Jiwa Naga Sejati

Jiwa Naga Sejati
Para Penghuni Thai San.


__ADS_3

Ketika anak panah Dewa api itu di lepaskan oleh jendral Ci Le Sia, terdengar suara berdengung seperti suara kumbang kayu mengejar kearah Shin Liong berdiri.


Kali ini Shin Liong tidak lagi menghilang dan muncul di tempat lain , tetapi berdiam di tempat menantikan datang nya anak panah itu.


Melihat hal itu , sang jendral Ci Le Sia menjadi sangat gembira sekali , karena itu berarti tugas nya akan menjadi lebih mudah lagi , karena selama ini , belum ada satu pun senjata atau mahluk yang bisa menahan serangan anak panah Dewa api nya ini.


Tetapi kegembiraan sang jendral wanita cantik ini tidak berlangsung lama , karena entah dari mana asal nya , tiba tiba saja di tangan Shin Liong telah tergenggam sebuah busur panah bercahaya putih.


Ketika tali panah itu ditarik , tiba tiba sebilah anak panah berwarna putih terang , muncul di sana.


Anak panah itu meluncur kearah anak panah Dewa api milik sang jendral , lalu melahap anak panah Dewa api itu , seperti api yang melahap rumput kering.


Bukan cuma itu , bahkan anak panah Sumbu Langit itu terus saja meluncur dengan sangat cepat nya kearah Kalong yang di naiki oleh sang jendral itu.


"Bum !" ...


Ketika anak panah sumbu langit menembus tubuh Kalong itu , terdengar suara dentuman nyaring , dan tubuh Kalong itu pun hancur cerai berai berjatuhan ke atas pucuk pucuk pohon di bawah mereka.


Masih untung sang jendral sempat melompat ke punggung salah satu kalong yang di tunggangi anak buah nya, tetapi nasip malang dialami oleh dua orang kepercayaan nya yang harus meregang nyawa terjatuh kedasar hutan.


Merah padam muka sang jendral wanita itu menatap kearah Shin Liong yang sedang menarik busur panah nya , dan saat di lepaskan , secara ajaib dua puluh anak panah tercipta dengan masing masing mengejar target mereka masing masing.


Maka kembali terdengar dentuman dentuman nyaring dan jeritan menyayat dari prajurit yang terjatuh kedasar hutan.


Sang jendral Ci Le Sia dengan mata merah padam memandang kearah Shin Liong dengan pandangan murka.


Dengan sekali lompat saja , dia sudah berada di dekat Shin Liong .


"Sungguh kep*rat kau manusia rendah , Beratus ratus Prajurit ku tewas di tangan mu , aku baru bisa tersenyum bila sudah meminum darah mu itu !" kata sang jendral dengan nada yang sangat murka sekali.


"Kenapa kalian tidak hidup damai di wilayah masing masing , dengan saling menghormati wilayah kedaulatan negeri kalian masing masing , malah saling serang , mengorbankan nyawa yang tidak ada faedah nya , kembali lah , dan bawa semua Prajurit mu itu kembali , jangan pernah mencoba menyerang wilayah negeri lain nya !" kata Shin Liong menasehati jendral itu.


Tetapi rupa nya nama baik manusia di Dunia Betara ini memang sudah sangat jelek sekali di mata mahluk lain nya.


" Kau mencoba menasehati aku ?, kau bangsa manusia lebih busuk dari mahluk lain nya , kalau kami berperang dengan bangsa lain , sedangkan kalian berperang dan saling bunuh sesama kalian , aku akan mundur setelah memotong kepala mu , dan membawa nya sebagai oleh oleh pada Ratu kami !" kata sang jendral itu dengan muka garang nya.


"Kau menginginkan kepala ku ?, baiklah kau bisa mengambil nya bila kau mampu , tetapi jangan menyesal bila kau tidak mampu mengambil nya , aku yang akan mengambil kepala mu , ayo maju lah , dan buktikan kata kata mu !" kata Shin Liong tenang dengan sedikit senyum di sudut bibir nya.


"Kau mau bukti ?, baiklah , bersiap siap lah anak muda !" kata sang Jendral Wanita itu sambil mengeluarkan pedang berwarna hitam berbau busuk nya itu.


Dari aroma busuk yang menyengat keluar itu , Shin Liong tahu jika pedang itu memiliki racun yang sangat kuat.


