
Shin Liong menatap kearah Dewi Teratai putih yang masih diam.
"Kau masih saja diam Dewi,marah kepada ku kah?" tanya Shin Liong perlahan.
Dewi Teratai putih menatap wajah imut suami kecil nya itu,lalu seulas senyuman merekah di bibir nya.
Di raih nya wajah laki laki muda itu,dan sebuah ciuman mendarat di pipinya, "dengarlah sayang, aku tidak mungkin marah kepada mu, hatiku masih jengkel dengan bandot tua tadi, dianggap nya apa aku, bagiku cukup kau satu satu nya milik ku, yang ada di hati ku, selama lama nya, tidak ada niatan ku untuk menghianati mu, atau mencari pengganti mu".
Shin Liong dan Dewi Teratai putih segera membuat pondok sederhana di tepi telaga kecil itu.
Setelah selesai, Dewi Teratai putih segera menanak nasi untuk mereka berdua, sementara Shin Liong mengumpulkan kayu kering.
Setelah nasi dan lauk pauk nya matang,mereka terlebih dahulu mandi, membersihkan badan mereka di telaga itu,baru setelah itu makan.
Kini setelah beberapa saat, kuda mereka sudah kembali berpacu di jalanan,mendahului orang orang satu persatu.
Dewi Teratai putih yang duduk di belakang Shin Liong ,memeluk pinggang nya dengan erat, agar tidak terlempar ke belakang.
Menjelang tengah hari, mereka sudah sangat jauh meninggal kan rombongan tuan muda Wang di belakang mereka.
Kini Shin Liong dan Dewi Teratai putih kembali mencari tempat agak jauh dari jalan,untuk tempat mereka makan dan beristirahat sejenak.
Shin Liong mengeluarkan rumput rumput segar untuk makan kuda mereka,sementara mereka berdua juga makan.
Namun belum lagi Dewi Teratai putih mengeluarkan makanan, tiba tiba desau angin meniup pucuk pucuk pohon di sekitar mereka.
Dewi Teratai putih merasakan ada hal yang tidak beres,segera membereskan peralatan makan yang telah dikeluarkan.
selanjut nya Dewi Teratai putih mengangkat tangan kanan nya dan mengarahkan nya kesatu tempat di depan mereka.
"Duar!!".
Terdengar ledakan nyaring dan sebuah pohon tiba tiba tumbang hancur,dengan sepasang kakek serta nenek tua berlompatan keluar dari balik pohon itu dengan pakaian mereka yang sudah compang camping itu.
"Hi hi hi hi, ternyata sepasang Tua Laknat sang pembunuh nomor satu di kolong langit yang datang,ada perlu apa kalian mengganggu kami?" tanya Dewi Teratai putih nyaring, sehingga daun daun disekitar mereka berdesain karena nya.
"Hi hi hi hi,ternyata kau sudah mengenal kami berdua,syukurlah,jadi tidak susah susah kami memperkenalkan nama kami lagi" kata nenek tua yang muka nya mengerikan sangkin kurus nya,tetapi jangan salah,meskipun seperti itu,mereka adalah para dedengkot tua terkenal berilmu tinggi bergelar sepasang Tua Laknat, karena pekerjaan mereka merupakan pembunuh bayaran yang belum pernah gagal.
Tidak masalah,apakah golongan hitam atau putih,kiri atau kanan, bila dapat membayar mereka dengan bayaran yang sangat mahal,sekitar lima ratus ribu keping emas untuk setiap satu kepala,maka tugas akan mereka laksanakan.
"Aku sudah sangat mengenal sepasang Tua Laknat yang hidup Luntang Lantung hanya berharap dari orang lain yang memberi tugas membunuh saja baru makan,sedangkan kau tidak mengenal kami, itulah ke untungan kami, Dewa Yama di depan hidung, tetapi kalian masih tetap belum sadar juga" kata Dewi Teratai putih tertawa sinis.
__ADS_1
Sepasang Tua Laknat itu tertawa sinis seperti nya tidak mempercayai perkataan dari Dewi Teratai putih.
"Hi hi hi hi, pembual besar,kau boleh berkata apa pun,tetapi ajal kalian tetap sampai disini saja" kata nenek Tua Laknat.
