
Shin Liong menatap kearah ibu nya yang nampak berwajah risau itu .
"Ada apa Bu ?, apa yang terjadi ?" tanya Shin Liong .
Mulut Dewi Chang 'e tertutup rapat , seolah dia tidak bicara apapun juga , hanya bibir nya yang tersenyum .
Namun sebenar nya , lewat alam pikiran nya , dia berbicara dengan sang putra nya itu .
"Shin Liong , petaka akan segera datang , kandungan Li Lian dengan mahluk iblis itu sudah tidak ada lagi di rahim nya , itu berarti bayi ajaib itu sudah lahir , ibu takut dia akan menjadi mahluk terkutuk yang sangat jahat serta kuat sekali , Dunia ini akan hancur oleh nya , karena , kelak dia akan menjadi mahluk terkuat di jagat raya ini , karena perpaduan antara Dewi dan mahluk Iblis !" kata Dewi Chang 'e bicara langsung kedalam pikiran Shin Liong .
Mendengar perkataan dari ibu nya itu , Shin Liong termenung beberapa saat , terasa beban di pundak nya menjadi semakin bertambah berat .
Masalah dengan Hek Lian Kauw belum selesai , kini bertambah dengan datang nya masalah baru , yaitu lenyap nya bayi ajaib perpaduan antara iblis dan Dewi itu .
Setelah memberikan pertolongan kepada Arwanwen dan Li Lian dengan meminumkan pil anti racun tidur , tidak berapa lama , sepasang suami istri itu membuka mata nya .
Kedua nya heran mendapati diri mereka terbaring di atas altar batu hitam , di dalam sebuah goa yang luas .
Shin Liong menuruti perkataan ibu nya , agar jangan menceritakan kepada siapapun , tentang kandungan Li Lian yang hilang , mereka cuma menceritakan kejadian yang mereka alami mulai dari rumah penginapan , hingga sampai kedalam goa itu .
Sementara itu , pertarungan antara Hek Koai Liong (Siluman Naga Hitam) melawan Dandasura semakin seru saja .
Kedua nya kini saling mengerahkan segenap kemampuan maksimal yang mereka miliki .
Begitu pun juga dengan Pak Siu Mo Thian dan Ban Kiok Mo , yang bertempur diatas tebing batu cadas hitam .
Kedua sahabat karib seperti saudara itu bertarung hidup mati , mengerahkan segenap kemampuan yang mereka miliki masing masing .
Kini pertarungan kedua nya , sudah mencapai jurus yang ke dua ribu , dan kedua nya kini bertarung di dasar Koai Liong kok (Lembah Naga Siluman) .
Di atas batu cadas tertinggi di tebing itu , bayi ajaib itu masih berada di sana , tanpa tangis sedikit pun juga , se akan menikmati keadaan nya .
Bayi perempuan yang sangat cantik berambut merah dan memiliki pupil mata yang juga merah itu , menggerak gerakan kedua kaki nya , tanpa terdengar satu tangisan pun yang keluar dari mulut nya .
Tidak berselang lama , berkelebat bayangan kuning dari langit kearah bayi ajaib itu , seakan bayangan itu jatuh menembus langit .
Bayangan itu adalah seorang wanita cantik berperawakan ramping , namun memiliki kulit yang kuning semua nya .
Karena itulah dia di juluki Oei Bin Mo Li ( Iblis betina muka kuning) .
Iblis betina ini adalah mahluk dari dimensi lain yang menembus dimensi ruang waktu , mencari keberadaan bayi ajaib itu .
Iblis betina ini , seorang pengembara ruang waktu , yang sudah hampir seribu tahun tidak lagi terdengar kabar berita nya lagi .
"Hi hi hi hi , pencarian ku tidaklah sia sia , keberadaan bayi ajaib ini ternyata benar benar berada di Dunia rendah ini , hi hi hi hi , setelah menyantap bayi ini , aku tidak akan bisa di kalahkan oleh siapapun juga , aku akan menjadi Raja di seluruh semesta Raya ini hi hi hi hi !" derai suara tawa dari Oei Bin Mo Li menggema naik ke angkasa .
Namun baru saja iblis betina itu ingin menjamah bayi ajaib itu , tiba tiba tenaga nya hilang begitu saja .
Saat dia menjauh dari bayi ajaib itu , tenaga nya langsung pulih seperti sedia kala nya , tetapi ketika dia kembali mendekati bayi itu , tenaga nya pun lenyap lagi .
