Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Perebutan anak ajaib .


__ADS_3

Pagi itu kegemparan terjadi di seluruh kota Raja Alexia , karena secara mengejutkan , istana Alexia beserta semua penghuni nya , raib tenggelam kedalam Danau yang sangat luas itu .


Semenjak itulah , konon di negeri Fangkea terpecah menjadi lima wilayah negeri .


Di Utara ada negeri Song , di selatan ada negeri Ming , di timur ada negeri Yuan dan di barat ada negeri Han , dengan Kaisar nya masing masing .


Sedangkan di tengah tengah ada negeri tak bertuan yang di namakan orang orang sebagai tanah keramat .


Wilayah ini dikatakan tanah keramat adalah , karena Negeri mana saja yang mencoba mencaplok wilayah ini menjadi negeri nya , maka Kaisar nya akan tewas tertimpa musibah , sehingga tidak ada satupun negeri di sekeliling nya yang berani menduduki wilayah keramat ini .


Beberapa kota yang berada di wilayah tanah keramat ini , dipimpin oleh seorang tuan kota atau penguasa Kota .


Tuan kota apa bila dia di pilih oleh masyarakat , sedangkan penguasa kota , apabila dia memimpin kota karena kekuasaan dan harta kekayaan nya .


Keruntuhan dinasti Fang yang sangat tragis itu ternyata sudah terdengar kemana mana .


Banyak diantara masyarakat yang berbondong bondong mengunjungi Danau Alexia untuk sekedar membuktikan kebenaran cerita itu .


Masing masing kota mulai berdiri sendiri sendiri tidak lagi ada yang mengatur nya .


Mereka di kuasai oleh para penguasa kota maupun tuan ketua Kota .


Siang itu , dua buah kereta kuda yang di tarik oleh masing masing dua ekor kuda memasuki gerbang kota Famoa dari gerbang timur .


Disebuah penginapan yang cukup terkenal , kereta kuda itu berhenti .


Shin Liong turun dari kereta sambil menggerak gerakan badan nya yang agak kaku selama di perjalanan .


Dari kereta yang satu nya lagi , A Yong turun sambil menggerak gerakan badan nya pula .


Dari kereta yang di kusiri oleh Shin Liong , turun Dewi Xuan Yi , Dewi Ying Fa , putri Hong Yi , inang Yu Nan de dan pangeran Fang Ru zhian serta Dewi Chang 'e .


Nampak mata putri Hong Yi sembab karena terlalu banyak menangis .


Sedangkan pangeran Fang Ru zhian berjalan di samping Dewi Chang 'e .


Nampak sekali keakraban diantara mereka berdua mulai terjalin .


Sedikit banyak nya , kehadiran Dewi Chang 'e sebagai sosok ibu pengganti bagi sang pangeran kecil itu .


Dewi Chang 'e membimbing tangan sang pangeran kecil memasuki rumah penginapan itu , di iringi pandangan mata beberapa orang yang berada di halaman penginapan itu .


Diantara orang yang menatap mereka dengan tajam ada lah dua orang perempuan paro baya berwajah sangat cantik dan bertubuh molek .


Saat Dewi Chang 'e melangkah kearah penginapan itu , salah seorang dari mereka menegur nya , "nyonya , tunggu sebentar , maukah nyonya menyerahkan anak itu pada kami untuk kami didik menjadi murid kami ?" ...


Dewi Chang 'e menatap kearah kedua orang wanita itu , "apa maksud kalian ?" tanya nya .

__ADS_1


"Kami berdua menginginkan kan anak itu , serahkan dia pada kami , dan urusan kita selesai sampai disini !" kata salah seorang dari wanita itu .


"Kau menginginkan putra ku ?, tentu saja aku tidak akan menyerahkan putra ku begitu saja kepada siapa pun , pergilah menyingkir dari hadapan ku , aku tidak akan menyerahkan putra ku ini !" kata Dewi Chang 'e .


Kedua wanita paro baya yang cantik itu tertawa cekikikan mendengarkan ucapan dari Dewi Chang 'e itu .


"Hi hi hi hi , sayang sekali kalau begitu nyonya , karena Ji Pak Sai Li (Dua singa dari Utara) tidak mengenal kata kata kegagalan nyonya , apa yang kami mau , harus kami dapat kan !" kata salah satu dari wanita itu .


