Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Rencana penyusupan.


__ADS_3

Ar Wan Wen menatap kearah anak menantu nya itu, "nak!, berjanjilah kepada ayah!, kau akan merahasiakan bahwa kau adalah pewaris tunggal dari guru Sian Wu, bila orang lain tahu, maka seluruh pendekar di dunia ini akan mengejar mu untuk merebut cincin ruang dimensi itu nak, kau tahu nak, barang siapa dapat menguasai Dunia Taman Lokapala itu, dia kan menduduki puncak kultivasi di seluruh semesta raya ini, karena segala sumber daya yang mendukung akan hal itu, sudah cukup tersedia dan berlimpah di sana, bahkan ramuan untuk membuat pil surgawi saja cuma ada di sana!" kata Ar Wan Wen.


"Saya sudah berjanji kepada diri saya sendiri, kepada Sian Wu Fu Chen Cao, kepada meme Mei Yin, bahwa saya akan merahasiakan tentang keberadaan Taman Lokapala itu sendiri, serta tidak akan mengijinkan siapapun memasuki nya, tanpa seijin meme Mei Yin sendiri selaku penunggu dan penjaga taman Taman Lokapala itu!" jawab Shin Liong.


"Mei Yin?, apakah yang kau maksudkan Fu Mei Yin?, putri dari guru Sian Wu sendiri?" tanya Ar Wan Wen.


"Benar ayah!, dialah Yok Sian (Dewi obat),tetapi konon tidak ada seorang pun yang pernah melihat wajah asli dari sang Dewi itu selama ini!" jawab Shin Liong .


"Tidak juga nak, adik seperguruan ku yang bernama Diao Hu Liang pernah sekali melihat wajah sang Dewi itu selagi masih gadis kecil,dan adik Hu Liang langsung tergila gila melihat kecantikan nya, karena itu lah, maka guru mengungsi kan putri nya yang cantik jelita itu ke Dunia Taman Lokapala, dan itu pulalah salah satu alasan dari adik Hu Liang sehingga berambisi sekali menguasai cincin ruang dimensi itu!" kata Ar wan Wen.


"Kalau begitu, dengan kematian dari paman Hu Liang itu, berarti tidak ada seorang pun lagi yang pernah melihat wajah asli sang Yok Sian itu ayah!" kata Shin Liong.


Dengan tersenyum, Ar wan Wen menggelengkan kepala nya, " tidak juga nak, bila perkiraan ku tidak salah, masih ada seorang pemuda lagi yang pernah melihat wajah sang Yok Sian itu!"...


"Siapakah orang itu ayah?" tanya Shin Liong penasaran.


Ar wan Wen kembali tersenyum lebar sembari menatap kearah Shin Liong, "cuma kau yang tahu, siapa pemuda yang pernah melihat wajah asli dari sang Dewi itu nak, tanya hati mu, dan jawab sendiri nak!"...


Shin Liong Menundukkan kepala nya, dia tahu apa yang di maksudkan oleh mertua nya itu.


"Maafkan Liong ayah!" kata Shin Liong perlahan.


"Tidak ada yang salah nak!, tidak ada pula yang perlu di maafkan, dia adalah tanggung jawab mu, hidup nya di bawah perlindungan mu, satu hal yang ayah minta kepada mu, jaga dia baik baik, cuma kau yang dia miliki kini nak, jangan sia siakan dia!" pinta Ar wan Wen kepada anak menantu yang mulai di sukai nya itu.


Sementara itu, A Yong yang mendengarkan dua orang laki laki itu berbicara, cuma diam mendengarkan, tanpa mengerti satu pun maksud nya.


Meskipun begitu, dia enggan bertanya, karena dia tidak ingin ikut campur urusan sang ayah nya itu.


"Lantas bagai mana cara nya kita masuk ke sarang mereka?, sedangkan aku tidak begitu jelas mengingat semua nya, karena saat peristiwa itu terjadi, aku dan ibu mu seperti melihat sesuatu kejadian dari jauh, tanpa bisa bertindak apa pun juga!" tanya Ar Wan Wen.


"Saya sendiri yang akan masuk ke sarang mereka ayah, kalian tunggu di sini saja sampai saya kembali!" kata Shin Liong menegaskan.


"Aku tidak akan membiarkan ayah sendirian kesana menentang bahaya, aku akan ikut bersama ayah!" tegas A Yong setelah mendengar keputusan Shin Liong itu.


