
Pagi menjelang di kota Luxiang , seperti biasanya , kesibukan masyarakat nya pun mulai bergerak kembali .
Para peserta Turnamen bela diri tahunan dari berbagai perguruan silat di sekitar wilayah Luxiang , mulai berdatangan kekota ini .
Begitu juga dengan orang orang yang cuma sekedar ingin menyaksikan saja .
Turnamen tahunan ini di selenggarakan atas anjuran seorang Hartawan paling kaya seantero wilayah Luxiang , yaitu Chu Wangwe yang bernama Chu Gong Ouw .
Tuan kota yang hanya menjadi boneka pajangan dari Chu Wangwe ini , hanya bisa menuruti tanpa dapat membantah apa pun juga .
Sebenar nya di samping mencari orang terhebat di seluruh wilayah Luxiang , turnamen ini juga mempunyai tujuan tersembunyi , yaitu mengumpulkan orang orang muda yang berkemampuan hebat untuk di bentuk menjadi Prajurit dan bergabung dengan para Prajurit yang sudah ada dan sedang berlatih di sebuah hutan .
Ini semua adalah demi untuk mewujudkan ambisi besar dari Chu Wangwe , yang sangat ingin menjadi seorang Kaisar besar yang dapat menaklukan seluruh wilayah di Benua ini .
Seluruh wilayah di Benua ini , sekarang berdiri masing masing , dan saling serang serta saling menduduki .
Tidak ada aturan bagi mereka , yang pasti , siapa yang paling kaya , dia dapat menjadi penguasa di satu wilayah itu , sehingga hampir di setiap kota , memiliki penguasanya sendiri .
Tuan Chu Wangwe ini , untuk memuluskan ambisi nya , dia merekrut semua jagoan dari berbagai pelosok dan kalangan masyarakat .
Di kota Luxiang sendiri , Tuan Chu Wangwe ini sudah seperti layak nya seorang Kaisar kecil , di mana semua kebijakan tentang ijin dan pajak , dia yang menentukan nya .
Itulah salah satu alasan nya , mengapa dia menjadi semakin kaya saja .
Tetapi akhir akhir ini ada yang mengganjal di hati nya , ialah tewas nya Bu Tek Kui sang Jung Cu desa Kim San tempat pemasok emas terbesar nya selama ini .
Dari para pengawal Bu Tek Kui yang di lepaskan oleh A Yong itu , dia tahu bahwa Bu Tek Kui di bunuh oleh seorang anak muda sakti yang bernama Kong Sian Shin Yong atau Dewa muda Shin Yong .
Bu Tek Kui adalah salah seorang yang memiliki kesaktian tinggi , jadi siapa yang bisa mengalahkan nya , sudah pasti memiliki kesaktian lebih tinggi lagi .
Tambah lagi siang hari nya , Tuan Chu Wangwe menerima kabar dari para anak buah nya , bahwa pagi tadi ada pertarungan antara Tosu gila melawan seorang anak muda tampan yang masih sangat muda sekali usia nya .
Semua orang tahu bahwa Tosu gila atau Tosu Ceng ini adalah salah seorang dari pendekar tingkat tinggi , dan tidak sembarang orang yang bisa mengalahkan beliau .
Beberapa hari sebelum nya , seorang Saudagar dari kota Jouw ji bernama Tuan Bian Wangwe beserta pengawal nya yang bernama An Than Bhok juga mengabarkan bahwa ketika melintas di hutan , mereka di rampok oleh perampok Ouw Long San Tung yang sangat terkenal itu , hampir semua pengawal nya tewas yang tinggal cuma beberapa orang saja lagi , dan itupun dalam keadaan terluka parah .
Namun pada saat yang kritis itu , tiba tiba datang seorang anak muda yang menolong mereka , membunuh pemimpin perampok itu serta beberapa puluh anggota perampok itu , meskipun dedengkot perampok yang bernama Ouw Long atau Serigala Hitam itu turun tangan , keadaan tidak berubah , para perampok terdesak , bahkan dedengkot perampok itu juga turut tewas di tangan anak muda sakti itu .
Dalam waktu yang sangat singkat sekali , nama Kong Sian Shin Yong menjadi buah bibir semua orang , namun belum ada yang melihat atau bertemu langsung dengan nya .
