Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Akibat Angkuh .


__ADS_3

Di seberang alun alun kota Han yang sangat luas , terdapat sebuah bangunan mirip istana Kaisar , yang di kelilingi oleh sebuah tembok yang tinggi.


Bila dilihat dari luar , bangunan tinggi itu kira kira bertingkat tiga , dengan sebuah gerbang yang selalu di jaga oleh beberapa orang terdapat di depan bangunan itu .


Mungkin karena para Prajurit penjaga gerbang mengenal kereta khusus milik Gubernur Lao itu , maka tanpa bertanya lagi , pintu gerbang langsung di buka kan oleh para penjaga gerbang .


Di balik gerbang itu , sebuah halaman yang sangat luas menyambut mereka , dengan beberapa pohon Tao besar dan rindang tumbuh di sana sini .


Kereta berhenti di depan pintu rumah kediaman Gubernur yang sangat megah bertingkat tiga itu .


Kedua orang Prajurit itu mempersilahkan Shin Liong dan Putri Mei Yin untuk turun , sementara kusir kereta memarkirkan kereta di belakang bangunan itu , di tempat khusus nya .


Seorang pemuda berusia sekitar dua puluh lima tahunan keluar dari dalam rumah , setelah melihat kedua Prajurit itu datang .


"Hei Prajurit !, bukankah kau di suruh oleh ayahanda untuk memanggil Alchemist terkenal di kota Li Cuan itu kan ?, kenapa justru pemuda seperti ini yang kau bawa kemari ?" tanya pemuda itu dengan ketus nya .


Kedua Prajurit muda itu membungkukan badan nya beberapa kali di hadapan pemuda itu .


"Maaf sekali Zie Kong Cu , mereka berdua ini lah Alchemist itu Kong Cu , hamba sudah menyelidiki nya , dan mereka benar benar Alchemist yang dicari tuan Gubernur itu !" kata salah seorang Prajurit muda itu .


"Apa ?, tampang seperti mereka ini Alchemist terkenal itu ?, kau jangan mengada ada Prajurit , bila salah , bisa bisa kepala mu putus nanti nya !" kata pemuda itu lagi .


Wajah kedua orang Prajurit muda itu menjadi pucat pasi mendengar kata kata dari pemuda itu .


"Kalau tampang seperti kami bukan tampang seorang Tabib , lalu seperti apa menurut mu tampang seorang tabib itu heh ?" tiba tiba terdengar suara Putri Mei Yin membentak pemuda itu .


Pemuda itu menatap kearah putri Mei Yin dengan tatapan yang tidak senang , "Diam lah kau perempuan , jangan bersuara lebih nyaring dari pada laki laki , dia saja dari tadi tidak berani bicara di hadapan ku , mengapa kau yang menggonggong terus !" ucap pemuda itu sambil tersenyum sinis pada Shin Liong dan putri Mei Yin .


"Aku bukan nya takut bicara pada mu , tetapi aku malas bicara dengan an*ing berbentuk manusia seperti kau ini !" kata Shin Liong sambil menuding kearah pemuda itu .


Mendengar ucapan dari Shin Liong itu , bukan main marah nya pemuda itu , merah padam wajah nya menatap mata Shin Liong .


Tiba tiba jantung nya terasa berdetak keras serasa mau pecah ketika dari dalam mata Shin Liong memancar cahaya putih terang yang masuk kedalam mata nya .


Meskipun tingkat kultivasi pemuda ini cukup tinggi bagi tataran pemuda se usia nya , yaitu tingkat Alam Raja akhir , tetapi tetap saja dia tidak mampu menerima aura dari kilatan mata Dewa milik Shin Liong yang menusuk masuk kedalam mata nya , dan mengganggu jantung nya .


Cairan merah langsung bercucuran keluar dari hidung pemuda sombong itu .


Karena mengira itu ingus biasa , pemuda itu mengeluarkan nya di samping teras rumah nya .


Tetapi betapa sangat terperanjat nya dia , ketika mengetahui bahwa yang keluar dari hidung nya itu adalah darah segar .


Dia berusaha menahan cucuran darah itu sebisa mungkin , tetapi darah masih saja keluar dari hidung nya , bahkan kini dari mulut nya juga .


"Sekarang katakan kepada ku , apa yang kau sombong kan heh ?, harta benda dan kedudukan orang tua mu ?, iya ?, lalu kau mempunyai apa heh ?, semua ini milik orang tua mu , bukan hasil kerja mu , tak patut kau bangga dengan harta dan jabatan yang bukan milik mu !" terdengar suara Shin Liong menggelegar , memecah kesunyian .

