Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Akhir Prahara Didalam Istana.


__ADS_3

Jendral Low An Luan dan Yu Go Key yang terbentur dinding gaib saat melompat hendak melarikan diri itu, membuat wajah selir dan sang pangeran menjadi pucat pasi.


Habis sudah segala daya dan upaya mereka, dan segala persiapan yang telah mereka atur semua nya juga hancur berantakan.


Kini jendral tua Beng Bo Antiong dan jendral muda Go Gwan Ho berdiri di depan sang Kaisar Chen Tio Liang, siap melindungi sang Kaisar dengan nyawa mereka ber dua.


Sedangkan jendral Low An Luan dan jendral Yu Go Key serta para pembesar dan para perwira yang mendukung pangeran Chi You, menjadi gemetar hati mereka melihat semua siasat dan cara yang telah di susun rapi oleh sang pangeran itu, kini hancur berantakan.


Tidak ada cara lain, kecuali dengan cara sama sama mati.


Saat Mereka bersiap siap ingin maju menyerang sang Kaisar yang kini di lindungi oleh dua orang jendral itu, tiba tiba Shin Liong berkelebat kearah mereka, dan menepuk bagian atas pinggang belakang sebelah kiri mereka satu persatu.


Awal nya mereka tidak mengerti, apa yang terjadi, karena tidak ada epek apapun yang mereka rasakan.


Barulah setelah mereka menghimpun hawa murni guna menyerang sang Kaisar secara bersama sama, mereka merasa satu keanehan, seberapa besar pun hawa murni yang mereka himpun, hanya seperti mengisi gentong yang tidak ber alas, energi mereka musnah begitu saja.


Jendral Low An Luan dan Yu Go Key menjadi pucat pasi, mereka yang termasuk dua jendral tua itu pernah mendengar legenda tentang pukulan Sejati inti semesta jaman dahulu kala beribu ribu tahun yang lalu, pukulan yang bisa menghancurkan dantian seseorang hingga terbawa sampai tiga tingkat kelahiran itu.


Berkali kali kedua jendral itu mencoba menghimpun tenaga dalam maupun hawa sakti mereka, tetapi hasil nya, bak menumpahkan se ember air ketengah Padang pasir kering, air itu hilang tak berbekas seketika.


Lemas dengkul kedua sang jendral gaek itu, hingga mereka jatuh berlutut di lantai.


Pangeran sulung yang arogan itu belum menyadari dengan apa yang telah terjadi, bahkan semua orang pun belum menyadari nya, termasuk sang kaisar sendiri.


"Kalian berdua adalah jendral gaek di pasukan istana, mengapa menghadapi masalah ini saja langsung berlutut?, ayo serang mereka!" teriak sang pangeran Chi You dengan geram nya.


"Tuan!, apakah tuan belum menyadari nya, kita sudah kalah, bahkan sudah hancur, kita terkena pukulan sejati inti semesta tuan ku, pukulan legendaris itu kini muncul di depan kita, hamba berdua sudah tidak memiliki apa apa lagi tuan!" kata jendral Low An Luan bergetar karena ketakutan yang amat sangat.


Selama di keprajuritan, baru sekarang kedua orang jendral itu merasakan ketakutan yang luar biasa.


"kalian memang pengecut semua nya, di saat senang mendukung ku, bahkan menghasut ku, tetapi disaat sekarang malah berlutut!" kata sang pangeran.


Sebenar nya sang pangeran ini memiliki tingkat kultivasi yang cukup tinggi, tetapi karena dia mendapatkan nya dari kuil api, maka tingkat kultivasi nya dia sembunyikan sedemikian rupa.


Pangeran Chi You segera menghimpun seluruh energi nya kedalam dantian nya, tetapi ketika dia ingin melepaskan energi itu menjadi sebuah serangan jarak jauh, selembar daun pun tidak ada yang bergoyang.


Di ulangi nya berkali kali, namun hasilnya tetap saja nihil.


"Tuan kita terkena pukulan sejati inti semesta, pukulan yang cuma di miliki oleh Dewata San Qin di masa lalu, dan entah siapa bocah sakti ini tuan, kita sudah berakhir sekarang, tidak ada lagi upaya yang tersisa!" kata jendral Yu Go Key berkeringat dingin.


"Jendral muda Go Gwan Ho, seret selir Hou Yu Yan sekarang juga kehadapan ku!" perintah sang Kaisar.


