Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Siang Kiam Liong Sian .


__ADS_3

Dua orang Lo Suhu itu sambil tertawa terkekeh kekeh , maju mengeroyok Dewi Xuan Yi , sedangkan Shin Liong menghadapi Kuncu Suhu Ao Bin Tiong .


"Kau tahu nak , siapapun yang sudah memasuki markas cabang kota Yufing ini , tidak akan bisa keluar hidup hidup lagi , tanpa ijin ku !" kata laki laki tua itu .


"Iya kah ?, tetapi bagi ku , kalian tidak ubah nya dengan tikus tikus kecil yang tidak bermanfaat sama sekali !" kata Shin Liong membuat laki laki tua itu semakin geram saja .


Dengan mengerahkan separuh energi nya , laki laki tua itu berusaha melayangkan serangan nya , kearah rusuk Shin Liong .


Tetapi dengan enteng nya , Shin Liong menangkis serangan itu dengan tangan nya .


"Plak !" ...


Pertemuan kedua tangan mereka pun tak bisa terelakan lagi .


Saat kedua tangan mereka berbenturan , Kuncu Suhu Ao Bin Tiong merasa pergelangan tangan nya seperti membentur bilah besi baja sebesar betis .


Rasa sakit yang luar biasa , seakan meledakan ubun ubun laki laki tua itu .


Marah , kesal , murka bercampur jerih , menyatu di dalam dada nya.


Laki laki tua itu menyatu kan kedua telapak tangan nya , di depan dada nya , sambil mulut nya berkomat Kamit , merapal satu mantra mantra Hoat Sut .


"Kau cuma se ekor semut , sementara aku seorang raksasa mengerikan , lihatlah !, aku seorang raksasa dan kau cuma se ekor semut !" teriak Kuncu Suhu Ao Bin Tiong .


Seberkas hawa dingin , tiba tiba memasuki tubuh Shin Liong dari kedua tangan laki laki tua itu .


Saat mantra Hoat Sut itu berusaha memasuki alam pikiran Shin Liong , tiba tiba dari dalam tubuh pemuda itu , dua energi Qi yang berbeda , Im kang ( tenaga dingin) dan Yang kang (tenaga panas) melesat keluar dari kedua belah tubuh Shin Liong .


IM kang , menguasai tubuh bagian kiri , dan Yang kang menguasai tubuh bagian kanan .


Aura Sinkang dari kedua Qi berbeda jenis itu , membuat tubuh Shin Liong pun memancarkan cahaya yang berbeda pula .


Tubuh bagian kiri nya , memancarkan aura ke biru biruan , sedangkan bagian kanan , memancarkan aura putih cemerlang .


Hawa dingin dari mantra Hoat Sut tadi segera hilang , buyar terkena bias cahaya aneh dari tubuh Shin Liong .


Setelah mengetahui jika Hoat Sut nya tidak berfungsi pada pemuda itu , dengan suara teriakan melengking nyaring , Kuncu Suhu Ao Bin Tiong melesat kearah Shin Liong dengan mengerahkan seluruh kekuatan nya .


Shin Liong pun mengimbangi nya dengan mengerahkan sepertiga energi nya .


Pertarungan pun segera berlangsung kembali dengan serunya , masing masing saling menyerang .


Beberapa kali Kuncu Suhu Ao Bin Tiong mengira pukulan nya akan membuahkan hasil , tetapi , di saat saat terakhir , saat pukulan nya , hampir mencapai tubuh lawan nya , tiba tiba tubuh Shin Liong mendadak lenyap dari pandangan mata nya , dan pada saat yang sama , sudah berada di tempat lain nya lagi .


Sementara itu , pertarungan antara Dewi Xuan Yi melawan dua orang Lo Suhu itu berlangsung cukup seru .


Kedua laki laki tua itu sangat bernafsu sekali , ingin menangkap tubuh Dewi Xuan Yi dengan tangan mereka , sehingga kedua laki laki tua itu , menyerang Dewi Xuan Yi dengan kedua tangan di rentangkan ke samping kiri dan kanan .


Kedua nya menyerang Dewi Xuan Yi dari sebelah belakang dan depan , kadang kadang dari sisi kiri dan kanan juga .


Namun di saat kedua tangan mereka hampir menjamah tubuh Dewi Xuan Yi , tiba tiba tubuh wanita cantik jelita itu lenyap dari depan mereka , dan muncul di tempat lain nya lagi .


Lima puluh jurus berlalu begitu saja , jangan kan meringkus Dewi Xuan Yi , menyentuh tubuh nya saja mereka belum berhasil .


