
A Yong yang mendengarkan pembicaraan para orang tua itu , cuma diam tanpa banyak bersuara , pura pura asik dengan makanan nya saja , bukan karena dia takut , tetapi karena dia tidak ingin mencari keributan di pagi ini .
Kakek bongkok itu menatap kearah A Yong yang sedang asik menikmati santapan nya itu , dan nampak sangat tidak perduli dengan apa yang terjadi di sekitar nya .
"Hei Xio Er !, Xio Hua !, Dia kah murid kalian ?" tanya kakek Bongkok bergelar Tosu Ceng itu .
"Haah ?, murid kami seorang gadis cantik , bukan pemuda seperti ini , dia tamu di penginapan ini yang kehabisan tempat duduk seperti kalian berdua juga !" sahut wanita tua yang bernama Xio Er .
"Oh iya guru , baru saya ingat , dia lah pemuda yang nama nya mirip dengan Kong Sian Shin Yong itu , tetapi dia cuma pemuda yang tidak berguna , kultivasi nya baru di ranah Alam Taruna menengah !" kata laki laki yang kemarin bertemu dengan A Yong itu .
Tosu Ceng kembali menatap kearah A Yong dari atas hingga bawah , memindai tubuh A Yong dengan teliti .
Dia tidak melihat ada energi tersembunyi di tubuh anak muda itu , cuma seorang anak muda yang baru berusia enam belas tahun serta berada di ranah Alam Taruna menengah .
"Hmm kau benar Ang Coa Kui , dia cuma seorang anak muda yang tidak berguna !" kata Tosu Ceng .
Kebetulan A Yong dan kedua wanita tua itu selesai bersamaan , sehingga setelah membayar harga makanan yang mereka makan , A Yong dan kedua wanita tua itupun keluar bersamaan pula..
Kedua wanita itu kembali ke kamar mereka , sedangkan A Yong keluar penginapan untuk berjalan jalan melihat pemandangan kota Luxiang .
Tanpa sepengetahuan A Yong , Chu Kai Ong yang masih menaruh dendam kepada A Yong , gara gara ingin melepaskan kuda milik anak itu , dia jadi mendapat malu besar tidur memeluk kuda betina , maka nya dia memerintahkan beberapa pengawal keluarga nya , untuk membunuh A Yong di tempat yang agak sepi .
Sambil berjalan perlahan lahan A Yong melihat di belakang nya ada enam orang laki laki ber pakaian seperti pakaian para pengawal , yang terus menerus membuntuti nya sedari tadi , tetapi A Yong terus berjalan seolah olah tidak mengetahui jika diri nya sedang di buntuti oleh enam orang laki laki .
Ke enam laki laki berseragam pengawal itu tidak terlalu di pikirkan nya , karena kesaktian mereka rata rata berada di rana Alam Brahmana akhir saja , tetapi Yan membuat A Yong waspada adalah di belakang ke enam laki laki itu masih ada lagi seorang dengan kepandaian tinggi yang sudah berada pada ranah Dewa Bintang sempurna , juga sedang membuntuti diri nya .
Untunglah setelah berjalan cukup jauh , A Yong melihat ada sebuah lahan kosong yang luas yang di tumbuhi oleh berbagai macam tanaman perkebunan .
A Yong segera berjalan memasuki kebun yang sudah tidak terurus itu .
Lahan kosong itu banyak di tumbuhi oleh pohon pisang dan pohon Liu Ngan , namun karena tidak terurus , sehingga semak dan rumput Alang Alang juga ikut memenuhi lahan itu .
Di tengah tengah kebun itu ada tanah kosong tanpa tanaman yang cuma di tumbuhi dengan rumput Alang Alang saja .
Di sebelah ujung tanah kosong itu ada sebatang pohon Liu Ngan yang besar dan rimbun dan sedang berbuah lebat .
Di atas dahan pohon Liu Ngan , yang tertutup rimbun nya daun daun nya itulah A Yong bersembunyi , ingin tahu siapa yang sedang mengikuti diri nya itu .
Dari balik rumpun rumpun pisang yang di penuhi dengan daun daun pisang yang kering dan berwarna coklat karena tidak lagi pernah terurus itu , muncul enam orang laki laki sangar tadi .
"Ayo menyebar dan cari bocah itu cepat , bila ketemu , bunuh langsung !" kata salah seorang dari laki laki itu .
