Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Puncak Tiga Dewa.


__ADS_3

Harimau sangat besar berwarna kuning emas itu menatap kearah Shin Liong, lalu melengos masuk kedalam hutan kembali.


Shin Liong mengedarkan pandangan nya ke sekeliling nya, hutang yang lebat dan berbatang besar besar, mungkin sudah berumur milyaran tahun, serta binatang binatang aneh berkeliaran.


Nun jauh di tengah danau, ada sebuah batu besar terbuat dari emas, yang mencuat dari dasar danau.


"Shin Liong! cucu ku, pergilah keatas batu emas itu, dan duduklah di situ, bersemedi lah mengumpulkan hawa suci dari danau kehidupan ini selama satu purnama, baru engkau bisa memasuki tingkatan Dewata cucuku!"...


Terdengar suara kakek Qin berbicara di telinga nya.


Tanpa banyak membantah lagi, Shin Liong melayang diatas air, menuju ke arah batu emas di tengah telaga itu.


Shin Liong duduk bersemedi di tengah tengah batu emas itu dengan khusuk, melepaskan semua rasa di panca indra nya, hingga keheningan saja yang dia rasakan.


Rasa hangat mengalir dari batu emas itu, memasuki tubuh Shin Liong.


Ketika hawa hangat itu mencapai telapak tangan kanan nya, tiba tiba tubuh Shin Liong memancarkan cahaya ke emasan yang luar biasa terang nya.


Tentu saja Shin Liong tidak menyadari nya, karena mata nya tertutup dan seluruh panca indra nya dia kosongkan.


Cahaya ke emasan dari tubuh Shin Liong itu,seperti menarik cahaya batu emas yang di duduki nya.


Satu purnama telah hampir selesai dilalui nya.


Malam hari nya, purnama penuh menyinari permukaan danau dan mengenai batu emas di tengah danau itu.


Seketika cahaya bulan menyatu dengan cahaya dari batu emas itu memasuki tubuh Shin Liong, sehingga cahaya terang ke emasan kian terang.


Saat tengah malam, dan bulan tepat berada di atas kepala, tiba tiba terdengar suara dentuman sangat keras sekali dari tengah danau itu.


Batu emas tempat Shin Liong duduk tadi seperti sirna terhisap kedalam tubuh nya, sedangkan tubuh Shin Liong masih dalam keadaan duduk tetapi batu emas itu telah tiada.


Dentuman besar itu berasal dari ledakan dantian Shin Liong yang membesar sehingga membuat dirinya kini menerobos ke tingkat alam Dewata.


Kini Shin Liong berada di alam Dewa Sempurna tingkat menengah.


Rupanya dentuman tadi menggemparkan sekitar nya, air danau sampai tersibak naik keudara, dan tanah tergoncang seperti ada gempa Bumi.


Bertepatan dengan pagi hari nya, terdengar suara kakek Qin di telinga Shin Liong, "cucu ku, bukalah mata mu, kini kau setara dengan seorang Dewata muda, pergilah ke puncak tiga Dewa, dan bebaskan ibu mu nak, berbuat baiklah kepada sesama, tolonglah orang yang perlu kau tolong!"...


Shin Liong membuka mata nya, dia terkejut, karena kini dia duduk melayang di atas air dan batu emas yang dia duduki dahulu, kini telah lenyap entah kemana.


Dengan mengibaskan tubuh nya di udara, Shin Liong akhirnya berhasil melompat ke pinggir danau itu.


Setelah tiba di pinggir danau itu, Shin Liong kembali takjub melihat berbagai binatang buas berwarna emas dengan ukuran di atas rata rata, duduk di pinggir danau itu, sambil memperhatikan Shin Liong dengan pandangan takjub nya.


Ada gajah banteng, ular besar dan kecil, singa, harimau, serigala, burung Phoenix, Kirin, dan banyak binatang lain nya.


Shin Liong mendekati binatang itu, lalu membelai nya satu persatu.


"Pergilah kalian ketempat kalian, carilah makan yang rajin!" kata Shin Liong kepada para binatang itu.


Satu persatu binatang itu pergi masuk kedalam hutan lebar itu.


Dari kejauhan, Shin Liong melihat tiga buah gunung menjulang ke angkasa berdekatan seperti tungku masak.

