
Hari kedua berada di ujung telaga,setelah kepindahan Shin Liong dan Dewi Teratai putih kesitu.
Pagi ini, kembali Shin Liong duduk diatas batu besar di sisi telaga itu, sambil menyerap cahaya matahari pagi, setelah mandi berendam beberapa waktu yang lalu.
Kalau mau lebih teliti lagi, batu besar aneh tempat Shin Liong duduk menyerap cahaya matahari pagi itu ada sepasang mata yang terbuka berada di dalam air tepat di sisi batu itu.
Batu tempat Shin Liong duduk itu adalah kepala seekor Naga hijau yang sedang bertapa ribuan tahun,hingga kepalanya yang dia letakan di pinggir telaga itu, sudah mirip batu besar.
Hawa panas dari cahaya matahari yang padat disekitar tubuh Shin Liong, serta jiwa Naga emas di dalam tubuh nya,membuat Naga hijau yang berdiam diri itu, diam diam menyalurkan hawa murni yang dia miliki untuk melawan hawa panas dari tubuh Shin Liong itu agar tidak kepanasan.
Sebenarnya Shin Liong merasa heran karena dari dalam batu yang dia duduki itu mengalir keluar hawa murni bernuansa dingin memasuki tubuh nya dengan sangat kuat, hingga membuat dantian nya menjadi penuh.
"Bum!".
Ledakan teredam terjadi didalam tubuh Shin Liong, sebagai akibat dari dantian nya yang membesar.
Melihat hal itu,Dewi Teratai putih pun terperanjat, baru beberapa hari yang lalu Shin Liong berhasil menerobos ke tingkat Dewa Bumi menengah, hari ini dia kembali naik tingkat ke Dewa Bumi akhir, sungguh manusia luar biasa,dan dia tidak bisa membayangkan bagai mana kuat nya dantian pemuda itu, karena selalu menyerap cahaya matahari pagi.
Kalau bagi manusia biasa, mungkin dantian tubuh mereka akan. meledak karena kenaikan tingkat yang beruntun tanpa jeda itu.
Baru saja Shin Liong bermaksud turun dari batu besar itu, namun satu keanehan terjadi, tubuh nya justru melekat diatas batu besar itu tanpa bisa bergerak sedikit pun juga.
Sedangkan energi dingin yang besar, masih terus mengalir kedalam tubuh nya dari dalam batu besar itu.
Karena tidak bisa bergerak lagi, Shin Liong terpaksa menerima arus energi dingin dari energi murni telaga itu yang tersalurkan lewat batu besar yang dia duduki itu.
Melihat kejadian itu, Dewi Teratai putih pun menjadi khawatir sekali,takut kalau kalau dantian Shin Liong meledak, maka laki laki itu akan kehilangan seluruh kultivasi nya.
"Telan lah ini sayang!" kata Dewi Teratai putih sambil memasukan dua butir pil berwarna biru terang,pil penguat dantian kedalam mulut Shin Liong.
Shin Liong segera menelan dua butir pil berwarna biru terang sebesar biji lada itu.
Setelah beberapa saat berlalu.
"Bum!".
Ledakan teredam kembali terjadi di dalam tubuh Shin Liong, kini dia kembali naik satu tingkat, ketingkat Dewa Bumi sempurna.
Namun masih saja Shin Liong tidak bisa melepaskan diri nya dari batu besar itu.
Energi besar ber nuansa dingin itu terus mengalir dari dalam batu ke dalam tubuh nya semaki panas sengatan mata hari, semakin kuat pula arus energi murni bernuansa dingin itu mengalir.
"Bum!".
Kembali terdengar ledakan teredam di dalam tubuh Shin Liong karena dantian nya yang kembali melebar akibat besar nya energi yang masuk.
Kali ini Shin Liong sudah menerobos ke tingkatan Dewa Laut awal, namun yang sangat aneh, belum juga ada tanda tanda pancaran energi itu akan berakhir.
" Bum!".
Kembali terjadi ledakan teredam didalam tubuh Shin Liong ,dan kini dia melesat ke tingkat dewa laut menengah.
Setelah mencapai tingkat Dewa laut menengah, barulah energi dari dalam batu aneh itu sedikit demi sedikit mulai melemah, dan akhirnya menghilang sama sekali.
