Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Naga Laut Utara.


__ADS_3

Sang Raja Naga Laut Utara itu berenang memutari tubuh kura kura raksasa sebesar rumah itu beberapa kali, seakan akan sang Raja Naga Laut Utara itu ingin melihat siapa manusia yang di maksudkan oleh sang kura kura tua itu.


Meskipun tubuh kura kura itu sebesar rumah, tetapi bila di bandingkan dengan sang Naga, tentu saja tidak ada apa apa nya.


Maka gemetar lah tubuh kura kura raksasa itu melihat kelakuan dari sang Raja Naga Laut Utara.


"Hooaah gerrrr!, kau tahu kura kura tua, tidak ada yang boleh menemui sang Dewi, meski apapun alasan nya kan?, dan itu sudah ketentuan dari Dewi Salju sendiri, jadi pulang lah, bawa manusia itu kembali!" kata sang Naga menggelegar seperti suara guntur di langit.


Sebelum sang kura kura raksasa itu menjawab, tiba tiba dari punggung nya, meluncur tubuh seorang pemuda tampan terbang ke udara.


Sang Naga Laut Utara tersentak kaget, hingga tubuh nya menggigil, menyebab kan air laut di sekitar nya beriak dahsyat.


Bukan karena melihat wajah Shin Liong yang membuat tubuh Naga itu menggigil, tetapi siluet bayangan se ekor Naga berwarna emas yang muncul dari dalam tubuh pemuda itu lah yang membuat tubuh Raja Naga Laut Utara itu menggigil.


Hampir semua Naga mengenal siapa bayangan Naga Emas itu, dialah jiwa sang Dewa Naga Emas, Dewa nya para mahluk Naga beserta hewan lain nya.


Sewaktu Shin Liong kecil dahulu, jiwa Naga Emas itu lah yang menghidupkan kembali jiwa Shin Liong yang pernah mati.


"Ampun Dewa yang mulia, hamba tidak mengetahui jika itu jiwa tuan ku, maafkan kelancangan hamba tuan ku, silahkan tuan ku lanjutkan perjalanan, hamba mohon diri tuan ku!"kata Naga itu sambil menyelam kedasar Lautan.


Dengan perasaan lega, sang kura kura raksasa segera berenang secepat kilat membawa Shin Liong di punggung nya ke arah Utara.


Setelah meluncur di atas air untuk beberapa waktu lama nya, akhirnya di kejauhan terlihat gugusan pantai yang terdiri dari daratan dan pegunungan es.


Sejauh mata memandang, tidak ada pemandangan apa pun selain daratan es belaka.


"Kakek Bo Beng Kong!, terimakasih ya kek, terimakasih atas pertolongan kakek, semoga Dewa menjaga kakek, dan memanjangkan umur kakek!"


"Kakek tahu kau pasti orang baik nak, semoga para Dewa membantu mu, kakek mohon diri!" kata kura kura raksasa itu sambil berpaling dan meluncur kembali ke tempat asal nya tadi.


Shin Liong berjalan di atas hamparan es yang tidak ada ujung nya itu.


Mula mula dia merasa kedinginan yang luar biasa, tetapi setelah energi panas dari dalam tubuh nya menyebar rata ke sekujur kulit nya, rasa dingin itupun akhirnya menghilang sama sekali.


Dari kejauhan, terlihat Elang raksasa, serigala salju dan Beruang salju menatap ke arah Shin Liong dengan tatapan tidak senang mereka.


Shin Liong yang tidak ingin terlalu memperdulikan binatang binatang itu, terus saja melangkah diatas es yang kadang kadang licin itu.


Nampak sekali jika semua binatang itu mengikuti nya dari belakang bersama Beratus ratus kawanan nya yang lain, seakan mereka melihat se ekor kelinci sedang tersesat di tengah gunung es.


Cukup lama Shin Liong berjalan tanpa gangguan apapun dari para hewan buas itu, namun ketika hampir memasuki sebuah dataran yang agak tinggi, tiba tiba para binatang itu berubah menjadi sangat galak.


Di awali dengan suara pekikan, burung elang raksasa berwarna putih kapas itu segera meluncur menyerang kearah Shin Liong dengan paruh runcing seperti pedang itu, serta cengkraman cakar nya yang mematikan.


Dengan langkah Dewa Dewi nya, Shin Liong menghindar dari sergapan elang raksasa itu dengan berpindah kesana kemari.