"Tidak nak!, kau tidak boleh ikut, cuma ayah sendiri lah yang mampu melakukan nya, tidak akan terjadi apapun kepada ayah, percaya lah nak!" ujar Shin Liong menjelaskan kepada A Yong.


"Ayah mu benar nak, kau tidak usah menyertai ayah mu, atau justru kau membahayakan ayah mu, ayah mu tentu tahu apa yang akan dia lakukan, seorang Dewata muda, tidak akan bisa dengan mudah dijatuhkan oleh orang lain, meskipun itu Dewa sekalipun, percayalah nak!" kata Dewi Chang 'e dari belakang mereka.


"Tetapi nek,,,!"kata kata A Yong tertahan, karena sang nenek sudah menyela kata kata nya.


"Tidak nak!, kali ini tidak ada tapi tapi nya, nenek minta, A Yong turuti kata kata ayah nak!" ujar Dewi Chang 'e dengan lembut, tetapi sangat jelas terdengar ketegasan disana.


"Nenek mu benar nak, turuti lah kata kata ayah dan nenek mu nak!, kali ini Li Lian bersuara.

__ADS_1


"Tetapi ayah harus berjanji akan kembali kesini dengan selamat secepat nya!" kata A Yong mengalah.


Shin Liong menatap putra sulung nya itu yang lebih tepat nya bisa di bilang sahabat itu dengan tatapan bangga.


Setelah bertatapan beberapa saat, kedua pemuda itupun akhirnya saling berpelukan.


"Maafkan A Yong ayah, A Yong cuma tidak ingin kehilangan ayah untuk kedua kali nya!" ucap nya pelan.


"Tenanglah nak!, ayah pasti akan kembali pada kalian semua, karena cuma kalian harta terindah yang ayah miliki, selama ayah tidak berada di sini, tugas mu menjaga kedua ibu mu beserta nenek dan kakek ya!" kata Shin Liong sambil menepuk bahu putra nya.


Setelah selesai makan, Shin Liong segera bersiap siap untuk pergi menuju ke tempat markas besar pemimpin mahluk Orgo yang bergelar Kaisar Dewa itu.


"Kakak!, berhati hati lah, meme tidak ingin kehilangan Kaka!" kata putri Xuan Yi sambil memeluk Shin Liong dengan mata yang berkaca kaca.


"percayalah kepada ku, aku akan datang menjemput kalian, kalian bisa menunggu ku di kota di dalam ceruk batu!" jawab Shin Liong.


Selanjut nya, dia bersimpuh memeluk kaki sang ibu nya, "Bu, aku akan berangkat sekarang, dan aku akan melepaskan tirai gaib ini Bu, bawa mereka semua ke kota di ceruk batu!"...


Dewi Chang 'e mengangkat tubuh sang putra, selanjutnya memeluk nya dengan erat, "kau kebanggaan ibu nak!, pergilah, kakek mu akan mengawasi mu dari kejauhan, doa dan restu ibu menyertai mu putra ku!, pergi dan selamatkan umat manusia yang masih tersisa!"...


Shin Liong segera melepaskan tirai gaib punggung kura kura nya, selanjutnya, dalam waktu sekedipan mata saja, tubuh nya sudah berubah menjadi tubuh makhluk Orgo yang tinggi besar itu.


Melihat kejadian itu, semua nya tercengang menatap betapa dalam sekejap mata, Shin Liong bisa merubah penampilan nya sedemikian rupa.


Sebelum melangkah memasuki portal itu, putri Xuan Yi dan Dewi Nuwa terlebih dahulu memeluk sang suami mereka itu.


"Kakak!, pergilah berjuang, dan kembalilah dengan selamat untuk kami!"...


"Percayalah Dewi!, meme!, saya akan menjemput kalian, tunggulah di kota di dalam ceruk itu!" ujar Shin Liong.


Satu persatu mereka memasuki portal yang di ciptakan oleh Dewi Chang 'e menuju ke kota di dalam ceruk batu di tengah lautan pasir hisap.


Kini tinggal Shin Liong sendirian yang sudah menjelma menjadi salah satu mahluk Orgo itu.


Segera Shin Liong melangkah cepat menembus kerimbunan hutan, berkelebat menuju ke arah utara.


Tidak terlampau jauh di Utara, berjejer pegunungan Lin Mao, sebuah gugusan pegunungan batu cadas berwarna merah darah.


Sebelum memasuki markas mahluk itu, Shin Liong terlebih dahulu harus melumuri tubuh nya dengan daran mahluk itu, agar bisa mengecoh penciuman mahluk itu yang cukup tajam.