__ADS_1
Meskipun sudah bisa menggerakkan tubuh nya,Shin Liong tetap duduk diatas batu aneh itu sambil mengatur pernafasan untuk menenangkan energi panas dan dingin yang bergolak di dalam tubuh nya.
Setelah beberapa saat lama nya,energi itu tidak lagi bergolak, dan Shin Liong pun melangkah turun dari batu aneh itu.
"Sayang, kau baru saja menerobos secara aneh ke tingkat Dewa Laut menengah, dan sebentar lagi akan ada ujian dari petir kesengsaraan,telan lah ini agar daya tahan tubuh mu kuat" kata Dewi Teratai putih sambil menyerahkan dua butir pil berwarna putih susu sebesar biji lada kepada Shin Liong.
Shin Liong menerima pil itu dan langsung menelan kedua butir pil itu.
Mendung kelabu kini mulai kumpul dan berputar diatas mereka.
Shin Liong segera mencari tempat aman untuk menerima ujian dari petir kesengsaraan tingkat dua itu,agar tidak mengganggu mahluk lain.
Mendung kelabu tebal semakin banyak berkumpul diatas Shin Liong bergulung gulung dan berputar seperti tornado.
"Jdeerr!!".
Sambaran petir kesengsaraan pertama menyambar Shin Liong ,menyebabkan seluruh tubuh nya menjadi gosong semua.
Namun Shin Liong masih tetap berdiri tegar meskipun sekujur tubuh nya sudah hangus seluruh nya.
Tempaan derita selama ini,membuat Sambaran petir kesengsaraan tingkat dua itu tidak terlalu berpengaruh kepada daya tahan tubuh Shin Liong.
"Jdeerr!!".
Kembali lembah itu di goncang oleh suara petir kedua dari Sambaran petir kesengsaraan tingkat dua itu.
Kini seluruh kulit, rambut dan kuku nya hangus semua, sedangkan pakaian nya sudah hangus tidak bersisa.
Namun tubuh Shin Liong masih tetap berdiri tegar,seakan tidak terpengaruh sedikit pun juga.
"Jdeerr!!" .
Petir kesengsaraan ketiga menghantam tubuh Shin Liong hingga agak bergoyang sedikit.
Dan kini tubuh Shin Liong benar benar sudah gosong,kulit nya menjadi arang kering semua nya.
Setelah semua nya berlalu, kini hujan kebahagiaan mulai turun menyirami tubuh Shin Liong dengan lebat nya.
Seperti tanah Becek tersiram air, kulit tubuh Shin Liong yang semula gosong itu perlahan mulai luruh ketanah, berganti dengan kulit baru yang lebih putih,lebih halus dan tentu nya lebih tampan lagi.
Rambut di kepala nya pun tumbuh seperti sedia kala, begitu juga dengan alis serta bulu mata nya.
Bersamaan dengan tubuh Shin Liong yang bersih seperti semula,kini hujan kebahagiaan pun mulai mereda,dan langit kembali cerah seperti semula.
Andai saja tubuh Shin Liong tidak semenjak kecil sudah menyerap cahaya matahari pagi,tentu dantian nya sudah lama hancur, karena menampung energi yang begitu besar dalam seketika.
Alam sudah mengatur segala nya,dantian Shin Liong semenjak kecil sudah di perkuat oleh alam dengan cahaya mata hari pagi,yang juga di sebut cahaya Surya kebajikan itu, sehingga ketika saat nya tiba, tubuh Shin Liong akan mampu menerima energi besar memasuki tubuh nya,meski sebesar apapun.
Dewi Teratai putih berlari menghampiri Shin Liong yang masih berdiri diatas batu.
Gadis cantik jelita itu menyodorkan sepasang pakaian kepada Shin Liong agar segera mengenakan nya.
Beberapa saat kemudian, Shin Liong muncul dari balik batu dengan pakaian yang sudah rapi.
__ADS_1
Kini Shin Liong nampak semakin tampan,dengan kulit putih yang semakin bercahaya.
Dewi Teratai putih segera memeluk tubuh Shin Liong yang kini sudah berubah total bila dibandingkan dengan tubuh nya dulu.
"Selamat sayang,kini kau berhasil menerobos ketingkat Dewa Laut menengah, tingkatan kita kini sudah sama, selamat ya sayang " ucap Dewi Teratai putih berbahagia.
Kini mungkin cuma Shin Liong di dunia ini yang bisa mencapai tingkat Dewa Laut menengah dalam usia yang masih belum genap lima belas tahun itu, sungguh super jenius yang nyata.
