Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Pangeran Mao Sin Kian.


__ADS_3

Setelah kejadian di rumah makan kota Tian Han beberapa waktu lalu, pemuda Theo Kuan Yian yang patah rahang nya di hantam tinju putri Xuan Yi tidak lagi pernah terlihat wara Wiri di kota Tian Han lagi.


Hingga keberangkatan Shin Liong ke esokan hari nya, tidak juga terlihat batang hidung pemuda Theo Kuan Yian itu.


Sebenar nya putri Xuan Yi bisa saja terbang dengan menggunakan selendang nya yang terikat di pinggang dara cantik jelita itu, tetapi menurut Dewi Chang 'e, mereka tidak boleh terlalu menyolok terlihat orang.


Mereka menempuh perjalanan dari kota Tian Han ke kota Shi King yang cukup jauh itu dengan berjalan kaki saja, sambil Dewi Chang 'e ingin melatih beberapa ilmu kepada sang menantu nya itu.


Pagi pagi setelah sarapan pagi,dan mempersiapkan bekal, mereka segera berjalan kearah luar kota, menuju ke kota Shi King sebagai kota Raja negeri Sien Fo.


Memang mereka bisa saja ke kota Shi King dengan menumpang kapal,tetapi putri Xuan Yi ingin lewat jalan darat saja.


Disepanjang perjalanan, Dewi Chang 'e mengajarkan beberapa jurus dan ilmu silat, sementara itu, Shin Liong mengajarkan ilmu langkah Dewa Dewi yang diciptakan nya bersama Dewi Nuwa dahulu.


Bagai mana pun, Dewi Nuwa adalah pengalaman pertama Shin Liong dengan wanita.


Bergaul beberapa lama, membuat perasaan di dalam hati nya sangat membekas, tidak mudah untuk menggantikan sosok Dewi Nuwa di dalam hati nya, meskipun kini pengganti yang lebih cantik dan baik ada di sisi nya.


Begitupun dengan Putri Xuan Yi, dia tahu kedudukan Dewi Nuwa dihati sang suami, dia tidak marah ataupun cemburu, tetapi berusaha menghibur hati sang suami agar jangan sampai terlalu larut dalam perasaan sedihnya.


Shin Liong sesungguh nya sangat beruntung memiliki dua manusia yang memiliki cinta sangat besar, serta pengertian dengan hidup nya.


Lewat penuturan ibu mertua nya, Putri Xuan Yi jadi mengetahui banyak tentang semua kehidupan sang suami nya itu.


Kadang kala saat sang mertua menceritakan kehidupan Masalalu putra tersayang nya itu, mereka berdua saling ber tangisan.


Memang di saat saat senggang, tidak pernah Shin Liong berpangku tangan, selalu saja ada yang dia lakukan, seperti berburu atau mencari tanaman hutan, baik herbal langka, maupun tanaman obat.


Beberapa herbal maupun tanaman obat yang sangat langka, yang dia dapatkan dahulu di dasar jurang Neraka hidup, maupun dunia tengah, dia tanam di dunia dimensi milik Dewa obat yang sekarang sudah menjadi milik nya itu.


Bahkan banyak dari binatang illahi maupun hewan surgawi yang dia pindahkan ke dunia dimensi taman Lokapala itu, seperti beberapa ratus ekor Phoenix, Kirin, singa emas, harimau emas, rubah emas ber ekor sembilan, kelinci emas, rusa emas dan banyak lagi macam ragam lain nya.


Hal itu tentu saja disambut suka cita oleh Fu Mei Yin, selaku penghuni dunia dimensi taman Lokapala itu.


Setelah berlatih dan berkultivasi selama dalam perjalanan, kini kemajuan dari putri Xuan Yi sudah sangat pesat sekali.


Tentu saja itu karena bantuan pil surgawi dari Shin Liong , sehingga kini tingkat kultivasi nya pun bisa menerobos ke tingkat Dewa perak akhir.


Begitu juga dengan ilmu langkah Dewa Dewi sudah pula dia kuasai dengan sangat sempurna sekali.


Kini taman Lokapala tidak lagi se sunyi dahulu, tetapi sudah banyak penghuni nya.


Setelah berhari hari di perjalanan, akhirnya, menjelang sore hari, mereka tiba juga di depan gerbang kota Shi King.


