda itu tertegun sejenak, dia menoleh ke arah kakek Qin, dan kakek Qin pun menganggukkan kepala nya seakan mengiyakan.
Kini lima orang itu saling memeluk satu sama lain nya.
"Kakek!, aku masih tidak mengerti, bagai mana mungkin ini bisa terjadi, tiba tiba aku mempunyai putra yang usia nya hampir sama sebaya dengan ku?" tanya Shin Liong masih bingung.
Sebelum menjawab nya, kakek Qin terlebih dahulu tersenyum.
"Nak!, seperti yang kakek katakan tadi, disemesta ini sesungguh nya lebih banyak yang tidak bisa di cerna dengan otak manusia, ketimbang yang bisa di pikirkan, pada empat tahun yang lalu, istri mu yang sudah setengah tidak waras itu terdampar di sebuah hutan di timur benua ini, dan pada saat itu, keadaan nya sudah sangat kritis, aku lalu mengutus Yaochi Jin Mu untuk merawat istri mu yang sedang mengandung itu, di dalam dunia dimensi ruang waktu, dimana di dunia dimensi ruang waktu itu, kecepatan nya empat kali lipat lebih cepat dari dunia luar, yang artinya, sehari di dunia luar, empat hari di dunia dimensi ini, dan satu Minggu di dunia luar, sama dengan satu bulan di dunia dimensi, serta satu tahun di dunia luar, sama dengan empat tahun di dunia dimensi, dan empat tahun di dunia luar, maka sama dengan enam belas tahun di dunia dimensi, itulah, mengapa sekarang usia putra mu enam belas tahun, sementara kau baru delapan belas tahun, semua karena perbedaan waktu cucu ku!" kata kakek Qin menjelas kan.
Shin Liong dan A Yong saling bertatapan, ada kerinduan yang luar biasa di mata remaja itu.
Tanpa ada yang mengomandoi, mereka berdua saling berpelukan.
__ADS_1
"A ayah!" dengan nada canggung, A Yong memanggil Shin Liong dengan sebutan ayah.
Sementara Shin Liong sendiri, tidak jau berbeda, " pu, putra ku!, maafkan ayah yang telah menelantarkan kalian, ayah benar benar berdosa kepada kalian ber dua!" ...
"Sudahlah ayah, yang penting ibu bahagia sekarang, kebahagiaan ibu adalah kebahagiaan ku juga ayah!" kata A Yong.
"Aku menamakan nya Shin Yong, kini kita sudah dewasa, bukan remaja seperti dulu lagi, bolehkah aku memanggil mu kakak juga seperti adik Xuan Yi?" tanya Dewi Nuwa.
"Tentu saja kakak boleh memanggil dia apapun, karena dia suami kakak juga!" kata putri Xuan Yi.
"Kau boleh memanggil ku apa saja Dewi, aku tidak keberatan!" jawab Shin Liong sambil menggenggam jemari Dewi Teratai putih yang terlihat tinggal tulang saja lagi.
Shin Liong mengeluarkan dua butir pil surgawi dari penyimpanan nya, dan memberikan kepada Dewi Nuwa.
Dewi Nuwa menerima kedua butir pil itu, lalu tanpa bertanya lagi, langsung menelan kedua pil sebesar biji lada itu.
Kabut putih tiba tiba keluar dari tubuh Dewi Nuwa, semakin lama, semakin banyak, sementara tubuh Dewi Nuwa sendiri bergetar seperti terserang malaria.
Lama kelamaan, saking tebal nya kabut yang keluar dari dalam tubuh Dewi Nuwa, tubuh sang Dewi itu tidak lagi terlihat karena tertutup oleh kabut yang tebal.
Selama empat tahun di bawah asuhan Yaochi Jin Mu, ternyata tingkat kultivasi nya sudah naik ke tingkat Dewa surga akhir, sehingga ketika menelan dua butir pil surgawi, tingkat kultivasi nya pun kembali melonjak naik hingga ke tingkat Dewa Perunggu akhir.
Saat kabut tebal tadi mulai menipis sedikit demi sedikit, kini tampak lah tubuh Dewi Nuwa kembali seperti sedia kala, dengan rambut hitam panjang terurai.
Kini akal dan pikiran Dewi Nuwa kembali jernih seperti sedia kala nya lagi, dan yang lebih penting, kecantikan dan bentuk tubuh nya kini kembali seperti semula.
"Ya nak, ini lah wajah asli ibu mu, Dewi Teratai putih, sang majikan lembah Teratai di Fangkea!" kata Shin Liong.
Memang Dewi Teratai putih untuk katagori wanita tercantik di benua Fangkea, memang dialah bintang nya, tetapi bila disandingkan dengan Putri Xuan Yi, tentu saja bukan tandingan nya.
"cucu ku, cepatlah cari tempat tertutup dari pandangan umum, biar suami mu yang akan menemani mu, sebentar lagi petir kesengsaraan akan menguji mu nak berhati hatilah, karena kau menerobos beberapa tingkatan sekali gus!" kata kakek Qin.