Untunglah tidak terlampau jauh berjalan, Shin Liong bertemu dengan salah satu mahluk itu yang segera menyapa diri nya.


"Hei!, kau dari mana saja heh?" tanya mahluk itu kepada Shin Liong.

__ADS_1


"Aku baru saja mengejar bayangan seekor kelinci yang lari, tetapi bayangan itu hilang begitu saja!" jawab Shin Liong ber dusta.


"Heh itu penglihatan mu saja, sudah puluhan tahun disini, tidak ada binatang satu pun yang terlihat, kau mengada ada atau mengkhayal heh?" tanya mahluk itu.


"Ah mungkin kau benar!, aku sangat lama tidak merasakan daging binatang, sehingga timbul bayangan macam macam!" jawab Shin Liong lagi, sambil berjalan ke arah tadi mahluk itu datang.


"Hei!, kau mau kemana lagi heh?" tanya mahluk itu.


"Bukan kah arah kita pulang kesana?" tanya Shin Liong sambil menunjuk ke Utara.


Nampak mahluk itu menjadi gusar kepada Shin Liong .


"Hei!, apa kau mau mati di ***** jendral utama heh?, itu arah ke tempat sang Kaisar yang di jaga oleh ribuan prajurit ber kesaktian tinggi, arah kita ke sana, tapi tunggu tunggu, kenapa aku mencium bau hewan yang bernama manusia itu di tubuh mu, atau jangan jangan kau seorang pejantan kah?" tanya mahluk itu ragu ragu kepada Shin Liong .


Pejantan adalah salah satu mahluk tersempurna diantara mahluk mahluk yang ada itu, mereka di tentukan setelah pemeriksaan yang ketat, dan bertugas untuk membuahi para gadis dan wanita manusia, demi menciptakan satu ras yang terhebat.


Tentu saja tidak semua wanita mendapatkan kehormatan menjadi induk semang nya, cuma yang tercantik dan tersempurna pulalah yang berhak menjadi induk semang nya.


Maka nya di dalam kelompok mahluk Orgo itu, tercipta tiga ras.


Yang pertama ras kera manusia, yaitu bentuk kera lebih mendominasi tubuh nya, karena hasil persilangan antara wanita manusia dan mahluk Orgo jantan, dan inilah ras ter atas di kelompok ini.


Lalu yang kedua, ada ras manusia kera, ras ini dianggap ras kelas dua, karena hasil persilangan antara laki laki manusia dan wanita mahluk Orgo itu.


Dan yang ketiga ada ras manusia Orgo nama nya, sebagai hasil persilangan antara kera manusia dan manusia kera, umum nya mereka berbentuk wanita cantik cantik dan laki laki tampan yang memiliki bulu di sekujur tubuh nya.


Shin Liong menatap kearah mahluk itu dengan waspada, karena nampak nya, mahluk itu sudah mulai curiga kepada nya.


"Tidak!, tidak!, aku bukan pejantan!" jawab Shin Liong sambil bergerak dengan sangat cepat nya, dan sebuah anak panah tiba tiba menancap di tenggorokan mahluk itu.


Tanpa banyak bersuara, mahluk itupun tewas tumbang ketanah tanpa sempat menyadari siapa mahluk di depan nya, dan apa yang telah terjadi.


Segera Shin Liong melumuri beberapa bagian tubuh nya dengan darah mahluk itu, agar bau manusia nya menjadi samar oleh bau mahluk itu.


Setelah semua nya selesai, maka dengan santai nya Shin Liong yang sudah merubah bentuk tubuh nya menjadi mahluk Orgo itu, berjalan kearah yang tadi di tunjukan oleh mahluk Orgo itu.


Tidak terlalu jauh berjalan, mendekati tebing batu cadas merah, terlihat sebuah lobang goa yang sangat besar terbuka menganga, menghadap ke selatan dengan di kiri dan kanan di jaga oleh prajurit Orgo yang sangat banyak sekali.


...****************...


Mohon maaf bila ada kalimat yang salah, baik penulisan maupun tata bahasa nya.


Terus terang ini juga author paksakan, sebenar nya, mata author masih dalam perawatan, alias rawat jalan, dan belum ada kemajuan yang berarti.

__ADS_1


Terimakasih atas dukungan dan pengertian nya, meskipun cuma satu episode yang author up date setiap hari nya.


__ADS_2