"Ya sayang sekali nyonya , saya tidak akan menyerahkan putra saya kepada kalian , apa lagi kalian cuma dua kucing kecil yang lemah , pergilah kucing kecil , jangan sampai pantat mu ku gebuk !" ucap Dewi Chang 'e sambil tersenyum sinis pada kedua wanita cantik itu .


Kedua orang wanita cantik itu berhenti tertawa , menatap kearah Dewi Chang 'e dengan tajam sekali .


"Wanita tidak tahu di untung , nyawa sudah tinggal di ubun ubun , masih saja berbicara tinggi !" ucap salah seorang dari Ji Pak Sai Li itu .


"putra ku adalah tanggung jawab ku , kalian bisa merebut nya bila memang kalian mampu !" ucap Dewi Chang 'e masih dengan nada yang tenang .


Kini kedua wanita itu kembali tertawa cekikikan , "sayang sekali nyonya , wajah mu yang jelita akan berakhir di tangan Ji Pak Sai Li , darah mu akan ku minum , agar aku bisa secantik diri mu , hi hi hi hi !" kedua wanita jelita itu mulai bergerak menyerang Dewi Chang 'e .


"Putri !, bawa adik mu menjauh , aku akan memberi pelajaran pada dua ekor kucing dapur ini , bagai mana seekor singa seharus nya melindungi anak anak nya !" kata Dewi Chang 'e pada putri Hong Yi .


"Baiklah Bu !" Putri Hong Yi segera menarik tangan pangeran Fang Ru zhian mendekat ke arah Shin Liong berdiri .


"Kau terlalu merendahkan kami nyonya , dan itu akan menjadi penyesalan selama hidup mu nyonya !" kata salah seorang dari wanita cantik itu sambil bergerak dengan kecepatan tinggi , melancarkan serangan kearah Dewi Chang 'e .


Dewi Chang 'e tidak berusaha menghindar dari serangan kedua wanita itu , tetapi dia cuma menangkis setiap pukulan yang datang kepada nya .


Kedua wanita itu segera meningkatkan kekuatan serangan nya , ke level maksimal nya .


Namun hingga beberapa puluh jurus , tangan mereka masih saja terpental karena tangkisan tangan Dewi Chang 'e .


Kedua wanita paro baya ini sadar jika energi mereka berdua tidak sebanding dengan energi wanita jelita di hadapan nya ini .


Saat kedua wanita cantik ini mencari cara untuk melarikan diri , tiba tiba terdengar suara wanita melengking nyaring sekali .


Mendengar suara itu , sontak kedua wanita paro baya berwajah cantik itu menjadi pucat pasi .


"Celaka !, iblis itu juga hadir di tempat ini rupanya !" gumam salah satu dari kedua wanita itu sambil memberi isarat kepada teman nya .


Setelah teman nya mengangguk , salah seorang wanita itu kemudian berkata , "sayang kami harus buru buru nyonya , lain waktu kita teruskan main main ini !" ...


Kedua wanita paro baya itu melesat keatas atap rumah penginapan , dan menghilang di balik rumah rumah penduduk .


Suara lengkingan itu kembali terdengar nyaring ,menusuk kedalam lobang telinga .


Shin Liong segera mengerahkan hawa sakti nya , untuk melindungi sang pangeran dan inang Yu Nan de dari serangan suara itu .


Belum lagi gema suara lengkingan itu hilang , tiba tiba di hadapan Dewi Chang 'e , muncul sosok seorang wanita tua berwajah keriput dan berambut putih riap riapan , dengan hidung panjang dan bengkok seperti paruh burung elang .

__ADS_1


"Hi hi hi , ha ha ha ha !, kalian curang , berpesta tanpa mengajak ajak aku , ayo kita bersenang senang kembali , ayo !, ayo !" kata wanita tua itu .


"Nenek tua , kita tidak punya pangkal soal , tidak pula ada utang piutang yang perlu ditagih dan di bayar , maafkan kami , biarkan kami beristirahat di tempat ini barang semalam !" kata Dewi Chang 'e dengan nada lembut nya .


Wanita tua berwajah angker itu tertawa cekikikan mendengar perkataan dari Dewi Chang 'e itu , "hi hi hi , ha ha ha ha !, boleh , boleh , kalau kau ingin beristirahat dengan tenang , silahkan saja nyonya cantik , tetapi mulai saat ini , bocah laki laki itu sudah menjadi milik ku , serahkan dia pada ku baik baik , dan aku akan membuat kau beristirahat dengan tenang sekali !" ...