Jendral muda Go Gwan Ho segera melompat ke arah jejeran para selir, dan menarik tangan selir Hou Yu Yan, menyeret nya kehadapan sang Kaisar Chen Tio Liang.

__ADS_1


Menggigil tubuh sang selir di hadapan sang Kaisar, dengan bersimpuh air mata nya bercucuran memohon belas kasihan.


"Yang mulia, ampunilah kekhilafan kami berdua, betapapun juga, di tetaplah putra mu yang mulia!" kata selir Hou Yu Yan memohon dengan bersimbah air mata.


"Kau selir dan putra mu itu bukanlah putra ku, kalau dia putra ku, tidak mungkin dia tega merencanakan kematian ku dengan meracuni aku serta putra mahkota, masih untung dewa mengirimkan seseorang untuk menolong aku dan putra mahkota, sehingga aku bisa terbebas dari racun itu, bahkan bisa mengetahui siapa siapa para jendral yang terlibat dengan kematian ku, semua ini karena jasa Shin Liong putra ku, mulai sekarang, di adalah putra ku,dan memiliki hak yang sama seperti para pangeran yang lain nya, dan mulai sekarang, jendral besar ku kembalikan kepada jendral Beng Bo Antiong, sedangkan wakil nya adalah jendral muda Go Gwan Ho, Bawa semua penjahat ini menuju ke ruang penjara khusus penjahat kelas berat!" kata sang Kaisar.


Shin Liong segera membuka tabir gaib yang melindungi ruangan itu, sedangkan sang jendral segera memerintahkan para prajurit khusus untuk menangkap para prajurit panah yang tadi bermaksud membunuh sang kaisar dengan anak panah.


Meskipun jerit tangis dari selir memohon belas kasihan, dari sang Kaisar, tetapi tetap saja para prajurit khusus menyeret mereka ke ruangan penjara khusus penjahat kelas berat.


Pangeran Chen Chao Kai memeluk Shin Liong dengan erat, tidak di sangka nya, adik angkat nya itu memiliki akal yang cerdik untuk menjebak para penjahat yang selama ini merong rong negeri Zhao.


"Adik, kau memang adik ku, kau penyelamat keluarga ku, negeri ku, aku dan ayah ku berhutang nyawa pada mu, sampai kapan pun jasa adik tidak bisa kami balas" kata putra mahkota pangeran Chen Chao Kai.


"Benar anak ku, aku dan putra mahkota berhutang Budi kepada mu, kau pemberi kehidupan kedua bagi kami berdua, juga penyelamat negeri Zhao ini, jendral Antiong, perintahkan para punggawa istana untuk mencari para pematung yang paling ahli, untuk membuat patung Dewa Shin Liong di halaman depan istana, agar menjadi pengingat seluruh keluarga dan kerabat ku, bahwa pernah ada seorang Dewa yang turun ke dunia ini untuk menyelamatkan aku dan putra mahkota serta negeri Zhao dari kehancuran!" perintah sang Kaisar.


Jendral Beng Bo Antiong bersimpuh didepan sang kaisar, " akan segera hamba laksanakan tuan ku yang mulia!"...


"Ayahanda Kaisar, hamba tidak enak hati bila di perlakukan berlebih lebihan seperti ini, biarlah hamba menjadi diri hamba seadanya yang mulia!" pinta Shin Liong.


"Tidak!, tidak!, anakku, meskipun kau manusia biasa, tetapi bagi kami, kau Dewa penyelamat kami nak, biarkan kami membuat kenangan agar selalu dikenang oleh siapapun juga selama negeri ini masih ada!" kata sang kaisar.


Hari itu ada beberapa kebahagiaan yang terjadi.


Kedua, sang putra mahkota juga terbebas dari racun jahat dan semakin sehat.


Ketiga, negeri Zhao kembali aman setelah mendapatkan rongrongan hebat dari pangeran Chi You.


Dan tentunya kebahagiaan terbesar adalah, terhindar nya pertumpahan darah yang tidak perlu terjadi.


Untuk itulah sang Kaisar, memberikan instruksi untuk memulihkan keamanan negeri, serta mengadakan pesta kegembiraan selama beberapa hari di seluruh negeri.


Shin Liong di minta oleh sang kaisar untuk tidur di istana satu kamar dengan putra mahkota.