Karena pernah tinggal di istana Zhao, Shin Liong tahu bahwa agak jauh di belakang istana, ada lapangan tertutup tempat para putri berlatih kultivasi.
Maka ke situlah dia mengajak Dewi Teratai putih pergi.
Awan hijau berputar bergulung gulung diatas istana, membawa lidah petir mengerikan.
"Jder!"...
Sambaran petir kesengsaraan tingkat lima yang berwarna hijau menyambar kearah Dewi Nuwa, membuat seluruh pakaian nya hangus semua.
Namun secepat itu pula energi pil surgawi memperbaharui serta mengganti sel sel tubuh nya yang rusak tersambar petir itu.
"Jder!"...
Sambaran kedua dari petir kesengsaraan tingkat lima itu kembali menyambar tubuh Dewi Nuwa.
__ADS_1
Kini seluruh rambut dan bulu mem bulu di tubuh Dewi Nuwa pun hangus semua nya.
Namun energi dari pil surgawi selalu mengganti semua organ tubuh Dewi Nuwa yang rusak tersambar petir itu.
"Jder!"...
Kini giliran seluruh kulit tubuh nya yang hangus terbakar tanpa menyisakan sejengkal pun.
Setelah Sambaran petir yang ketiga tadi, kini hujan kebagian pun turun mengguyur tubuh Dewi Nuwa, sehingga kecantikan wajah nya kini pulih seperti semula, bahkan kini terlihat lebih cantik, dan kulit nyapun jauh lebih bersih.
Setelah mengganti pakaian nya, kini Dewi Nuwa dan Shin Liong pun kembali ke ruangan tadi, dimana kakek Qin dan yang lain nya masih menunggu.
"Kini kita bisa kembali ke Fangkea Dewi!" kata Shin Liong .
Dewi Nuwa menatap kearah wajah Shin Liong sesaat.
"Sebenar nya aku ingin mencari keberadaan kedua orang tua ku, apa bila masih hidup, menurut kakek, apakah mereka masih hidup kek?" tanya Dewi Nuwa kepada kakek Qin.
"mereka masih hidup nak, tetapi kini sudah berubah menjadi iblis, bila kau bersikeras mencari mereka berdua, percikan air ini ke wajah mereka berdua, agar mereka terbebas dari belenggu iblis itu, tetapi kalian harus berhati hati lah, karena disana alam nya sangat ganas!" kata kakek Qin sambil menyerahkan sebotol air putih kepada Dewi Nuwa.
"Dimana kami bisa menemukan pintu portalnya ayah?" tanya Dewi Chang 'e.
kakek Qin menatap kearah putrinya beberapa saat, "apakah kau akan mengikuti mereka nak?" tanya kakek Qin.
"Tentu saja ayah, aku akan menyertai putra ku kemanapun, sudah terlalu lama dia hidup jauh dari ku, kali ini aku tidak lagi ingin berjauhan dari nya!" jawab Dewi Chang'e.
"Baiklah bila itu sudah jadi keputusan mu nak, pergilah ke sebelah barat tanah ini, cari sebuah gunung bernama gunung Kai Lun, di puncak gunung itu ada kuil Dewa tempat portal itu berada!" kata kakek Qin menjelaskan.
Seorang gadis cantik keluar dari kamar berjalan kearah mereka.
"Bibi Ling Ling, ini ayah ku datang bibi!" kata A Yong kepada wanita cantik itu.
"Kakak kau dan Ling Ling?" tanya Shin Liong.
""Ya adik, aku dan Ling Ling bersepakat menikah beberapa tahun yang lalu, awal nya kami menunggu kedatangan mu, tetapi karena beberapa purnama tidak lagi terdengar kabar berita nya, akhirnya kami memutuskan menikah tanpa diri mu, maafkan kami adik!" kata pangeran Chen Chao Kai.
"Tidak apa apa kakak aku sangat bahagia, kau akhirnya mendapatkan tambatan hati mu, selamat ya kakak!" kata Shin Liong memberikan selamat kepada kedua orang yang telah dia anggap saudara itu.
"Kami sudah memiliki seorang pangeran kecil adik Liong!" kata Liem Ai Ling atau Ling Ling.
"Ah!, luar biasa, aku sudah menjadi paman sekarang rupanya, selamat kakak ber dua selamat ya, semoga keponakan ku itu akan menjadi manusia yang berguna kelak!" kata Shin Liong kembali memberi selamat kepada kedua orang kakak nya itu.
"Kakak ipar jangan khawatir, kakak ku ini tidak mengenal wanita, kecuali kakak seorang!" kata Shin Liong bergurau dengan Ling Ling.
"Adik Liong, aku juga tidak menghendaki suami ku seperti itu, biarlah dia mencari yang lain nya lagi, yang penting tidak melupakan aku dan putra nya!" kata Ling Ling sambil tertawa riang.
Mereka benar benar melepaskan rasa kerinduan mereka masing masing hari itu.
__ADS_1
...****************...