Sang Jendral segera menyerang kearah Shin Liong dengan serangan yang sangat cepat serta ber tenaga sangat kuat sekali.


Namun Shin Liong meladeni sang jendral dengan jurus langkah Dewa Dewi nya.


Namun Shin Liong sambil menghindar , sambil melepaskan anak panah nya , ke segala arah.


Setiap kali di lepaskan , anak panah itu selalu menewaskan beberapa lawan nya.

__ADS_1


Sedangkan sang jendral Ci Le Sia , masih terus mengamuk dengan pedang hitam berbau busuk nya.


semua prajurit menghindar dari jendral itu , namun ada beberapa yang tidak sempat menghindar , langsung terjatuh lemas tanpa tenaga sehingga dengan mudah nya , sang jendral menewaskan nya.


Melihat hal itu , Shin Liong segera mengarahkan anak panah nya , ke pada jendral wanita itu.


"Wuss !"...


"Wuss !"...


Dua buah anak panah segera meluncur lepas dari busur nya , kearah Jendral Ci Le Sia .


Melihat hal itu , jendral wanita itu segera menghindar sambil memutar pedang di depan dada nya.


"Trang !"...


"Trang !"...


""Prak !"...


Dua kali dentangan terdengar nyaring , karena beradu nya dua macam senjata.


Namun suara yang terakhir , terdengar berderak , dan bersamaan dengan itu , terlihat pedang hitam berbau busuk di tangan jendral Ci Le Sia itu pecah berkeping keping dan terhambur kesegala arah.


Melihat hal itu , muka sang jendral wanita itu menjadi pucat pasi.


Di lemparkan nya gagang pedang hitam kearah Shin Liong , sambil melancarkan serangan jarak jauh nya.


Shin Liong menghindar ke arah kiri , tidak ingin memapaki gagang pedang hitam itu.


Gagang pedang hitam itu terus meluncur ke arah ujung jalan , dimana tidak ada lagi tempat berpijak.


Terus meluncur jauh dari pohon besar , lalu jatuh di tengah tengah hutan.


"Bum !"...


Terdengar suara dentuman nyaring , ketika gagang pedang itu jatuh menyentuh tanah.


Perkiraan Shin Liong ternyata tepat , bahwa di gagang pedang itu , ada apa apa nya.


"Wut !"...


"Wut !"...


"Wut !"...


Tiga deru angin mengejar kesebelah kiri ,saat Shin Liong berkelit kesebelah kiri tadi.


Meskipun gerakan itu sangat cepat , tetapi bagi mata Shin Liong , itu masih terlalu lambat sekali , saat tiga buah jarum beracun , menderu kearah nya.

__ADS_1


Dengan kedua jari tangan nya , Shin Liong segera menjepit ketiga jarum beracun itu , lalu dengan gerakan super cepat , dia bergerak kebelakang wanita itu , sambil menancapkan ketiga jarum beracun itu ke pergelangan tangan sang wanita jendral itu.


Jendral Ci Le Sia bermaksud mundur ke belakang setelah merasa ada sesuatu menancap di pergelangan tangan nya.


Tetapi ternyata , tenaga nya sudah tidak ada lagi, dan dia pun akhirnya tersungkur roboh.


"Nah bagai mana sekarang ?, masih kah kau yakin diri mu bisa mengambil kepala ku ?, atau justru sekarang akulah yang bisa memotong kepala mu ?" tanya Shin Liong kepada jendral wanita yang telah terbaring di bawah itu.


"Kau sudah menang manusia ,sekarang aku mohon bunuh lah aku segera !" kata sang jendral dengan pasrah.


" Membunuh mu segera ?, tentu saja tidak nona jendral , itu terlalu mudah bagi mu , setelah kau menyaksikan bagai mana negeri dan bangsa mu kubuat musnah semua nya dari muka bumi ini , barulah giliran mu yang kubunuh , karena kau mahluk yang tidak ada guna nya di ciptakan sang maha kuasa !" kata Shin Liong kesal.


Kini muka sang jendral yang sudah pucat pasi itu , kini kian bertambah pucat lagi , bahkan tubuh nya pun gemetaran.


Dia tahu bahwa ancaman sang pemuda di depan nya ini bukan lah satu ancaman kosong belaka , dia menyaksikan sendiri , bagai mana panah di tangan pemuda itu , bisa menciptakan ribuan anak panah cuma dalam sekali panah saja.


