
Para siluman ikan itu terus berdatangan dari dalam laut , seperti tidak pernah habis habis nya .
Dewi Xuan Yi terus mengamuk dengan pedang pendek nya , membabat dan menusuk mahluk itu .
Siapa saja para siluman ikan itu yang kebetulan berada dekat dengan nya , sudah bisa di pastikan , akan menemukan kematian mereka .
Begitu pula dengan Shin Liong , meskipun dengan tangan kosong , tetapi rata rata lawan yang terkena hantaman kepalan tangan nya , bisa dipastikan , kepalanya akan remuk seperti dihantam dengan batu sebesar gajah bunting .
Setelah beberapa saat lama nya , kini tidak ada lagi para siluman ikan yang keluar dari dalam laut itu .
"Apakah mereka telah habis kak ?" tanya Dewi Xuan Yi .
"Kurasa tidak me me , mungkin mereka mulai sadar bahwa tidak bakalan mampu mengalah kan kita berdua !" sahut Shin Liong .
"Atau mungkin mereka membuat rencana baru kak !" kata Dewi Xuan Yi .
"Hm , mungkin juga me , atau kita lihat kedasar laut ini , ada apa disana ?"tanya Shin Liong kepada sang istri nya itu .
"Bagai mana kakak bisa menembus laut , kakak kan manusia bukan bangsa ikan , juga bukan bangsa Bidadari yang memiliki kemampuan menembus laut ?" tanya Dewi Xuan Yi lagi .
"Tenang lah , aku justru mau mencoba nya , menurut kakek barusan , setelah bisa mencapai ranah Dewa Agung , udara bukan lagi masalah bagi ku , aku bisa hidup di dalam laut , bahkan di ruang hampa udara sekalipun !" jawab Shin Liong menjelaskan .
Dewi Xuan Yi adalah Mahluk Bidadari yang memiliki keistimewaan sendiri , bisa bernafas di dalam air , berbeda dengan Shin Liong yang manusia sejati .
Sepasang suami istri ini segera melesat masuk kedalam laut , dan secara ajaib , Shin Liong tidak merasa ada perbedaan di darat menghirup udara dengan di dalam air sekarang dengan menghirup air untuk bernafas , bahkan dia tidak kesulitan untuk berbicara dengan sang istri .
Shin Liong dan Dewi Xuan Yi terus melesat masuk ke kedalaman dasar laut itu , hingga mencapai dasar nya .
Jauh di selatan pulau Liong To itu , tepat nya didasar lautan , terlihat sebuah istana yang sangat megah sekali , di lingkupi oleh sebuah kubah transparan yang luar biasa besar nya .
Di gerbang kubah besar itu , terlihat empat orang Prajurit bermulut mirip ikan lele , sedang bertugas menjaga gerbang kubah besar itu .
Melihat ada sepasang manusia berjalan di dasar laut , seperti berjalan di daratan , ke empat orang Prajurit itupun merasa heran , dan segera bersiap siap menahan kedua orang manusia yang berjalan kearah gerbang kubah itu .
"Berhenti !, kalian para manusia , tidak di ijin kan memasuki tempat kami ini !" kata salah satu Prajurit siluman ikan itu .
"Aku tidak memerlukan ijin siapapun untuk masuk ketempat mana pun di semesta raya ini !" kata Shin Liong sambil terus melangkah memasuki gerbang kubah itu .
"Keparat , kalian tidak mengindahkan peringatan ku , kalau begitu , biar ku cabut saja nyawa mu sekarang !" kata mahluk siluman laut itu sambil menyerang kearah Shin Liong dan Dewi Xuan Yi dengan tombak di tangan nya .
Shin Liong segera menghindar kesamping kiri sambil mengirimkan kepalan tangan nya ke arah muka mahluk itu .
"Prak !"...
Kepala mahluk itu langsung pecah berantakan , berhamburan di air laut .
Ketiga teman nya yang tadi masih diam , tetapi setelah melihat seorang teman mereka tewas di pukul tamu tak di undang itu , mereka segera maju serentak , menyerang kearah Shin Liong dengan tombak terhunus nya .
Sambil berkelit ke kanan dan ke kiri , kepalan tangan Shin Liong pun tanpa ampun menghantam muka para Prajurit siluman ikan itu hingga hancur berhamburan .
Tidak memerlukan waktu yang sangat lama untuk menghabisi ketiga Prajurit penjaga gerbang kubah besar itu .