"Baiklah bila memang kami pembual,kami tidak pernah punya silang sengketa apa pun dan dengan siapa pun,lalu siapa orang yang telah membayar kalian untuk kepala kami?" tanya Dewi Teratai putih.
"Kami sebenar nya tidak boleh memberitahukan kepada kalian siapa yang sudah membayar kami,tetapi karena kalian sudah jelas pasti mati,maka apa beda nya mengatakan kepada kalian,masalah kalian menjadi setan dan menghantui orang itu,itu bukan urusan kami"kata kakek Tua Laknat yang muka nya tidak kalah seramnya dari sang istri.
"Sebenarnya yang akan kami bunuh bukan kau,tetapi laki laki siluman kadal itu,tetapi karena dia bersama mu, dan aksi kami tidak boleh dilihat siapa pun,maka terpaksa kau juga harus kami bunuh,tetapi setelah suami ku bersenang senang dengan mu tentu nya" kata nenek Tua Laknat.
"Lalu siapa yang sudah membayar kalian?" tanya Dewi Teratai putih.
"Hi hi hi hi,nona cantik jelita, kau tidak sabaran juga rupanya,baik lah,. yang menyuruh kami membunuh kalian, terutama dia, adalah Zhang Liu Jian, sang nyonya tuan muda Mou dari kota Tao,hi hi hi hi, nah lengkap kan,jadi bila kalian kelak jadi setan,tinggal datangi saja dia,karena yang membayar kami adalah dia!" kata nenek Tua Laknat sambil cekikikan.
Shin Liong yang sudah melihat tingkat kultivasi sepasang Tua Laknat itu berada di tingkat alam Brahmana awal,tidak terlalu memikirkan apa apa.
"Hi hi hi hi, kau tahu Laknat, siapa dia?, dia adalah suami ku, dan siapapun tidak boleh menyentuh tubuh nya meskipun sehelai rambut nya sekali pun,karena bila itu kau lakukan, ber arti leher mu harus kau relakan untuk ku gorok!" kata Dewi Teratai putih tidak kalah seram nya dari sepasang Tua Laknat itu.
"Hi hi hi hi, bocah d*ngu, modal apa sehingga kau berani ngomong seperti itu kepada ku, baiklah akan ku cabut nyawa suami mu terlebih dahulu,sementara,biar kau bermain main dengan suami ku saja" kata nenek Tua Laknat sambil menyerang kearah Shin Liong dengan pedang tengkorak nya.
Pedang ini berwarna hitam, mengandung racun jahat serta gagang pedang nya berukir tengkorak terbuat dari tulang.
"Trang!!".
Bersamaan dengan itu, Bunga api berhamburan di udara.
Nampak nenek Tua Laknat terhuyung huyung kebelakang beberapa tindak,dengan tangan tergontai gontai memegang pedang tengkorak seperti tidak bertenaga.
Sedangkan Shin Liong masih nampak tenang tenang saja di tempat nya.
"Sayang, telan lah anti racun laba laba hitam, karena sepasang Tua Laknat ini sangat licik, dan senjata racun mereka adalah racun laba laba hitam"kata Dewi Teratai putih berbisik di telinga Shin Liong.
Tanpa banyak membantah,Shin Liong segera menelan penangkal racun laba laba hitam.
"Hi hi hi hi, nenek Tua Laknat, tadi sesumbar mu sangat tinggi sekali, kau tidak tahu siapa musuh mu,itulah kelemahan mu,baru satu jurus,tangan mu sudah gontai,kebas kan?, kau kira suami ku anak kucing yang cuma pasrah ketika mau kau bunuh?, aku mengagumi dan menyayangi mu karena keteguhan hati nya" kata Dewi Teratai putih tertawa melihat muka nenek Tua Laknat hitam dan putih silih berganti.
"Nona cantik,marilah kita bermain main sebentar, sepertinya kita memang jodoh,mendingan aku nona,daripada suami kadal mu itu"kata kakek Tua Laknat dengan mata jelalatan.
"Kakek tua bau tanah, kalian berdua salah mencari korban kalian, seperti nya petualangan kejahatan kalian sudah sampai batas ujung nya" kata Dewi Teratai putih geram mendengar sang suami nya selalu dikatai kadal.
