
Pagi datang menghangatkan bumi setelah tidur semalaman.
Pucuk pucuk daun masih basah oleh embun yang turun.
Dewi Teratai putih menyingkap pintu tenda nya, lalu melangkah kedekat tungku, untuk menyalakan api untuk memasak air.
Shin Liong menyusul keluar dari tenda, langsung berolahraga pagi.
Seperti biasa nya, Dewi Teratai putih langsung mengajak Shin Liong untuk duet latihan ilmu bela diri.
Kali ini mereka saling serang dan saling jegal dengan gerakan yang sangat cepat sekali, sangking cepatnya, sehingga tidak bisa dilihat oleh mata biasa.
Setelah saling serang beberapa saat lama nya, akhirnya mereka beristirahat.
"Dewi, pagi ini aku ingin berburu, kulihat persediaan daging kita sudah hampir habis!" kata Shin Liong sambil meneguk teh manis yang di suguhkan oleh Dewi Teratai putih untuk nya.
Tiba tiba Dewi Teratai putih tersentak menatap telapak tangan kanan Shin Liong .
Di pegang nya tangan Shin Liong sambil memperhatikan telapak tangan nya, disana terdapat satu titik berwarna kuning sebesar biji lada bercahaya terang.
"Sayang, ini apa?, apa yang terjadi dengan mu?" tanya Dewi Teratai putih agak risau.
Shin Liong pun akhirnya memperhatikan titik seperti tahi lalat namun berwarna kuning cerah itu,serta menggosok gosok nya.
Meskipun di gosok gosok, namun tidak juga bisa di hilang kan.
Bahkan meskipun sudah di bantu oleh Dewi Teratai putih, tetapi tetap saja bercak itu tidak bisa di hilangkan.
Kini Dewi Teratai putih menjadi semakin cemas, takut terjadi sesuatu dengan Shin Liong.
"Aku akan menghubungi kakek guru lewat batin ku, menanyakan apa gerangan titik kuning emas ini?" kata Shin Liong sambil duduk bersila mengambil sikap sempurna,lantas seluruh panca indra nya, ia lepaskan, dan batin nya dia tautkan dengan batin sang kakek guru nya itu.
Saat seluruh panca Indra nya tidak lagi dia fungsikan, tiba tiba di keheningan itu dia mendengar suara sang kakek guru nya, "Shin Liong cucu ku, ketahuilah bahwa tanda titik kuning itu tidak berbahaya bagi mu, dia akan berguna bagi mu kelak untuk menolong ibu mu,itu tanda setiap kali kau berbuat kebajikan, maka akan muncul satu tanda itu, bila sudah terkumpul hingga sepuluh tanda, maka kau bisa mempergunakan nya untuk menolong ibu mu nak, tanda itu berguna sebagai cap Dewata, dimana seluruh Dewa akan bersimpuh didepan mu, kau sudah berbuat baik kepada Naga hijau itu, dengan membebaskan nya serta memberinya wilayah tempat tinggal, teruslah berbuat baik, agar bisa secepat nya menolong ibu mu!" kata kakek Qin .
"Terimakasih kakek atas petunjuk kakek, tetaplah menuntun jalan ku ya kek,aku masih sangat membutuhkan petuah dan nasihat serta pengajaran dari kakek" kata Shin Liong.
"Tentu saja cucu ku, kakek akan selalu memperhatikan mu nak, teruslah berbuat kebajikan, dan bila waktu nya tiba,kau akan berkumpul dengan ibu mu nak"...
"Terimakasih kek!"...
Lalu hening,tidak lagi terdengar suara kakek Qin lagi, dan perlahan lahan, suara alam mulai terdengar kembali,dan seluruh panca Indra nya mulai bekerja seperti semula lagi.
Shin Liong membuka matanya, menatap kearah Dewi Teratai putih yang masih setia duduk di dekat nya, menjaga Shin Liong dari segala kemungkinan sewaktu Shin Liong berkomunikasi dengan kakek guru nya.
"Apa yang kakek Qin katakan sayang?" tanya Dewi Teratai putih dengan wajah cemas.
Shin Liong tersenyum menatap wajah cantik Dewi Teratai putih.
__ADS_1
Di tatap nya wajah wanita cantik jelita itu, sambil mencubit kedua pipi nya.
"Apa yang terjadi, katakan sayang, apa kata kakek Qin, Dewi cemas, takut sesuatu akan menimpa diri mu, kalau kamu tidak ada, Dewi juga tidak ingin melanjutkan hidup Dewi " kata wanita cantik itu Sabil membenamkan wajah nya di dada Shin Liong.
