Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Ang Mo Bin.


__ADS_3

Ketiga bersaudara itu memeluk tubuh saudara mereka yang telah tewas secara mengenaskan karena terlalu ceroboh berani membenturkan tenaga dalam nya dengan Shin Liong .


Tangis ketiga laki laki tua ini meraung seperti anak kecil yang kehilangan mainan nya .


Salah seorang berdiri menatap kearah Shin Liong dengan mata merah seraya berkata , "aku lebih baik mati menyusul saudara ku , bila aku tidak bisa membinasakan diri mu anak muda !"...


Kedua orang saudara nya ikut berdiri menatap kearah Shin Liong dengan mata yang merah .


"Ya , kau harus membayar semua ini dengan sangat mahal anak muda , anggota tubuh mu akan ku potong potong terlebih dahulu sebelum kau ku bunuh " ancam kedua laki laki itu .


Kini muka ketiga laki laki itu menjadi semakin memerah saja karena amarah yang sudah mencapai ubun ubun mereka .


Dengan gerakan yang sangat cepat serta ber tenaga maksimal , mereka menyerang kearah Shin Liong dengan gencar nya .


Meskipun gerakan ketiga pentolan Ang Bin Shi Kui ini termasuk gerakan yang paling cepat , tetapi Dimata Shin Liong , gerakan mereka semua masih terlihat sangat lambat , karena bagi siapapun yang sudah menguasai jurus langkah Dewa Dewi , semua gerakan orang lain menjadi terlihat sangat lambat sekali , karena inti gerakan langkah Dewa Dewi ini kecepatan nya , melebihi kecepatan waktu , sehingga terlihat seperti bisa menembus dimensi ruang waktu saja .


Begitu juga dengan ketiga pentolan Ang Bin Shi Kui ini , meskipun mereka bergerak secepat yang bisa mereka lakukan untuk mengurung Shin Liong , tetapi Shin Liong selalu bisa lolos dari kepungan mereka , hingga pada satu kesempatan , tanpa sempat melihat apa yang terjadi atau siapa yang melakukan , tiba tiba seorang dari pentolan Ang Bin Shi Kui itu terlempar sangat jauh setelah terdengar dentuman suara ledakan tenaga dalam atau Lwekang .


Seperti yang pertama tadi , laki laki kedua ini pun tewas dengan tulang belulang yang berantakan , meskipun kulit tubuh nya masih utuh .


Melihat seorang saudara mereka kembali tewas karena keganasan lawan mereka , kedua orang laki laki yang tersisa seperti lupa dengan keselamatan diri mereka sendiri , menyerang kearah Shin Liong dengan membabi buta , seperti emak emak berkelahi di pasar .


"Bum !"...


"Bum !"...


Akibat nya dua kali terdengar suara dentuman berbarengan .


Bersamaan dengan itu , tubuh kedua laki laki pentolan terakhir yang masih hidup dari Ang Bin Shi Kui ini terlempar hampir sejauh lima puluh depa dengan dada yang sudah hancur .


Satu lagi momok benua belahan barat ini berkurang karena tewas di tangan Shin Liong .


Setelah memeriksa semua kereta yang ternyata berisi selain keluarga dari Thai Cu Ban Wangwe atau Ban Le Haw , juga berpuluh puluh wanita muda dan cantik cantik , koleksi dari orang tua itu .


Shin Liong memeriksa semua cincin ruang mereka untuk mencari keberadaan dari benda benda pusaka Dewa yang di bawa lari oleh Thai Cu Ban Wangwe .


Tetapi ternyata mereka tidak ada yang menyimpan benda itu selain cuma harta benda dan Tael emas milik mereka sendiri .


"Dengarlah oleh kalian semua , pulanglah ketempat asal kalian , dan hiduplah dengan baik baik , Tael emas yang ada pada kalian semua , jadikanlah modal usaha kalian !" kata Shin Liong kepada para wanita simpanan Thai Cu Ban Wangwe .


Akhirnya setelah semua nya selesai , Shin Liong dan kedua orang istri nya segera pergi kembali ke kota Raja Qiantung .


Sang Kaisar gembira bukan main menerima delapan buah cincin dari Shin Liong yang diambil dari Thai Cu Ban Wangwe .