Shin Liong segera berlatih jurus beladiri untuk menyesuaikan energi baru itu dengan tubuh nya agar tidak kaku saat di salurkan keseluruh tubuh nya nanti.
Setelah berlatih beberapa saat lama nya, kini keringat sudah membasahi tubuh nya, dan gerakan dari Shin Liong semakin cepat, semakin bertenaga dan semakin akurat, bahkan penglihatan nya pun semakin tajam saja, hingga gerakan yang cepat saja di dalam penglihatan nya masih sangat lambat.
Setelah selesai berlatih jurus bela diri,Shin Liong beristirahat di bawah pohon yang rindang sambil memandang ke arah batu besar tempat dia berkultivasi tadi.
Tanpa sadar, pandangan nya jatuh ke bawah air,dia seperti melihat sebuah mata yang sangat besar sedang menatap kearah nya.
Ya, mata itu berasal dari batu tempat dia duduk tadi.
"Dewi!".
"Dewi!". teriak Shin Liong memanggil Dewi Teratai putih.
Dengan tergopoh gopoh, Dewi Teratai putih pun segera berlari menghampiri Shin Liong.
"Ada apa sayang, kenapa berteriak seperti itu?" tanya Dewi Teratai putih .
"Lihatlah Dewi, coba lihat di bawah air itu, apakah itu mata dari batu itu, batu apa yang memiliki mata Dewi?" tanya Shin Liong.
Dewi Teratai putih memperhatikan arah telunjuk yang Shin Liong tunjukan.
Memang di bawah air, bagian batu yang terendam itu seperti ada mata yang memperhatikan mereka.
"Mana ada batu memiliki mata sayang, tetapi itu memang mata seperti nya!" kata Dewi Teratai putih menatap mata besar yang berada di bawah air itu dengan rasa kebingungan.
Tiba tiba air telaga bergolak seperti mendidih.
Batu tempat Shin Liong duduk tadi tiba tiba bergetar hebat, lalu bergerak naik ke atas.
Kini nampaklah batu itu ternyata kepala seekor Naga yang sangat besar, dengan tubuh berwarna hijau terang.
"Terimakasih tuan muda, kau dengan energi panas mu,telah memulihkan kekuatan ku, sudah seribu tahun tubuh ku kaku menjadi batu, setelah kalah bertarung dengan Kirin sakti dan di sihir menjadi batu, hingga putra matahari datang membebaskan aku dari sihir Kirin sialan itu, makanya hamba membalas Budi tuan ku dengan menyalurkan energi hamba kepada tuan ku, tetapi ada satu hal yang hamba heran, kenapa di jiwa tuan ku ada jiwa Dewa Naga Emas ?" tanya Naga Emas itu.
"Ooh, tentang itu, sebenar nya aku sudah mati beberapa tahun yang lalu, tetapi kakak angkat ku, seekor Naga Emas memberikan jiwa nya untuk ku, agar aku bisa hidup kembali, makanya sekarang aku hidup dengan jiwa Naga Emas di dalam tubuh ku" jawab Shin Liong .
Tiba tiba Naga Emas itu menundukkan kepala nya di hadapan Shin Liong , "hamba adalah abdi dari Dewa Naga Emas, terimalah hormat hamba tuan muda"...
"Bangkitlah Naga hijau, kekuasaan mu adalah telaga ini, jaga baik baik telaga ini,hiduplah dengan damai di dasar telaga ini" kata Shin Liong.
"Terimakasih tuan muda, karena tuan ku Dewa Naga Emas sudah kembali ke tempat keDewaan nya, maka kini tuan muda lah yang menjadi junjungan hamba, hingga tiba masanya tuan Dewa Naga Emas menjemput hamba!" kata Naga hijau lagi.
"Terimakasih Naga hijau, kau sudah membantu ku dalam berkultivasi tadi, aku berhutang Budi pada mu" kata Shin Liong .
"Itu sudah kewajiban hamba tuan muda, hamba akan berdiam di dasar telaga ini, kalau tuan muda perlu bantuan hamba,tuan muda tinggal panggil nama hamba,dan hamba akan datang secepat nya, hamba mohon diri tuan muda" kata Naga hijau sambil menarik kepala nya kebelakang dan hilang di dasar telaga itu.
__ADS_1
...****************...