Sampai sekarang, dengan beda usia empat tahun, tinggi Shin Liong masih sebahu Dewi Teratai putih yang memang tinggi semampai itu.
Tetapi satu hal, keunggulan dari majikan lembah teratai itu adalah, tubuh nya yang tidak terusik oleh masa dan waktu, seolah olah bagi semua majikan lembah teratai, waktu tidak berpengaruh bagi tubuh mereka.
"Dewi!, kakek guru bilang, itu tanda Dewata, setiap Shin Liong melakukan satu kebajikan,satu titik warna emas itu akan timbul, dan bila sudah genap sepuluh titik, tanda itu bisa di gunakan untuk membebaskan ibu ku" kata Shin Liong menjelaskan kepada Dewi Teratai putih.
Mendengar itu,Dewi Teratai putih menarik nafas lega, perasaan cemas dihati nya, hilang seketika.
"Aku tanpa sengaja telah membebaskan Naga Hijau dari sihir Kirin sakti,dan memberikan telaga besar ini untuk tempat nya tinggal, dan itu dianggap oleh Dewata sebagai satu kebajikan,dan aku di berikan tanga penghargaan ini" kata Shin Liong menjelaskan kepada Dewi Teratai putih, semua nya.
"Bagai mana dengan Acara berburu nya hari ini, jadi kah?" tanya Dewi Teratai putih .
Shin Liong menganggukkan kepala nya, " tentu saja Dewi, berburu nya jadi,aku akan berburu sendirian, sementara kau tunggu aku di tenda kita ini!"...
"Enggak!, enggak boleh pergi!" kata Dewi Teratai putih dengan cemberut.
"Lha kenapa Dewi?, apa ada yang salah?" tanya Shin Liong bingung.
"Tentu saja salah!, kau mau meninggalkan aku disini sendirian, kalau kamu nyasar dan tidak pulang pulang,terus aku bagai mana?, pokok nya, mulai sekarang, kemanapun Shin Liong pergi,Dewi harus ikut, bukankah kita sudah bersumpah, dimana ada Shin Liong ,disitu ada Dewi, dan dimana ada Dewi, disitu ada Shin Liong " kata Dewi Teratai putih menegaskan komitmen mereka dahulu kepada Shin Liong.
Shin Liong menundukkan kepala nya, " maapkan saya, Dewi, bukan maksud saya ingin meninggalkan Dewi sendirian,tetapi saya tidak ingin Dewi capek, tetapi bila begitu kehendak Dewi, baiklah, kita akan berangkat bersama sama!" kata Shin Liong pelan.
Dipeluk nya laki laki kecil, teman hidup nya itu, "maapkan Dewi ya sayang, Dewi tidak mungkin bisa marah dengan Shin Liong, karena Dewi sayang Shin Liong, Dewi cuma ingin, apa pun yang akan kamu lakukan, ajak Dewi bersama, ke gunung kita sama mendaki, dan ke lembah kita sama turuni, itulah yang nama nya suami istri, beda hal nya bila kita sudah punya anak, kau akan bekerja untuk aku dan anak mu, sementara aku menjaga dan membesarkan anak kita!"...
Shin Liong segera melepaskan tenda mereka,melipat nya serta memasukan nya di dalam cincin ruang milik nya.
Mereka berjalan menyisiri tepian telaga itu pelan pelan.
Shin Liong memegang panah besi milik nya dengan posisi anak panah yang siap di lepaskan.
Setelah berjalan cukup jauh mengitari tepian telaga itu, akhirnya mereka melihat se ekor rusa jantan besar sedang minum air telaga.
Dengan sekali lesatan anak panah, rusa jantan besar itu pun tumbang ketanah.
Shin Liong dan Dewi Teratai putih segera membersihkan rusa jantan besar itu,
Setelah selesai,barulah Shin Liong membuat apar apar untuk mengasapi daging rusa itu, sementara Dewi Teratai putih menanak nasi dan memasak lauk nya.
Di suatu tempat yang agak tinggi,Shin Liong mendirikan kemah mereka kembali dengan posisi menghadap ke arah telaga.
Di pinggir telaga nampak batu batu sebesar sapi ber munculan dari dasar telaga,sehingga menjadi pemandangan sangat indah.
Shin Liong dan Dewi Teratai putih makan sambil memandang kearah telaga yang terlihat tenang berwarna ke biruan itu.