Setelah di periksa , ternyata di dalam kedelapan buah cincin ruang itu , masih ada ribuan cincin ruang kelas satu yang memuat semua Tael emas , perhiasan serta batu batu berlian tak ternilai harga nya yang di kumpulkan oleh Thai Cu Ban Wangwe , baik lewat membeli , merampas , bahkan mengambil milik istana .

__ADS_1


Meskipun sang Kaisar ingin memberikan hadiah sebuah cincin ruang yang penuh dengan Tael emas , tetapi Shin Liong menolak nya , dengan alasan bahwa negeri Liu yang baru berumur beberapa hari ini lebih membutuhkan banyak Tael emas ketimbang diri nya .


Beberapa saat , ketenangan kembali dirasakan oleh segenap warga kota Qiantung .


Mereka mulai menata usaha mereka kembali seperti semula .


Kaisar juga membentuk satuan Prajurit Kota , (seperti polisi masa kini ) , yang bertugas menjaga keamanan Kota .


Namun kedamaian yang semula dirasakan itu tiba tiba kembali tergoncang lagi .


Pada suatu siang , dua orang Prajurit kota yang bertugas menjaga gerbang kota , datang Tergopoh gopoh menghadap ke pada panglima Qiu Pang Kian Thai Ciangkun (jendral besar) , yang kebetulan sedang berbincang bincang dengan Kaisar dan para tokoh istana .


"A' ampun Thai Ciangkun !, celaka !, sungguh celaka sekali !" kata prajurit itu sambil berlutut di depan sang Kaisar .


"Ada apa Prajurit , apa yang celaka ?" tanya Pang Kian Thai Ciangkun heran .


"Di' di gerbang kota , ada seorang kakek sangat tua yang gila sedang mengamuk , membunuh siapa saja yang didapati nya !" lapor Prajurit itu .


"Apa ?" ...


Karena sangat terkejut nya , sampai sampai sang jendral besar itu bangkit dari tempat duduk nya , "apa kau bilang ?, ada seorang laki laki yang sudah sangat tua mengamuk di gerbang kota , dan membunuh siapa saja yang di temui nya , kenapa kalian biar kan saja , tidak kah kalian berusaha untuk menangkap nya ?"...


"Andai saja kami mampu Thai Ciangkun , seratus orang Prajurit kota yang bertugas di gerbang kota semua sudah tewas , tinggal kami berdua saja , kakek tua itu begitu sakti nya , kalau tidak salah dia bernama Ang Mo Bin dan mencari Kong Thai Sian Shin Liong yang telah membunuh murid nya !" kata Prajurit itu gemetar .


"Apa ?, Ang Mo Bin ?" tiba tiba Biksu leluhur berteriak nyaring karena terkejut bukan main .


"Kurang ajar , akan ku bunuh pengacau itu !" teriak Pang Kian Thai Ciangkun sambil bermaksud melangkah pergi .


"Tunggu Ciangkun !, jangan bertindak gegabah , salah salah , kau cuma akan mengantarkan nyawa mu saja !" kata Biksu leluhur .


"Dewa Guan Ing , apakah kau tahu siapa kakek tua itu ?" tanya Shin Liong kepada Biksu leluhur .


"Hamba tahu dan mengenal laki laki tua itu Kong Thai Sian !, dia salah satu tokoh tua yang paling ditakuti di masa nya , terus terang saja , tingkat kultivasi saya saja masih jauh berada di bawah nya , dia sudah berada di ranah Dewa Bintang sempurna , jadi bila gegabah melawan dia , sama saja dengan aksi bunuh diri !"jawab Biksu leluhur .


Shin Liong bangkit dari tempat duduk nya , "karena masalah ini adalah disebabkan oleh tindakan ku , maka biarlah aku yang akan menuntaskan semua nya !"...


"Tetapi Kong Thai Sian , bukan nya hamba meremehkan kesaktian Kong Thai Sian , tetapi ketahui lah , bahwa dahulu kala , sudah banyak para Dewa yang tewas di tangan nya " kata Biksu leluhur agak keberatan melepaskan Shin Liong sendirian menghadapi Ang Mo Bin ini .


Shin Liong tersenyum menatap kearah Biksu leluhur dan Bu Beng Koan Jin serta Tosu Twa Kung , " kalian tenang saja , aku akan berusaha mengatasi nya !" kata Shin Liong dengan tenang sambil bangkit berdiri di ikuti oleh kedua orang istri nya .


Untuk sesaat Shin Liong menatap kedua orang istri nya itu .