Bukan nya menyerah , tetapi hal itu malah membuat iblis betina ini menjadi bertambah bersemangat .
Dengan tertawa cekikikan , iblis betina itu segera merapalkan mantera mantera Hoat Sut (ilmu Sihir) .
__ADS_1
Namun baru saja dia bangkit dan bermaksud mengangkat bayi ajaib itu , tiba tiba dari atas langit , kembali muncul seberkas cahaya merah yang langsung menabrak iblis betina itu .
Dengan berjumpalitan di udara , iblis betina itu menghindari tabrakan dari sinar merah tadi .
Ternyata cahaya merah itu adalah seorang laki laki tua berwajah aneh , dengan bibir mirip bibir keledai , kuping mirip kuping babi , dan mata seperti mata burung hantu .
Melihat siapa yang baru saja datang itu , tiba tiba wajah iblis betina menjadi terlihat semakin keruh saja .
Laki laki tua yang baru datang itu bernama Koay Bin Lo Mo (Iblis tua muka aneh) , salah seorang iblis pengembara antar dimensi , yang juga sudah hampir seribu tahun , tidak pernah terdengar kabar berita nya lagi .
Kini para Iblis tua sudah mulai berdatangan ke Koai Liong kok , hanya untuk memperebutkan seorang bayi merah kecil .
"Serahkan bayi kecil itu untuk ku Mo Li !, dan kau boleh pergi dengan aman tanpa tergores sedikit pun juga !" kata kakek tua berwajah aneh itu .
"Hei Lo Mo pikun , sejak kapan kau dengar Mo Li takut pada seorang Lo Mo pikun ?, kau mimpi atau memang sudah pikun heh ?" bentak Oei Bin Mo Li geram .
Merah padam muka Koay Lo Mo mendengar bentakan dari Oei Bin Mo Li .
"Wanita ****** yang tidak bisa di beri nasihat , jangan menyesal bila nyawa mu melayang hari ini !" Koay Lo Mo balas membentak sambil mengirimkan pukulan jarak jauh nya .
Iblis betina itu menghindari kesamping kanan , lalu dengan kecepatan luar biasa , dia bergerak kearah kiri Koay Lo Mo , lalu melepaskan pukulan kearah pelipis iblis tua itu .
Tidak ada kesempatan untuk menghindar lagi , iblis tua terpaksa membenturkan pukulan nya pada pukulan iblis betina itu .
"Bum !" ...
Sebuah dentuman dahsyat terdengar menggema diatas tebing itu , saat pukulan kedua iblis tua itu beradu .
Masing masing dari kedua nya terpental jauh kebelakang , dan jatuh di dasar lembah .
Kedua iblis tua ini bergerak seperti lesatan bayangan saja lagi yang terlihat oleh mata , karena tinggi nya tingkatan kesaktian kedua nya .
Beberapa kali pula terjadi tabrakan antara kedua bayangan cahaya itu , sehingga menghasilkan suara dentuman yang sangat nyaring sekali .
Hingga ribuan jurus berlalu , belum ada satupun yang terlihat akan kalah atau pun menang .
Pertarungan antara Hek Koai Liong dan Dandasura pun berlangsung dengan sangat seru nya .
Tetapi lama kelamaan, terlihat juga , jika Dandasura sedikit kalah energi dibandingkan Hek Koai Liong .
Secara perlahan namun pasti , kini Dandasura mulai terdesak sedikit demi sedikit .
Pada saat yang bersamaan , pertempuran antara dua sahabat pak Siu Mo Thian dan Ban Kiok Mo sudah mencapai puncak nya .
Karena kedua nya sama sama kuat dan sama sama sakti , akhirnya mereka melepaskan pukulan pamungkas mereka dengan di sertai energi maksimal nya masing masing .
"Bum !" ...
terdengar suara dentuman sangat nyaring , hingga menggetarkan seisi lembah itu , ketika pukulan pamungkas kedua nya beradu di udara .
Tubuh kedua nya terlempar sejauh puluhan depa kebelakang , lalu jatuh tertelentang dengan darah segar membuncah keluar dari mulut masing masing .
Kini antara kedua nya , tidak ada seorang pun yang menang atau pun kalah , karena kedua nya , sama sama terluka dalam sangat parah sekali .
__ADS_1
Kedua laki laki bersahabat karib itu terbaring telentang entah sudah mati , atau masih hidup .
