
Dua orang Lo Suhu itu sambil tertawa terkekeh kekeh , maju mengeroyok Dewi Xuan Yi , sedangkan Shin Liong menghadapi Kuncu Suhu Ao Bin Tiong .
"Kau tahu nak , siapapun yang sudah memasuki markas cabang kota Yufing ini , tidak akan bisa keluar hidup hidup lagi , tanpa ijin ku !" kata laki laki tua itu .
"Iya kah ?, tetapi bagi ku , kalian tidak ubah nya dengan tikus tikus kecil yang tidak bermanfaat sama sekali !" kata Shin Liong membuat laki laki tua itu semakin geram saja .
Dengan mengerahkan separuh energi nya , laki laki tua itu berusaha melayangkan serangan nya , kearah rusuk Shin Liong .
Tetapi dengan enteng nya , Shin Liong menangkis serangan itu dengan tangan nya .
"Plak !" ...
Pertemuan kedua tangan mereka pun tak bisa terelakan lagi .
Saat kedua tangan mereka berbenturan , Kuncu Suhu Ao Bin Tiong merasa pergelangan tangan nya seperti membentur bilah besi baja sebesar betis .
Rasa sakit yang luar biasa , seakan meledakan ubun ubun laki laki tua itu .
Marah , kesal , murka bercampur jerih , menyatu di dalam dada nya.
Laki laki tua itu menyatu kan kedua telapak tangan nya , di depan dada nya , sambil mulut nya berkomat Kamit , merapal satu mantra mantra Hoat Sut .
"Kau cuma se ekor semut , sementara aku seorang raksasa mengerikan , lihatlah !, aku seorang raksasa dan kau cuma se ekor semut !" teriak Kuncu Suhu Ao Bin Tiong .
Seberkas hawa dingin , tiba tiba memasuki tubuh Shin Liong dari kedua tangan laki laki tua itu .
Saat mantra Hoat Sut itu berusaha memasuki alam pikiran Shin Liong , tiba tiba dari dalam tubuh pemuda itu , dua energi Qi yang berbeda , Im kang ( tenaga dingin) dan Yang kang (tenaga panas) melesat keluar dari kedua belah tubuh Shin Liong .
IM kang , menguasai tubuh bagian kiri , dan Yang kang menguasai tubuh bagian kanan .
Aura Sinkang dari kedua Qi berbeda jenis itu , membuat tubuh Shin Liong pun memancarkan cahaya yang berbeda pula .
Tubuh bagian kiri nya , memancarkan aura ke biru biruan , sedangkan bagian kanan , memancarkan aura putih cemerlang .
Hawa dingin dari mantra Hoat Sut tadi segera hilang , buyar terkena bias cahaya aneh dari tubuh Shin Liong .
Setelah mengetahui jika Hoat Sut nya tidak berfungsi pada pemuda itu , dengan suara teriakan melengking nyaring , Kuncu Suhu Ao Bin Tiong melesat kearah Shin Liong dengan mengerahkan seluruh kekuatan nya .
Shin Liong pun mengimbangi nya dengan mengerahkan sepertiga energi nya .
Pertarungan pun segera berlangsung kembali dengan serunya , masing masing saling menyerang .
Beberapa kali Kuncu Suhu Ao Bin Tiong mengira pukulan nya akan membuahkan hasil , tetapi , di saat saat terakhir , saat pukulan nya , hampir mencapai tubuh lawan nya , tiba tiba tubuh Shin Liong mendadak lenyap dari pandangan mata nya , dan pada saat yang sama , sudah berada di tempat lain nya lagi .
Sementara itu , pertarungan antara Dewi Xuan Yi melawan dua orang Lo Suhu itu berlangsung cukup seru .
Kedua laki laki tua itu sangat bernafsu sekali , ingin menangkap tubuh Dewi Xuan Yi dengan tangan mereka , sehingga kedua laki laki tua itu , menyerang Dewi Xuan Yi dengan kedua tangan di rentangkan ke samping kiri dan kanan .
Kedua nya menyerang Dewi Xuan Yi dari sebelah belakang dan depan , kadang kadang dari sisi kiri dan kanan juga .
Namun di saat kedua tangan mereka hampir menjamah tubuh Dewi Xuan Yi , tiba tiba tubuh wanita cantik jelita itu lenyap dari depan mereka , dan muncul di tempat lain nya lagi .
Lima puluh jurus berlalu begitu saja , jangan kan meringkus Dewi Xuan Yi , menyentuh tubuh nya saja mereka belum berhasil .