Meskipun awalnya menolak, tetapi akhir nya Shin Liong mau tidak mau, harus menuruti kehendak sang kaisar yang menganggap dirinya putra kandung sendiri.


Ada sisi positif, pasti ada sisi negatifnya, begitulah cerita Dunia.


Meskipun sang Kaisar Chen Tio Liang dan putra mahkota pangeran Chen Chao Kai sangat menyayangi Shin Liong , tetapi dari sisi lain pasti akan ada saja orang yang iri dan merasa tersingkirkan dari kasih sayang sang Kaisar dengan keberadaan Shin Liong di istana.


Terutama putri mahkota Negeri Zhao, Chen Fan Yin yang cantik jelita itu.


Entah karena apa, semenjak kehadiran Shin Liong di istana, dia sudah merasa tidak suka, mungkin karena status Shin Liong yang rakyat biasa serta tidak jelas asal usul nya itu.

__ADS_1


Shin Liong tentu saja merasakan ketidak sukaan putri Fan Yin kepada nya, tetapi demi menghormati sang kaisar dan kakak angkat nya itu, segala rasa itu di tahan nya.


Pagi ini Shin Liong sedang berjalan jalan seorang diri di tengah kota Sun Cao yang ramai dan padat itu.


Tiba tiba pandangan mata nya melihat dua orang pemuda yang sudah di kenal nya dulu, yaitu Rua Tan Rao dan Bu Si Hong, yang sedang berjalan di tengah keramaian kota raja itu.


Sebenar nya Shin Liong ingin menyapa kedua anak muda itu, tetapi dia tersadar bahwa kedua anak muda itu tidak mungkin mengenal nya.


Akhirnya Shin Liong mengatur siasat agar bisa berbicara dengan kedua anak muda itu.


Ketika kedua anak muda itu duduk di bawah pohon rindang di pinggir jalan melepaskan lelah nya, Shin Liong segera mendekat, pura pura turut beristirahat di tempat itu.


"Tan Rao!, apakah kita langsung ke istana, ataukah bagai mana?" tanya Si Hong bertanya kepada teman nya itu.


"Aku juga bingung Si Hong, aku ragu ragu, rasa nya kita tidak mungkin di terima di istana, atau malah di kira penjahat lagi, tetapi bila tidak ke istana, aku takut menyimpan benda milik sang pangeran ini!" kata Rua Tan Rao bingung.


Mendengar obrolan mereka, Shin Liong akhirnya ikut menyela pembicaraan.


"Ada apakah saudara berdua nampak kebingungan?" tanya Shin Liong.


Awal nya kedua orang anak muda itu enggan berbicara, tetapi setelah Shin Liong memperlihatkan tanda kerabat istana, akhirnya mereka mau mencerita kan perihal mereka.


"Kalau kalian tidak keberatan, maukah kalian ku bawa bertemu dengan putra mahkota?" tanya Shin Liong .


"Benarkah saudara?, saudara siapa sebenar nya?" tanya Rua Tan Rao.


"Nama saya Shin Liong, saya termasuk kerabat istana, bila kalian tidak keberatan, saya bisa mempertemukan kalian dengan sang putra mahkota!" kata Shin Liong .


Dengan muka berseri seri, kedua anak muda itu menyambut gembira semua tawaran dari Shin Liong itu.


Mereka bertiga pun akhirnya pergi ke istana.


Di depan pintu gerbang, para penjaga gerbang yang memang sudah mengenal Shin Liong, segera mempersilahkan Shin Liong untuk masuk.


Ketika mereka hampir memasuki pintu istana, tiba tiba dari balik pintu istana itu muncul sesosok gadis cantik jelita dengan muka yang tidak senang menatap kearah Shin Liong dan kedua lelaki itu.


"Heh!, heh!, heh!, kalian siapa?, enak sekali main nyelonong saja masuk kedalam istana, ini bukan hutan tempat biasa kalian, tetapi istana tempat orang orang terhormat, kalian harus tahu itu, kalian mengerti adat dan aturan apa tidak sih?, siapa yang telah mengijinkan kalian masuk kedalam istana ini heh?" tanya gadis cantik jelita itu dengan nada murka.


"Maafkan saya nona, mereka ingin bertemu dengan pangeran, ada hal yang akan mereka sampai kan!" kata Shin Liong meminta maaf.


Gadis itu melotot kearah Shin Liong dengan pandangan sangat tidak suka.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2