
Pada percobaan yang ke tiga, tiba tiba tubuh Shin Liong menghilang begitu saja dari hadapan Dewi Teratai putih, dan tahu tahu hampir di waktu yang bersamaan, sudah berada di seberang telaga sana, dan begitu juga sebalik nya.
Tubuh Shin Liong seperti bisa menembus ruang waktu begitu saja, padahal itu semua karena kecepatan gerak Shin Liong tidak lagi bisa di ikuti oleh mata manusia.
Sebaliknya dengan Shin Liong ,setelah menguasai ilmu gabungan itu,dia melihat semua gerakan orang lain menjadi sangat lambat sekali.
"Dewi!, aku berhasil Dewi!, aku berhasil, aku berhasil!" teriak Shin Liong sambil memeluk Dewi Teratai putih, dengan sifat anak anak nya yang masih terlihat jelas.
Dewi Teratai putih melongo melihat kejeniusan otak laki laki muda di hadapan nya itu, cuma dalam tiga kali percobaan, langsung sukses.
Shin Liong mengajarkan kepada Dewi Teratai putih tehnik ilmu baru sebagai penggabungan dua ilmu itu.
Setelah beberapa kali gagal, akhirnya Dewi Teratai putih pun berhasil menguasai ilmu baru itu.
Setelah betul betul menguasai ilmu itu,barulah mereka berdua berhenti berlatih.
"Dewi!, apa nama ilmu baru ini Dewi?" tanya Shin Liong.
Dewi Teratai putih sempat merenung sesaat, lalu, "bagai mana jika kita namakan langkah Dewa Dewi saja sayang,ini kan hasil penggabungan dua ilmu serupa" jawab Dewi Teratai putih.
"Aku setuju, aku setuju Dewi, kita berdua yang menjadi Dewa Dewi nya, karena kita berdua yang menemukan ilmu ini!" kata Shin Liong memeluk Dewi Teratai putih dengan erat.
Dewi Teratai putih cuma bisa tersenyum melihat kelakuan suami kecilnya itu, bagai manapun juga, sifat anak kecil nya masih sering terlihat.
Tidak terasa beberapa hari berlalu, kini Shin Liong sudah duduk diatas batu besar di pinggir telaga setelah memakan buah Mumu milik nya, sedangkan Dewi Teratai putih berjaga jaga dari segala kemungkinan.
Kini Shin Liong merasakan satu energi mulai bergolak di dalam perut nya, berputar putar seperti angin mencari jalan keluar nya.
Shin Liong segera mengarahkan energi itu ke titik dantian nya,agar semua energi liar itu bisa berkumpul di dalam dantian nya.
"Bum!".
satu ledakan teredam terjadi di dalam tubuh nya,dantian nya yang penuh dengan energi itu kini membesar, mengakibatkan tingkatan kultivasi nya pun naik dari Dewa Laut menengah, menjadi Dewa Laut akhir.
Namun energi di dalam tubuh nya itu masih terus bergelora, berputar putar, lalu masuk mengisi dantian nya hingga penuh kembali.
"Bum!".
ledakan teredam kedua terjadi di dalam tubuh nya,dan tingkat kultivasi nya pun naik kembali dari tingkat Dewa Laut akhir menjadi Dewa Laut sempurna.
Tetapi energi di dalam tubuh nya masih saja bergelora berputar putar, lalu masuk kedalam dantian nya kembali.
"Bum!".
Kini ledakan teredam ketiga terjadi di dalam tubuh nya, sebagai akibat dantian nya yang membesar karena menampung energi sedemikian besar nya.
Kini Shin Liong berhasil menerobos ke tingkat Dewa Langit awal.
Setelah bergejolak beberapa waktu lagi,dan mengalir mengisi dantian nya,tetapi tidak berhasil memenuhi nya,energi itupun melepas,dan akhir nya lenyap.
Dantian ibarat sebuah telaga dengan satu sumber air nya.
Apa bila sumber air nya kecil, maka telaga itu juga akan menjadi kecil pula, tetapi semakin besar sumber air nya, maka telaga itupun semakin besar pula, hingga menjadi sebuah Danau bahkan Laut ataupun Lautan.
Meskipun energi besar sudah tidak bergejolak lagi di dalam tubuh Shin Liong, tetapi dia masih duduk berdiam diri beberapa saat, sementara itu, diatas kepala nya, awan putih seputih kapas mulai berkumpul, lalu berputar membentuk satu pusaran mirip tornado, dengan lidah petir berwarna kuning menjilat kesana kemari.
