Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Misteri Dusun Kecil di Tengah Belantara .


__ADS_3

Mulai saat itu , A Yong dan Lan Hua membantu Thai Cu Chu Wangwe membentuk pasukan besar dan kuat untuk menguasai wilayah wilayah di sekitar Luxiang .


Tanpa banyak kesulitan , beberapa wilayah segera tunduk di bawah kekuasaan negeri Luxiang .


Thai Cu Chu Wangwe segera menobatkan diri nya sebagai Kaisar dengan gelar kaisar Chu .


...----------------...


Kita tinggalkan dulu A Yong dan Lan Hua yang membantu Thai Cu Chu Wangwe membentuk negeri Luxiang menjadi sebuah negeri yang besar .


Kita lihat dulu satu kejadian hebat yang menjadi cikal bakal pertumpahan darah hebat kelak .


Di dalam sebuah hutan tidak terlampau jauh dari kota Luxiang .


Siang itu seorang laki laki berwajah seorang pemuda sedang berjalan terhuyung huyung sambil memegang tangan nya yang sudah buntung sebatas pundak itu .


Dari bekas luka buntung nya itu , di ketahui jika laki laki itu mendapat luka bakar begitu hebat hingga membuntungi tangan nya .


Ya , dialah Teng Kwan sang mantan Dewa Muda yang tangan nya disambar petir saat dia sedang tertidur pulas di dalam sebuah goa .


Sebenar nya , petir itu tidak bermaksud menyambar diri nya .


Petir itu sedang menyambar A Yong yang tanpa sengaja telah menerobos ke ranah Dewa Sorga menengah , saat masih berada di dalam cincin ruang milik laki laki itu .


Tetapi karena cincin itu masih terselip di jari tangan nya , maka tangan Teng Kwan ini pun terkena Sambaran petir kesengsaraan tingkat sembilan , atau tingkat tertinggi , hingga hancur sebatas pundak .


Sambil melangkah terhuyung huyung , Teng Kwan meraung raung kesakitan luar biasa .


Sementara itu , iblis Kalasura yang berada di dalam tubuh nya , marah sambil memaki kalang kabut pada kebodohan laki laki bernama Teng Kwan itu .


Akhirnya , laki laki itupun tumbang di bawah sebatang pohon besar karena kehabisan tenaga .


Iblis Kalasura masih belum bisa menguasai tubuh Teng Kwan sepenuh nya , karena dia baru saja merasuki nya .


Beberapa saat lama nya tubuh Teng Kwan yang pingsan itu , tergolek di bawah pohon besar , tiba tiba dari depan nya muncul seorang pemuda dengan wajah murung .


Iblis Kalasura yang masih bersemayam di dalam tubuh Teng Kwan , tiba tiba mencium aroma dendam dan kebencian yang luar biasa besar memancar dari dalam tubuh pemuda itu .


Pemuda itu berjalan menghampiri tubuh Teng Kwan yang tergolek dibawah pohon besar itu .


"Hei segala setan penunggu hutan , siapakah orang ini ?" gumam pemuda itu .


Tiba tiba mata laki laki yang sekarat di bawah pohon itu terbuka lebar menatap kearah pemuda itu .


"Kau siapa anak muda ?, dan kenapa wajah mu begitu murung ?"tanya Teng Kwan yang sebenar nya itu suara Kalasura sang pangeran iblis .


"Aku ?, nama ku Kai Ong , aku hidup dengan membawa lautan dendam dan kebencian pada seseorang !"jawab pemuda itu ketus .


"Kalau begitu , kenapa tidak kau tuntaskan saja dendam mu itu dengan membunuh orang itu !" tanya Kalasura mempergunakan mulut Teng Kwan yang masih pingsan .


"Bila aku mampu dan kepandaian ku dapat mengatasi nya , sudah ku bunuh mereka semua , tidak usah kau suruh pun akan ku lakukan !" jawab Kai Ong semakin ketus saja .

__ADS_1


Meskipun melihat keadaan Teng Kwan yang terluka parah itu , tetapi Kai Ong tidak berniat untuk menolong nya .


Tiba tiba wajah Teng Kwan menyeringai aneh menatap kearah Kai Ong .


"Maukah kau ku bantu untuk mendapatkan kekuatan maha dahsyat yang tidak ada banding nya ?" tanya Kalasura lagi .


Kai Ong tertawa tergelak gelak , mendengar perkataan dari laki laki yang terluka parah itu .