__ADS_1


Karena tidak menemukan keberadaan gunung lain nya, maka Shin Liong langsung saja menyimpulkan, bahwa itulah puncak tiga Dewa yang dimaksudkan oleh kakek Qin.


Dengan berlompatan dari satu dahan kedahan pohon lain nya, Shin Liong melesat seperti anak panah yang lepas dari busur nya, menuju ke arah tiga buah gunung yang terlihat tinggi menjulang ke angkasa itu.


Meskipun Shin Liong melesat secepat lesatan anak panah yang lepas dari busur nya, tetapi, tetap saja dia tidak bisa mencapai nya dalam satu hari.


Shin Liong terpaksa bermalam di tengah hutan itu.


Saat malam hari nya, Shin Liong kembali di buat takjub, dengan banyaknya kunang kunang di hutan itu, tidak ribuan, dan tidak jutaan, mungkin ratusan juta jumlah nya.


Karena Shin Liong berdiam diri tanpa bergerak sama sekali, beberapa dari kunang kunang itu terbang kearah nya, dan hinggap di dahan dekat kepala nya .


Bukan main terkejut nya Shin Liong setelah melihat wujud dari kunang kunang itu.


Ternyata kunang kunang itu manusia berukuran sebesar jempol kaki yang mempunyai sayap serta membawa obor aneh yang berkerlap Kerlip cahaya nya.


Wajah manusia kunang kunang ini sangat cantik sekali, meskipun mereka cuma sebesar jempol kaki orang dewasa saja.


"Waaoo siapakah kalian ini sebenar nya?" tanya Shin Liong perlahan kepada salah satu dari manusia kunang kunang yang hinggap di bahu nya.


"Kami adalah bangsa peri tuan muda, kami hidup di hutan ini"! jawab manusia kunang kunang itu.


"Bangsa peri?, dan siapakah nama mu?" tanya Shin Liong lagi.


"Nama hamba Tiwilik tuan muda,ooh hamba berkesempatan menatap dan menyentuh muka Dewata muda, maka berkatilah saya Dewata!" kata gadis cantik namun kecil mungil itu.


"Tentu saja kau ku berkati gadis kecil mungil, kau bisa menjadi apapun yang kau sukai!" kata Shin Liong asal ngomong saja.


Tiba tiba dari mulut nya seperti keluar butiran emas bercahaya terang yang langsung menyelimuti tubuh gadis kecil itu.


Tiba tiba tubuh gadis kecil mungil itu bercahaya kembali.


Saat cahaya nya sudah terang, tiba tiba, tubuh gadis kecil mungil itu berubah menjadi sebesar Shin Liong.


"Tuan!, terimakasih atas berkah ini semua nya, Kini hamba bisa menjadi apapun juga!" kata gadis cantik itu lagi.


Sebenar nya Shin Liong terkejut dengan apa yang terjadi, cuma dengan memberkati, dia bisa memberi kesaktian kepada mahluk lain nya.


"Tetapi ingatlah Tiwilik!, kau tidak boleh semena mena dengan mahluk lain, apalagi yang lebih lemah dari mu, dan kau harus senantiasa berbuat kebaikan, bila itu kau langgar, maka diri mu akan celaka!" kata Shin Liong .


Sebenar nya dia hanya bermaksud menakut nakuti saja, tetapi siapa sangka, ada cahaya kuning keluar dari mulut nya dan membaluri tubuh gadis cantik itu.


Dengan tubuh gemetaran, gadis cantik itu berlutut dan berjanji akan mentaati semua ketentuan dari Shin Liong itu.


Setelah merubah dirinya menjadi kecil kembali, Tiwilik pun akhirnya terbang kedalam keremangan malam di bawah hutan itu.


Ke esokan pagi nya, Shin Liong terbangun setelah matahari menyinari wajah nya.


Meskipun kini tingkat kultivasi nya sudah mencapai tingkat Dewata, tetapi tetap saja orang lain akan melihat dia masih di tingkat alam Taruna menengah saja.


Selain binatang illahi maupun binatang surgawi, di situ juga terdapat banyak sekali binatang biasa, sehingga tidak sulit bagi Shin Liong untuk mencari binatang buruan.


Setelah selesai makan, Shin Liong kembali melanjutkan perjalanan nya menuju ke puncak tiga Dewa.


Setelah tujuh hari di perjalanan, barulah Shin Liong tiba di kaki gunung tiga Dewa.