Setelah makan di salah satu rumah makan kota Shi King, mereka pun akhirnya menginap di sebuah rumah penginapan yang terkenal di kota Shi King itu.


Ke esokan hari nya, selepas sarapan pagi, mereka berjalan jalan ke pusat kota Shi King.


Di pusat kota itu, toko yang besar besar, berjejer rapi di kiri kanan jalan.


Di sebuah toko obat terbesar di kota itu, Shin Liong menjual semua binatang buruan beserta tanaman herbal dan tanaman obat yang dia kumpulkan selama di perjalanan.

__ADS_1


Hasil penjualan sebanyak seribu dua ratus keping emas, dia berikan semua nya kepada putri Xuan Yi, untuk di simpan putri itu.


Baru saja mereka keluar dari toko obat terbesar di kota itu, mereka sudah di hadang oleh sepasukan prajurit kota bersama dengan pemuda Theo Kuan Yian dan se orang laki laki muda lain nya .


"Tuan ku yang mulia, itulah mereka, bukankah saya tidak berdusta yang mulia!" kata pemuda Theo Kuan Yian sambil menunjuk kearah Shin Liong .


"Kau benar sekali Yian, se umur hidup ku, baru sekarang aku melihat wanita se jelita itu, aku harus mendapatkan wanita itu apapun cara nya!" kata pangeran Mao Sin Kian dengan sangat bernafsu sekali.


Sepasukan prajurit kota itu langsung mengelilingi Shin Liong dari berbagai sudut.


"Menyingkir lah kalian dari hadapan ku, aku tidak ingin terjadi pertumpahan darah di sini!" kata Shin Liong .


"Ha ha ha ha, hei pecundang, serahkan kedua wanita itu kepada ku, baru nyawa mu ku ampuni, jika tidak, jangan harap kau bisa melihat matahari esok!" ancam pangeran Mao Sin Kian.


"Mereka berdua adalah harta ku yang paling berharga, dia ibu ku, yang sangat ku sayangi, sedang kan dia istri ku yang juga sangat ku cintai, aku tidak bisa mengabulkan permintaan mu!" kata Shin Liong geram.


"Baiklah kalau begitu, jangan di bilang aku kejam, karena aku sudah meminta kepada mu dengan baik baik!" kata pangeran Mao Sin Kian.


"Mereka berdua adalah manusia, bukan barang yang bisa di pinta atau di pinjam begitu saja!" kata Shin Liong .


"Nona cantik!, aku menawarkan kepada mu dengan baik baik, ikut lah dengan ku, kau akan kujadikan permaisuri, bukan lagi selir, dan kau akan hidup senang bergelimang harta benda!" kata pangeran Mao Sin Kian membujuk Putri Xuan Yi.


"Cuih!, kau pangeran bermuka pantat, tidak lagi mengenal sopan santun, meskipun suamiku orang miskin, dan kau orang kaya, tetapi aku tetap memilih dia sebagai suami ku, kau tidak punya rasa malu dan harga diri, mengemis belas kasihan wanita yang tidak menyukai mu!" kata Putri Xuan Yi dengan lantang nya .


Mendengar itu, merah padam muka sang pangeran Mao Sin Kian.


"Ketahuilah!, aku tidak pernah mengenal kegagalan, bagiku apapun cara nya, keinginan ku harus terlaksana, kalian yang meminta nya, baik lah, prajurit semua, tangkap kedua wanita cantik itu, tetapi awas jangan di lukai meskipun sehelai rambut nya pun, kalian boleh membunuh yang laki laki nya saja!" perintah sang pangeran Mao Sin Kian.


Belum lagi prajurit itu berhasil mendekat, sekelebat warna biru langit menyerang kearah para prajurit itu.


Sebentar saja, para prajurit yang menyerang itu bertumbangan dengan bagian tubuh yang sudah tidak sempurna lagi.


Sementara itu, prajurit yang lain nya,segera menyerang ke arah Shin Liong dan Dewi Chang 'e.


Rupanya hal itu hanya pancingan agar Shin Liong terpisah agak jauh dari istri nya itu.


Setelah putri Xuan Yi terpisah agak jauh dari Shin Liong , tiba tiba dari berbagai sudut, berhamburan serbuk putih memenuhi tempat itu.


Setelah asap itu hilang, putri Xuan Yi sudah tidak terlihat lagi bersama sang pangeran dan pemuda Theo Kuan Yian.