Pertarungan antar Shin Liong dan nenek Tua Laknat kembali terjadi, setelah beberapa saat tangan kanan nenek tua Laknat itu tergantung hilang tenaga nya.
__ADS_1
Kini sang nenek menyerang Shin Liong dengan kekuatan penuh, tetapi masih tidak berani membenturkan senjata nya dengan busur panah sumbu langit milik Shin Liong.
Beberapa kali asap hitam menyerang muka Shin Liong ,tetapi Shin Liong tetap tidak tergoyah kan.
Hingga pada satu kesempatan, nenek Tua Laknat melompat mundur beberapa depa sambil mengibaskan pedang nya, dan ratusan jarum beracun pun meluncur ke arah Shin Liong.
Shin Liong menarik panah nya dan sebuah anak panah meluncur kearah nenek Tua Laknat.
Yang sangat menakjubkan nya adalah anak panah bercahaya putih itu tiba tiba meluncur sambil membentuk sebuah perisai mirip payung yang membabat semua jarum beracun itu mental ke arah pemilik nya sendiri.
Nenek Tua Laknat berusaha membabat anak panah itu dengan pedang nya,tetapi dia seperti membabat air di danau,tidak menyebabkan apapun juga,bahkan anak panah itu terus meluncur dan menancap di leher Nene Tua Laknat hingga menembus ke tengkuk dan hilang.
Darah merah ke hitaman menyembur dari tenggorokan sang nenek Tua Laknat, terdengar suara dengkuran sangat nyaring seperti kerbau disembelih dari mulut nenek itu.
Melihat itu,sang kakek Tua Laknat melompat ke dekat nenek Tua Laknat, tetapi pedang di tangan Dewi Teratai putih keburu memutuskan tenggorokan nya dengan sangat cepat nya.
Kakek Tua Laknat memegang lehernya yang terluka menganga lebar dengan mata terbelalak, seakan tidak percaya.
Setelah memperdengarkan suara mendengkur nyaring seperti kerbau di sembelih,akhir nya kakek Tua Laknat tumbang ke tanah menyusul sang istri nya.
Dewi Teratai putih mengambil sepasang pedang tengkorak yang sangat terkenal itu,lalu menyimpan nya di dalam cincin ruang milik nya.
Dari jasad nenek tua Laknat, Dewi Teratai putih mendapatkan sebuah cincin berisi satu juta keping emas dan beberapa perhiasan.
Dewi Teratai putih mengumpulkan kedua jasad sepasang Tua Laknat itu,lalu membakar nya dengan api suci tingkat enam,sehingga dengan sekejap saja tubuh sepasang Tua Laknat itu hancur Jadi abu.
"Sayang, tahu kah kau siapa yang sudah membayar mereka berdua?" tanya itu,seperti nya punya hubungan dengan ayah mu sendiri?" tanya Dewi Teratai putih.
"Aku tidak tahu Dewi,dan juga tidak mau tahu, karena aku tidak punya musuh,aku yakin yang salah akan tetap salah dan akan menerima karma nya,m walaupun bukan dari tangan kita sendiri" kata Shin Liong membuat Dewi Teratai putih semakin mengagumi sifat dan kepribadian suami kecil nya itu.
"Ayolah kita cari tempat lain sayang,selera makan ku hilang karena sepasang Tua Laknat itu" kata Dewi Teratai putih sambil menarik tangan Shin Liong.
Tidak berapa jauh dari tempat itu,ada sebatang pohon besar namun tidak tinggi karena ujung nya patah, dibawah pohon itulah mereka makan.
"Tidak ada kah rasa dendam sedikitpun di hati mu sayang?" tanya Dewi Teratai putih sambil memasukan seiris daging ke dalam mulut Shin Liong.
Saat saat makan seperti ini,mereka sering sepiring bersama.
"Aku tidak ingin menyimpan dendam di hati ku, bila aku melakukan perlawanan, atau sampai membinasakan lawan,itu bukan karena dendam, tetapi demi membela diri dari orang jahat" jawab Shin Liong sambil terus mengunyah daging rusa yang di suapi oleh Dewi Teratai putih tadi.
Dewi Teratai putih menatap Shin Liong dengan tatapan mesra, bahagia mendengar Shin Liong tidak ingin menyimpan dendam di hati nya.
__ADS_1
...****************...