__ADS_1


Gunung ini menjulang tinggi menembus awan, sehingga apa yang ada di puncaknya tidak ada yang pernah melihat nya.


Meskipun puncak gunung itu sangat tinggi, tetapi tidak berarti apa apa bagi Shin Liong , cuma dengan satu genjotan saja, tubuh Shin Liong pun meluncur kepuncak gunung tiga Dewa itu.


Diatas gunung tiga Dewa itulah yang di namakan puncak tiga Dewa, tiga puncak gunung yang saling terhubung dengan tangga dari kawat baja.


Diatas masing masing puncak gunung itu, terdapat sebuah pagoda terbuat dari emas.


Masing masing pagoda emas itu bertuliskan pagoda emas keburukan, pagoda emas ke baikan dan pagoda emas kesucian.


"Kau harus memasuki semua pagoda itu, terserah mau mulai dari mana dan berakhir di mana, tetapi ingat cucu ku, awal dan akhir menentukan kehidupan mu selanjut nya!" suara kakek Qin tiba tiba terdengar kembali.


Lama Shin Liong merenung memikirkan kata kata dari kakek nya itu, awal dan akhir menentukan nasip dirinya kelak.


Akhirnya,setelah berpikir lama, Shin Liong pun mengambil keputusan untuk memulai dari pagoda emas keburukan.


"Kalau kau sudah siap, maka tempelkan lah tangan kanan mu ke pintu pagoda itu!" perintah kakek Qin terdengar lagi.


Tanpa ragu ragu, Shin Liong menempelkan tangan kanan nya ke pintu pagoda emas itu.


seberkas aliran energi mengalir dari tangan Shin Liong , memasuki daun pintu pagoda emas itu, sehingga daun pintu itupun memancarkan cahaya kuning emas, lalu secara perlahan mulai terbuka.


Shin Liong segera melangkah memasuki pagoda itu dengan hati hati, didalam pagoda itu terdapat banyak diorama di dinding, yang berkisah tentang nafsu Angkara murka manusia.


Lalu di tingkat dua, tidak ada diorama lagi, cuma warna hitam kelam saja yang terlihat.


Tetapi dari warna hitam itu, muncul hawa aneh, yang membuat semua kenangan buruk bangkit kembali.


Kejadian masa lalu itu terasa seolah olah baru saja terjadi.


Betapa semua perasaan itu tiba tiba membangkitkan rasa amarah luar biasa di dalam hati Shin Liong .


Begitu pula dengan tingkat ketiga, hawa amarah, dan dendam kian menggelora di didalam dada Shin Liong, sehingga mata pemuda itu menjadi merah Semerah darah.


Hingga Shin Liong keluar kembali dari pagoda keburukan itu, hawa dendam, amarah bergejolak di dalam hati nya.


Shin Liong ingin pergi dari tempat itu, dan mencari orang orang yang telah menjahati nya di masa lalu, serta membalas perlakukan mereka dengan setimpal.


Tetapi setelah melihat pagoda kedua, seperti ada sesuatu yang menarik langkah nya memasuki pagoda itu.


Setelah membuka pintu pagoda emas kebaikan itu seperti cara nya tadi, Shin Liong pun masuk kedalam nya.


Dilantai dasar pagoda itu terdapat berbagai diorama tentang perbuatan baik serta balasan nya.


Memasuki tingkat kedua, di situ tidak ada lagi diorama apapun, hanya warna putih yang mendominasi ruangan itu.


Tetapi di ruangan itu, terasa hawa aneh yang membuat pikiran menjadi jernih, rasa marah, jengkel dan dendam, tiba tiba sirna begitu saja, diganti rasa tenang, tanpa ada rasa amarah lagi.


Terlebih lagi pada tingkat yang ke tiga, segenap kesabaran dan kesadaran diri terasa merasuki hati nya.


Hingga Shin Liong melangkah keluar dari pagoda emas kebaikan itu, tidak ada lagi rasa dendam apapun di dalam hatinya.


Memasuki pagoda yang ke tiga, di ruangan dasar terlihat diorama orang bersemedi, dengan berbagai macam posisi.


Di dalam ruangan itu terasa ada hawa dingin masuk kedalam hati, membuat hati terasa damai seolah hidup tanpa beban apapun juga,dan ketenangan serta kedamaian terasa kian menguasai hati nya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2