__ADS_1
Setelah semua Prajurit penjaga gerbang itu tewas , Shin Liong dan Dewi Xuan Yi segera melangkah memasuki gerbang kubah besar itu .
Untuk mencapai kubah inti , mereka harus berjalan melewati lorong yang lebar sepanjang beberapa puluh depa .
Disepanjang lorong ini , ternyata banyak Prajurit siluman ikan yang berlalu lalang , sehingga bentrokan demi bentrokan , tidak bisa di elakan lagi .
Setelah berhasil menumbangkan para Prajurit siluman ikan itu , Shin Liong dan Dewi Xuan Yi akhir nya akhirnya tiba di ujung lorong .
Sebuah gerbang terbuat dari besi tebal menanti di depan mereka , dengan sepuluh orang Prajurit makhluk siluman ikan , menjaga di depan nya .
Melihat kedatangan Shin Liong dan Dewi Xuan Yi , sepuluh orang Prajurit siluman ikan itu segera bergerak mengurung kedua nya , dengan senjata pedang lentiknya .
Namun dengan gerakan yang sangat cepat sekali , kedua nya menghindar , sekaligus memberikan pukulan dan tendangan kepada semua mahluk Siluman Ikan itu.
Hanya dalam beberapa kali gebrakan saja , semua Prajurit siluman ikan itu tewas dengan keadaan yang sangat mengenaskan sekali .
Setelah semua Prajurit siluman ikan penjaga gerbang lorong itu tewas , Shin Liong mendorong pintu itu .
Ternyata di balik pintu itu , terdapat sebuah istana sangat megah sekali , terbuat dari batu pualam putih dan biru , dengan ukiran terbuat dari emas bertabur permata .
Istana itu sangat besar sekali , mungkin empat kali lebih besar dari pada istana Kaisar yang paling besar yang pernah Shin Liong temukan , dengan bangunan nya bertingkat tiga .
Empat buah menara tinggi terdapat di ke empat sudut istana itu .
Sebuah taman yang sangat indah sekali , menghiasi samping kanan dan kiri istana itu .
Baru saja mereka masuk kedalam lingkungan istana itu , ratusan Prajurit Siluman Ikan dengan berbagai macam senjata mereka masing masing , mulai dari kapak , pedang , golok , tombak hingga panah .
Rupanya mereka ini adalah pasukan inti dari kerajaan dasar laut ini .
Meskipun para Prajurit ini termasuk memiliki kesaktian cukup tinggi , tetapi tentu saja bagi Shin Liong dan Dewi Teratai putih Dewi Xuan Yi , itu belum cukup mampu untuk membuat mereka berdua kerepotan .
Tidak lah terlampau lama waktu yang di gunakan oleh Shin Liong dan Dewi Xuan Yi untuk menghabisi mereka semua nya , hingga tidak bersisa seorang pun .
"Keparat kalian berani berani nya membunuhi semua Prajurit kami , kalian akan merasakan siksaan dari kami !" terdengar suara menggelegar dari dalam istana itu .
Bersamaan dengan suara itu , dari dalam istana itu , berkelebat bayangan dua orang laki laki Siluman ikan .
Yang seorang bertubuh tinggi besar , dengan sisik berwarna putih perak di sekujur tubuh nya , sedangkan mulut nya , mirip mulut ikan lele , dengan kumis lele nya di kiri kanan mulut nya .
Lelaki yang kedua bertubuh lebih tinggi lagi , memiliki sidik. Namun warna nya kuning ke emasan .
Di sepanjang tulang belakang mereka , nampak sirip seperti sirip ikan .
"Werr !, werr !, werr !, coplak !, coplak !, coplak !" ...
Laki laki tinggi besar yang memiliki sisik emas itu mengeluarkan bunyi aneh dari mulut nya , mirip suara ikan yang sedang mengambil udara di permukaan air .
"Susah payah aku mengumpulkan pengikut ku dari kalangan Siluman Ikan , dan merebut istana ini dari Raja Siluman penghuni laut ini dulu , kini dengan sekejap saja kau habisi seluruh Prajurit ku , jendral Mi Ku Do , cepat bunuh pemuda itu , dan ringkus bidadari itu untuk ku jadikan Ratu ku !" perintah Siluman Ikan bersisik emas itu .
Siluman ikan bersisik perak yang di panggil Mi Ku Do itu segera menerjang kearah Shin Liong dengan jurus jurus yang sangat berbahaya sekali .