"Ho ho ho ho , menyerah sajalah nona cantik , lebih baik kita bersenang senang di atas tempat tidur , dari pada saling serang seperti sekarang !" kata salah satu dari laki laki tua itu sambil muka cengengesan .


Mendengar racauan cabul kedua laki laki tua itu , kemarahan di hati Dewi Xuan Yi tiba tiba memuncak .

__ADS_1


Segera di percepat gerakan nya , hingga nyaris tak terlihat oleh kedua orang laki laki tua itu .


"Buk !" ...


"Buk !" ...


Tendangan kaki Dewi Xuan Yi tiba tiba mampir di tempat kantong keramat kedua laki laki tua cabul itu .


Kedua laki laki cabul itu terpental beberapa depa , lalu jatuh berguling guling ditanah sambil memegang kantong keramat mereka masing masing yang sudah hancur terkena tendangan dari Dewi Xuan Yi tadi .


Darah mengalir , membasahi celah kedua paha mereka .


"Sekarang burung perkutut mu itu , tidak akan bisa berkicau lagi , itu upah dari orang tua yang selalu menuruti hawa nafsu nya saja , tanpa sadar , usia sudah semakin tua !" kata Dewi Xuan Yi sambil tersenyum mengejek kedua orang laki laki tua itu .


Meskipun dengan tertatih tatih , kedua orang laki laki tua itu bangkit berdiri sambil mulut mereka mengeluarkan umpatan dan caci maki yang tidak karuan .


Kedua orang laki laki tua itu , segera mengeluarkan pedang mereka masing masing .


"Dasar wanita ****** , kau rupanya tidak mengerti di kasihani , baiklah ****** , jangan salahkan kami bila bertindak berlebihan kepada mu !" teriak salah satu laki laki tua itu sambil bergerak menyerang kearah Dewi Xuan Yi dengan pedang mereka masing masing .


Dewi Xuan Yi segera bergerak cepat menghindari serangan pedang kedua laki laki tua itu , sambil sesekali mengibaskan selendang hijau yang terbelit di pinggang nya , kearah kedua orang laki laki tua itu .


Satu ketika , saat kedua orang laki laki tua itu menyerang dari sisi kiri dan kanan nya , tiba tiba ujung selendang Dewi Xuan Yi secepat kilat membelit pergelangan tangan salah satu laki laki itu , bertepatan pada saat itu , laki laki tua lain nya , sedang melancarkan serangan pula kearah Dewi Xuan Yi dari sisi yang lain .


"Crok !" ...


Sambil bergerak menghindar ke kiri , selendang yang membelit pergelangan tangan salah satu laki laki itu dia tarik dengan kuat , hingga pedang yang tergenggam di tangan nya , Tanpa ampun lagi , menancap di dada laki laki satu nya lagi , hingga menembus ke belakang nya .


laki laki tua itu mendelik kearah sahabat nya , seakan tidak percaya , jika sahabat nya itu yang telah menancapkan pedang pada nya .


Cuma itu yang keluar dari mulut laki laki tua itu , lalu tumbang ketanah .


Laki laki yang pedang nya , tertancap di dada sahabat nya itu , meraung memanggil nama sahabat nya itu .


Dengan mata memerah penuh dengan air mata kesedihan dan rasa murka luar biasa , dia segera mengibaskan pedang nya , kearah Dewi Xuan Yi .


"Trang !" ...


Terdengar dentangan nyaring , ketika pedang ditangan Lo Suhu beradu dengan selendang di tangan Dewi Xuan Yi .


Bunga api berpijar kemana mana , dan pedang di tangan laki laki tua itu terlihat rompal besar .


Belum lagi keterkejutan nya hilang , tiba tiba dengan kecepatan yang luar biasa , ujung selendang itu memburu kearah dada nya .


Tidak ada kesempatan lagi bagi nya untuk berfikir , segera dia menggulingkan tubuh nya kesamping kanan nya .


Tanpa dia sadari , ternyata serangan pertama itu cuma pancingan dari serangan kedua nya .


Ujung selendang yang lain tiba tiba melesat dari samping kiri , menghantam tubuh nya yang sudah terlanjur roboh kesamping kiri itu .


"Bum !" ...


Sebuah dentuman terdengar nyaring , saat ujung selendang yang lain nya lagi , melesat menghantam rusuk laki laki tua itu .


Tubuh laki laki tua itu terbanting keatas tanah setelah terlempar beberapa depa , dengan tulang rusuk yang sudah hancur , dan nyawa nya pun telah melayang keneraka .