"Ha ha ha ha , kau bicara kekuatan dahsyat sementara kau sendiri terluka dahsyat , apakah itu tidak lucu nama nya ?" tanya Kai Ong tergelak gelak tertawa.


"Bodoh !, aku terluka dahsyat ini karena tidak berhasil mengendalikan kekuatan yang sangat dahsyat itu , tetapi kulihat kepandaian mu tinggi , aku yakin kau bisa mengendalikan kekuatan hebat itu anak muda !" kata Kalasura mencoba menghasut pemuda itu .


Kai Ong termenung sesaat , kekuatan dahsyat ?, bukankah dia menginginkan kekuatan dahsyat itu untuk membalas dendam kepada Thai Cu Chu Wangwe yang sudah mengusir nya .


Bila sudah memiliki kekuatan dahsyat itu , bukan cuma harta kekayaan Thai Cu Chu Wangwe yang akan dia kuasai , tetapi juga seluruh dunia ini harus tunduk dan bersimpuh di bawah telapak kaki nya , begitulah pikiran dari Kai Ong .


"Benar kah ?, bagai mana caranya agar aku bisa memiliki kekuatan itu ?" tanya Kai Ong lagi .


Kalasura tersenyum melihat umpan dan rencana licik nya itu mulai berhasil menghasut pemuda itu .


"Itu mudah sekali , kau cuma merapal beberapa mantera mantera saja !" jawab Kalasura senang .


"Baiklah , ajarkan aku mantera mantera itu sekarang !" kata Kai Ong dengan nada mengancam .


Sambil pura pura ketakutan , Kalasura merapalkan mantera mantera seperti yang pernah di ajarkan oleh Raja Iblis kepada Teng Kwan dulu .


Setelah mendengar laki laki di hadapan nya itu mengucapkan sesuatu mantera , Kai Ong segera mengucapkan seperti yang di ucapkan oleh laki laki itu .


Mantera mantera itu lalu di ulangi nya beberapa kali .


Meskipun Kai Ong berusaha menahan energi aneh berbentuk asap hitam itu masuk kedalam tubuh nya , tetapi karena dia sudah mengucapkan mantera sakti penyerahan jiwa raga nya kepada kekuasaan iblis , membuat tubuh nya tidak lagi ber daya .


Setelah asap hitam itu lenyap semua memasuki tubuh nya , tiba tiba Kai Ong merasa ada energi luar biasa besar bergerak di dalam tubuh nya .


Kekuatan nya kini sudah ber kali kali lipat besar nya .


"Ah tidak rugi juga aku mengucapkan mantera tadi , kini kekuatan ku sudah berlipat ganda , aku harus mengumpulkan pengikut ku dahulu , sebelum aku menguasai seluruh kekayaan Thai Cu Chu Wangwe yang jahat itu !" kata Kai Ong lalu berkelebat pergi dari tempat itu .


Beberapa saat setelah kepergian Kai Ong dari tempat itu , Teng Kwan pun membuka mata nya siuman .


Di edarkan nya pandangan nya ke sekeliling , setelah menatap kearah tangan nya yang sudah buntung itu , keluarlah suara raungan kemarahan nya .


Di coba nya mengumpulkan energi kedalam dantian nya , tetapi betapa terperanjat nya dia setelah tidak sedikitpun energi yang dapat di tampung di dalam dantian nya .


Di coba nya berkali kali , tetapi hasil nya tetap sama , kini dia kembali tidak memiliki kultivasi lagi .


Teng Kwan meraung menangis sejadi jadi nya , kini , bukan saja kultivasi nya yang hilang , tetapi tangan nya pun turut hilang pula .


...----------------...


Sudah lama kita meninggalkan Shin Liong dan kedua istri nya di belahan barat Benua Batara ini .

__ADS_1


Setelah menciptakan perdamaian di Thai San atau hutan besar , sehingga kini tidak lagi terjadi peperangan antar beberapa negeri , kini Shin Liong pun meneruskan kembali perjalanan nya untuk mencari keberadaan A Yong yang di bawa lari oleh Teng Kwan .


Semakin kacau sebuah negeri atau lemah nya sebuah pemerintahan , maka para penjahat pun akan tumbuh di mana mana seperti tumbuh nya jamur di musim hujan .


Begitu pun juga dengan Dunia Betara ini , rampok , begal , dan garong muncul di mana mana , bahkan Jai Hwa Cat (penjahat pemetik bunga) pun muncul ikut mewarnai dunia kejahatan .