"Istri mu mereka culik nak!" teriak Dewi Chang 'e kepada putra nya.


Melihat keberadaan sang istri yang sudah tidak terlihat lagi itu, kemurkaan Shin Liong pun kini sampai pada puncak nya.


Tiba tiba dia berkelebat lebih cepat dari pada cahaya kilat, dengan pedang Kristal Katai putih inti bintang, membantai seluruh prajurit yang ada di sekitar situ.


Cuma dalam beberapa gerakan saja, seluruh prajurit itu pun habis musnah dengan tubuh yang sudah tidak karuan lagi.


Setumpuk bangkai manusia dan darah yang menggenang memenuhi jalanan.


Setelah selesai membantai semua prajurit negeri Sien Fo, Shin Liong dan ibu nya segera bergerak ke arah istana raja negeri Sien Fo itu.

__ADS_1


Setelah tiba di depan gerbang istana Sien Fo, terlihat jika ditempat itu ratusan prajurit telah bersia ga penuh.


"Ibu!, lihatlah anak mu ini, hari ini ku pastikan negeri Sien Fo akan rata dengan tanah, mereka telah memaksa mengambil istri ku Bu, tidak akan kubiarkan satu orang pun yang boleh selamat dari amarah ku!" kata Shin Liong dengan suara yang menggelegar hingga menembus langit.


"Bu, tolong cari istri ku, aku akan menghancurkan istana setan ini!" kata Shin Liong lagi.


Baru saja kata kata Shin Liong selesai terucap, tiba tiba,


"BUM!!!"...


"BUM!!!"...


"BUM!!!"...


Tiga dentuman maha dahsyat terdengar membuat istana megah itu berguncang hebat.


Tembok istana yang begitu kuat mengelilingi seluruh areal istana, kini hancur lebur menjadi serpihan pasir kecil, bersama ratusan prajurit yang kini sudah tidak berbentuk utuh lagi.


Sementara itu, Dewi Chang 'e segera melesat ke dalam istana itu tanpa ada satupun yang sempat melihat nya.


Di belakang istana, nampak seorang prajurit muda sedang bersiaga dengan senjata terhunus.


Tetapi tiba tiba tubuh nya kaku tanpa tahu sebab musabab nya.


Di depan nya muncul seorang wanita cantik jelita.


"Katakan, dimana pangeran iblis itu membawa menantu ku?" kata Dewi Chang 'e.


"A aku tidak tahu, aku tidak tahu!" kata prajurit itu dengan ketakutan.


"Baiklah, aku tidak akan bertanya lagi, aku akan mencari orang lain yang bisa memberitahukan kepada ku!" kata Dewi Chang 'e yang tiba tiba tangan nya menjadi besi membara itu.


"A ampun nona, ampun, sang pangeran Sin Kian membawa nya ke istana nya di belakang istana ini!" jawab prajurit itu ketakutan.


Dengan sekali sentak, tubuh prajurit itu terbang seperti daun tertiup angin.


Selanjut nya, tubuh Dewi Chang 'e lenyap dari tempat itu.


Di istana pangeran Sin Kian, nampak sang pangeran sedang menatap wajah seorang wanita cantik jelita yang sedang tergolek diatas tempat tidur, sambil tertawa tergelak gelak.


Meskipun suara dentuman sangat nyaring terdengar berkali kali, dia tidak perduli, karena dia sangat yakin dan percaya dengan para jendral bawahan ayahanda nya yang terkenal sangat sakti itu.


"Ha ha ha ha, tidak ku sangka pemuda itu begitu bodoh nya, dan sangat mudah di kelabui, kini bidadari tercantik di jagat raya akan menjadi milik ku!" kata sang pangeran sambil tertawa tawa riang.


Namun tiba tiba, terasa ada angi berhembus ke tubuh nya, dan tahu tahu, tubuh nya telah kaku tidak bisa bergerak lagi.


"Kau pikir mudah mempecundangi aku dan putra ku heh?, kau sudah membuat gara gara dengan menculik menantu ku, maka kesialan akan menimpa negeri ini dan istana ini!" kata Dewi Chang 'e sambil melangkah kearah putri Xuan Yi yang tergolek lemas terkena racun tidur.


Dimasukan nya sebutir pil ke mulut wanita cantik itu, sambil di urut urut nya tengkuk wanita cantik jelita itu.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2