Bahkan kengerian dari anak muda ini tidak berhenti disitu saja , yang sangat menyeramkan adalah , setiap anak panah yang dilepaskan oleh anak muda itu , seperti memiliki jiwa sendiri , mengejar mangsa nya , dan menembus tenggorokan lawan hingga berlobang sebesar jempol kaki.


"Ti' tidak !, kau tidak boleh melakukan hal itu , banyak wanita lemah dan anak anak kecil di negeri kami , kasihan anak anak kami yang tidak ikut bersalah harus menanggung akibat dari perbuatan kami !" kata sang jendral wanita itu mulai bergetar ketakutan.


Dia tidak bisa membayangkan , bagai mana anak muda ini nanti nya mengamuk dan membantai seluruh Bangsa Ko Li Nyin hingga benar benar tidak bersisa seorang pun juga.


"Nah sekarang kau baru berpikir tentang kesalahan , tetapi pernah kah kalian berpikir , apa kesalahan Bangsa Tiau Nyin , sehingga kalian terus menerus ingin menghancurkan Bangsa itu serta memusnahkan mereka semua ?, bukan kah mereka tidak pernah mengganggu hidup kalian ?, dan coba bayang kan bagai mana indah nya bila hidup saling berdampingan serta saling menjaga dan saling menghormati hak orang lain , tidak akan ada lagi perasaan takut maupun was was , aku tahu sekarang , apa tugas dari Dewata yang membawa aku ke Dunia aneh ini , yaitu musnahkan semua mahluk yang selalu membuat kerusakan dan pertumpahan darah di muka bumi ini , termasuk manusia itu sendiri ,agar keseimbangan alam bisa berjalan sebagai mana mesti nya !" kata Shin Liong dengan sedikit kebohongan yang dia buat sendiri.


"Ka ' kalau begitu , kau bukan dari manusia dunia ini kah?" tanya sang Jendral heran.


"Ya , aku baru tiba di dunia ini kemarin , aku bukan orang dunia ini , aku berasal dari dunia di atas sana !" jawab Shin Liong sambil menunjuk keatas langit.


"Saya sudah kalah dengan tuan muda , bunuh saja saya tuan muda , tetapi hendak nya tuan muda kabulkan satu permohonan hamba tuan muda , Bebaskan Bangsa hamba , jangan musnahkan mereka , biarlah hamba sendiri yang menebus kesalahan negeri kami itu tuan , jangan Bangsa hamba di libat kan, dan seandainya saya punya kesempatan , hamba akan memperbaiki kesalahan kami selama ini , saya akan hidup berdamai dengan semua penduduk Thai San ini " kata sang jendral dengan agak meratap.


"Aku tidak akan membunuh mu , karena kau harus menyaksikan kehancuran bangsa mu sendiri !" kata Shin Liong tegas.


"Tetapi sesungguh nya bukan cuma bangsa Tiau Nyin ini yang di musuhi , bangsa kami juga dimusuhi oleh bangsa Long Nyin dan Lo Fu Nyin , tidak ada kawan di Thai San ini , semua nya saling memusuhi tuan !" kata jendral Ci Le Sia menjelaskan.


Memang kenyataan nya seperti itu ada nya , Bangsa Tiau Nyin berperang melawan bangsa Ko Li Nyin, lalu Bangsa Ko Li Nyin berperang melawan Bangsa Long Nyin, serta bangsa Long Nyin juga berperang melawan Bangsa Lo Fu Nyin.


Saling bunuh dan saling serang sudah biasa di Benua ini.


Terlebih lagi dengan bangsa Manusia nya.


Bahkan mereka lebih sadis lagi , suka berperang satu sama lain nya , entah berebut wilayah , kekayaan ,atau wanita ,semua nya di selesaikan dengan kematian salah satu pihak.


"Aku tidak perduli , bangsa apakah , bila suka membuat huru hara , maka semua nya akan ku musnahkan , termasuk manusia nya, dan bila semua yang jahat habis , maka barulah di mulai tatanan kehidupan dunia ini yang baru !" kata Shin Liong sambil mengeluarkan aura kedewataan nya.


Tubuh nya tiba tiba bercahaya putih sangat terang sekali.


Tubuh sang Jendral Wanita itu menjadi gemetar sekali , hingga lutut nya tertekuk bertumpu ke jalan.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2