"Ho ho ho ho , menyerah sajalah nona cantik , lebih baik kita bersenang senang di atas tempat tidur , dari pada saling serang seperti sekarang !" kata salah satu dari laki laki tua itu sambil muka cengengesan .
Mendengar racauan cabul kedua laki laki tua itu , kemarahan di hati Dewi Xuan Yi tiba tiba memuncak .
__ADS_1
Segera di percepat gerakan nya , hingga nyaris tak terlihat oleh kedua orang laki laki tua itu .
"Buk !" ...
"Buk !" ...
Tendangan kaki Dewi Xuan Yi tiba tiba mampir di tempat kantong keramat kedua laki laki tua cabul itu .
Kedua laki laki cabul itu terpental beberapa depa , lalu jatuh berguling guling ditanah sambil memegang kantong keramat mereka masing masing yang sudah hancur terkena tendangan dari Dewi Xuan Yi tadi .
Darah mengalir , membasahi celah kedua paha mereka .
"Sekarang burung perkutut mu itu , tidak akan bisa berkicau lagi , itu upah dari orang tua yang selalu menuruti hawa nafsu nya saja , tanpa sadar , usia sudah semakin tua !" kata Dewi Xuan Yi sambil tersenyum mengejek kedua orang laki laki tua itu .
Meskipun dengan tertatih tatih , kedua orang laki laki tua itu bangkit berdiri sambil mulut mereka mengeluarkan umpatan dan caci maki yang tidak karuan .
Kedua orang laki laki tua itu , segera mengeluarkan pedang mereka masing masing .
"Dasar wanita ****** , kau rupanya tidak mengerti di kasihani , baiklah ****** , jangan salahkan kami bila bertindak berlebihan kepada mu !" teriak salah satu laki laki tua itu sambil bergerak menyerang kearah Dewi Xuan Yi dengan pedang mereka masing masing .
Dewi Xuan Yi segera bergerak cepat menghindari serangan pedang kedua laki laki tua itu , sambil sesekali mengibaskan selendang hijau yang terbelit di pinggang nya , kearah kedua orang laki laki tua itu .
Satu ketika , saat kedua orang laki laki tua itu menyerang dari sisi kiri dan kanan nya , tiba tiba ujung selendang Dewi Xuan Yi secepat kilat membelit pergelangan tangan salah satu laki laki itu , bertepatan pada saat itu , laki laki tua lain nya , sedang melancarkan serangan pula kearah Dewi Xuan Yi dari sisi yang lain .
"Crok !" ...
Sambil bergerak menghindar ke kiri , selendang yang membelit pergelangan tangan salah satu laki laki itu dia tarik dengan kuat , hingga pedang yang tergenggam di tangan nya , Tanpa ampun lagi , menancap di dada laki laki satu nya lagi , hingga menembus ke belakang nya .
laki laki tua itu mendelik kearah sahabat nya , seakan tidak percaya , jika sahabat nya itu yang telah menancapkan pedang pada nya .
Cuma itu yang keluar dari mulut laki laki tua itu , lalu tumbang ketanah .
Laki laki yang pedang nya , tertancap di dada sahabat nya itu , meraung memanggil nama sahabat nya itu .
Dengan mata memerah penuh dengan air mata kesedihan dan rasa murka luar biasa , dia segera mengibaskan pedang nya , kearah Dewi Xuan Yi .
"Trang !" ...
Terdengar dentangan nyaring , ketika pedang ditangan Lo Suhu beradu dengan selendang di tangan Dewi Xuan Yi .
Bunga api berpijar kemana mana , dan pedang di tangan laki laki tua itu terlihat rompal besar .
Belum lagi keterkejutan nya hilang , tiba tiba dengan kecepatan yang luar biasa , ujung selendang itu memburu kearah dada nya .
Tidak ada kesempatan lagi bagi nya untuk berfikir , segera dia menggulingkan tubuh nya kesamping kanan nya .
Tanpa dia sadari , ternyata serangan pertama itu cuma pancingan dari serangan kedua nya .
Ujung selendang yang lain tiba tiba melesat dari samping kiri , menghantam tubuh nya yang sudah terlanjur roboh kesamping kiri itu .
"Bum !" ...
Sebuah dentuman terdengar nyaring , saat ujung selendang yang lain nya lagi , melesat menghantam rusuk laki laki tua itu .
Tubuh laki laki tua itu terbanting keatas tanah setelah terlempar beberapa depa , dengan tulang rusuk yang sudah hancur , dan nyawa nya pun telah melayang keneraka .