__ADS_1


Pemuda itu tidak lagi bisa menjawab


Pertanyaan dari Shin Liong , karena dia sedang disibukan oleh darah yang terus keluar dari mulut dan hidung nya itu .


"Ada apa ini , kenapa Yan Zie heh , apa yang terjadi !" tiba tiba terdengar suara teguran dari dalam rumah .


Bersamaan dengan itu , dari dalam rumah muncul dua orang laki laki tua .


Yang seorang laki laki usia enam puluh tahunan , berbadan agak gembrot , dengan kepala botak sebagian .


Yang seorang lagi , adalah seorang pendeta berusia sekitar tujuh puluh tahun , bertubuh jangkung , bertongkat kayu berwarna hitam dengan ukiran bunga teratai di gagang nya , dan di dada nya ada lencana Kok Su (Guru negara) .


"Ampun yang mulia , ada kejadian sedikit , saya datang membawa Alchemist terkenal dari kota Li Cuan itu tuan , tetapi Zie Kong Cu tidak percaya pada nya , lalu terjadi kesalah pahaman dan tanpa sebab apapun , tiba tiba Zie Kong Cu keluar darah dari hidung dan mulut nya !" kata Prajurit muda itu menjelaskan .


pendeta berusia sekitar tujuh puluh tahun itu mendengus tidak senang , mata nya melotot kearah Shin Liong .


"Kau apakan murid ku , cepat katakan , murid ku kau apakan ?" teriak pendeta itu .


"Kau tanya saja pada orang orang yang ada di sini , apakah dia ku pukul , ku tendang ?, atau ku apakan ?, kau bisa bertanya pada mereka kan ?" Shin Liong balas bertanya .


"Tidak kok Cu !, kami sendiri menyaksikan , Kong Cu tidak melakukan apa apa kepada Zie Kong Cu , tiba tiba saja Zie Kong Cu keluar darah dari hidung dan mulut nya !" kata Prajurit muda itu menjelaskan .


"Huh kalian bodoh !, tahu apa heh !" kata pendeta itu sambil memeriksa seluruh tubuh Zie Kong Cu , namun tidak ada tanda tanda jika pemuda itu terkena pukulan maupun totokan .


Zie Kong Cu seperti terkena serangan lewat Khing Kang (ilmu serangan lewat suara) , tetapi sedari tadi dia tidak mendengar ataupun merasakan ada serangan lewat ilmu Khing Kang itu .


Pendeta itu segera memberikan Zie Kong Cu sebutir pil penyembuh luka dalam .


Setelah beberapa saat , Zie Kong Cu berhenti mengeluarkan darah .


Gubernur menatap kearah Shin Liong dengan rasa tidak senang nya .


Apalagi Shin Liong masih sangat muda , rasanya tidak mungkin jika pemuda ini adalah seorang Alchemist tingkat sembilan , karena yang dia tahu , cuma Alchemist tingkat sembilan lah yang dapat membuat pil dengan kualitas bintang sembilan pula .


Tetapi sebagai seorang pimpinan , dia tekan dalam dalam rasa tidak senang nya itu .


"Apa benar kau seorang Alchemist tingkat sembilan itu ?" tanya Gubernur .


"Saya tidak mengerti itu Lao Taijin , tetapi satu hal yang bisa saya pastikan , jika pil pil yang di jual di kota Li Cuan itu , memang buatan saya !" jawab Shin Liong .


Sang Gubernur tersenyum simpul mendengar pengakuan dari Shin Liong ini .


Dia masih punya seribu cara untuk membalas tindakan pemuda itu kepada putra nya , pikir nya .


"Baiklah Wu Cu !, kau boleh mengobati istri ku , bila berhasil , kau akan mendapatkan Tail emas satu cincin ruang kelas satu penuh , tetapi bila gagal , kepala mu akan ku pancung karena sudah berani menipu ku , ayo sembuh kan istri ku !" kata gubernur Lao dengan nada mengancam .

__ADS_1


Shin Liong tersenyum mendengar perkataan Dari sang Gubernur itu .


Mereka segera melangkah memasuki kamar tidur sang istri Gubernur ini .


Diatas tempat tidur , nampak seorang wanita cantik usia tiga puluhan tahun , terbaring lemah dengan perut yang membuncit .