Sedangkan pertarungan antara dua tokoh tua Koay Lo Mo dan Oei Bin Mo Li juga berlangsung dengan sangat sengit sekali .
Karena tataran tingkat kultivasi mereka yang setara , sangat sulit untuk menentukan siapa yang lebih unggul diantara mereka berdua .
Hingga ribuan jurus berlalu , keadaan masih tetap sama , tanpa ada yang kalah dan menang nya .
Akhirnya kedua iblis tua ini masing masing mundur kebelakang beberapa tindak , sambil mempersiapkan serangan pamungkas mereka .
"Kau memang hebat Mo Li , se umur hidup ku , cuma kau yang dapat mengimbangi serangan ku , tetapi jangan girang dulu Mo Li , karena sebentar lagi , kau akan terkapar tanpa nyawa , aku masih menyimpan energi terakhir ku !" kata Koay Lo Mo sambil mengerahkan seluruh energi yang tersisa untuk melepaskan pukulan pamungkas nya .
"Hi hi hi hi , sekarang kau baru tahu jika Mo Li bukanlah nama kosong belaka , lakukan lah apa mau mu , aku juga masih memiliki energi yang cukup untuk meladeni mu !" kata Oei Bin Mo Li sambil mengerahkan semua energi nya yang tersisa .
Setelah merasa siap , kedua tokoh tua inipun saling hantam dengan kedua belah tangan menghadap ke arah lawan nya , masing masing .
"Bum !!" ...
Sebuah dentuman sangat dahsyat terdengar membahana di dasar lembah itu , ketika pukulan kedua tokoh tua ini saling bertemu .
Kedua nya terpental puluhan depa kebelakang , dan terjatuh di atas tanah setelah bergulingan beberapa kali .
Dari mulut , hidung , dan telinga kedua nya , mengalir keluar darah segar , menandakan kedua nya terluka sangat parah sekali .
Kedua tokoh tua itu , diam tidak bergerak lagi , entah masih hidup atau sudah mati .
Sementara itu , pertarungan antara Hek Koai Liong dan Dandasura juga berjalan sengit sekali .
Tetapi lama ke lamaan , terlihat jika Dandasura semakin terdesak hebat .
Hingga pada satu kesempatan , selagi Dandasura berjumpalitan menghindari serangan dari Hek Koai Liong , dengan kecepatan yang luar biasa cepat nya , Hek Koai Liong menyarangkan pukulan nya pada dada kiri Dandasura dengan kekuatan maksimal nya .
"Buk !" ...
Tubuh Dandasura terlempar sejauh beberapa puluh depa , dengan dada kiri yang hancur .
Dandasura tewas setelah dada kiri nya , terkena pukulan dari Hek Koai Liong dengan telak sekali .
Hek Koai Liong segera melesat keatas tebing batu cadas hitam tempat bayi ajaib itu diletakan oleh Dandasura tadi .
Tetapi betapa terperanjat nya Hek Koai Liong , setelah mendapati puncak tebing itu sudah kosong tanpa ada apapun juga .
Dia mencari kesana kemari , namun tidak melihat satu jejak ataupun petunjuk kemana hilang nya bayi ajaib itu .
Hingga mencapai dasar lembah , tidak juga dia menemukan petunjuk apapun juga , kecuali jasad kedua orang murid nya , dan sisa sisa pertarungan .
Tidak jauh dari sisa sisa pertarungan itu , nampak tubuh dua orang laki laki tua , yang seorang bertubuh pendek gemuk , dan yang seorang lagi bertubuh tinggi kurus .
Hek Koai Liong bergegas mendekati kedua orang laki laki tua itu .
"Hei kalian berdua !, apakah kalian melihat siapa yang sudah membawa bayi ku di atas sana ?" tanya Hek Koai Liong sambil menunjuk tebing batu cadas tempat Dandasura meletakan bayi ajaib tadi .
"Apa ?, bayi itu sudah hilang ?, lalu untuk apa kita bertarung hingga seperti ini , jika bayi itu sudah tidak ada lagi ?" tanya Ban Kiok Mo .
__ADS_1
"Ya , untuk apa kita bertarung mati Matian , jika yang kita perebutkan sudah tidak ada lagi !"kata Pak Siu Mo Thian sambil berusaha berdiri dengan susah payah , lalu melangkah perlahan keluar dari lembah .
...****************...