Kuncu Suhu Ao Bin Tiong sangat murka sekali , melihat semua orang orang nya , kini sudah tidak bersisa lagi .

__ADS_1


Dipercepat nya serangan nya pada Shin Liong , dengan serangan jarak jauh nya .


Beberapa kali dentuman nyaring terdengar menggema , ketika energi besar terlempar dari tangan Kuncu Suhu Ao Bin Tiong yang mengarah ke tubuh Shin Liong .


Dan beberapa kali juga energi besar itu dapat di kembalikan oleh Shin Liong kepada Kuncu Suhu , sehingga Kuncu Suhu kelabakan menghindari energi pukulan nya sendiri yang berbalik .


Sambil melompat mundur beberapa tindak , Kuncu Suhu segera mengeluarkan senjata nya , berupa pedang panjang ber aura hitam gelap dan ber aroma busuk .


Pedang itu di putar putar diatas kepala nya , sehingga menimbulkan suara berduit nyaring dan menyebarkan aroma busuk kesegala penjuru .


Asap hitam beraroma busuk itu segera mengurung tempat Shin Liong berdiri .


Setelah tubuh Shin Liong semua nya tertutup asap hitam ber aroma sangat busuk itu , tiba tiba dengan satu gerakan yang sangat cepat , pedang panjang ber aura hitam pekat itu membabat kearah tubuh Shin Liong tadi .


Namun tidak terdengar apapun di tempat itu , meskipun Kuncu Suhu sudah ber ulang ulang kali , membabatkan pedang nya , ke tempat itu .


Bukan main kaget nya Kuncu Suhu , ketika dia membalikan tubuh nya , dibelakang nya , Shin Liong sudah berdiri sedang memperhatikan diri nya dari jarak yang sangat dekat sekali .


Kuncu Suhu segera mengayunkan pukulan tangan kanan nya , secepat kilat kearah muka Shin Liong .


"Bum !" ...


Kembali terdengar dentuman sangat nyaring , sehingga menggetarkan tempat itu , saat pukulan dari Kuncu Suhu di sambut dengan pukulan pula oleh Shin Liong , sehingga dia energi besar saling bertabrakan .


Terlihat tangan kanan Shin Liong Sampat i bergetar hebat karena pertemuan dua energi besar itu .


Sedangkan tangan kanan Kuncu Suhu hancur hingga sebatas bahu nya .


Kuncu Suhu meraung menjerit menahan rasa nyeri luar biasa , sambil menotok di beberapa bagian tubuh nya , agar pendarahan berhenti .


Sementara itu , Shin Liong dengan mengerahkan separuh energi Sinkang di dalam tubuh nya , lalu di lepaskan kearah klenteng besar di depan markas Hek Lian Kauw cabang Kota Yufing itu .


"Bum !" ...


Kembali terdengar suara dentuman nyaring dan bersamaan dengan itu , klenteng itupun hancur berkeping keping .


Dewi Xuan Yi yang melihat sang suami merobohkan klenteng di depan markas Hek Lian Kauw itu , segera melepaskan pukulan jarak jauh nya , kearah rumah mewah itu .


"Bum !" ...


Sekali lagi terdengar suara dentuman nyaring , bersamaan dengan itu , rumah utama itu ambruk rata dengan tanah .


"Sudah kukatakan kepada mu kan ?, tidak ada seorang pun yang bisa menahan kami , kalian salah sasaran , memaksakan kehendak kepada Siang Kim Liong Sian , akibat nya , kehancuran yang kalian terima !" kata Shin Liong .


Siang Kiam Liong Sian atau Sepasang Dewa Naga Emas .


"Kalian akan menyesali tindakan kalian menghancurkan markas Hek Lian Kauw cabang kota Yufing ini , yang mulia Kauw Suhu Gio Sin Thay tidak melepaskan kalian , ingat lah akan hal itu !" kata Kuncu Suhu Ao Bin Tiong sambil membanting sesuatu di tanah .


"Dor !" ...


Benda yang di banting itu meledak , menimbulkan asap hitam pekat .


Setelah asap hitam pekat itu mereda , tubuh Ao Bin Tiong sudah tidak tampak lagi batang hidung nya .


Kini tempat yang tadi nya sebuah bangunan megah dua tingkat di kelilingi oleh tembok tinggi , kini menjadi sebuah lahan kosong dengan setumpuk sisa sisa bangunan saja lagi yang terlihat .


...****************...

__ADS_1


__ADS_2