"Ternyata Tempakul tetaplah Tempakul , dan tidak pernah jadi ikan , hei mahluk jadi-jadian , sampai kapan pun aku tidak akan pernah menyerahkan putra ku kepada iblis macam kamu , Cuih !, aku mulai muak melihat tingkah iblis seperti kau ini !" ujar Dewi Chang 'e mulai geram .


"He he he , tidak apa apa cantik , suka atau tidak suka , rela atau tidak rela , anak itu akan tetap ku rampas agar darah nya bisa membangkitkan kan Mo Sian kembali !" kata wanita tua itu lagi .


"Terserah kau !, bila memang kau memiliki kemampuan untuk merebut nya !" kata Dewi Chang 'e .


"Tentu saja aku memiliki kemampuan untuk sekedar mencabut nyawa mu , Shin Cui Mo Li bukan lah julukan kosong belaka !" kata wanita tua itu menyebutkan julukan nya sebagai Shin Cui Mo Li ( iblis betina pencabut nyawa) .


Shin Cui Mo Li adalah salah satu dedengkot tua yang sudah lama tidak muncul di dunia ramai , jadi sangat wajar jika tokoh tokoh muda tidak mengenal nya , tetapi hampir semua tokoh tua , kenal dengan tokoh yang satu ini , karena ganas nya sepak terjang nya di masa lalu .


Termasuk Ji Pak Sai Li ini juga jengah dengan momok yang satu ini , karena dahulu mereka pernah pontang panting dihajar oleh Shin Cui Mo Li ., dan hampir saja nyawa mereka melayang , bila tidak segera melarikan diri .


Shin Cui Mo Li segera melancarkan serangan kearah Dewi Chang 'e dengan gerakan yang sangat cepat dan ber energi besar .


Sementara itu , Dewi Chang 'e melayani dengan gerakan yang nampak seperti sangat lambat , mirip seorang Dewi yang sedang menari , namun mengandung energi luar biasa dahsyat nya , inilah jurus tarian Dewi diatas awan .


beberapa kali terjadi benturan tangan mereka , Shin Cui Mo Li merasa betapa tangan nya seperti kesemutan dan kehilangan kekuatan nya .


Sebagai tokoh tua yang banyak pengalaman , Shin Cui Mo Li tidak lagi mau beradu tangan dengan Dewi Chang 'e , dia tahu jika wanita ini memiliki tangan yang sangat kuat sekali .


Akhirnya Dewi Chang 'e mempercepat gerakan jurus tarian Dewi diatas awan nya , tubuh nya berkelebat seperti bayangan kesana kemari .


Pada satu kesempatan , saat Shin Cui Mo Li baru saja selesai melepaskan tendangan kearah dada Dewi Chang 'e .


Dengan tangan kiri nya , Dewi Chang 'e menangkis tendangan itu , sementara kepalan tangan kanan nya diarahkan ke pangkal paha wanita tua itu .


Shin Cui Mo Li mau tidak mau , terpaksa melemparkan tubuh nya ke belakang , agar pangkal paha nya tidak remuk terkena hantaman Dewi Chang 'e .


Rupanya gerakan itu cuma gerak tipuan belaka , karena pada saat berikut nya , Dewi Chang 'e sudah berada di belakang Shin Cui Mo Li dan melepaskan pukulan tangan kosong nya kepada wanita tua itu .


Tidak ada jalan lain lagi bagi Shin Cui Mo Li , selain mengadu tenaga sakti nya dengan Dewi Chang 'e .


"Bum !!" ...


Sebuah dentuman nyaring terdengar akibat pertemuan dua energi besar antara Shin Cui Mo Li dan Dewi Chang 'e , membuat debu , pasir dan tanah berterbangan keudara .


Setelah debu memudar , terlihat Dewi Chang 'e berdiri di tempat nya , dengan tangan yang masih terjulur kedepan .


Sedangkan Shin Cui Mo Li terlempar lebih dari sepuluh depa , dan mendarat di tanah dengan pantat nya terlebih dahulu .


Dari mulut wanita tua itu , mengalir , beberapa tetes darah , sebagai pertanda , jika wanita ini sudah terluka dalam .

__ADS_1


...****************...


__ADS_2