Namun baru saja para laki laki itu bermaksud mau berpencar mencari keberadaan A Yong , tiba tiba entah dari mana , di depan mereka muncul seorang dara berwajah cantik jelita dengan usia kurang lebih enam belas tahun .
Gadis cantik jelita itu memakai baju hijau bercampur kuning , dengan rambut panjang yang di ikat di atas kepala , berkulit putih susu dan berhidung mancung .
"Hei setan kebun yang cantik , mengapa muncul mengejutkan kami saja ?, kalau kau suka kepada kami , tidak usah main kejut kejutan seperti itu !" kata salah satu dari ke enam orang laki laki kasar itu sambil muka cengar cengir seperti seorang anak muda yang merasa terlalu tampan .
__ADS_1
"Hei Chu Kai (Siluman Babi) !, aku melihat kalian menguntit seorang pemuda lemah hingga ke tempat ini , sungguh memalukan para pengawal Chu Wangwe yang terkenal cuma berjiwa pengecut !" kata gadis cantik jelita itu.
"Hei setan kebun !, eh kau tidak pantas di panggil setan kebun , seharus nya bidadari kebun saja , ayo kita bersenang senang di tempat ini , bukan kah tempat ini cukup sepi ?" ajak laki laki tadi Sabil terus cengar-cengir tidak karuan .
"Rupanya para pengawal Chu Wangwe ini memang tidak ada yang beradat nya , sangat pantas bila kalian adalah Chu Kai anak buah Chu Wangwe hi hi hi hi, cocok cocok sangat cocok !" kata gadis cantik jelita itu sambil bertepuk tangan gembira .
"Bo*oh !, kalian malah ngobrol , ayo cepat tangkap gadis itu agar kita serahkan kepada Chu Kong Cu ,ayo tangkap dia !" kata laki laki yang pertama bicara tadi .
Mendengar itu , serentak kelima orang laki laki itu pun bergerak mengelilingi gadis cantik itu .
Namun tiba tiba gadis cantik jelita itu bergerak sangat cepat dengan pedang berwarna merah di tangan nya .
"Trass !"...
"Trass !"...
"Trass !"...
Pedang merah di tangan gadis cantik jelita itu tiga kali berkelebat , dan tiga orang pengawal itu tumbang dengan dada yang terbelah .
"Se*an ban*sat !, ku bunuh kau !" teriak laki laki pertama , bersama dengan dua orang teman nya yang masih tersisa , segera menyerbu kearah gadis cantik jelita itu .
Tetapi sayang , karena terpengaruh dengan kecantikan dari wajah gadis itu , mereka melupakan tingkat kultivasi nya yang sedemikian jauh berbeda itu .
Ketika ketiga laki laki sangar itu menyerang nya , gadis cantik jelita itu kembali berkelebat dengan gerakan yang sangat cepat sekali .
"Trass!"...
"Trass !"...
"Trass !"...
Setelah membersihkan pedang nya , gadis itu menatap kearah pohon Liu Ngan yang rimbun itu , "saudara yang bersembunyi di rimbunan daun Liu Ngan , keluar lah , bahaya sudah lewat !" ...
A Yong yang bersembunyi di dahan pohon Liu Ngan itu segera turun perlahan agar tidak menarik perhatian gadis itu .
"Terimakasih nona atas pertolongan nona , kalau saja tidak ada nona , saya mungkin sudah tewas di tangan mereka !" kata A Yong sambil membungkuk di depan gadis cantik itu .
"Sudah !, sudah !, jangan terlalu banyak peradaban , lain kali berhati hati lah , aku melihat mereka mengikuti mu , maka nya aku mengikuti di belakang mereka , ternyata dugaan ku tepat , mereka berniat tidak baik kepada mu !" kata gadis itu sambil menarik tubuh ke enam orang laki laki itu dan memasukan nya pada sebuah lobang yang kebetulan ada di tempat itu , lalu di tutupi dengan batang batang pisang .
"Sekali lagi saya A Yong mengucapkan terimakasih atas pertolongan nona , kalau boleh tahu , siapakah nona ini ?" tanya A Yong sambil membungkukan badan nya .
"Sudahlah jangan di besar besarkan lagi , nama ku Pek Lan Hua , kau bisa memanggil ku Hua saja !" jawab gadis itu sambil tersenyum menatap kearah anak muda di depan nya itu .
A Yong takjub mendengar nama gadis itu , yang dia anggap sangat cocok dengan wajah nya .
Pek Lan Hua atau Bunga Anggrek putih nama yang sangat sesuai sekali dengan wajah gadis itu yang sangat cantik rupawan .