Tetapi rupanya mata Elang yang sangat tajam itu dapat melihat kemana arah tubuh nya melesat, sehingga di mana mana Elang yang lain lagi sudah menunggu nya.


Tidak ada jalan lain lagi, selain melakukan serangan untuk menghindari cengkraman dari Elang itu.


"Bug!"...

__ADS_1


"Bug!"...


"Bug!"...


"Bug!"...


Empat kali pukulan dari Shin Liong , membuat empat ekor Elang raksasa terlempar jauh.


Untung Shin Liong tidak bermaksud membunuh semua binatang itu, cuma ingin mengusir mereka saja, sehingga tidak ada satu pun dari binatang itu yang terluka, meskipun terlempar cukup jauh.


Baru saja Shin Liong bernafas lega, tiba tiba dari balik gundukan es setinggi rumah, ke luar puluhan kawanan serigala salju dengan lidah terjulur sambil melolong kearah Shin Liong .


"Aku tidak ingin menyakiti kalian semua, tetapi bila kalian mendesak ku, aku juga bisa berbuat sangat kejam, pergilah hus!, hus!, pergilah dari tempat ini!" teriak Shin Liong sambil berusaha memburu binatang itu.


Binatang serigala bertubuh gempal seperti kerbau bunting itu terus saja melolong kearah Shin Liong sambil memperlihatkan taring nya yang panjang.


Tanpa basa basi lagi, puluhan ekor serigala Salju sebesar kerbau itu menerjang kearah Shin Liong dari berbagai arah, di dukung dengan serangan dari Elang raksasa dari ketinggian.


Shin Liong kini benar benar di keroyok dari berbagai arah dan sudut oleh para hewan buas itu.


Untunglah Shin Liong bisa bergerak kesana kemari dengan langkah Dewa Dewi nya, sehingga masih bisa mengimbangi serangan para hewan buas itu.


Beberapa kali pukulan dan tendangan dari Shin Liong membuat hewan buas itu terpelanting kesana kemari.


Tetapi seperti tidak memiliki rasa sakit sama sekali, para hewan buas itu maju kembali, setelah tubuh mereka terpelanting terkena tendangan ataupun pukulan dari Shin Liong.


Tiba tiba dari balik bukit es muncul kembali puluhan ekor Beruang salju sebesar badan gajah berlari ke arah Shin Liong .


Meskipun Shin Liong mengamuk, memukul dan menendang para hewan itu, dan hewan itu terpental kesana kemari, tetapi seperti tidak ada kapok nya, hewan buas itu kembali lagi menyerang ke arah Shin Liong.


"Baiklah, kalian memang memaksa ku, jangan bilang aku kejam, akan ku habisi kalian semua nya!" teriak Shin Liong sambil mengeluarkan pedang kristal Katai putih inti bintang dari dalam tubuh nya.


Dengan pedang kristal Katai putih inti bintang tergenggam di tangan kanan nya, Shin Liong menggerak pedang itu dengan memutar mutar nya di atas kepala nya.


Ketika pedang itu di putar Shin Liong di atas kepala nya, terdengar suara berdengung seperti suara kumbang pemakan kayu.


Melihat hal itu, semua binatang itu mundur beberapa langkah, nampak ragu ragu untuk maju.


"Majulah!, aku sudah bosan bermain main dengan kalian, aku ingin menjadikan kulit kalian sebagai mantel, ayo!, aku ingin tahu, lebih keras mana antara kulit kalian dan kulit mahluk Orgo itu, ayolah maju sekarang!" gumam Shin Liong sambil terus memutar mutar pedang nya diatas kepala.


Ketika para hewan buas itu sudah bersiap siap untuk menyerang Shin Liong , tiba tiba terdengar suara lembut seorang wanita.


"Berhenti!, jangan menyerang lagi!, ayo berhenti!"...


Tiba tiba di udara muncul se orang wanita yang sangat cantik jelita, ber kulit putih susu, berhidung mancung, bermata biru dan ber rambut seperti emas, dengan mengenakan pakaian jubah kebesaran seorang Dewi berwarna putih susu pula.


Wanita cantik dengan tubuh tinggi semampai itu terbang sambil menatap kearah Shin Liong dengan tatapan aneh.


"Hei!, siapa kau anak muda?, dan ada urusan apa kau memasuki dunia ku aku ini?" tanya wanita cantik itu.