__ADS_1
Kita bisa beristirahat beberapa hari di sini sayang, mungkin besok kita sudah bisa makan kedua biji buah Mumu emas itu,tetapi sekarang yang harus kita lakukan adalah memperkuat dantian kita, tidak ada gunanya berkultivasi siang malam, tanpa di barengi dengan memperkuat dantian kita, bisa bisa kita sendiri yang akan celaka nanti nya!" kata Dewi Teratai putih setelah mereka selesai makan.
Dewi Teratai putih menyerahkan sebutir pil penguat dantian kepada Shin Liong yang langsung menelan pil itu.
"Waktu kita kesini tadi, aku melihat banyak rebung bambu, kita ambil yok, untuk di keringkan sebagai cadangan sayur" kata Dewi Teratai putih.
"Ayo, kita cari" sahut Shin Liong sambil berjalan kearah hutan bambu untuk sayur,juga untuk cadangan sayur,bila nanti mereka melanjutkan perjalanan mereka.
Setelah mengumpulkan rebung bambu cukup banyak, Dewi Teratai putih kemudian membersihkan rebung rebung itu,membelah belah nya, lalu Dewi Teratai putih membuat sebuah lobang di tanah,memberi alas dengan daun daun palm hutan.
Lalu rebung rebung yang sudah di bersihkan dan di belah belah itu ,ia masukan kedalam lobang itu,lalu di tutupi dengan daun kembali,baru di timbun dengan tanah.
Setelah itu, barulah dia mengajak Shin Liong menyalakan api diatas tanah tadi.
Setelah beberapa lama api unggun menyala,Dewi Teratai putih pun segera menyuruh Shin Liong memadamkan api itu.
Beberapa saat kemudian, mereka membongkar timbunan tanah, membuang daun daun penutup serta mengeluarkan rebung rebung yang tadi mereka letakan di situ.
Dengan mempergunakan kulit bambu,Dewi Teratai putih menusuk rebung rebung itu menjadi satu,lalu menjemur nya di bawah terik mata hari.
Sementara itu Shin Liong sedang melatih jurus Kiok Pui atau kaki terbang yang diajarkan oleh kakek Qin dahulu dengan tenaga dalam nya yang sekarang.
Ternyata dengan tenaga dalam nya yang sekarang, sekali melompat,Shin Liong bisa melesat hingga ratusan depa ke udara.
Shin Liong terus berlompatan dari satu tempat ke tempat lain nya dengan ringan dan sangat cepat.
Bahkan kini telaga yang cukup besar itupun bisa dia lompati dengan sangat mudah nya.
Dewi Teratai putih setelah selesai menjemur semua rebung yang dia tusuk dengan kulit bambu tadi, kupingmu ni ikut ikutan berlatih seperti Shin Liong.
Shin Liong mengajarkan ilmu Kiok Pui kepada Dewi Teratai putih.
Karena sudah memiliki dasar seperti ilmu langkah bayangan yang hampir mirip,maka tidak sulit bagi Dewi Teratai putih untuk menguasai ilmu Kiok Pui itu.
Akhirnya, Shin Liong dan Dewi Teratai putih pun bisa berlompatan seberang menyeberang telaga itu dengan mudah nya,bahkan tidak perlu untuk mengerahkan tenaga maksimal nya.
"Dewi!, bagai mana bila Kiok Pui ini di gabung dengan ilmu langkah bayangan milik mu, seperti apa jadinya?" tanya Shin Liong .
"Entahlah sayang, Dewi tidak pernah berpikir sampai ke situ,coba saja kau gabungkan kedua nya, mungkin akan menjadi satu ilmu yang dahsyat, karena pada dasar nya kedua ilmu itu hampir mirip,namun berbeda penggunaan nya,kalau ilmu Kiok Pui untuk meringan kan tubuh agar bisa melompat jauh seperti terbang,adapun langkah bayangan adalah ilmu meringan kan tubuh supaya bisa berlari secepat angin" jawab Dewi Teratai putih .
Shin Liong segera mencoba menggabungkan kedua ilmu tingkat tinggi itu.
Pertama kali, gagal total,bahkan Shin Liong sampai tercebur ke telaga.
Kedua kali juga masih gagal, namun Shin Liong tidak patah semangat, terus mencoba sambil memikirkan kenapa bisa gagal.
Akhirnya pada waktu percobaan yang ke tiga, tubuh Shin Liong tiba tiba menghilang dari hadapan Dewi Teratai putih.
__ADS_1
...****************...