Kematian dua orang tokoh atas , meskipun bukan tokoh teratas , di tangan oleh seorang anak muda , membuat geger seantero wilayah Luxiang dan sekitar nya .
Tuam besar Chu Wangwe yang memiliki ambisi menjadi seorang Kaisar ini segera menyuruh para bawahan nya itu untuk mencari anak muda itu serta membujuk nya untuk bergabung dengan pasukan Chu Wangwe yang sudah di persiapkan nya sejak lama itu .
__ADS_1
Lain ayah , lain lagi maksud sang putra dari Chu Wangwe ini , Chu Kai Ong , menyuruh para pengawal sang ayah mencari anak muda itu , untuk melampiaskan dendam nya karena merasa gara gara anak muda itu , dia mendapat malu dari para tetua dan kawan kawan nya .
Malam itu , Chu Kai Ong gelisah di dalam kamar nya di penginapan , karena para pengawal yang dia suruh membunuh A Yong tidak ada kabar berita nya hingga sekarang .
Ketiga sahabat nya , sekaligus anak buah nya cuma berdiam diri melihat kelakuan bos mereka yang sibuk mondar mandir tidak jelas itu .
Beberapa saat kemudian , pintu kamar penginapan di ketuk dari luar .
Setelah di buka , di depan pintu berdiri tetua Ma Ban Jiu menatap kearah Chu Kai Ong .
"Diluar ada orang suruhan ayah mu , kau di minta pulang sekarang , pulang lah !" kata tetua Ma Ban Jiu datar tanpa emosi .
Chu Kai Ong segera melangkah ke luar dari kamar nya .
Di ruang tamu rumah penginapan itu ada beberapa orang laki laki berseragam pengawal sedang menunggu nya .
"Paman Guo , apa yang terjadi , kenapa ayah malam malam memanggil ku ?" tanya Chu Kai Ong heran dan menebak nebak apa yang terjadi .
"Saya tidak tahu Kong Cu !, saya cuma di tugaskan menjemput Kong Cu saja , selebih nya Thai Cu (Tuan besar) tidak mengatakan apa apa !" jawab pengawal itu .
Dengan pikiran bertanya tanya , Chu Kai Ong mengikuti pengawal itu keluar dari penginapan itu .
Sebuah kereta kuda sudah menunggu di depan penginapan itu .
Kereta pun melaju membelah malam di keramaian kota Luxiang yang hiruk pikuk itu .
Di depan teras rumah kediaman Chu Wangwe , nampak Thai Cu itu sudah berdiri menanti kedatangan putra nya , dengan muka yang nampak sangat keruh .
Setelah turun dari kereta , Chu Kai Ong segera berjalan menghampiri ayah nya .
"Ayah , apa yang terjadi ?, kenapa malam malam memanggil ku , apakah tidak ada hari esok lagi , aku sedang beristirahat , tahu ?" bentak Chu Kai Ong seperti biasa nya kepada sang ayah nya .
"Plak !"...
"Plak !"...
Tanpa bicara , Thai Cu Chu Wangwe memberikan hadiah dua kali tamparan di pipi kanan dan kiri putra nya itu .
Sangking kuat nya tamparan itu , sehingga pipi sang Kong Cu itu menjadi biru lebam .
"Ayah !, apakah ayah sudah gila ?, atau ayah sedang kerasukan setan ?, kenapa tanpa ada angin dan hujan , tiba tiba main pukul saja ?" teriak Chu Kai Ong tidak terima .
"Hei anak sialan , apa yang telah kau perbuat dengan ke para pengawal ku heh ?, jawab !, apa yang kau perbuat !" teriak Chu Wangwe sangat marah .
__ADS_1
"A' aku tidak me melakukan apa apa !" kata Chu Kai Ong berdusta .
"Bohong !,,, kau sudah memerintahkan mereka membunuh seorang anak muda kan ?" tanya Chu Wangwe tidak kalah nyaring nya .
"Yaa , lalu apa keberatan nya dengan ayah ?, apakah dia anak hasil selingkuhan ayah ?" tanya Chu Kai Ong nyaring .
"Plak !"...
"Plak !"...
Kembali terdengar dua kali suara pukulan di kedua pipi pemuda itu , membuat pipi nya menjadi semakin tembem saja .