Pada satu siang di sebuah Dusun di kaki bukit Kaitung yang damai dan tentram , seolah terpisah oleh dunia luar yang ribut oleh berbagai macam kejahatan dengan berbagai dalih dan alasan untuk menjadi pembenaran pada kejahatan mereka .


Dusun ini juga bernama Dusun Kaitung , dan ada sekitar dua puluh buah rumah yang berdiri di Dusun ini .


Meskipun semua rumah yang berdiri di dusun ini sangat sederhana sekali , namun yang aneh adalah tata letak rumah rumah itu sendiri .


Dusun ini terdiri dari tiga tingkat tanah .


Yang paling tinggi di tengah tengah , ada sebuah rumah besar berdinding kulit pohon dan berlantaikan kulit pohon pula , menghadap ke sebuah lapangan kecil yang di kelilingi oleh pohon Tao yang rimbun .


Disekeliling komplek tertinggi itu , tanah bertingkat lebih rendah sekitar tiga jengkal dari yang di tengah , dengan delapan buah bangunan rumah berdiri mengelilingi bangunan yang berada di tengah tengah .


Masing masing bangunan itu adalah dua berada di Utara menghadap ke belakang bangunan yang di tengah .


Dua lagi di sebelah barat bangunan yang di tengah dengan menghadap ke sisi kanan nya .


Kemudian dua berada di sisi timur bangunan inti dengan menghadap ke sisi kiri nya , sedangkan dua lagi berada di selatan berhadapan dengan bangunan inti .


Di tingkat yang paling bawah ada dua belas bangunan mengelilingi delapan buah bangunan yang berada di tengah tengah , dengan sebuah gerbang Dusun berada di sisi selatan Dusun itu .


Siang itu ada seorang pemuda tampan dan dua orang wanita yang sangat cantik jelita , sedang berjalan kearah gerbang Dusun itu .


Ketika mereka tiba di gerbang dusun yang masih di tutup , seorang laki laki paro baya tiba tiba muncul dari balik sebuah pintu kecil .


Maaf kalian siapa dan mau kemana ?" tanya laki laki paro baya itu berdiri di depan pemuda itu .


"Mohon maaf paman , saya Shin Liong dan ini kedua istri saya kebetulan lewat disini , kalau boleh , kami cuma ingin singgah sebentar , sekedar melepaskan lelah , syukur syukur bila ada teh manis yang bisa kami beli disini !" jawab pemuda itu .


Laki laki paro baya itu menatap kearah Shin Liong dengan teliti beberapa saat lama nya , "kalian tunggu di sini sebentar , aku akan bertanya kepada pemimpin sebentar !" , lalu laki laki itu menghilang di balik pintu kecil yang tadi tempat dia keluar .


Beberapa saat kemudian , laki laki paro baya itu muncul kembali , kali ini bersama seorang laki laki tua bertubuh tinggi dan agak kurus dengan rambut yang panjang serta putih semua , berkumis dan berjenggot panjang yang juga putih semua .


"Tuan Pang Si , merekalah tamu yang ingin singgah sebentar di Dusun kita ini !" kata laki laki tadi kepada orang tua yang datang bersama nya .


Laki laki tua yang di panggil tuan Pang Si itu menatap kearah Shin Liong dan kedua orang istrinya itu dengar tatapan menyelidik .


Hingga beberapa saat kemudian , "siapa kalian , dan berasal dari mana ?" tanya laki laki tua itu .


"Nama saya Shin Liong tuan , dan ini Dewi Xuan Yi istri saya dan ini Dewi Ying Fa , juga istri saya , kami bukan dari dunia ini tuan , tetapi dari dunia diatas sana !" jawab Shin Liong sambil menunjuk ke arah langit .


Mendengar pengakuan dari Shin Liong itu , laki laki tua tadi kembali menatap kearah Shin Liong dengan tajam , seolah ingin melihat kedalam hati nya .


Belum sempat laki laki tua berkata apa apa , tiba tiba dari arah dalam terdengar suara seseorang , "Pang Si !, biarkan mereka masuk , yang mulia ingin menemui mereka bertiga !" ...


"Baiklah tuan Bi Sue !, kalian bertiga masuk lah !" kata laki laki tua itu mempersilahkan Shin Liong dan kedua istri nya masuk .

__ADS_1


Shin Liong dan kedua orang istri nya berjalan memasuki Dusun itu .


...****************...


__ADS_2