"Nama ku Shin Liong !, dan aku yang sekarang menjadi majikan Dunia mu ini, karena akulah pemegang cincin dimensi dunia mu ini!" kata Shin Liong menjelaskan.

__ADS_1


Mendengar penuturan dari Shin Liong, wanita cantik itu kembali menatap kearah nya dengan tatapan tidak senang nya.


"Dengarlah anak muda bernama Shin Liong, pertama aku tidak perduli siapa kau, dan yang kedua aku tidak perduli kau majikan siapa, yang aku mau, kau cepat enyah dari dunia ku ini!" kata wanita itu mulai ketus.


"Dengarlah nona!, aku juga tidak perduli kau siapa, apa kau bidadari, apa kau Dewi, atau sebangsa lelembut sekalipun, sebelum ke inginkan ku tercapai, aku tidak akan pergi dari tempat ini, bila perlu, tempat ini bisa ku obrak abrik sekalian!" ancam Shin Liong.


Tiba tiba wanita itu tertawa cekikikan sambil menatap kearah Shin Liong, " hi hi hi hi, kau lucu anak muda, kau belum tahu siapa aku sehingga bicara asal ceplak saja!" kata wanita itu sambil melepaskan pukulan jarak jauh nya.


"Bum!"...


Terdengar dentuman dahsyat, ketika energi pukulan dari wanita itu bertemu dengan pukulan dari Shin Liong .


Tubuh kedua nya terjajar beberapa tindak kebelakang, masing masing mengibaskan tangan nya yang terasa kesemutan itu.


Wanita itu setengah terbelalak melihat pukulan nya dapat ditahan oleh seorang pemuda baru hidup ini.


"Kau!, kau siapa sebenar nya heh?" kembali wanita cantik itu bertanya kepada Shin Liong .


"Apakah aku belum mengatakan nya nona, bahwa nama ku Shin Liong ?" Shin Liong balik bertanya kepada wanita itu.


"Eh sudah!, sudah!, maksud ku apa yang kau cari di tempat ku ini?" tanya wanita cantik itu lagi.


"Hm!, aku mencari batu Mustika Dewi Salju, apakah kau memiliki nya nona?" tanya Shin Liong berterus terang.


Untuk beberapa saat, wanita cantik itu terdiam mendengar pertanyaan dari Shin Liong itu.


"Dari mana kau tahu jika di sini ada Mustika Dewi Salju?" tanya wanita itu kembali.


"Dari kakek ku, kakek Qin, dia mengatakan bahwa di tempat ini ada batu Mustika Dewi Salju itu, aku ingin meminjam batu mustika itu barang sebentar saja!" kata Shin Liong.


Wanita cantik itu terdiam beberapa saat lama nya sambil menatap kearah Shin Liong hampir tanpa berkedip.


"Hm!, rupanya kau cucu dari kakek tua itu, pantesan wajah mu mirip dia!" gumam wanita cantik itu nyaris tidak terdengar.


"Jadi?, kau mengenal kakek ku nona?" tanya Shin Liong kepada wanita cantik itu.


"Hm!, tentu saja aku mengenal kakek tua itu, siapa yang tidak mengenal Dewata San Qin, sang Dewata sejati dan juga bergelar guru sejati itu, hampir semua Dewa adalah murid nya!" jawab wanita cantik itu lagi.


"Kalau begitu, bisakah kau membantu ku nona, meminjamkan batu Mustika Dewi Salju itu sebentar saja?" tanya Shin Liong sangat berharap.


Tetapi ternyata harapan nya sia sia saja, karena wanita itu tiba tiba menggelengkan kepala nya, "maaf tuan muda, saya tidak bisa membantu tuan, banyak hal yang rupanya belum tuan ketahui tentang Mustika Dewi Salju itu tuan muda!" kata wanita cantik itu mulai melemah.


Shin Liong mulai merasa resah, karena usaha nya selama ini ternyata mentok sia sia belaka.


"Nona!, aku tahu kau Dewi Salju itu, demi kemanusiaan dan puluhan juta nyawa manusia, saya mohon, kesudian nona untuk meminjamkan batu Mustika Dewi Salju itu sebentar saja nona!" kata Shin Liong dengan memohon mohon.


...****************...


Wah ternyata sang Dewi Salju ini pelit juga ya?,


Atau,,,,, apa sebenar nya Mustika Dewi Salju itu?...

__ADS_1


__ADS_2