"Jangan suruh kami tinggal kakak , mana bisa kami duduk tenang sementara kakak menentang bahaya !" kata Dewi Xuan Yi sambil berdiri .


Tanpa banyak bicara , Shin Liong segera melangkah keluar dari gerbang istana di ikuti oleh Biksu leluhur dan Bu Beng Koan Jin .

__ADS_1


Di gerbang kota , nampak seorang laki laki sangat tua , terlihat seperti berumur tujuh puluh atau delapan puluh tahun , walaupun sebenar nya lebih dari itu .


Laki laki tua itu mengamuk , membunuh siapa saja yang dia jumpai .


Sudah banyak mayat akibat perbuatan laki laki tua itu berserakan di jalan .


"Hentikan perbuatan pengecut seperti ini , bukan cuma nama , tetapi kelakuan mu memang sangat mirip kelakuan iblis !" bentak Shin Liong .


Laki laki tua bernama Ang Mo Bin itu menatap kearah Shin Liong beberapa saat lama nya , memindai dan mengukur tingkat kultivasi nya .


Tanpa banyak cing cong lagi , laki laki bernama Ang Mo Bin itu segera melesat kearah Shin Liong dengan gerakan yang luar biasa cepat nya sambil melepaskan pukulan ber tenaga besar nya .


Meskipun pukulan itu sangat cepat sekali , tetapi ternyata tidak cukup cepat untuk bisa mengenai tubuh Shin Liong .


Bukan main geram dan marah nya Ang Mo Bin mendapati diri nya cuma memukul ruangan kosong belaka , dan lawan nya tiba tiba saja sudah berada di belakang nya .


Di putar nya tubuh nya kearah Shin Liong sambil sekali lagi melancarkan serangan nya , tetapi kali ini dengan kecepatan dan kekuatan bertambah .


Namun sekali lagi pukulan orang tua bernama Ang Mo Bin ini mengenai ruang kosong saja , tanpa bisa menyentuh tubuh lawan nya .


Ang Mo Bin menghentikan serangan nya , dan sekali lagi memindai tubuh lawan nya .


Namun tetap saja yang dia lihat seorang pemuda dengan tingkat kultivasi berada di ranah Alam Taruna menengah saja .


Berulang ulang kali dia mencoba memindai kembali , tetapi yang dia lihat tetap saja hal yang sama .


"Hei anak muda !, katakan kau siapa ?" tanya Ang Mo Bin kesal .


"Kenapa bertanya lagi ?, bukankah kau mencari ku ?, akulah Kong Thai Sian itu !" jawab Shin Liong sambil tersenyum sinis .


"Ho ho ho ho, baguslah kalau begitu , kau boleh pilih , aku yang mencabut nyawa mu dengan menyiksa mu terlebih dahulu , atau kau bunuh diri mu sendiri agar bisa cepat mati nya !" kata Ang Mo Bin dengan jumawa .


"Aku lebih memilih kau cabut sendiri nyawa ku , itupun bila kau mampu , tetapi bila kau tidak mampu , akulah yang akan mencabut nyawa mu !" jawab Shin Liong tidak ber ekspresi apa apa .


"Cuih !, kau terlalu jumawa bocah , akan ku buktikan siapa itu Ang Mo Bin ini!" kata laki laki tua itu sambil kembali melancarkan serangan nya kepada Shin Liong dengan lebih gencar lagi .


Tetapi betapa pun laki laki tua itu menyerang kearah Shin Liong , selalu saja pemuda itu bisa menghindari nya , bahkan jenggot panjang nya yang putih semua itu sampai habis gundul di tarik oleh Shin Liong .


Hal itu tentu saja membuat Ang Mo Bin menjadi semakin murka saja , dan dengan satu gerakan yang sangat cepat , laki laki tua itu melemparkan ratusan jarum kecil beracun kearah Shin Liong .


Shin Liong menghindar dengan berjumpalitan diudara , tetapi dia tidak memperhatikan bahwa di belakang nya ada kedua orang istri nya .


Kedua orang wanita cantik itu memang sempat menghindar , tetapi tidak semua jarum beracun itu bisa di hindari , ada dua buah jarum beracun itu yang lolos dari pandangan mereka dan masing masing menancap di dada kedua nya .


Dewi Dewi Xuan Yi sempat terhuyung huyung beberapa saat .

__ADS_1


...****************...


__ADS_2