"Anak sial , anak tidak tahu di untung , kau tahu siapa anak muda itu heh ?, dialah Kong Sian Shin Yong , dan karena kecerobohan mu itu , bukan saja aku sudah kehilangan para pengawal terbaik ku , tetapi juga semua rencana yang telah ku susun , terancam buyar semua nya , dasar anak sial !" runtuk Chu Wangwe sangat murka sekali .
"Ayah terlalu meng agungkan seseorang , bagiku dia tidak beda nya dengan sampah belaka ayah , akulah yang terkuat , dan kelak akulah yang akan menguasai seluruh harta kekayaan ayah ini !" kata Chu Kai Ong tidak kalah gusar nya dari sang ayah .
Mendengar perkataan dari Chu Kai Ong itu , bukan main marah nya Chu Wangwe .
"Kalau begitu , mulai sekarang marga Chu kutarik dari nama mu , dan semenjak saat ini , kau tidak lagi berhak menyandang marga Chu , di depan nama mu , dan kau di keluarkan dari perguruan Tung Sien , serta wilayah Luxiang ini , pergilah sekarang !" kata Chu Wangwe tegas .
Mendengar kata kata dari ayah nya itu , tiba tiba kegalakan dan ke arogan an dari Chu Kai Ong hilang lenyap begitu saja seperti air menguap di musim kemarau .
Tidak pernah terbersit sedikit pun di dalam pikiran Kai Ong , jika ayah nya bisa bertindak sebegitu jauh nya .
Sambil berlutut , Kai Ong berkata , " ayah !, mengapa ayah sebegitu kejam kepada ku , padahal sebelum nya , ayah sangat memanjakan aku , menyayangi aku , kenapa ayah ?" ratap Kai Ong menghiba hiba .
"Itu karena kau bukan putra ku yang sebenar nya Kai Ong , pertama kali menikah dahulu , selama lima tahun kami tidak memiliki putra , lalu seorang kerabat menganjurkan kami untuk memancing dengan mengangkat seorang anak , dan kami melakukan nya , kebetulan pula ada sepasang suami istri yang tewas di rampok orang , lalu anak mereka lami pungut sebagai anak pancingan , dan itu ternyata berhasil , istri ku mengandung putra ku yang sekarang kau kira adik mu itu !" kata Chu Wangwe sambil tersenyum sinis .
"Jadi ?, jadi ?, aku bukan putra mu ?" tanya Kai Ong dengan suara yang bergetar , air mata nya pun mulai luruh .
"Ya , semenjak kecil aku bercinta cita menjadi seorang kaisar di bumi yang tanpa pemimpin ini , maka nya kau ku suruh belajar di perguruan Tung Sien , agar kelak bisa membantu ku naik tahta , tetapi belum belum, tindakan mu sudah membuat aku rugi besar , kau tahu tidak otak batu ?, bila saja aku bisa meraih Kong Sian Shin Yong untuk berada di pihak ku , maka jalan ku untuk naik tahta semakin terbuka lebar , tetapi kini dengan tindakan mu itu , aku tidak yakin jika Kong Sian Shin Yong masih mau berada di pihak ku , maka nya demi cita cita besar ku , aku harus mengorbankan diri mu menjadi tumbal perjuangan ku ini , pergilah sekarang !" kata Chu Wangwe menutup pembicaraan nya , lalu berbalik masuk kedalam rumah nya .
Dengan tertunduk lesu , dan hati yang dipenuhi oleh amarah , dendam , dan benci itu , Kai Ong melangkah keluar dari rumah kediaman Chu Wangwe yang dahulu pernah menjadi tempat tinggal nya juga .
Kenangan masa masa kecil nya dahulu pun kini kembali berputar di benak nya lagi .
"Oh Kai Ong , bekas seorang Kong Cu (tuan muda) ,yang bergelimang dengan kehormatan , harta benda dan di puja di mana saja , kini terpuruk ke dasar yang paling bawah cuma dalam satu malam saja !" kata hati Kai Ong meratapi nasip nya .
Dengan tertunduk lesu , Kai Ong melangkah keluar dari kediaman Chu Wangwe yang juga pernah menjadi tempat kediaman nya juga .
"Tunggulah kau Ayah !, aku pasti akan datang mengambil hak ku kembali , dan pada saat nya nanti , ku pastikan kau akan sangat menyesal telah mengusir ku !" kata hati Kai Ong sambil terus melangkah tanpa tentu tujuan nya .
...****************...
__ADS_1