__ADS_1
"Kakak !, biar ikan lele ini ku potong potong untuk makan siang kita nanti !" kata Dewi Xuan Yi kepada Shin Liong .
Meskipun tanpa memindai langsung , sekilas , Shin Liong sudah tahu jika jendral Siluman ikan ini berada pada ranah Dewa Laut menengah , satu tataran yang sangat jarang bisa dicapai bangsa manusia .
"Baiklah meme , tapi kalau bisa irisan nya jangan terlalu besar , ikan setua ini tentu daging nya sangat alot sekali !" kata Shin Liong menimpali ucapan istri nya .
Merah padam muka jendral Mi Ku Do mendengar perkataan kedua pemuda pemudi di hadapan nya itu .
"Keparat jaha*am !, akan ku sumpal mulut busuk mu itu dengan daging tubuh mu sendiri. Tetapi terlebih dahulu , aku akan meringkus bidadari ini !" kata jendral Mi Ku Do sambil bergerak dengan sangat cepat , menyerang kearah Dewi Xuan Yi .
Memang tujuan awal nya adalah meringkus wanita jelita itu hidup hidup , tanpa tergores sedikit pun juga .
Oleh karena itu , dia tidak menggunakan senjata. Hanya menggunakan tangan kosong saja .
Dengan tangan yang di bentangkan di kiri dan kanan nya , jendral Mi Ku Do segera bergerak menyergap tubuh Dewi Xuan Yi .
Tetapi dengan sangat lincah nya , Dewi Xuan Yi menghindar ke kiri dan ke kanan , sambil mencari celah untuk melancarkan serangan nya .
Hingga pada satu kesempatan , karena terlalu fokus untuk menyergap tubuh Dewi Xuan Yi yang luar biasa indah dan wajah nya yang cantik jelita itu , membuat pertahanan diri sang Jendral Siluman Ikan itu tidak lagi dia perhatikan .
Sambil berkelit ke samping kanan , kaki Dewi Xuan Yi melayang secepat kilat menyambar pantat sang Jendral Siluman Ikan itu .
"Buk !"...
"Bruak !"...
Bersamaan suara bergedebug , terdengar pula suara tubuh sang Jendral itu terjerembab setelah terlempar jauh di halaman istana dasar laut yang sangat luas itu .
Beberapa saat , Siluman ikan itu kesulitan untuk berdiri , karena tulang ekor nya terasa seperti hancur .
Dengan sumpah serapah yang tidak karuan karuan , Jendral Siluman ikan itu segera mengeluarkan sebilah pecut sakti nya , yang terbuat dari ekor Raja Siluman pari .
Ledakan ledakan suara pecut terdengar menggelegar di udara , mengejar tubuh Dewi Xuan Yi .
Melihat sang Jendral nya kesulitan menghadapi lawan , Siluman ikan bersisik emas itu segera melompat kehadapan Shin Liong .
"Hm !, rupanya kau yang selama ini membuat kapal dan perahu nelayan karam serta orang orang hilang tidak tahu rimba nya ya ?" tanya Shin Liong kepada Raja Siluman ikan .
"Ho ho ho ho, seluruh lautan , sekarang ini adalah wilayah kekuasaan ku , Raja yang lama sudah ku bunuh , karena tidak becus menjadi Raja Siluman ikan penguasa lautan , sekarang akulah penguasa lautan ini !" kata Raja Siluman ikan dengan nada sombong nya .
"Lalu sekarang dimana manusia manusia yang kau tawan bawa itu ?" tanya Shin Liong .
"Untuk apa kau bertanya , kau pun tidak lama lagi akan bertemu dengan mereka semua nya , sebagai cadangan makanan ku , dan wanita itu akan menjadi Ratu ku , yang melahirkan keturunan ku !" kata Raja Siluman ikan itu lagi .
"Ooh rupanya seperti itu keinginan mu , hm rasanya aku benar benar tidak bisa memaafkan diri mu Siluman ikan , biar ku belah tubuh mu dan kujadikan ikan kering , agar gantian , kau lagi yang dimakan manusia !" kata Shin Liong sambil tertawa .
Merah padam wajah Raja Siluman ikan itu mendengarkan ucapan dari Shin Liong .
Berkali kali dia memindai tingkat kultivasi pemuda di hadapan nya itu , tetapi yang dia lihat hanyalah tingkat Alam Taruna menengah saja .
...****************...
__ADS_1