Kuncu Suhu Ao Bin Tiong sangat murka sekali , melihat semua orang orang nya , kini sudah tidak bersisa lagi .
__ADS_1
Dipercepat nya serangan nya pada Shin Liong , dengan serangan jarak jauh nya .
Beberapa kali dentuman nyaring terdengar menggema , ketika energi besar terlempar dari tangan Kuncu Suhu Ao Bin Tiong yang mengarah ke tubuh Shin Liong .
Dan beberapa kali juga energi besar itu dapat di kembalikan oleh Shin Liong kepada Kuncu Suhu , sehingga Kuncu Suhu kelabakan menghindari energi pukulan nya sendiri yang berbalik .
Sambil melompat mundur beberapa tindak , Kuncu Suhu segera mengeluarkan senjata nya , berupa pedang panjang ber aura hitam gelap dan ber aroma busuk .
Pedang itu di putar putar diatas kepala nya , sehingga menimbulkan suara berduit nyaring dan menyebarkan aroma busuk kesegala penjuru .
Asap hitam beraroma busuk itu segera mengurung tempat Shin Liong berdiri .
Setelah tubuh Shin Liong semua nya tertutup asap hitam ber aroma sangat busuk itu , tiba tiba dengan satu gerakan yang sangat cepat , pedang panjang ber aura hitam pekat itu membabat kearah tubuh Shin Liong tadi .
Namun tidak terdengar apapun di tempat itu , meskipun Kuncu Suhu sudah ber ulang ulang kali , membabatkan pedang nya , ke tempat itu .
Bukan main kaget nya Kuncu Suhu , ketika dia membalikan tubuh nya , dibelakang nya , Shin Liong sudah berdiri sedang memperhatikan diri nya dari jarak yang sangat dekat sekali .
Kuncu Suhu segera mengayunkan pukulan tangan kanan nya , secepat kilat kearah muka Shin Liong .
"Bum !" ...
Kembali terdengar dentuman sangat nyaring , sehingga menggetarkan tempat itu , saat pukulan dari Kuncu Suhu di sambut dengan pukulan pula oleh Shin Liong , sehingga dia energi besar saling bertabrakan .
Terlihat tangan kanan Shin Liong Sampat i bergetar hebat karena pertemuan dua energi besar itu .
Sedangkan tangan kanan Kuncu Suhu hancur hingga sebatas bahu nya .
Kuncu Suhu meraung menjerit menahan rasa nyeri luar biasa , sambil menotok di beberapa bagian tubuh nya , agar pendarahan berhenti .
Sementara itu , Shin Liong dengan mengerahkan separuh energi Sinkang di dalam tubuh nya , lalu di lepaskan kearah klenteng besar di depan markas Hek Lian Kauw cabang Kota Yufing itu .
"Bum !" ...
Kembali terdengar suara dentuman nyaring dan bersamaan dengan itu , klenteng itupun hancur berkeping keping .
Dewi Xuan Yi yang melihat sang suami merobohkan klenteng di depan markas Hek Lian Kauw itu , segera melepaskan pukulan jarak jauh nya , kearah rumah mewah itu .
"Bum !" ...
Sekali lagi terdengar suara dentuman nyaring , bersamaan dengan itu , rumah utama itu ambruk rata dengan tanah .
"Sudah kukatakan kepada mu kan ?, tidak ada seorang pun yang bisa menahan kami , kalian salah sasaran , memaksakan kehendak kepada Siang Kim Liong Sian , akibat nya , kehancuran yang kalian terima !" kata Shin Liong .
Siang Kiam Liong Sian atau Sepasang Dewa Naga Emas .
"Kalian akan menyesali tindakan kalian menghancurkan markas Hek Lian Kauw cabang kota Yufing ini , yang mulia Kauw Suhu Gio Sin Thay tidak melepaskan kalian , ingat lah akan hal itu !" kata Kuncu Suhu Ao Bin Tiong sambil membanting sesuatu di tanah .
"Dor !" ...
Benda yang di banting itu meledak , menimbulkan asap hitam pekat .
Setelah asap hitam pekat itu mereda , tubuh Ao Bin Tiong sudah tidak tampak lagi batang hidung nya .
Kini tempat yang tadi nya sebuah bangunan megah dua tingkat di kelilingi oleh tembok tinggi , kini menjadi sebuah lahan kosong dengan setumpuk sisa sisa bangunan saja lagi yang terlihat .
...****************...
__ADS_1