Shin Liong mengeluarkan pil penguat organ dalam tubuh,lalu meminum nya.
Selanjut nya dia berdiri dengan gagah nya, menantikan ujian dari petir kesengsaraan tingkat tiga itu, tanpa gentar sedikit pun.
__ADS_1
"Jdeerr!!".
Dentuman petir kesengsaraan tingkat tiga menghantam tubuh Shin Liong, sehingga seluruh rambut dan pakaian nya kini menjadi hangus semua nya.
Asap putih mengepul dari sisa sisa rambut Shin Liong yang sudah hangus terbakar itu.
Tetapi tubuh Shin Liong masih tegar berdiri menantang langit.
"Jdeerr!!".
Dentuman kedua terdengar membahana di pinggir telaga itu.
Kini tubuh Shin Liong benar benar sudah gosong tanpa ada yang tersisa lagi, kecuali daging membalut tulang dan organ tubuh nya.
Tetapi tubuh Shin Liong tetap berdiri tegak, seakan tidak ingin di kalahkan oleh alam.
"Jdeerr!!".
Dentuman petir kesengsaraan yang ketiga terdengar kembali.
Kini tubuh Shin Liong benar benar sudah mirip dengan onggokan arang yang mengepulkan asap putih.
Sedangkan awan putih tebal di atas kepala nya, masih saja berputar putar seperti angin tornado.
Ketika awan itu berhenti berputar, tubuh Shin Liong masih saja tegak berdiri.
Dari arah awan putih itu turun hujan berwarna putih susu, sangat lebat nya membasuh tubuh Shin Liong.
Satu persatu kulit gosong Shin Liong berjatuhan terkena air hujan berwarna putih susu itu, seperti percikan lumpur yang di siram dengan air.
Mulai dari kepala nya,lalu dada nya hingga sekujur tubuh nya.
Setelah hujan reda,awan putih itupun lenyap,Dewi Teratai putih segera menghampiri Shin Liong, menyerahkan pakaian ganti nya,karena pakaian nya yang tadi sudah gosong semua.
Setelah mengenakan pakaian nya kembali, kini Shin Liong sudah menjelma menjadi seorang laki laki muda yang sangat tampan dan gagah, dengan kulit putih susu, alis tebal dan rambut yang hitam panjang.
Melihat Shin Liong sudah selesai berkultivasi dengan buah Mumu emas itu, Dewi Teratai putih segera berlari memeluk tubuh suami kecil nya itu,yang kini telah berubah menjadi seorang laki laki muda yang sangat tampan dan gagah.
"Kini giliran mu memakan buah Mumu emas itu Dewi, dan aku yang akan menjaga mu" kata Shin Liong.
Dewi Teratai putih segera melangkah ke atas batu besar di pinggir telaga, tempat Shin Liong tadi berkultivasi.
Dewi Teratai putih duduk bersila dengan sikap sempurna, dia keluarkan buah Mumu emas dari cincin penyimpanan nya, lantas sedikit demi sedikit,di makan nya buah itu.
Setelah selesai makan buah Mumu emas itu hingga habis, Dewi Teratai putih terus duduk berusaha mengendalikan energi besar yang mulai bergolak di dalam tubuh nya.
Seluruh energi besar itu dia salurkan ke dantian nya, hingga lama kelamaan, dantian nyapun membesar sebagai akibat dari besar nya dantian yang di tampung nya.
"Bum!".
Akhirnya terjadi satu ledakan teredam di dalam tubuh Dewi Teratai putih, dan kini tingkatan nya naik menjadi tingkat Dewa Laut akhir.
Namun karena energi yang bergolak didalam tubuh Dewi Teratai putih masih saja bergolak, akhir nya, dantian nya pun penuh kembali.
"Bum!".
Terjadi kembali satu ledakan teredam di dalam tubuh Dewi Teratai putih, karena dantiannya kembali membesar.
Kini tingkat kultivasi nya kembali naik menjadi Dewa Laut sempurna.
__ADS_1
Namun gejolak energi besar di dalam tubuh nya, masih saja bergejolak, dan dantian nya pun kembali menegang penuh.
"Bum!".
Ledakan teredam ketiga terjadi di dalam tubuh Dewi Teratai putih, membuat tingkat kultivasi nya kini menerobos ke tingkat Dewa Langit awal.