Sekilas Shin Liong sudah tahu jika ini bukan penyakit sihir , tetapi penyakit biasa .


"Ini bukan sihir ataupun penyakit kiriman Lao Taijin , tetapi penyakit biasa !" kata Shin Liong .


"Haah ?, nah mulai ketahuan yang mulia , jika pemuda ini berdusta , seluruh dukun bilang ini sihir kiriman , cuma dia yang bilang ini penyakit biasa !" kata sang pendeta menghasut sang Gubernur .


"Aku tidak perduli sakit sihir kiriman , atau sakit alami biasa , yang ku ingin kan adalah istri ku sembuh , dan jika tidak. Jangan harap kalian pulang dengan selamat !" kata sang Gubernur sambil tersenyum kemenangan .


Dia yakin pemuda pendusta ini akan tewas di tangan algojo besok pagi , karena sudah ratusan tabib dan dukun yang di datang kan , tak satupun yang berhasil .


Seorang gadis cantik seusia Mei Yin masuk kedalam kamar itu .


Dia menatap kearah Shin Liong beberapa saat , lalu beralih kepada putri Mei Yin beberapa saat juga .


"Huh !, manusia manusia hina macam ini mana mampu mengobati ibu , yang tua dan berilmu tinggi saja tidak mampu , apa lagi dengan yang macam ini , ayah ada ada saja !" ucap gadis itu ketus .


"Aku tidak masalah , dia Tabib atau penipu , yang pasti , besok pagi , kepala nya akan menggelinding di alun alun !" jawab sang gubernur dengan senyum kemenangan .


"Yah benar , besok hari aku ingin melihat kepala nya jatuh di alun alun kota Han ayah , hi hi hi hi !" kata dara cantik itu sambil tertawa dan berjingkrak jingkrak kegirangan .


"Baiklah Lao Taijin, ingat janji Lao Taijin, bila kami berhasil mengobati istri Taijin , maka sebuah cincin ruang kelas satu berisi tail emas penuh menjadi milik kami , bila Taijin curang , maka saya pastikan kediaman Taijin beserta semua isi nya akan musnah !, ingat ingat lah itu Taijin , sekarang saya akan mengobati istri Taijin , silahkan kalian semua keluar dari kamar ini , biarkan saya dan istri saya yang bekerja disini , Taijin siapkan saja hadiah untuk kami besok !" kata Shin Liong mulai tidak suka dengan sifat sang Gubernur ini .


Dengan senyum kemenangan nya , sang Gubernur mengajak semua nya untuk keluar dari tempat itu .


"Meme , menurut penglihatan ku , beliau menderita daging tumbuh didalam perut nya , bila tidak di keluarkan , daging itu akan menghimpit jantung nya , dan bisa membawa kematian , bagai mana meme menurut penglihatan mu ?" tanya Shin Liong kepada putri Mei Yin .


Kakak benar , di dalam perut nya ada daging tumbuh , bila tidak di keluarkan , tidak lama lagi nyawa nyonya ini bisa celaka , jalan satu satu nya adalah membelah perut nya kak , saya pernah membantu ayah melakukan itu kepada seorang pasien nya dahulu !" jawab Putri Mei Yin .


Mendengar percakapan sepasang suami istri muda ini , istri sang Gubernur menjadi pucat pasi .


Baru saja dia mau berteriak meminta tolong , sebuah jari kecil milik Mei Yin segera menotok urat syarafnya, sehingga dia tidak bisa bergerak dan bersuara .


Shin Liong segera menotok urat saluran darah wanita itu di beberapa tempat , agar tidak ada darah yang keluar ketika mereka membelah perut nyonya Gubernur itu .


Putri Mei Yin mengeluarkan beberapa peralatan dari dalam cincin ruang milik nya , juga beberapa macam botol aneh .


Sambil menyerahkan sebilah pisau kecil yang sangat tajam peninggalan sang ayah , Mei Yin berkata , "ini pisau nya kak , kau belah dari sini sampai ke sini !" sambil menunjuk kearah perut nyonya Gubernur itu .


Tanpa ragu ragu lagi , Shin Liong segera menggoreskan pisau kecil yang sangat tajam itu ke kulit perut nyonya Gubernur .

__ADS_1


...****************...


*Cincin ruang kelas satu dengan ruang sekitar lebar lima meter , panjang lima meter , dan tinggi lima meter .


__ADS_2