__ADS_1
"Pek Lan Hua ?, wow nama yang sangat sesuai dengan paras mu nona Hua !" kata A Yong bersungguh sungguh .
Sedangkan nona Hua yang mendengar ucapan dari A Yong itu menjadi merah muka nya karena rasa senang dan malu .
"Aku tidak suka mendengar perkataan mu itu Kong Cu!" kata nona Hua sambil menunduk , karena sebenar nya , perkataan nya itu , bertentangan dengan isi hati nya sendiri .
"jangan panggil aku Kong Cu, nona !, aku tidak pantas dengan panggilan itu , karena aku bukan seorang tuan muda !" kata A Yong .
"Kalau begitu , jangan panggil aku nona juga , aku bukan nona muda , panggil nama ku saja !" kata Lan Hua merenggut .
"Baiklah Lan Hua , senang berteman dengan mu !" kata A Yong kembali membungkukan badan nya yang di ikuti oleh Lan Hua juga .
A Yong mengeluarkan beberapa tangkai buah Liu Ngan , mengupas nya satu biji , lalu memakan nya .
"Cobalah buah Liu Ngan ini , rasa nya manis sekali !" kata A Yong sambil menyerahkan setangkai buah Liu Ngan kepada Lan Hua .
Gadis itu menerima nya , lalu memakan satu biji , "ah kau benar A Yong , buah ini sangat enak sekali , buah apa nama nya ?"...
"Ini buah Liu Ngan nama nya , apa kah kau belum pernah memakan buah ini ?" tanya A Yong .
"Aku baru pertama kali makan buah ini A Yong , aku kan baru keluar dari Lembah seribu Bunga bersama kedua orang guru ku !" jawab Lan Hua sambil terus makan buah Liu Ngan itu .
Mendengar perkataan dari gadis itu , A Yong teringat dengan dua orang wanita tua di rumah makan tadi pagi.
"Apakah guru mu itu nenek Tan bersaudara , majikan lembah seribu Bunga ?" tanya A Yong lagi .
"Kau mengenal kedua orang guru ku itu A Yong ?" tanya Lan Hua .
A Yong menganggukkan kepala nya , " benar Lan Hua , tadi pagi kami makan satu meja !" jawab A Yong singkat .
Setelah menghabiskan beberapa tangkai buah Liu Ngan , mereka berdua pun segera berjalan keluar dari kebun yang terbengkalai itu .
Di jalanan masih sepi , maklum tempat itu agak jauh dari pemukiman warga .
Namun baru saja mereka tiba di persimpangan jalan yang agak ramai , mereka melihat seorang yang sudah tua di seret seret oleh beberapa orang laki laki berseragam pengawal .
Tidak jauh dari tempat itu , terlihat seorang laki laki paro baya berperut agak buncit berdiri sambil memegang kendali se ekor kuda yang sedang menarik sebuah kereta yang cukup bagus .
"Tuan !, kereta itu milik saya , pemberian Kong Sian Shin Yong , bukan curian saya tuan , kasihanilah saya tuan , saya makan dari hasil kereta itu tuan !" kata kakek tua itu sambil bersimpuh di pinggir jalan .
"Kakek tua pembohong , mana ada Kong Sian Shin Yong di jaman sekarang ini , itu cuma karangan mu saja , kuda beserta kereta ini sekarang sudah menjadi milik ku , mengerti kah kau kakek tua ?" kata laki laki berperut agak buncit itu .
"Tidak tuan !, kuda beserta kereta nya itu memang pemberian dari Kong Sian Shin Yong tuan , saya tidak mengada ada tuan !"kata kakek tua itu Sabil berusaha mempertahankan kereta nya .
"Kakek itu benar tuan , kembalikan kereta itu kepada kakek , karena kereta itu memang milik kakek ini !" kata A Yong yang sudah tiba di tempat itu .
Kakek tua itu menoleh kearah A Yong , lantas segera bersimpuh dihadapan anak muda itu , "Kong Sian Shin Yong yang mulia !, kuda dan kereta anugrah dari yang mulia kemarin itu , sekarang sudah di rampas oleh tuan Bi Kwan Ek , maafkan hamba yang tidak bisa menjaga anugrah dari Dewa !" kata kakek tua itu sambil menangis , bersimpuh di hadapan A Yong .
__ADS_1
Gadis bernama Lan Hua itu menoleh kearah muka A Yong dengan sangat heran mendengar perkataan dari kakek tua itu .
...****************...