Setelah menerobos ke tingkat Dewa Langit awal,energi besar itupun mulai melemah, semakin melemah,hingga akhir nya menghilang sama sekali.
Dewi Teratai putih masih duduk berdiam diri beberapa saat, untuk menenangkan seluruh tubuh nya yang baru saja kemasukan energi besar itu.
Di langit, di atas kepala mereka, awan putih kembali berkumpul, bergulung gulung, lalu berputar seperti angin tornado.
Setelah menelan dua butir pil penguat tubuh, Dewi Teratai putih pun berdiri menantikan ujian dari petir kesengsaraan tingkat tiga yang akan menghantam sebentar lagi.
"Jdeerr!!".
Kini rambut indah beserta seluruh pakaian ditubuh Dewi Teratai putih pun hangus tidak bersisa.
Nampak kepulan asap putih tipis keluar dari kepala Dewi Teratai putih.
"Jdeerr!!".
Sambaran petir kedua, kali ini menghanguskan seluruh kulit tubuh Dewi Teratai putih, sehingga gosong seluruh nya.
Tetapi tentu saja Dewi Teratai putih masih berdiri tegar, meskipun seluruh tubuh nya hangus.
"Jdeerr!!".
Kini Sambaran petir kesengsaraan tingkat tiga benar banar membuat seluruh kulit Dewi Teratai putih menjadi arang hangus, dengan asap putih yang mengepul tebal.
Tetapi wanita perkasa itu tetap berdiri menengadah kan wajah nya ke langit,seolah olah menantang sedang langit.
Awan putih yang tadi berputar seperti sebuah tornado itu, kini sudah berhenti,dan dari awan putih itu, turun hujan kebahagiaan tingkat tiga juga dengan warna putih susu, membasahi tubuh Dewi Teratai putih.
Perlahan lahan,kulit gosong Dewi Teratai putih mulai luruh ketanah, berganti kulit baru berwarna putih susu kemerahan.
Rambut panjang nyapun kini tumbuh seperti sedia kala nya.
Namun paras wajah Dewi Teratai putih kini menjadi semakin bertambah cantik berkali kali lipat dari semula,dengan bulu mata lebat yang lentik alami,serta hidung mancung yang indah.
Setelah semua nya kembali seperti sedia kala nya, Dewi Teratai putih segera mengeluarkan pakaian nya dari cincin ruang,lalu mengenakan nya.
Shin Liong segera menghampiri sang Dewi yang benar benar cantik jelita luar biasa itu,sambil memeluk tubuh nya.
"Apakah kita sekarang sudah menjadi sepasang Dewa Dewi?" tanya Shin Liong kepada Dewi Teratai putih .
Dewi Teratai putih menggelengkan kepala nya, "tidak sayang, jalan ketingkat Dewa masih panjang, kita setidak tidak nya harus mencapai tingkat Dewa Perunggu, itulah tingkat terendah dari tingkatan para Dewa langit!" jawab Dewi Teratai putih sambil membalas pelukan dari Shin Liong, di cium nya pipi laki laki yang paling disayangi nya itu.
Untuk menyesuaikan tubuh mereka dengan energi sangat besar dari dalam tubuh mereka, mereka berdua pun segera berlatih jurus beberapa saat lama nya.
Untuk memasuki tingkatan Dewa memang jalan masih sangat jauh,tetapi setidak nya, merekalah manusia pertama, dengan usia yang cuma belasan tahun, sudah bisa mencapai tingkatan alam Dewa, yaitu Dewa Langit awal.
Jalan menuju ke tingkatan Dewa sesungguh nya sudah mulai terbuka,meskipun masih panjang.
Apabila mereka mendapat sumber energi pintasan lagi, tidak mustahil, bila kultivasi mereka kelak bisa mencapai tingkat keDewaan bahkan tingkat Dewata sekali pun.
Semua jurus jurus yang mereka main kan kini menjadi sangat sangat mematikan,dengan tenaga luar biasa serta kecepatan super yang tidak lagi bisa di ikuti oleh mata manusia.
Bahkan ilmu langkah Dewa Dewi pun kini bertambah cepat berkali kali lipat,sehingga sudah mirip dengan ilmu dimensi ruang waktu, dengan ilmu ini, mereka seperti biasa menembus ruang waktu,bisa berpindah kemana saja dalam waktu sekejap.
__ADS_1
...****************...